DERITA ORANG KETIGA

DERITA ORANG KETIGA
MEMAAFKANMU


__ADS_3

Yeshi menatap Yoseph penuh tanda tanya. Apakah kakaknya ini akan memaafkan omnya atau tidak. Tapi bagi Yeshi, tuan Reno sudah menebus kesalahannya dengan membesarkannya selama ini. Sepertinya ia harus memberi Yoseph pengertian agar tidak mengambil keputusan yang salah.


" Kak, aku sangat bahagia mengetahui jika kau kakak kandungku. Aku tidak pernah menyangka jika kau akan mengungkap jati dirimu yang sebenarnya. Aku ingin hidup damai bersama keluarga kita Kak...


" Apa maksudmu Yeshi? Apa yang sebenarnya coba kau katakan padaku?" Tanya Yoseph menatap Yeshi.


" Aku tahu kalau om Reno memang berbuat kesalahan, tapi dia sudah menebusnya dengan menyayangiku selama ini. Aku bisa merasakan jika kasih sayang Om Reno ke padaku selama ini tulus dari dalam hatinya Kak. Aku menganggap semua yang terjadi pada kedua orang tua kita adalah musibah Kak. Ikhlaskan semua yang telah berlalu, jangan buat masa lalu menjadi penghalang untuk masa depan kita Kak. Om Reno juga manusia biasa yang bisa membuat kesalahan kapanpun dan pada siapapun. Bukankah kita juga pernah merasakan itu? Aku...


" Bagaimana biasa kau menganggapnya seperti itu, bagaimana kau bisa memaafkan pembunuh kedua orang tua kita semudah itu Yeshi? Apa kedua orang tua kita tidak ada artinya bagimu? Apa kau pikir mudah hidup lontong lantung sendirian tanpa orang tua? Aku yang merasakannya Yeshi. Aku hidup sendirian dan harus menghadapi kerasnya kehidupan, aku harus berusaha mencari uang untuk menyambung hidupku supaya aku bisa terus mengawasi dan melindungimu. Kau tidak tahu dengan apa yang aku rasakan? Lalu kenapa kau malah membela dia Yeshi? Apa penderitaanku selama ini tidak ada artinya?" Tanya Yoseph menatap Yeshi tajam.


" Bukan seperti itu maksudku Kak. Bagaimanapun dan dalam keadaan apapun kedua orang tua kita sangat berarti bagiku. Aku juga prihatin dengan keadaan Kakak waktu itu, aku tidak tahu jika kau mengalami kesusahan di luar sana. Tapi itu hanya masa lalu Kak. Selama ini om Reno membesarkanku dengan penuh kasih sayang, aku rasa kasih sayang yang dia berikan padaku tulus bukan sandiwara. Jadi untuk apa kita menghukumnya? Keluarga kita akan pecah belah dan menjadi hinaan orang orang Kak. Cukup kita yang tahu, maafkan dan. lupakan! Maka kita akan hidup bahagia. Aku harap kau mengerti dengan apa yang coba aku katakan padamu Kak." Ucap Yeshi.


Yoseph menatap tuan Reno begitupun sebaliknya.


" Om tidak akan memaksamu untuk memaafkan Om, apalagi kau telah menjadi orang asing selama ini. Kau tidak paham dengan sikap dan perilakuku selama ini kan? Kau tidak akan tahu jika Om benar benar menyayangi Yeshi melebihi nyawa Om sendiri. Sekarang keputusan ada di tanganmu." Ujar tuan Reno.


" Demi Yeshi aku tidak akan memenjarakanmu, tapi aku juga tidak akan memaafkanmu. Kau benar aku tidak melihat kasih sayangmu selama ini karena yang aku lihat hanya kebusukanmu." Sahut Yoseph sinis.


Yoseph beralih menatap Yeshi.


" Aku harap kau tetap harus berhati hati dengannya, karena kita tidak tahu apa yang dia rencanakan. Jika terjadi sesuatu denganmu telepon aku. Aku siap membantumu kapan pun kau butuh bantuan adikku." Ucap Yoseph.


Grep...


Yeshi memeluk Yoseph dengan erat.

__ADS_1


" Terima kasih Kak, terima kasih telah menjagaku dari jauh selama ini. Aku menyayangimu." Ucap Yeshi.


" Aku lebih menyayangimu Yeshi." Ucap Yoseph mengelus kepala Yeshi.


" Aku minta maaf karena selama ini menyembunyikan rahasia besar ini darimu." Sambung Yoseph.


Yeshi melepas pelukannya, ia menatap Yoseph dengan seksama.


" Sepertinya aku harus menghukummu." Ucap Yeshi.


" Aku terima hukuman apapun darimu adik manisku." Ucap Yoseph.


" Kau tidak boleh bertemu dengan keponakanmu setelah ia lahir nanti."


" Tidak bisa! Aku ayahnya. Maka akulah orang pertama yang akan menggendongnya. Kau menggendong dia setelah aku puas nanti." Sahut Tian.


" Hei, Yeshi adikku Bro... Jadi aku lebih berhak atas anaknya." Ujar Yoseph asal.


" Apa kau lupa jika aku ayahnya? Aku ayah si bayi itu, jadi aku lebih berhak atasnya." Ucap Tian.


" Ya sudah besok kita hompipah aja. Siapa yang memang itu yang duluan gendong anaknya Yeshi." Sahut Yoseph.


" Kalian itu merebutkan apa sih? Masih lama kali Mas, Kak. Masih nunggu delapan bulan lagi, tidak perlu di ributkan sekarang. Mending sekarang kita merayakan kembalinya kakak kandungku." Ujar Yeshi.


" Setuju." Sahut Yoseph.

__ADS_1


Yeshi menatap tuan Reno.


" Om, aku sudah memaafkanmu. Hiduplah bersamaku, aku akan merawat Om seperti Om merawatku dulu. Aku akan memberikan pengobatan pada Om agar Om sembuh dari penyakit Om. Tapi untuk membebaskan Rean maaf Om! Aku tidak bisa. Rean berniat jahat sama Om, dia tidak mau membiayai dan mengurus Om. Dan aku tidak mau jika dia bebas nanti, dia akan terus meneror Om. Biarkan dia menebus kesalahannya di sana Om, mari kita hidup bahagia tanpa dia. Om tidak perlu lagi menganggapnya sebagai putra Om karena dia tidak mau mengakui Om sebagai papa kandungnya, melainkan papa tirinya. Apa Om tahu maksud dari ucapanku ini?" Tanya Yeshi menatap tuan Reno.


" Om paham Yeshi, maafkan Om yang telah egois dengan memintamu membebaskan Rean. Om hanya berpikir jika Om akan hidup sendiri, tapi sekarang Om pasrahkan semua keputusan itu padamu." Sahut tuan Reno.


" Aku tidak akan membebaskan Rean, sekarang Om istirahatlah! Nanti aku akan meminta bi Sari untuk membuatkan makanan untuk Om sekalian dengan obatnya." Ujar Yeshi.


" Baiklah Om ke kamar dulu." Ucap tuan Reno menuju kamarnya.


Yeshi, Yoseph dan Tian berjalan keluar menuju mobilnya.


" Kita mau kemana?" Tanya Yoseph yang sudah siap menjadi sopir.


" Kita ke mall xx Kak, kita nonton film romantis atau komedi untuk melupakan sesak yang sempat bersarang tadi." Ucap Yeshi.


" Baiklah." Sahut Yoseph melajukan mobilnya.


Di dalam kamar tuan Reno, ia mengeluarkan sebuah album foto lama. Ia duduk di tepi ranjang sambil membuka buka album tersebut.


Ia mengusap foto sang adik tercinta.


" Joshua maafkan aku! Aku tidak bisa menjadi adik yang baik untukmu. Karena harta aku bahkan tega melenyapkanmu dan adik ipar. Aku juga mencoba melenyapkan Yoseph waktu dia masih sangat kecil. Aku menyesal Kak.. Aku sangat menyesalinya. Jujur.. Awalnya aku merawat Yeshi karena memang aku ingin merebut semua harta peninggalanmu, tapi saat aku melihat senyumannya, saat aku melihat tingkah manjanya padaku aku jadi berubah pikiran. Aku menyayangi Yeshi dengan setulus hatiku sebagai penebus semua kesalahanku. Aku ingin mengurangi rasa bersalah yang telah aku pendam selama puluhan tahun Kak. Aku sangat menyayangi Yeshi melebihi diriku sendiri. Biarkan aku tetap menjadi Om tercinta putrimu." Ucap tuan Reno mengelus foto almarhum tuan Joshua dan istrinya. Ia bahkan memeluk foto itu dengan perasaan haru dan bersalah menjadi satu.


TBC....

__ADS_1


__ADS_2