
Empat bulan berlalu kehidupan Yeshi, dan Yolan nampak bahagia. Hari ini Yeshi di bawa ke rumah sakit karena perutnya terasa mulas hendak melahirkan. Tian selalu setia menemani dan memberikannya support.
Di dalam ruang bersalin Tian menggenggam tangan Yeshi, sesekali ia mencium kening Yeshi seolah memberikan kekuatan pada Yeshi untuk berjuang melahirkan bayinya. Ia juga mengusap keringat yang jatuh membasahi wajah Yeshi.
" Tarik nafas dalam dalam Nyonya, lalu dorong." Ucap dokter Sinta memberi intrusksi.
Dengan penuh semangat Yeshi melakukan apa yang dokter katakan.
Satu kali dorongan belum berhasil, Yeshi mencoba lagi. Hingga tiga kali dorongan bayi Yeshi terlahir dengan selamat.
Oek... Oek... Oek...
" Alhamdulillah." Ucap Tian.
"Terima kasih sayang." Tian menciumi wajah Yeshi.
" Selamat tuan Nyonya, bayi anda laki laki. Dia sehat dan sangat tampan." Ucap dokter Sinta.
Yeshi melempar senyuman menatap Tian.
" Terima kasih Dok." Ucap Tian.
Selesai proses persalinan, Yeshi di pindahkan ke ruangan rawat VIP. Tian menggendong babby mungilnya sambil terus menciuminya.
" Mas jangan di ciumi terus, kasihan dia nanti muntah lhoh." Ujar Yeshi.
" Habis Mas gemas sayang." Sahut Tian.
" Mas sangat bahagia sayang, hari ini Mas menjadi seorang papa dari bayi mungil seperti dia. Apa kamu sudah menyiapkan nama untuknya?" Tanya Tian menatap Yeshi.
" Aku ingin memberinya nama Arxel. Arxel Christian Charlos, bagaimana Mas?" Ujar Yeshi.
" Bagus juga, ada nama kita di sana." Sahut Tian.
" Baiklah Arxel ayo main sama papa." Ucap Tian menimang babby Arxel.
Yeshi tersenyum bahagia melihat kebahagiaan Tian. Tak lama Yoseph dan Yolan berkunjung menjenguk Yeshi. Yolan mendekati Yeshi di ranjangnya sedangkan Yoseph mendekati Tian.
" Selamat Yeshi, sekarang kau menjadi seorang ibu. Semoga putramu menjadi anak sholeh, cerdas dan sukses seperti kedua orang tuanya." Ucap Yolan memeluk Yeshi.
" Amin terima kasih Yo." Sahut Yeshi.
" Sayang kapan kita punya babby imut seperti ini?" Tanya Yoseph mendekati Yolan sambil menggendong Arxel.
" Kapannya aku tidak tahu Mas, yang penting kita sudah berdoa dan berusaha." Sahut Yolan.
Yolan menatap babby Arxel dengan gemas.
" Duh pipinya gembul banget, jadi pengin mencubit nih. Dia tampan dan imut Yesh. Kalau aku bawa pulang boleh nggak?" Goda Yolan terus menatap babby Arxel.
" Nggak boleh, kamu bikin sendiri lah. Enak aja aku udah susah susah ngelahirin masa' mau kamu minta. Minta sama kak Yoseph buat kasih yang sama persis, kalau nggak bisa pecat aja jadi suami." Ujar Yeshi.
" Jangan jadi kompor kamu Yeshi, aku dan Tian orang yang berbeda bagaimana bisa anak kami bisa sama? Sedangkan semisal Yolan buatnya sama Tian aja nggak mungkin akan sama hasilnya." Ucap Yoseph.
" He he iya Kak maaf." Ucap Yeshi.
" Oh ya apa ada yang sakit saat melahirkan putra tampan ku ini?" Tanya Yoseph menatap Yeshi.
__ADS_1
" Tadi sih pas waktu kontraksi sakit banget, tapi setelah babby lahir udah nggak sakit lagi." Sahut Yeshi.
" By the way siapa namanya?" Tanya Yolan.
" Arxel Christian Charlos." Sahut Yeshi.
" Baby Arxel, bagus juga namanya sebagus wajahnya yang imut." Ucap Yolan menoel pipi babby Arxel.
" Mas adek jadi pengin gendong." Ujar Yolan.
" Ya udah gendong aja." Sahut Yoseph.
" Tapi takut Mas, takut jatuh." Ujar Yolan.
" Nggak akan, kalau Adek takut menggendong mending Adek memangkunya aja. Gini." Yoseph memberikan babby Arxel ke pangkuan Yolan.
" Mas aku takut." Ucap Yolan sedikit cemas.
" Tidak apa sayang, hitung hitung Adek belajar sebelum kita punya anak sendiri nanti. Coba tangan Adek gini." Yoseph membantu Yolan menggendong babby Arxel sambil duduk.
" Nah begini udah nyaman." Ucap Yoseph.
" Halo babby Arxel, nyaman nggak di gendong sama Aunti? Maaf ya kalau nanti badan kamu sakit semua, Aunti belum mahir menggendong karena selama ini Aunti belum pernah menggendong siapapun." Ucap Yolan mengelus pipi babby Arxel dengan lembut.
Saat Yolan mencium pipi babby Arxel tiba tiba perutnya terasa mual. Ia membekap mulutnya dengan tangannya.
" Sayang Adek kenapa?" Tanya Yoseph menatap Yolan.
" Mmmpttt."
Yoseph segera mengambil babby Arxel dari gendongan Yolan. Yolan berlari ke wastafel kamar mandi lalu...
Yolan memuntahkan isi perutnya. Yoseph yang mendengar itu segera memberikan babby Arxel pada Tian lalu menyusul Yolan.
" Sayang." Yoseph memijat pelan tengkuk Yolan.
Huek... Huek..
" Sayang Adek kenapa? Kenapa begini hmm? Apa Adek masuk angin?" Tanya Yoseph di balas gelengan kepala.
Yolan membasuh mulutnya dengan air bersih. Ia membalikkan badannya menghadap Yoseph sambil memegangi perut dan kepalanya.
" Kenapa? Apa kepala Adek sakit?" Tanya Yoseph khawatir.
" Iya Mas, kepalaku rasanya berdenyut nyeri. Dan perutku terasa mual, mau muntah. Sepertinya aku tidak tahan bau minyak telon Arxel tadi." Ujar Yolan.
" Ya sudah tidak usah menggendong Arxel lagi. Ayo kita ke sana atau mau pulang saja?" Tawar Yoseph.
" Aku mau pulang saja Mas. Aku pengin istirahat di rumah, tiba tiba badanku lemas gini." Ujar Yolan.
" Baiklah kalau begitu, ayo." Ucap Yoseph menuntun Yolan keluar dari kamar mandi.
" Kamu kenapa Yo?" Tanya Yeshi menatap Yolan.
" Sepertinya Yolan sedang tidak enak badan, kami pulang dulu. Lain kali kami akan menjenguk babby Arxel di rumah." Ucap Yoseph.
" Kak sepertinya kamu tidak perlu pulang." Ucap Yeshi.
__ADS_1
" Apa maksudmu?" Tanya Yoseph mengerutkan keningnya.
" Mumpung kalian di sini mending kalian periksa ke bagian obgyn saja. Aku merasa ada bau bau masa ngidam di sini." Ujar Yeshi membuat Yoseph dan Yolan membulatkan matanya.
" Be.. Benarkah?" Tanya Yolan menutup mulutnya.
" Coba saja." Sahut Yeshi.
" Mas ayo kita periksa ke bagian Obgyn!" Ajak Yolan menyentuh lengan Yoseph.
" Sebenarnya kita mau ngapain? Kenapa harus periksa ke bagian obgyn? Memangnya Adek sakit apa sayang?" Tanya Yoseph melongo seperti orang bodoh.
" Kak, menurutku Yolan bukan sakit biasa tapi Yolan seperti ini karena hamil. Itu sebabnya kalian harus memastikannya." Ucap Yeshi membuat Yoseph terkejut.
" Hamil?" Yoseph mengerutkan keningnya.
" Iya. Itu baru dugaanku saja." Ujar Yeshi.
Yoseph menatap Yolan sambil tersenyum bahagia.
" Kalau begitu ayo sayang! Ayo kita periksa untuk memastikan apakah di sini ada Yoseph junior atau belum." Ucap Yoseph mengelus perut Yolan.
" Ayo Mas." Sahut Yolan antusias.
" Kami pergi dulu ya, nanti kami kembali lagi." Ucap Yoseph.
" Oke semoga kalian memberi kabar bahagia untuk kami." Ucap Tian.
Setelah mendaftar ke bagian obgyn, akhirnya tiba giliran Yolan untuk di periksa.
" Silahkan berbaring di ranjang Nona." Ucap dokter Sinta.
Yolan berbaring di atas ranjang, dokter Sinta segera memeriksa lalu melakukan pemeriksaan dengan USG.
" Lihat ke monitor Nona, Tuan! Titik hitam ini adalah calon bayi kalian. Selamat Nona, saat ini anda sedang hamil. Usianya memasuki enam minggu." Ucap dokter Sinta membuat pasangan suami istri itu nampak sangat bahagia.
" Adek hamil sayang, terima kasih sayang telah memberikan kado terindah dalam hidup Mas." Pekik Yoseph menciumi wajah Yolan.
" Jaga dia baik baik untuk Mas, Mas semakin menyayangimu. Mas mencintaimu." Ucap Yoseph kembali mencium kening Yolan.
Dokter Sinta yang melihatnya ikut bahagia melihat kebahagiaan keduanya. Selesai pemeriksaan mereka berdua kembali ke ruangan Yeshi.
" Bagaimana hasilnya?" Tanya Yeshi to the point.
" Positif Yesh, aku hamil enam minggu." Sahut Yolan dengan mata berbinar.
" Alhamdulillah, selamat kalau begitu Yolan. Selamat untukmu juga Kak. Semoga kalian sehat dan kehamilanmu lancar sampai persalinan." Ucap Yeshi menatap Yolan.
" Amin terima kasih Yeshi." Ucap Yolan.
Mereka merasa bahagia mendapat dia kabar bahagia bersamaan. Kelahiran Arxel dan kehamilan Yolan.
...THE END...
Terima kasih untuk readers yang telah mendukung author selama ini. Mohon maaf jika cerita di dalam novel ini kurang berkenan di hati para readers semuanya.
Jangan lupa mampir juga ke karya author yang lainnya dan karya yang akan segera launching ya...
__ADS_1
Miss U All....