
Setelah berpisah dengan Tian, hari ini tiba pernikahan Rebecca dan Yoga. Tidak ada yang istimewa di sini karena mereka menikah hanya di KUA saja. Saat ini Yeshi dan Tian sedang bersiap hendak ke sana.
" Sayang udah siap belum? Pernikahan mereka sebentar lagi lhoh." Ujar Tian menghampiri Yeshi yang sedang memoles wajahnya.
" Iya ini udah kok Mas." Sahut Yeshi beranjak.
" Ayo!" Ucap Yeshi menatap Tian.
Tiba tiba Tian menarik pinggang Yeshi mengikis jarak di antara mereka. Yeshi mendongak menatap Tian begitupun sebaliknya.
" Mas tidak rela kalau kecantikanmu di lihat sama orang lain." Ucap Tian mengelus pipi Yeshi dengan lembut.
" Mereka hanya bisa melihatnya saja Mas tanpa bisa menyentuh, karena hanya kamulah yang berhak menyentuhku." Ucap Yeshi.
" Rean gimana?" Tanya Tian.
" Ya dia beda lah Mas. Dia kan saudaraku, jadi nggak apa apa lah. Lagian paling cuma pegang tangan, pelukan pas kami saling menguatkan dan mengusap air mata doank." Ujar Yeshi.
" Udah ah nggak usah cemburu! Ayo kita berangkat! Keburu telat nanti." Sambung Yeshi.
Cup...
Tian mengecup kening Yeshi.
" Mas jadi tidak ingin pergi, Mas ingin menghabiskan waktu bersama kamu saja di rumah." Ucap Tian.
Yeshi menghela nafasnya pelan.
" Mau pergi apa nggak nih? Kalau nggak pergi juga nggak apa apa. Lagian tidak ada acara selain akad nikah di KUA kan?" Ucap Yeshi.
" Jangan lah sayang kasihan kalau kita nggak ke sana. Ya udah ayo kita berangkat sekarang!" Tian menggandeng tangan Yeshi menuju mobilnya. Ia segera melajukan mobilnya ke KUA tempat Rebecca menikah.
Sesampainya di sana, keduanya masuk ke dalam menghampiri Rebecca dan Tian yang sudah siap di meja akad.
" Maaf kami terlambat." Ucap Tian.
" Tidak masalah, acara juga belum mulai kok. Terima kasih sudah menyempatkan waktu untuk datang ke sini." Ujar Yoga.
" Sama sama." Sahut Tian.
" Duduk sini sayang!" Tian menarik tangan Yeshi. Yeshi duduk di samping Tian tepat di belakang kedua mempelai.
Pak penghulu segera menikahkan mereka. Saat Yoga mengucapkan ijab qobul dua kali ia salah menyebut nama. Yang ia sebut justru nama Yeshika Charlos bukan Rebecca.
Pak penghulu memberi kesempatan satu kali lagi, jika sampai kembali salah maka pernikahan tidak bisa di teruskan.
" Yoga kamu pasti bisa! Fokus pada Rebecca." Ucap Yeshi memberi semangat. Yoga menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
Akhirnya dengan satu kali tarikan nafas, Yoga berhasil mengucapkan ijab qobul dengan benar. Yeshi tepuk tangan membuat yang lain mengikutinya.
Setelah selesai Yeshi memberikan selamat kepada mereka.
" Selamat Mbak, Ga. Semoga berbahagia." Ucap Yeshi.
" Terima kasih Yesh, aku juga selalu berdoa untuk kebahagiaanmu. Segera lahirkan keponakan yang lucu untukku maka aku akan menganggapnya sebagai anakku." Ucap Yoga.
" Doakan saja yang terbaik untuk kami, sebentar lagi kau juga akan menjadi seorang ayah untuk anakmu sendiri." Ucap Yeshi. Yoga tersenyum kecut.
Tian menatap Rebecca.
" Rebecca sekarang kau telah menjadi seorang istri dari seorang suami, kau juga akan menjadi seorang ibu dari calon anakmu. Aku harap kau bisa meninggalkan sikap burukmu itu. Jadikan masa lalumu sebagai pelajaran hidupmu ke depannya." Tutur Tian memberikan nasehat kepada Rebecca.
" Maafkan aku Mas! Aku meninggalkan yang tulus demi yang mulus seperti Yoga. Doakan aku semoga hidupku bahagia seperti saat bersamamu." Ucap Rebecca.
" Doa terbaik untukmu." Sahut Tian melempar senyumannya.
" Kalau begitu kami pulang dulu!" Sambung Tian.
" Hati hati! Terima kasih Yeshi." Ucap Yoga di balas anggukkan kepala oleh Yeshi.
Rebecca menatap kepergian Tian dan Yeshi yang nampak semakin mesra.
" Kau menyesal telah menikah denganku?" Tanya Yoga menatap Rebecca.
" Sayang sekali kau terlambat mengetahuinya. Kau membuat hidupku hancur karena mengandung anak itu, maka sekarang saatnya aku menghancurkan hidupmu. Terimalah semua perlakuanku padamu." Ucap Yoga penuh penekanan.
" Jika kau sampai menyiksaku maka aku akan mengatakannya pada Tian, aku yakin dia pasti akan menghajarmu." Ucap Rebecca.
" Jangan percaya diri! Tian sudah tidak tertarik denganmu ataupun kehidupanmu, so kau tidak bisa berbuat apa apa selain menuruti semua perintahku. Atau kau akan menanggung semua akibatnya." Sahut Yoga meninggalkan Rebecca menuju mobilnya.
Rebecca segera berlari menyusulnya. Yoga melajukan mobilnya dengan kecepatan kencang membuat Rebecca sedikit ketakutan.
" Yoga kurangi kecepatannya!" Ucap Rebecca.
" Kenapa? Apa kau takut?" Tanya Yoga terkekeh.
" Ya, aku tidak mau mati konyol bersamamu." Sahut Rebecca.
" Aku juga tidak mau, kalau nanti ada yang mati itu harus kamu bukan aku." Ucap Yoga menambah kecepatannya.
" Yoga hentikan mobilnya!!" Teriak Rebecca memejamkan matanya.
" Aku tidak akan patuh pada perintahmu, karena aku bukan Tian yang selalu memanjakanmu. Kau wanita tidak berguna, karena kau kesempatanku mendapatkan Yeshi jadi hilang. Karena kau Yeshi jadi menderita dan hampir kehilangan Tian. Kau juga dengan berani mencoba untuk membunuh Yeshi, kau bukan manusia Rebecca, kau wanita ibl!s yang menyamar sebagai manusia." Ucap Yoga penuh amarah.
" Ja... Jadi kau juga mencintai Yeshi?" Tanya Rebecca menatap Yoga.
__ADS_1
" Pria mana yang tidak akan mencintai wanita berhati lembut seperti Yeshi? Siapapun pria yang melihatnya pasti akan jatuh cinta padanya." Ujar Yoga.
Saat melintas di jalan yang sepi tiba tiba
Ckiiiitttt....
" Aaaa " Teriak Rebecca menutup kedua telinganya.
Yoga mendadak menginjak rem membuat mobilnya berputar haluan.
" Hah hah... " Rebecca nampak ngos ngossan karena saking kagetnya.
Yoga tersenyum smirk menatapnya. Ia kembali melajukan mobilnya dengan benar menuju apartemennya.
Setelah sampai ia segera turun dari mobil masuk ke apartemen. Rebecca segera menyusulnya, ia menghampiri Yoga di dalam kamarnya.
" Apa kita akan tinggal di sini? Kenapa kita tidak tinggal di rumahmu saja?" Tanya Rebecca menatap Yoga.
" Jangan harap kau bisa menginjakkan kakimu di rumahku. Wanita sepertimu tidak pantas berada di sana." Ucap Yoga.
" Sebenarnya apa maksudmu Yoga? Memangnya aku wanita seperti apa hah? Kita berhubungan dan aku hamil apa itu salah?"
" Ya.. Semua itu salah. Aku tidak mencintaimu, aku hanya ingin bersenang senang saja denganmu tapi apa? Kau menjeratku dengan menggunakan anak itu." Bentak Yoga membuat Rebecca berjingkrak kaget.
" Aku sudah membebaskanmu dari tanggung jawabmu dengan mengancam Tian dan membuat Tian mau menerima aku dan anak ini, lalu kenapa kau datang padaku dan memintaku untuk melepaskan Tian? Harusnya kau biarkan saja aku bersama Tian dan kau bisa mendekati Yeshi kan." Ucap Rebecca.
" Dengan begitu Yeshi pasti akan menderita karena kehilangan Tian, dan aku tidak mau sampai hal itu terjadi. Itu sebabnya aku mau menikahimu dan hidup bersama wanita sepertimu. Wanita yang selalu menuruti ambisinya demi uang." Sahut Yoga.
" Kalau begitu anggap saja aku j*l*ngmu. Anggap saja aku hanya pemu@s n@fsumu, seperti apa yang kita jalani selama ini. Dengan begitu tidak akan ada kebencian dalam hatimu." Ucap Rebecca.
" Ya kau benar, aku akan selalu menganggapmu seperti itu. Dengan begitu aku bisa bebas memilih wanita manapun untuk aku kencani. Kau tinggallah di sini! Aku mau pulang. Jangan tunggu kedatanganku, karena aku akan pulang semauku." Ucap Yoga meninggalkan Rebecca di sana.
Rebecca duduk di tepi ranjang.
" Hiks.... Hiks... Inikah karma yang harus aku tanggung karena telah menyia-nyiakan pria setulus Tian?" Isak Rebecca. Ia mengelus perut ratanya.
" Sayang bersabarlah! Mama sudah terlanjur menikahi papamu maka mulai sekarang kita harus bisa merebut hatinya. Yakinlah jika suatu saat nanti papamu pasti akan menyayangi kita." Ucap Rebecca sedih.
Kira kira bisa nggak ya Rebecca mendapatkan cintanya Yoga? Biar jadi PR author hhh...
Author nanti like koment vote dan hadiahnya ya...
Terima kasih...
Miss U All...
TBC.
__ADS_1