
" Katakan! Siapa kau sebenarnya? Yeshi bertanya padamu." Ucap tuan Reno menatap Yoseph.
" Aku anak pertama papa Joshua."
Jeduarrrr.....
Bagai di sambar petir di siang bolong, mereka semua terkejut mendengar pengakuan Yoseph.
" Jangan berbohong! Anak kak Joshua sudah lama mati." Ucap tuan Reno.
" Ya.. Dan kau penyebab kematiannya." Sahut Yoseph menatap tajam ke arah tuan Reno.
" Jangan asal berbicara anak muda! Aku bisa menuntutmu dengan tuduhan pencemaran nama baikku. Bagaimana aku penyebab kematianmu jika aku sangat menyayangi anak anak kakakku. Buktinya selama ini aku merawat Yeshi dengan penuh kasih sayang. Aku menganggap mereka sebagai anak. kandungku sendiri, sama seperti Rean." Ujar tuan Reno.
Yeshi menatap Yoseph dengan tatapan tajam.
" Ada apa ini sebenarnya Kak? Kenapa kau tega menuduh om Reno seperti itu? Apa alasannya kau melakukan semua ini?" Tanya Yeshi tidak mengerti dengan apa yang terjadi saat ini.
" Aku anak pertama Papa Joshua. Papa sengaja menyembunyikan aku dari om Reno dan Rean untuk melindungiku. Itu sebabnya mereka tidak pernah mengenalku. Selama ini aku hidup sebagai orang asing di keluargaku sendiri demi keselamatan nyawaku dari orang orang serakah sepertinya." Ucap Yoseph menatap tuan Reno.
Tian menatap Yoseph dengan tatapan hangatnya.
" Ternyata ini alasannya om Reno dan Rean tidak mengenalmu. Aku tidak menyangka jika ternyata kau kakak iparku. Kakak ipar yang hebat." Ujar Tian dalam hati.
" Dia." Yoseph menunjuk tuan Reno.
" Saat usiaku masih lima tahun, dia sengaja ingin melenyapkanku karena dia tahu akulah pewaris dari keluarga Charlos. Setelah aku tiada, dia juga menyabotase kematian kedua orang tua kita sebagai kecelakaan. Dia berharap setelah itu dia dan Rean bisa menguasai semua harta papa. Namun setelah kedua orang tua kita tiada, dia tidak bisa menguasainya karena Rean bukan anak kandungnya. Di dalam surat wasiat yang papa tuliskan juga tertulis jika perusahaan itu akan menjadi milikmu selamanya tanpa bisa di gantikan oleh siapapun kecuali seseorang yang akan menjadi suamimu nanti, dan orang itu bukanlah Rean. Jadi dia tidak bisa menikahkanmu dengan Rean sampai kapan pun." Terang Yoseph membuat Yeshi terkejut dan tidak bisa berkata apa apa.
" Dia tidak bisa berbuat apa apa kecuali bersikap baik padamu, tujuannya bukan karena dia menunjukkan kasih sayangnya padamu tapi karena dia ingin menumpang hidup denganmu Yeshi. Dia tidak punya apa apa untuk menghidupi dirinya barang sehari saja, apalagi sekarang dia penyakitan. Itulah sebabnya dia bersikap seperti seorang om yang sangat menyayangi keponakannya. Tapi aslinya dia sangat jahat. Kalau kau tidak percaya, aku punya semua bukti buktinya." Sambung Yoseph.
__ADS_1
Yeshi berdiri di depan tuan Reno, ia menatapnya dengan mata berkaca kaca.
" Apa itu benar Om?" Tanya Yeshi.
Tuan Reno hanya diam saja.
" Apa semua yang di katakan kak Yoseph itu benar?" Yeshi bertanya lagi.
" Katakan Om!! Jangan diam saja!!" Bentak Yeshi.
" Iya."
Jeduarrrr...
Satu kata yang terucap dari bibir tuan Reno berhasil menghancurkan hidup Yeshi. Tubuh Yeshi terhuyung ke belakang dan langsung di tahan oleh Tian.
" Karena Om ingin menguasai semua hartamu." Sahut tuan Reno.
" Tidakk!!!!" Teriak Yeshi menutup kedua telinganya.
" Sayang tenanglah!" Tian memeluk Yeshi dengan erat.
" Ini tidak mungkin Mas... Hiks... Bagaimana bisa Om yang selama ini aku sayang seperti orang tuaku sendiri menjadi seorang pembunuh? Bagaimana Om yang selama ini merawatku telah mengkhianatiku Mas? Apa aku terlalu tidur hingga aku bermimpi buruk seperti ini? Aku mohon! Bangunkan aku sekarang juga Mas! Aku tidak mau mimpi ini menghancurkan hidupku. Bangunkan aku Mas!" Ucap Yeshi terisak. Ia benar benar terpukul mendengar kenyatan pahit tentang Om tersayangnya itu.
" Yeshi... Om akui jika Om salah. Om minta maaf padamu! Niat awal Om memang seperti itu, tapi seiring berjalannya waktu selama Om merawatmu, Om benar benar menyayangimu Yeshi. Om menganggapmu seperti putri Om sendiri. Om sudah tidak memikirkan untuk merebut harta itu lagi, Om bahagia dengan kebersamaan kita sayang. Kasih sayang Om murni dan tulus kepadamu, Om yakin kau bisa merasakan itu." Ujar tuan Reno.
Yeshi mengusap air matanya, ia menatap tuan Reno dengan tajam.
" Setelah pengkhianatan Om, aku bahkan tidak bisa membedakan mana kasih sayang yang tulus dan mana kasih sayang palsu. Aku benar benar kecewa padamu Om. Jika Om merawatku dan menyayangiku selama ini, itu sudah menjadi tugas Om karena Om telah membuat kedua orang tuaku tiada. Walaupun Om merawatku seumur hidup Om, Om tidak akan bisa menebus kesalahan yang Om lakukan padaku. Om telah membuatku menjadi sebatang kara. Seandainya Om tidak melakukan itu semua di masa lalu, mungkin saat ini kedua orang tuaku masih ada bersamaku." Ucap Yeshi.
__ADS_1
" Maafkan Om sayang!" Ucap tuan Reno.
" Aku tidak akan pernah memaafkan Om, aku membenci Om, aku membencimu." Teriak Yeshi menunjui wajah tuan Reno sambil menangis.
" Om pantas mendapat kebencian darimu. Om terima kebencian dan kemarahanmu pada Om. Tapi percayalah! Om benar benar menyayangimu, kau putriku. Dan selamanya akan menjadi putriku. Jika nanti Om tiada Om harap kau mau melihat jasad Om untuk yang terakhir kalinya. Om harap kau mau memaafkan mendoakan untuk ketenangan Om di sana. Dan keinginan terbesar Om adalah, sebelum Om benar benar menutup mata, Om ingin melihatmu walau hanya sekejap saja. Om ingin melihat putri cantik Om menuntun Om saat sakaratul maut nanti. Om minta maaf yang sebesar besarnya Yeshi. Maafkan Om yang jahat ini. Yang perlu kau tahu, selama ini Om selalu mencoba memberikan yang terbaik untukmu. Untuk kebahagiaanmu, apapun itu. Termasuk jika saat ini kau bahagia dengan membenci Om, Om Terima dengan lapang dada. Maafkan Om sayang!" Tuan Reno mengusap air matanya.
Tiba tiba...
Grep...
Yeshi memeluk tubuh Om tercintanya dengan erat.
" Hiks... Hiks... " Isak Yeshi dalam pelukan tuan Reno.
" Jangan menangis sayang! Om tidak kuasa melihat air matamu dan mendengar isakanmu." Ucap tuan Reno mengelus kepala Yeshi.
" Terlepas dari kesalahan Om, Om adalah Om terbaik di dunia ini. Aku menyadari kasih sayang yang Om berikan padaku benar benar tulus. Sewaktu kecil saat aku berantem dengan Rean, Om selalu membelaku dan memarahi Rean. Selama ini Om selalu memberikan apapun yang aku mau. Bahkan saat aku meminta ijin untuk menikahi Mas Tian, Om juga mengijinkannya demi kebahagiaanku. Maafkan aku karena telah membentak Om. Tidak seharusnya aku melakukan semua itu. Maafkan aku Om!" Ucap Yeshi.
" Om memaafkanmu, sekarang tenanglah! Jangan menangis! Kasihan bayi yang ada di dalam kandunganmu, dia pasti ikut bersedih." Ujar tuan Reno.
Yeshi melepas pelukannya, ia mengusap air matanya. Tuan Reno menatap Yoseph begitupun sebaliknya.
" Om pasrah sekarang! Jika sekarang kau mengirimkan Om ke penjara, Om siap Yoseph. Om minta maaf padamu atas kejahatan Om di masa lalu. Saat itu Om terlalu di butakan oleh uang. Tapi sekarang om sudah tidak peduli dengan uang, yang Om inginkan kita hidup bahagia bersama. Om minta maaf!" Ucap tuan Reno.
" Apa kau mau memaafkan Om? Atau kau ingin menghukum Om?"
**TBC....
Lanjut besok ya... Author malah mewek sendiri, baper he he**...
__ADS_1