
Hari ini Yoseph sedang belanja di super market terdekat. Ia disuruh Yeshi membelikan semangka dan beberapa macam buah segar. Demi calon keponakan tersayang akhirnya Yoseph berada di sini.
" Hah aku harus beli apa dulu ya?" Nampak Yoseph sedang berpikir.
" Ah iya semangka, mana lagi bagian semangka? Seumur umur baru baru kali ini belanja sendiri." Yoseph mengamati sekitar sampai matanya menangkap sebuah semangka non biji yang tergeletak di rak buah.
Yoseph segera mendekat saat ia tangannya menyentuh semangka tiba tiba ada tangan yang menyentuh semangka itu juga membuat tangan mereka saling bersentuhan. Yoseph mendongak menatap pemilik tangan itu begitupun sebaliknya.
Deg...
Jantung Yoseph berdetak dangat kencang saat tatapannya melihat gadis cantik berkulit putih, dengan rambut di kucir kuda. Ia menggunakan dress selutut berwarna hitam dengan kerah v neck membuat terlihat sangat cantik. Kulit seputih susu terekspos begitu saja, leher jenjangnya membuat Yoseph ingin melukis warna merah di sana.
" Maaf Mas aku ambil semangkanya ya." Ucapnya membuat Yoseph tersadar.
" Eh tidak bisa, ini Mas dulu yang ambil kok." Sahut Yoseph.
" Sama perempuan mengalah dikit lah Mas, aku sangat membutuhkan semangka ini. Aku udah cari kemana mana tapi tidak ada yang jual. Pelase buat aku aja ya.. ya.. Masnya baik hati deh." Gadis itu mengeluarkan rayuannya.
" Tidak bisa Adek, Mas juga sangat membutuhkan semangka ini. Adik Mas di rumah lagi ngidam semangka dan Mas harus membawa pulang semangka ini." Ujar Yoseph.
Gadis itu menghela nafasnya pelan. Yoseph menatapnya sambil tersenyum.
" Gimana kalau kita bagi dua aja semangkanya, Mas sebelah Adek sebelah." Ucap Yoseph.
" Boleh juga idemu Mas. Buruan di belah semangkanya! Aku sudah kelamaan keluar rumah." Ujar gadis itu.
" Tapi ada syaratnya." Ucap Yoseph membuat gadis itu mengerutkan keningnya.
" Syarat? Apa syaratnya?" Tanyanya menatap Yoseph.
" Beritahu siapa namamu, alamat rumahmu dan nomer ponselmu." Ucap Yoseph.
" Memangnya mau buat apa Mas?" Tanyanya lagi.
" Ya mau berteman lah sama Adek, Mas tidak punya teman selama ini jadi Mas ingin berteman dengan Adek. Mau kan?" Yoseph menatap gadis itu.
" Kok aneh ya? Hari gini nggak punya teman? Apa Mas psychopath? Atau Mas seorang *******?" Selidiknya.
" Bukan.. Selama ini Mas tinggal di perbukitan yang jauh dari tetangga. Mas tidak punya siapa siapa di sana, dan Mas baru bertemu dengan adik kandung Mas beberapa hari lalu, itu sebabnya Mas sampai sini."
" Jangan ragu! Mas orang baik kok, bukankah akan menambah pahala dan rejeki jika kita banyak menjalin silaturahmi? Mau ya berteman dengan Mas." Ujar Yoseph.
__ADS_1
" Baiklah kita berteman." Sahutnya.
" Namaku Yolanda, teman teman memnggilku Yolan. Aku tinggal di perumahan xx bersama kedua orang tuaku. Sini ponsel Mas, aku akan menyimpan nomer ponselku di sana." Ucap gadis yang ternyata bernama Yolan.
Yoseph memberikan ponselnya pada Yolan, nampak Yolan mengetikkan sesuatu di sana.
" Ini Mas udah, kapan kapan main ya ke rumahku. Aku akan membuatkan jus semangka untukmu." Ucap Yolan.
" Berapa usiamu?" Tanya Yoseph menatap Yolan.
" Dua puluh tahun, saat ini aku sedang menyelesaikan pendidikanku di Universitas xx." Sahut Yolan terbuka.
" Jurusan apa?" Tanya Yoseph.
" Tata rias." Sahut Yolan.
" Mau jadi MUA terkenal?" Yoseph bertanya lagi.
" Aku jadi merasa kalau aku sedang dalam situasi interview kerja. Udah ah nggak usah banyak nanya yang ada entar nggak kelar kelar, paling ujung ujungnya mau nanya udah punya pacar belum. Udah ketebak kali Mas." Ujar Yolan membuat Yoseph terkekeh.
" Mas salut sama rasa percaya diri Adek, bisa aja menebak apa mau Mas. Tapi Mas tidak peduli, walaupun Adek udah punya pacar Mas akan merebut Adek darinya." Ucap Yoseph membuat Yolan membulatkan matanya.
" Aku emang nggak punya pacar Mas." Ucap Yolan. Yoseph tersenyum senang mendengarnya.
Jeduarrr....
Bagai di sambar petir di siang bolong, Yoseph sangat terkejut dengan ungkapan Yolan. Yolan tertawa lepas melihat ekspresi Yoseph. Baginya terlihat sangat lucu.
" Kenapa tertawa? Apa ada yang lucu?" Tanya Yoseph.
" Tidak ada." Sahut Yolan.
" Baru calon suami, belum jadi suami. Jadi Mas masih bisa merebutmu darinya." Ujar Yoseph.
" Yakin berani?" Tanya Yolan.
" Beranilah, kalau tidak percaya tunggu saja. Mas akan melamarmu secepatnya." Sahut Yoseph.
" Emang nggak sakit nanti kalau di tolak?" Ujar Yolan.
" Tidak akan Mas beri kesempatan untuk Adek menolak lamaran Mas. Akan Mas pastikan jika Adek menerima lamaran Mas dengan senang hati." Ucap Yoseph penuh percaya diri.
__ADS_1
" Buktikan saja! Aku akan menunggunya." Sahut Yolan.
" Ya sudah, kita bagi dua semangkanya terus aku mau pulang. Mama pasti ngomel ngomel kalau aku pulang terlambat." Ujar Yolan.
" Oke, kita panggil pelayannya dulu." Uajr Yoseph.
Saat mereka melihat ke rak semangkanya tiba tiba..
" Kemana semangkanya?" Tanya keduanya bersamaan.
Mereka berdua mengedarkan pandangan sampai tatapan mereka tertuju pada ibu ibu yang lagi belanja. Nampak semangka yang tadi menjadi rebutan mereka berdua ada di atas trolinya. Keduanya saling pandang lalu tertawa bersama.
" Gara gara Mas sih ngajakin aku ngobrol terus jadi nggak sadar kan kalau semangkanya di ambil orang." Gerutu Yolan.
" Iya maaf! Apa kita minta aja ya semangkanya dari ibu ibu itu." Ujar Yoseph.
" Eh jangan Mas! Kasihan ibunya, entar dia kecewa lagi seperti kita. Ini kesalahan kita jadi biar kita berdua saja yang menanggung rasa kecewa ini." Ucap Yolan membuat Yoseph merasa kagum padanya.
" Bagaimana gadis sekecil ini bisa berpikir dewasa seperti itu? Dia berhati baik seperti Yeshi yang selalu memikirkan perasaan orang lain daripada perasaannya sendiri. Benar benar sempurna." Batin Yoseph.
" Ya sudah Mas aku pulang dulu, sampai jumpa di kemudian hari." Ucap Yolan.
Yolan mendekatkan wajahnya ke wajah Yoseph membuat jantung Yoseph berdetak sangat kencang.
" Aku tunggu lamaran Mas." Bisik Yolan di telinga Yoseph.
Grep...
Yoseph menarik tangan Yolan saat Yolan hendak menjauh darinya hingga tubuh keduanya tidak berjarak. Yolan mendongak menatap Yoshep begitupun sebaliknya.
" Mas anggap ucapan Adek tidak main main, Mas akan datang ke rumah Adek untuk melamar Adek segera. Saat Mas tiba di sana, jangan harap Adek bisa menolak lamaran Mas. Mas akan membawa Adek ke hadapan adik Mas sebagai calon istri Mas. Apa Adek mengerti?" Tanya Yoseph merapikan rambut Yolan.
Glek...
Yolan menelan kasar salivanya.
" Mampus gue kalau sampai Mas ini benar benar datang melamar gue, bisa bisa gue di gantung sama papa. Ya Tuhan... Maafkan aku! Aku cuma bercanda saja tadi. Aku harus menjelaskannya pada Mas Mas ini." Ujar Yolan dalam hati.
" Maaf Mas aku hanya bercanda tadi, Mas tidak perlu datang untuk melamarku karena aku belum di ijinkan untuk menikah. Aku mau fokus pada karierku dulu, jadi tolong lupakan ucapanku tadi. Aku menarik kembali kata kataku." Ucap Yolan sambil cengar cengir.
" Kata kata yang keluar dari mulut Adek yang manis ini tidak bisa di tarik kembali. Persiapkan diri Adek karena Mas akan datang melamar Adek malam ini juga."
__ADS_1
" Hah????"
TBC...