
" Kamu sudah pulang, bersiaplah sayang! Sebentar lagi keluarga Arlon datang melamarmu."
Jeduarrrrr....
Mereka semua terkejut, bahkan sangat terkejut.
" Mama ini ada keluarga Mas Yoseph." Ucap Yolan.
Nyonya Disa menatap keluarga Ilyas, ia baru menyadari jika ada orang lain di sana.
" Siapa mereka?" Tanya nyonya Disa menatap Yolan.
" Kenalkan Tante, saya Yoseph dan ini om saya, yang itu kedua adik saya." Ucap Yoseph menunjuk mereka.
" Malam Tante." Sapa Yeshi.
" Malam." Sahut nyonya Disa.
" Sebentar, siapa kalian ini? Dan untuk apa kalian semua kemari?" Tanya nyonya Disa.
" Saya Yoseph, pacarnya Yolan Tante. Dan kami kemari untuk melamar Yolan."
" Apa????" Pekik nyonya Disa terkejut.
Yolan menepuk jidatnya pelan.
" Pacar Yolan? Bagaimana bisa?" Tanya nyonya Disa tidak percaya.
" Papa.., " Teriak nyonya Disa memekikkan telinga.
" Papa cepat kemari!!!" Nyonya Disa berteriak lagi memanggil suaminya.
Tak lama tuan Widi berjalan cepat menghampirinya.
" Ada apa Ma? Kenapa berteriak sekeras ini?" Tanya tuan Widi.
" Pa, bagaimana ini Pa? Kita menerima lamaran keluarga Arlon sedangkan Yolan sudah punya pacar." Ucap nyonya Disa.
" Ini Yoseph, pacarnya Yolan. Dia membawa keluarganya untuk melamar putri kita Pa." Sambung nyonya Disa nampak khawatir.
Tuan Widi menatap Yoseph dan yang lainnya.
" Sepertinya kau jauh lebih tua dari putriku, berapa jarak umur kalian?" Tanya tuan Widi menatap Yoseph.
" Tiga belas tahun Om." Sahut Yoseph. Yolan memejamkan matanya mendengar ucapan Yoseph.
" Mampus gue.. Kalau papa sampai menolak lamarannya, berarti gue harus menerima lamaran Arlon. Tidak... Gue tidak mau menikah sama playboy cap kadal itu. Ya Tuhan.. Semoga papa setuju dengan lamarannya, tidak apa deh menikah sama orang yang jauh lebih tua. Yang penting tidak menikah dengan Arlon." Ujar Yolan dalam hati.
" Kenapa dengan usia saya Om? Bukankah pria seusia saya sudah bisa melindungi putri Om? Biasanya pria seperti saya jika sudah cinta maka akan setia selamanya. Dan akan selalu membuat putri Om bahagia. Aku akan memanjakan putri Om seperti Om mrmanjakannya, aku akan mencintai putri Om seperti Om mencintainya." Ucap Yoseph.
" Usiamu bahkan sama seperti adikku. Itu artinya putriku akan menikah dengan seorang om om." Ucap tuan Widi.
__ADS_1
" Bukan om om tapi mas mas." Sahut Yospeh membuat semuanya menahan tawa.
" Papa sudahi interviewnya, kau mrmbuat calon menantu kita ketakutan." Ujar nyonya Disa.
Tuan Widi terkekeh menatap Yoseph yang nampak tegang.
" Baiklah, silahkan masuk! Kita bicarakan ini di dalam." Ucap tuan Widi.
" Terima kasih Om." Ucap Yoseph.
Tuan Reno, Tian dan Yeshi masuk lebih dulu sedangkan Yoseph berjalan berdampingan dengan Yolan.
" Sungguh penyambutan yang luar biasa." Ucap Yoseph.
" Semoga penerimaannya lebih luar biasa." Sahut Yolan.
" Kenapa Adek tidak bilang kalau ada pria lain yang mau melamar Adek? Beruntung Mas sayang tepat waktu coba kalau sampai terlambat, Adek udah jadi milik orang duluan." Ujar Yoseph.
" Aku juga tidak tahu Mas." Ujar Yolan.
" Sudah bisik bisiknya, lamarannya belum di terima jadi tidak perlu membahas soal pernikahan dulu." Goda nyonya Disa.
" Apa sih Ma." Ucap Yolan.
Mereka semua duduk di sofa ruang tamu. Tuan Reno mengutarakan tujuannya datang ke sana sebagai orang tua Yoseph. Tuan Widi nampak mengangguk anggukkan kepala.
" Bagaimana Tuan? Apa lamaran kami di terima?" Tanya tuan Reno memastikan.
" Pa.. Aku mencintai Mas Yoseph bukan Arlon. Aku mohon terima Mas Yoseph untukku." Ucap Yolan.
" Kenapa kau tidak memberitahu Papa jika kau punya kekasih? Kenapa kau malah menyembunyikan semua ini dari kami? Jika kami menerima lamaran dari keluarga Arlon, apa itu kesalahan kami?" Tuan Widi balik bertanya.
" Gimana mau mengatakannya orang kenal saja baru tadi pagi." Batin Yeshi.
" Aku takut Papa menentang hubungan kami karena perbedaan usia Pa. Itu sebabnya aku diam selama ini." Sahut Yolan.
" Berapa lama kalian pacaran?" Tanya tuan Widi.
Yoseph dan Yolan saling melempar pandangan. Mereka kembali menatap tuan Widi.
" Satu tahun." Ucap mereka bersamaan. Entah kebetulan apa memang camestry, mereka bisa menjawabnya dengan kompak. Dalam hati mereka berdua tertawa bersama.
" Satu tahun... Baiklah saya menerima lamaran kalian. Saya menerima nak Yoseph sebagai calon menantu saya demi putri saya. Semoga apa yang ia janjikan bisa ia tepati suatu hari nanti." Ucap tuan Widi.
" Alhamdulillah."
" Tentu Om, terima kasih." Ucap Yoseph.
" Pa lalu bagaimana dengan keluarga Arlon? Apa mereka akan menerima penolakan Papa?" Tanya Yolan.
" Kamu ini bagaimana? Kamu mau Papa menerima lamaran Yospeh tapi kamu juga mencemaskan lamaran Arlon. Lalu Papa harus memilih yang mana hmm?" Tanya tuan Widi menatap Yolan.
__ADS_1
" Mas Yoseph." Sahut Yolan cepat.
" Kamu tidak perlu mencemaskan keluarga Arlon, Papa yang akan menyelesaikannya." Ucap tuan Widi. Yolan menganggukkan kepalanya.
" Apa kamu tidak membawa cincin tunangan untuk anak saya?" Tanya nyonya Disa menatap Yoseph.
" Ma.. " Ucap Yolan.
" Ini harus di tanyakan sayang, sebagai pengikat kalau kamu milik Yoseph." Ucap nyonya Disa.
" Ada Tante, maaf aku lupa." Ucap Yoseph.
Yeshi memberikan kotak merah kepada Yoseph. Yoseph segera membukanya, nampak dua cincin pertunangan berwarna silver yang sangat mewah dan indah.
" Pasangkan pada jari Yolan begitupun sebaliknya." Ujar nyonya Disa.
" Ambil tempat yang bagus buat ambil foto Kak." Ujar Yeshi.
" Ah iya." Sahut Yolan.
" Mas sini!" Yolan menarik tangan Yoseph menuju ruang keluarga yang ruangannya lebih besar.
Di bawah foto keluarga keduanya saling memasangkan cincin di jari pasangannya. Suara tepuk tangan menguringi kebahagiaan mereka berdua. Sekarang Yolan resmi menjadi tunangan Yoseph.
Tak lama keluarga Arlon masuk ke dalam menghampiri mereka semua.
" Om ada apa ini? Kenapa Yolan bersama pria itu mengambil foto? Lalu apa itu? Kenapa ada kotak cincin di sana? Ada apa sebenarnya Om?" Tanya Arlon.
" Kita bicarakan sambil duduk." Ucap tuan Widi mempersilahkan mereka untuk duduk.
Mereka semua kembali duduk di ruang tamu.
" Begini Haris." Ucap tuan Widi menatap ayah Arlon.
Akhirnya tuan Widi menceritakan tentang kesalah pahamannya terhadap Yolan.
" Ja.. Jadi Yolan sudah punya pacar?" Tanya Arlon memastikan.
" Iya, nak Yoseplah orangnya." Sahut tuan Widi.
" Sepertinya Om telah di bodohi mereka berdua di sini, selama ini aku tahu kalau Yolan tidak dekat dengan siapapun Om. Mereka menipumu Om." Ujar Arlon.
Tuan Widi dan yang lainnya menatap kedua tersangka itu. Yolan menelan kasar salivanya, ia tidak tahu bagaimana cara mengelak dari tuduhan Arlon yang memang benar adanya. Yolan menggenggam tangan Yoseph erat.
" Memangnya sejauh mana kau mematai matai kami? Dan sejauh mana kau tahu tentang Yolan? Apa kami harus mempublikasikan hubungan kami di depan semua orang?" Tanya Yoseph menatap Arlon.
" Seperti yang Yolan katakan tadi, kalau kami khawatir tuan Widi tidak merestui hubungan kami, itulah sebabnya kami menyembunyikan hubungan kami selama ini. Kami akui kalau kami memang salah, tapi kami terpaksa melakukannya demi kebaikan bersama." Sambung Yoseph.
" Tapi sekarang tidak lagi, berhubungan Om dan Tante telah merestui kami maka kami bebas mengekspos hubungan kami. Dan aku ingin pernikahan di lakukan satu minggu lagi."
" Hah??" Ucapan Yoseph membuat semua orang terkejut.
__ADS_1
TBC.....