DERITA ORANG KETIGA

DERITA ORANG KETIGA
KEBENARAN YANG MENGEJUTKAN


__ADS_3

Satu minggu pernikahan Yoseph, hubungan keduanya masih biasa biasa saja. Belum ada kedekatan yang terlihat dari keduanya, lebih tepatnya dari Yolan. Entah mengapa Yoseph merasa Yolan tidak mencintainya.


Hari ini Yoseph hendak menjemput Yolan di kampusnya, namun Yolan meneleponnya dan meminta Yoseph untuk tidak menjemputnya karena Yolan ada acara dengan teman temannya. Yoseph yang merasa suntuk di rumah, ia memilih pergi ke cafe move on untuk sekedar minum kopi.


Sampai di sana ia memilih meja yang berada di sudut jendela. Tanpa ia sadari jika meja yang ia tempati berada di belakang meja Yolan dan teman temannya.


" Yolan bagaimana bisa kau malah memilih pria yang jauh lebih tua darimu di bandingkan Arlon yang masih muda?" Tanya salah satu teman Yolan yang bernama Dea.


Mendengar nama istrinya di sebut, Yoseph menatap ke depan. Ia tersenyum saat melihat Yolan yang duduk membelakanginya. Jarak mereka hanya sekitar dua meter saja. Ingin rasanya Yoseph menghampirinya namun ia takut Yolan marah padanya. Ia hanya bisa menatap punggung istri tercintanya sambil mendengarkan obrolan Yolan dan teman temannya.


" Jawab Yo! Kenapa lo milih om om daripada Arlon." Ucap Dea.


" Karena gue tidak suka sama Arlon, kalian kan tahu kalau Arlon itu buaya darat. Bakal makan hati setiap hari kalau gue nikah sama dia. Mending gue nikah sama om om dari pada sama dia. Lagian nih ya, keuntungan nikah sama om om itu kita bakal di manja sama dia. Kalau dia udah cinta sama kita, gue jamin dia nggak bakalan selingkuh dari kita. Biasanya om om kalau udah cinta pasti bakal bucin habis, dengan begitu jika kita membuat kesalahan pasti akan selalu di maafkan." Ucap Yolan membuat hati Yoseph mencelos.


" Ternyata itu alasannya Yolan lebih memilih gue" Batin Yoseph kecewa.


" Terus hubungan lo sama si Ammar gimana?" Tanya Mimi.


Deg...


Pertanyaan Mimi membuat jantung Yoseph berdetak sangat kencang. Hubungan? Yoseph memasang telinga dengan baik agar dia bisa mendengar jawaban Yolan.


" Masih berjalan."


Jeduarrr....


Jawaban Yolan bagai petir yang menyambar tubuh Yoseph di siang bolong. Ia mengepalkan erat tangannya menahan emosi yang merasuk jiwanya.


" Lah lo udah nikah tapi hubungan lo sama Ammar masih berjalan, gimana sih? Sama aja lo selingkuh dari suami lo Yolan." Ujar Dea.


" Gue cinta mati sama Ammar De, gue nggak bisa lupain dia. Kalau saja Ammar pria baik baik pasti gue udah kenalin dia sama bokap gue." Ujar Yolan menundukkan kepalanya.


" Kenapa lo masih mempertahankan cinta yang lo punya? Walaupun kalian menjalin hubungan pada akhirnya kalian tidak akan bisa bersama untuk apa? Untuk apa semua itu Yo? Mending lo putusin Ammar, terus lo coba mencintai suami lo. Gue jamin hidup lo bakal bahagia." Ujar Dea.

__ADS_1


" Gue nggak bisa De, sepertinya hati gue tidak bisa terbuka untuk pria lain, biarlah cinta dan hati ini untuk Ammar, tapi jiwa dan raga ini untuk suamiku. Mungkin itu yang terbaik untuk hidup gue saat ini." Ucap Yolan.


" Baiklah, tapi lo harus berusaha meski pelan pelan Yo. Jangan sampai lo menyia-nyiakan cinta pria yang tulus mencintaimu. Atau lo akan menyesal seumur hidup lo." Ujar Dea.


" Akan aku pastikan suamiku tidak tahu hal ini. Terima kasih untuk nasehatnya." Ucap Yolan.


Dengan hati yang terluka dan kecewa, Yoseph meninggalkan kafe begitu saja. Ia berjalan dengan lunglai dan tidak fokus, sampai di depan pintu ia menabrak seseorang hingga membuat sedikit kegaduhan.


Yolan menatap ke luar, sekilas ia melihat sosok Yoseph.


" Mas Yoseph, benarkah itu dia?" Gumam Yolan mencari cari sosok itu.


" Ah mungkin aku salah lihat." Ujar Yolan kembali ngobrol dengan teman temannya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Malam ini Yolan merasakan perbedaan dari sikap Yoseph. Yoseph yang biasanya cerewet kini mendadak jadi pendiam.


" Mas kamu kenapa?" Tanya Yolan menghampiri Yoseph yang saat ini sedang duduk di sofa sambil memangku laptopnya.


" Mas aku mau pergi bertemu temanku." Ucap Yolan.


Kali ini Yoseph menatapnya, Yoseph baru menyadari jika Yolan sudah berpakaian rapi.


" Temanmu laki laki atau perempuan?" Selidik Yoseph.


" E.. Perempuan, dia teman kampusku." Sahut Yolan.


" Baiklah, jangan pulang terlalu malam!" Ucap Yoseph.


" Akan aku usahakan." Sahut Yolan keluar kamarnya.


Yoseph segera memakai jaket lalu menyambar kunci. Ia mengikuti mobil Yolan dari belakang. Sampai di sebuah kafe xx, Yolan memarkirkan mobilnya. Ia masuk ke dalam menuju meja nomer sepuluh yang berada di belakang taman kafe.

__ADS_1


" Hai." Sapa Yolan duduk di depannya.


" Hai, lama tidak bertemu. Aku merindukanmu." Ucapnya.


" Aku juga merindukanmu Ammar."


Deg...


Jantung Yoseph seolah berhenti berdetak. Ia mengepalkan erat tangannya karena Yolan membohonginya. Ia duduk di meja yang tak jauh dari sana.


" Aku dengar kau menikahi pria yang jauh lebih tua darimu. Apa itu benar?" Tanya Ammar menatap Yolan.


" Iya, aku menikahinya demi menghindar dari perjodohanku dengan Arlon." Sahut Yolan.


Ammar menggenggam tangan Yolan.


" Yolan sampai kapan kita akan seperti ini? Aku tidak mau kehilanganmu tapi aku juga tidak bisa memilikimu. Kehidupan kita jauh berbeda, sampai kapan pun keluargamu tidak akan merestui hubungan ini. Aku harus bagaimana Yolan? Apa yang harus aku lakukan? Selama ini aku sudah berusaha mengumpulkan uang agar aku bisa membangun perusahaan sendiri, tapi pada kenyataannya aku tidak mampu Yolan. Aku tidak bisa." Ujar Ammar.


" Jika saja kau mau menerima bantuanku, pasti semuanya tidak akan seperti ini Ammar. Maafkan aku karena aku telah menduakanmu. Aku terpaksa melakukannya karena aku tidak mau terikat dengan Arlon. Karena aku yakin sekali aku terikat dengannya, dia tidak akan pernah melepaskan aku. Berusahalah sekuat mungkin, aku akan memberi pengertian pada suamiku untuk melepasku jika kau sudah sukses nanti. Yakinlah cinta kita akan bersatu suatu hari nanti." Ucap Yolan.


" Apa kau akan menunggu selama itu?" Tanya Ammar memastikan.


" Ya, aku akan menunggumu." Sahut Yolan.


" Apa kau yakin tidak akan berpaling dariku? Kau hidup bersama suamimu, bagaimana bisa kau menunggu orang lain dalam hidupmu." Ujar Ammar.


" Aku juga tidak tahu Ammar. Saat ini aku tidak bisa berpikir jernih, di sisi lain aku memiliki suami tapi di sisi lain aku tidak mau berpisah darimu. Kita pasrahkan saja pada takdir yang Tuhan berikan kepada kita. Aku pusing memikirkannya." Ujar Yolan mengusap keringat di dahinya.


Yolan benar benar bingung saat ini. Ia menjalin hubungan dengan Ammar sejak dia tahun lalu. Ia pernah membawa Ammar kepada kedua orang tuanya namun langsung di tolak oleh ayahnya karena Ammar seorang pembalap liar. Ia juga hanya bekerja di sebuah kafe yang memiliki gaji sedikit. Itu sebabnya Yolan menyembunyikan hubungan mereka. Hanya Dea dan Mimi lah yang tahu.


" Baiklah jangan pusing lagi! Mendingan kita makan terus jalan jalan sebentar di taman." Ujar Ammar.


" Itu lebih baik." Sahut Yolan.

__ADS_1


Cukup sudah Yoseph mengetahui semuanya, ia meninggalkan kafe dengan membawa luka di dalam hatinya.


TBC...


__ADS_2