
Hari ini tiba hari pernikahan Yoseph dan Yolanda. Mereka saling mengucap janji suci di depan pak penghulu. Dengan sekali tarikan Yoseph berhasil mempersunting Yolanda sebagai istrinya.
" Bagaimana saksi? Sah?" Tanya pak penghulu.
" Sah." Sahut kedua saksi beserta tamu undangan bersamaan.
" Alhamdulillah." Pak penghulu membacakan doa untuk mereka berdua.
Setelah acara ijab qobul selesai, di lanjut acara resepsi. Nampak para tamu undangan saling memberikan selamat dan doa restu kepada keduanya. Tak lupa Yeshi dan Tian naik ke atas pelaminan untuk memberikan selamat kepada mereka.
" Selamat Kak, semoga bahagia." Ucap Yeshi memeluk Yoseph.
" Terima kasih sayang." Sahut Yoseph.
Yeshi beralih memeluk Yolan.
" Selamat Kakak ipar, semoga selalu bahagia dan segera di beri momongan biar kita bisa sama sama momong anak kita. Tolong jagain kakakku yang super tampan dan genius itu. Jangan buat dia menangis! Bahagiakan dia karena selama ini dia tidak tahu bagaimana rasanya bahagia." Ucap Yeshi melepas pelukannya.
" Terima kasih Yeshi, aku akan berusaha membuat kakakmu bahagia. Anggap aku sebagai saudara peremupanmu dan please deh jangan panggil Kakak ipar, panggil Yolan aja kan kita seumuran, aku lebih nyaman di panggil seperti itu." Ujar Yolan.
" Tapi kamu memang Kakak iparku, tidak sopan jika aku memanggilmu dengan nama saja." Ucap Yeshi.
" Tidak apa apa, Mas Yoseph juga tidak keberatan kok, ya kan Mas?" Ucap Yolan menatap Yoseph.
" Iya, turuti saja apa kata istriku." Sahut Yoseph.
" Istriku?" Yolan mengerutkan keningnya.
" Memangnya sekarang Adek siapanya Mas?" Tanya Yoseph.
" Istri Mas." Sahut Yolan.
" Itu tahu." Ucap Yoseph.
Yolan terkekeh menatap Yoseph sambil menggelengkan kepalanya.
Tian mendekati keduanya.
" Selamat Seph, semoga berbahagia." Ucap Tian memeluk Yoseph.
" Amin, terima kasih." Sahut Yoseph menepuk punggung Tian.
" Selamat Yolan, jaga saudaraku dengan baik. Kalau dia nakal, jewer aja telinganya." Uajr Tian.
__ADS_1
" Siap Kak." Sahut Yolan bingung mau memanggil Tian dengan sebutan apa.
" Bukan Kak, tapi adik ipar." Ujar Yoseph.
" Ah iya adik ipar." Ucap Yolan.
Setelah selesai acara resepsi, Yoseph membawa Yolan ke rumah barunya yang tak jauh dari rumah Yeshi. Ia berpamitan pada tuan dan nyonya Widi. Mereka nampak sedih dengan acara melepas pengantin ini. Mereka tidak menyangka jika seorang putri kecil yang mereka besarkan kini telah mrnajdi milik orang lain.
Ingin rasanya tuan dan nyonya Widi menangis namun sekuat mungkin mereka menahannya karena tidak mau membuat Yolan sedih.
" Kami pamit Pa, Ma, doakan yang terbaik untuk pernikahan kami." Ucap Yoseph menatap tuan Widi.
" Doa terbaik untuk kalian selalu Nak, tepati janjimu yang akan melindungi, mencintai, menyayangi dan memperlakukan putriku dengan baik seperti apa yang Papa lakukan selama ini. Jika suatu hati nanti kamu sudah tidak mencintai putri Papa, kembalikan dia secara baik baik. Jika dia salah tegurlah dan nasehati dia dengan baik, jangan sekali kali kamu membentaknya atau dia akan kabur darimu. Hati putriku begitu rapuh jika mendapat bentakan." Ujar tuan Widi.
" Tentu Pa, aku akan menepati janjiku pada Papa. Kami pergi dulu." Ucap Yoseph.
" Ma, Pa aku pergi dulu. Jaga diri kalian baik baik di rumah! Kalau ada apa apa segera kabari aku Ma." Ujar Yolan.
" Tentu sayang, hati hati!" Ucap nyonya Disa mencium kening putri tercintanya.
Yoseph menggandeng tangan Yolan menuju mobilnya di ikuti dengan Tian dan Yeshi. Mereka melaju menuju rumah baru Yoseph. Dua puluh menit mereka sampai di sana.
Yoseph dan Yolan masuk ke dalam rumah dengan bergandengan tangan.
" Selamat datang di rumah kita sayang, semoga Adek betah tinggal di sini." Ucap Yoseph membuka pintu.
Yolan memindai setiap sudut ruangan, ruang tamu yang luas, ruang keluarga yang sangat luas seperti lapangan bola. Tiga kamar tamu dan satu kamar utama. Ruang lainnya ada ruang kerja, ruang ngegym dan sepertinya terdapat rooftop yang luas.
" Kalian mau minum apa? Biar aku buatkan." Ucap Yeshi.
" Eh jangan lakukan itu Yeshi! Kau di sini tamu, jadi aku yang seharusnya melayanimu. Mau minum jus?" Tawar Yolan menatap Yeshi.
" Tidak terima kasih, kami mau pulang saja mau istirahat. Kalian juga harus istirahat kan? Biar stamina kalian kuat untuk persiapan nanti malam." Ucap Yeshi menaik turunkan alisnya.
" Apaan sih kamu Yesh." Ujar Yoseph malu malu.
" Jangan malu malu lah Kak, wajar kali pengantin baru unboxing di malam pertama. Ya udah kami pulang dulu ya, kapan kapan main ke rumahku." Ujar Yeshi.
" Oke, terima kasih telah menerimaku sebagai anggota keluargamu." Ucap Yolan di balas senyuman oleh Yeshi.
Tian dan Yeshi pulang ke rumahnya yang hanya berjarak sekitar sepuluh meter saja.
" Ayo sayang kita ke kamar!" Ajak Yoseph menggandeng tangan Yolan.
__ADS_1
Mereka berdua menaiki anak tangga menuju kamar utama.
Ceklek...
Yoseph membuka pintunya, mereka masuk ke dalam. Nampak kamar mereka di hias begitu indah layaknya kamar pengantin. Taburan bunga mawar dibatas ranjang berbentuk love dan dua handuk putih yang di bentuk seperti angsa.
Yolan menatap Yoseph begitupun sebaliknya.
" Apa ini Mas? Apa Mas menginginkan semua ini? Apa Mas menginginkan adek malam ini?" Tanya Yolan.
" Apa Adek belum siap? Kalau Adek belum siap tidak apa apa. Mas akan menunggunya. Dan masalah kamar ini, ini pasti Yeshi yang mengaturnya. Mas sama sekali tidak tahu sayang." Ujar Yoseph.
" Terus terang Adek belum siap, Adek merasa takut melakukan hal itu." Ucap Yolan membuat Yoseph nampak kecewa.
" Tapi jika Mas menginginkannya, Adek akan memberikannya." Sambung Yolan tersenyum menatap Yoseph.
" Benarkah?" Tanya Yoseph dengan mata berbinar.
" Iya Mas." Sahut Yolan.
Yoseph menuntun Yolan ke ranjang. Mereka duduk berdampingan di tepi ranjang.
" Mas tidak akan melakukannya sekarang, Mas akan menunggu Adek siap dengan sendirinya. Lagian kita masih punya banyak waktu, kita gunakan saja waktu ini untuk saling mengenal satu sama lain. Katanya pacaran setelah menikah itu lebih indah sayang." Ujar Yoseph merapikan akan rambut Yolan.
" Mas bikin Adek baper aja." Ujar Yolan.
" Apa tuh baper?" Tanya Yoseph.
Yolan melongo mendengarnya.
" Mas tidak tahu baper?" Tanya Yolan di balas gelengan kepala oleh Yoseph.
" Baper itu terbawa perasaan Mas." Sahut Yolan.
" Oh, aneh aneh aja bahasa anak muda jaman sekarang." Ucap Yoseph.
" Emangnya Mas setua apa sampai bahasa seperti itu tidak tahu." Ucap Yolan.
" Satu kali dirimu sayang." Sahut Yoseph.
" Ya udah Mas aku mau mandi dulu ya." Ujar Yolan masuk ke kamar mandi.
Yoseph merebahkan tubuhnya di atas ranjang. Ia menatap langit langit kamarnya.
__ADS_1
" Aku sangat bersyukur akhirnya aku menemukan kebahagiaanku. Selama ini aku hanya bisa berdiam diri menjauh dari orang orang demi keselamatanku dan Yeshi. Aku berharap tidak akan ada masalah yang datang menghampiri pernikahan kami. Aku mencintaimu Yolanda... sangat mencintaimu." Monolog Yoseph sambil tersenyum.
TBC