DERITA ORANG KETIGA

DERITA ORANG KETIGA
YESHI HILANG


__ADS_3

Yeshi masuk ke kamarnya lalu ia menelepon Yoseph.


" Halo Kak, aku minta kirim semua bukti bukti kebenarannya kepada polisi sekarang juga, aku tidak mau suamiku berlama lama di sana karena kesalahan orang lain." Ucap Yeshi setelah Yoseph mengangkat teleponnya.


" Aku rasa kau sudah tahu siapa dalang di balik semua ini. Apa kau baik baik saja?" Tanya Yoseph di sebrang sana.


" Aku tidak baik baik saja Kak." Ucap Yeshi berbaring di atas ranjang.


" Bagaimana aku bisa baik baik saja kalau ternyata saudaraku sendiri menjadi pengkhianat dalam hidupku. Aku hancur Kak, bahkan lebih hancur saat akun mendapat musibah yang menimpa suamiku. Aku tidak menyangka Rean bisa melakukan semua itu Kak." Ujar Yeshi.


" Sabarlah Yeshi! Aku akan selalu ada untukmu, jika Rean melakukan sesuatu padamu kau harus memberitahuku. Aku akan melenyapkannya saat itu juga." Ucap Yoseph.


" Iya Kak, semoga dia tidak melakukan hal yang membuat dirinya rugi. Karena bagaimanapun dia adalah satu satunya saudara yang aku punya selain dirimu." Sahut Yeshi.


" Ya sudah kamu istirahatlah! Aku akan ke kantor polisi untuk menyelesaikan masalah Tian." Ujar Yoseph menutup teleponnya.


Yoseph segera menuju kantor polisi untuk membebaskan Tian. Sampai di sana ia memberikan semua bukti bukti kejahatan yang Rean lakukan dengan mengkambing hitamkan Tian.


Setelah mengalami proses yang cukup lama akhirnya Tian terbebas dari hukumannya karena ia terbukti tidak bersalah. Tak lama seorang polisi datang bersama Tian. Tian menatap Yoseph begitupun sebaliknya.


" Chris."


" Yoseph." Ucap keduanya bersamaan.


" Kau Tian suaminya Yeshi?" Tanya Yoseph mendekati Tian.


" Iya." Sahut Tian.


" Ah teman kecilku." Ucap Yoseph memeluk Tian.


" Aku tidak menyangka kita bertemu sekarang." Sambung Yoseph.


" Aku juga tidak pernah menyangka, kemana saja kamu selama ini?" Tanya Tian menatap Yoseph.


" Panjang lah ceritanya, kalau di ceritain nggak akan kelar semalaman." Sahut Yoseph.


" Aku sangat kehilanganmu dan Shika waktu itu. Sekarang kita di satukan menjadi keluarga." Ujar Tian.


Ya Yoseph dan Tian teman bermain semasa kanak kanak dulu. Yoseph sering ke rumah Yeshi kala itu.


" Bagaimana kau bisa membebaskan aku? Siapa pelaku sebenarnya yang mengkambing hitamkan aku?" Tanya Tian.


" Rean."


" Apa? Rean???" Pekik Tian tidak percaya.


" Kau jangan bercanda Seph! Tidak mungkin Rean melakukan semua ini padaku ataupun Yeshi. Kami keluarga." Ucap Tian.


" Dia bukan keluarga Yeshi, dia hanya anak tiri dari om Reno."

__ADS_1


" Apa?" Lagi lagi Tian merasa terkejut.


" Apa Yeshi mengetahui hal ini?" Tanya Tian.


" Tidak, Yeshi tidak tahu karena om Reno tidak memberitahunya. Dan ya.. Kehadiranku tidak di ketahui oleh om Reno dan Rean. Mereka tidak mengenalku, hanya Yeshi dan kedua orang tuanya saja." Ujar Yoseph.


" Kenapa bisa seperti itu? Bukankah kau ada hubungan kekerabatan dengan tuan Charlos?" Tian semakin tidak mengerti dengan apa yang terjadi pada keluarga mereka.


" Ya namun karena satu hal, aku di sembunyikan oleh tuan Charlos." Sahut Yoseph.


" Apa aku boleh tahu, apa itu?" Tanya Tian lagi.


" Kau akan tahu nanti. Sekarang lebih baik kita pulang, kasihan Yeshi sudah menunggumu." Ujar Yoseph.


" Baiklah, kau berhutang penjelasan padaku." Ucap Tian.


Yoseph merangkul pundak Tian. Mereka berjalan ke mobil. Yoseph melajukan mobilnya menuju rumah Tian dengan kecepatan sedang.


Tiga puluh menit kemudian mereka sampai di kediaman Tian, mereka turun dari mobil lalu masuk ke dalam.


Tian dan Yoseph saling melempar pandangan saat melihat rumah Tian yang berantakan.


" Apa terjadi sesuatu dengan Yeshi?" Ujar Yoseph menatap Tian.


" Aku tidak tahu, aku akan mencarinya di kamar." Tanpa membuang waktu, Tian berlari menuju kamarnya.


" Ya Tuhan.. Yeshi kemana?" Gumam Tian.


Tian berlari menuruni anak tangga, Yoseph baru keluar dari dapur.


" Apa Yeshi sudah ketemu." Ucap mereka bersamaan.


" Belum." Sahut keduanya.


" Tian, segera periksa CCTV! Aku yakin ada yang tidak beres di sini." Ucap Yoseph.


" Ayo!" Tian bergegas ke ruang kerjanya di ikuti Yoseph dari belakang.


Sampai di sana mereka langsung membuka rekaman CCTV yang terhubung pada komputer Tian. Nampak Rean masuk ke rumah Tian, ia berlari menuju kamar Yeshi. Tak lama ia menarik tangan Yeshi lalu membawanya menuruni anak tangga. Terjadi perdebatan di antara mereka sampai Yeshi mencoba melarikan diri. Terjadilah keributan hingga menimbulkan barang barang diruang tamu berjatuhan.


" Rean... Ternyata dia tidak puas dengan menuduhku, sekarang dia menculik istriku. Sebenarnya apa sih maunya dia." Kesal Tian menarik kasar rambutnya.


" Aku rasa dia menyukai Yeshi, itu sebabnya dia memaksa Yeshi untuk ikut bersamanya." Ujar Yoseph


" Ya kau benar." Sahut Tian.


" Minggir! Aku akan melacak keberadaan Yeshi. Berapa nomer plat mobil Rean?" Tanya Yoseph.


" B 4340 belakangnya aku lupa." Sahut Tian.

__ADS_1


" Oke, itu saja sudah cukup." Sahut Yoseph.


Yoseph segera melacak keberadaan Yeshi. Entah bagaimana caranya dalam waktu lima menit ia bisa mendapatkan lokasi dimana Yeshi berada.


" Mereka ada di puncak, villa anggrek nomer dua." Ucap Yoseph.


" Ayo kita ke sana." Ajak Tian.


" Sebentar, aku akan menghubungkan ini dengan ponselku." Yoseph mengeluarkan ponsel dari saku celananya. Ia memindah data lacak dari komputer ke ponselnya. Untuk berjaga jaga siapa tahu Rean pergi dari villa itu.


Setelah itu mereka menuju tempat dimana Rean membawa Yeshi.


Di villa itu saat ini Yeshi berada di kamarnya. Tangan dan kakinya terikat, ia hanya bisa guling guling di atas ranjang. Yeshi terus berteriak mengumpat Rean.


" Rean sialan.. Lepaskan aku! Kau tidak mau menuruti keinginanmu. Kau gila Rean! Kau tidak waras!" Teriak Yeshi.


Ceklek...


Rean membuka pintunya, ia masuk ke dalam menghampiri Yeshi.


" Sayang jangan berteriak! Jangan buang tenagamu untuk hal hal yang tidak penting. Gunakan untuk malam pertama kita nanti malam sayang." Ujar Rean mengelus pipi Yeshi.


" Aku tidak sudi menikah denganmu, Mas Tian pasti akan menemukan aku di sini. Dan akan aku pastikan kau akan menyesal seumur hidupmu karena telah berbuat seperti ini padaku. Aku akan mengadukan semua ini pada om Reno, biar dia tahu siapa dirimu yang sebenarnya." Ucap Yeshi sedikit mengancam.


" Kau mau lihat bagaimana kondisi paman tercintamu saat ini?" Rean menunjukkan poselnya pada Yeshi.


Nampak dengan jelas di layar ponsel Rean jika tuan Reno sedang mendapat perawatan di ruang ICU.


" Kau apakan om ku hah? Biadab kau Rean." Bentak Yeshi.


" Aku belum melakukan apa apa sayang, tapi aku akan melakukannya sekarang." Ucap Rean.


" Apa maksudmu Rean?" Tanya Yeshi.


" Aku akan menghentikan perawatan papa Reno, aku akan menyuruh dokter untuk membiarkannya kalau kau menolak menikah denganku. Biarkan dia tiada dengan perlahan. Aku pastikan besok pagi kau hanya akan melihat jasadnya saja."


Jeduarrr...


Sebuah pukulan telak bagi Yeshi, ia tidak tahu harus bagaimana. Yang jelas ia tidak mau berpisah dari Tian tapi ia juga tidak mau kehilangan omnya.


" Bagaimana Yeshi? Kau mau mengorbankan yang mana? Tian atau pamanmu yang sangat menyayangimu itu?" Tanya Rean menyudutkan Yeshi.


" Aku... Aku...


Akan ada pelangi setelah badai berlalu


Kita selesaikan konfliknya dulu ya.. Baru setelah itu kita happy happy..


TBC....

__ADS_1


__ADS_2