DERITA ORANG KETIGA

DERITA ORANG KETIGA
BERITA BAIK & BURUK


__ADS_3

Tian dan Yoseph membawa Yeshi ke rumah sakit. Sampai di sana Yeshi segera di bawa ke ruang UGD untuk di periksa dokter jaga.


" Bagaimana keadaan istri saya Dok? Kenapa dia bisa pingsan seperti ini?" Tanya Tian cemas.


Dokter tersenyum menatap Tian.


" Selamat Pak, istri anda sedang hamil saat ini."


" Apa? Hamil??" Pekik Tian menatap dokter tidak percaya.


" Iya Pak, di dalam perut istri anda terdapat janin yang sedang tumbuh di sana. Untuk memastikan berapa usianya, saya akan merujuknya ke bagian obgyn untuk pemeriksaan USG." Terang dokter.


" Baik Dok, terima kasih." Ucap Tian.


Tian menatap Yoseph dengan mata berkaca kaca.


" Yeshi hamil Seph, sebentar lagi aku jadi ayah. Selama ini aku menantikan kehadiran anak anakku ke dunia ini, dan sekarang Tuhan telah mengabulkannya. Kau bahagia Seph, aku sangat bahagia." Ucap Tian menitikkan air mata.


Yoseph menarik Tian ke dalam pelukannya.


" Aku juga sangat bahagia Yan, adik tercintaku akan segera memiliki anak, sebentar lagi aku menjadi paman. Semoga Yeshi dan calon bayinya selalu di berikan kesehatan Yan. Jaga mereka dengan baik!" Ucap Yoseph menepuk punggung Tian.


" Aku berjanji akan menjaga mereka berdua dengan nyawaku sendiri Seph. Mereka hidupku, mereka segalanya bagiku hiks.. " Ucap Tian terisak.


Yeshi membuka matanya, ia mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru ruangan.


" Rumah sakit, aku sakit apa? Kenapa mereka membawaku ke sini?" Gumam Yeshi.


Yeshi mengerutkan keningnya saat melihat Yoseph dan Tian berpelukan. Ia melihat Tian menangis membuat ia merasa takut jika ia terkena suatu penyakit mematikan.


" Mas apa yang terjadi denganku?" Lirih Yeshi.


Tian dan Yoseph menoleh ke arahnya.


" Sayang kamu sudah sadar?" Tian mendekati Yeshi.


" Kenapa kau menangis Mas? Apa aku sakit?" Tanya Yeshi memastikan.


Tian tersenyum menatap Yeshi.


" Kamu hamil sayang." Ucap Tian.


" Benarkah?" Tanya Yeshi dengan mata berbinar.


" Iya sayang, sebentar lagi kita akan menjadi orang tua sayang. Mas bahagia sekali mendengar berita ini. Terima kasih telah memberikan kado terindah dalam hidup Mas." Ucap Tian menggenggam tangan Yeshi lalu ia menciuminya.


" Aku juga bahagia Mas, semoga anak kita selalu di berikan kesehatan." Ucap Yeshi.


" Amin." Sahut Tian.


" Selamat Yeshi, semoga kalian berdua sehat wal'afiat. Kelak anakmu akan menjadi anak sholeh ataupun sholehah." Ucap Yoseph.

__ADS_1


" Amin, terima kasih Kak. Sebentar lagi kau menjadi paman, lalu kapan kau akan menikah?" Tanya Yeshi menatap Yoseph.


" Aku tidak tahu, aku belum bertemu wanita yang bisa mencuri hatiku." Sahut Yoseph.


" Kau sudah tiga puluh tiga tahun Kak, kalau kau tidak menikah sekarang terus kapan? Siapa yang akan mengurusmu di hari tua nanti? Tidak mungkin kan kau selalu bisa mengurus dirimu sendiri." Ujar Yeshi.


" Kau benar, aku akan mencari calon istri setelah ini." Sahut Yoseph.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di apartemen Yoga, Rebeca sedang mengepel saat ini. Karena kurang hati hati tiba tiba ia terpeleset.


Bugh...


Tubuhnya mendarat di lantai dengan posisi duduk. Tiba tiba ia merasakan sakit yang luar biasa pada perutnya.


" Shh ya Tuhan sakit sekali... " Rintih Rebecca memegangi perutnya.


" Ah.. Jangan sampai anakku kenapa napa, aku tidak mau anakku celaka, aku harus ke rumah sakit sekarang. Aku akan menelepon Yoga sekarang juga." Ujar Rebecca.


Rebecca menggeser tubuhnya mengambil. ponsel di meja. Ia segera menelepon Yoga untuk meminta bantuannya.


Tut... tut..


Telepon tersambung namun Yoga tidak mengangkatnya. Rebecca mencoba menelepon lagi hingga panggilan kelima Yoga tidak juga mengangkatnya.


" Angkat Ga! Aku butuh bantuanmu. Perutku semakin sakit sekali, ya Tuhan lindungi anakku, jangan kau ambil dia dariku." Ucap Rebecca.


Di ruangan Yoga, ia sedang fokus pada pekerjaannya di dampingi oleh sekretaris cantiknya. Ia menjadi kesal karena teleponnya terus berdering.


" Ada apa sih Rebecca telepon terus, ganggu orang kerja aja." Yoga menolak panggilannya.


" Kenapa tidak di angkat? Siapa tahu istrimu sedang membutuhkan bantuanmu saat ini, apalagi dia tinggal sendiri kan di apartemennya." Ujar Siska, sang sekretaris.


" Biarin saja! Aku paling malas jika menyangkut dia." Ujar Yoga.


" Sepertinya kau begitu membencinya, tapi kau tidak mau mengkhianatinya. Berulang kali aku mengajakmu kencan kau selalu menolaknya." Ujar Siska.


Yoga sangat tahu arti kencan yang Siska maksudkan.


" Sudahlah kau diam saja, jangan urusi urusanku!" Sahut Yoga.


" Aku rasa kau mencintainya, tapi kau selalu mengelak akan perasaanmu sendiri." Ujar Siska.


Yoga terkejut dengan ucapan Siska.


" Benarkah aku mencintainya? Aku rasa tidak.. Aku hanya ingin bersenang senang saja dengannya. Aku membencinya karena dia kesempatanku memiliki Yeshi jadi hilang." Batin Yoga.


" Kalau kau tidak mencintainya kenapa kau justru memilih dia? Padahal saat itu dia masih menjadi istri orang, sengaja atau tidak kau yang menyebabkan hubungannya dengan suaminya hancur. Tapi setelah kau menghancurkan pernikahannya kau justru menyalahkannya, kau justru mengabaikan bahkan menyiksanya Ga. Padahal dia sedang hamil anak kamu. Aku rasa itu tidak adil untuknya. Kau hanya menghancurkan hidupnya saja. Jika benar kau tidak mencintainya setidaknya kau harus mencintai anakmu. Jangan sampai kesabaran istrimu hilang dan memilih untuk meninggalkanmu. Jika sampai itu terjadi, kau akan sangat menyesal Ga." Ucap Siska.


Yoga nampak sedikit berpikir.

__ADS_1


" Benar kata Siska, jika aku memang tidak mencintainya setidaknya aku harus mencintai anakku kan? Dia darah dagingku, dia ada karena aku. Sepertinya aku harus mengubah sikapku padanya dari anakku. Jika dia stress anakku yang akan menjadi korbannya. Terima kasih Siska telah membuka jalan pikiranku." Ujar Yoga dalam hati.


Di apartemen Rebecca hanya bisa pasrah dengan sesuatu yang akan menimpanya dan calon anaknya.


" Kau keterlaluan Ga, di saat genting begini kau malah menolak telepon ku. Jika terjadi sesuatu dengan anakku, aku bersumpah akan membencimu seumur hidupku. Aku tidak peduli jika aku mencintaimu, kesabaranku telah habis karena selama ini kau terus mengabaikan aku. Kau bahkan tidak mau mengurusku dengan baik, kau tidak pernah menganggapku sebagai istri. Kau hanya menganggapku sebagai budak nafsumu saja." Geram Rebecca.


Perutnya semakin sakit, tiba tiba keluar cairan kental berwarna merah dari sela sela kakinya.


" Ya Tuhan apa ini?"


Jantung Rebecca berdetak sangat kencang. Apa yang dia takutkan akhirnya terjadi.


" Ya Tuhan apa aku keguguran? Tidak... Aku tidak mau kehilangan anakku. Hanya dia yang selalu setia menemaniku. Aku mohon selamatkan anakku ya Tuhan. Hiks..." Isak Rebecca.


Cairan darah yang keluar semakin banyak membuat Rebecca semakin menangis merutuki nasibnya. Di saat ia mencoba menjadi orang dan istri yang baik, justru ia harus di hadapkan dalam situasi seperti ini.


" Hiks... Hiks.. Anakku." Rebecca menyentuh perutnya. Tiba tiba ia mengingat Tian.


" Tian.. Aku harus menelepon Tian untuk meminta bantuannya, semoga Tian mau membantuku." Ujar Rebecca.


Rebecca segera menelepon Tian dengan panggilan video. Tak lama Tian mengangkat oanggilannya, tentu saja atas persetujuan Yeshi.


" Tian tolong aku."


Tian dan Yeshi melongo saat melihat Rebecca di depan kamera ponselnya.


" Mbak kamu kenapa?" Tanya Yeshi.


" Yeshi aku butuh bantuan Tian saat ini, aku.. Aku.. Aku jatuh terpeleset Yeshi. Banyak darah yang keluar dari sela sela kakiku Yeshi, sepertinya aku keguguran hiks... Rasanya sakit sekali Yeshi, kau tidak bisa bangun. Tolong aku! Bawa aku ke rumah sakit sekarang juga sebelum aku kehabisan darah dan tiada di sini." Ujar Rebecca.


" Iya Mbak, Mas Tian akan ke sana. Bertahanlah Mbak!" Ucap Yeshi.


" Mas segera ke sana tolong mbak Rebecca!" Ucap Yeshi menatap Tian.


" Baiklah, ayo Seph temani aku!" Tian menarik tangan Yoseph keluar ruangan.


" Ya Tuhan semoga mbak Rebecca baik baik saja. Aku harus memberitahu Yoga." Gumam Yeshi.


Yeshi segera menelepon Yoga. Telepon tersambung tinggal menunggu Yoga mengangkatnya.


" Halo Yesh."


" Yoga segeralah pulang! Mbak Rebecca jatuh dan mengeluarkan banyak darah, sepertinya dia keguguran."


Jeduarrrrr.....


Nah loh... Nyesel nggak ya?...


Next part kita bahas Rebecca dan Yoga ya...


Miss U All...

__ADS_1


TBC...


__ADS_2