DERITA ORANG KETIGA

DERITA ORANG KETIGA
MENYELESAIKAN MASALAH


__ADS_3

Yolan pulang ke rumahnya, ia melewati ruang tamu begitu saja tanpa menegur siapapun menuju ke kamarnya. Kedua orang tua Yolan yang sedang duduk santai di ruang tamu saling melempar pandangan.


" Ada apa dengan Yolan Ma?" Tanya tuan Widi menatap nyonya Disa.


" Aku juga tidak tahu Pa, mungkin mereka sedang dalam masalah. Biarkan saja mereka menyelesaikan masalah mereka sendiri." Sahut nyonya Disa.


Tap tap tap..


Terdengar langkah kaki mendekat ke arah mereka.


" Pa, Ma." Yoseph mengalami kedua mertuanya dengan takzim.


" Apa kabar Yoseph?" Tanya tuan Widi basa basi.


" Aku baik Pa, bagaimana dengan kalian?" Yoseph balik bertanya.


" Kami juga baik baik saja." Sahut nyonya Disa.


" Yolan baru saja masuk ke kamarnya, kami pikir dia ke sini sendiri ternyata bersamamu." Ucap nyonya Disa.


" Aku mengikuti mobilnya dari belakang Ma, karena kami dari tempat yang berbeda. Kalau begitu bolehkah aku menyusul Yolan ke kamarnya?" Tanya Yoseph.


" Kenapa tidak? Silahkan saja!" Sahut nyonya Disa.


" Terima kasih Ma." Ucap Yoseph menaiki tangga menuju kamar Yolan.


ceklek ceklek


Yoseph mencoba membuka pintu tapi ternyata terkunci.


Tok tok


" Adek ini Mas sayang." Ucap Yoseph.


Yolan yang mendengarnya segera membuka pintunya. Ia tidak mau membuat orang tuanya curiga dengan permasalahan yang sedang ia hadapi saat ini.

__ADS_1


Ceklek...


Yolan masuk kembali setelah membuka pintu. Yoseph masuk ke dalam lalu ia menutup kembali pintunya. Ia menghampiri Yolan yang duduk di tepi ranjang.


" Mas minta maaf." Ucap Yoseph duduk di samping Yolan. Ia menggenggam tangan Yolan sambil menatapnya.


" Maafkan Mas yang telah berbicara kasar pada Adek, Mas terbawa emosi karena Mas merasa Adek membohongi Mas. Mas berpikir dengan Adek menerima Mas, tidak ada orang lain di hati Adek. Mas berpikir jika kita akan hidup bahagia dengan saling mencintai. Tapi pada kenyataannya semua yang Mas pikirkan salah. Ternyata Adek terpaksa menerima Mas untuk menghindari perjodohan dengan Arlon."


" Terus terang saat Mas mengetahui semua itu, Mas merasa sangat kecewa. Mas merasa sangat marah kepada Adek. Mas merasa sakit yang luar biasa, apalagi saat melihat Adek kencan dengan Ammar. Dengan teganya Adek berbohong pada Mas. Mas merasa Mas tidak berarti di dalam hidup Adek. Mas merasa menjadi orang asing yang tidak perlu tahu apa yang Adek rasakan dan Adek rencanakan saat ini. Hati Mas sangat sakit sayang... Mas ingin marah pada Adek. Untuk menghindari kekerasan Mas memilih untuk pergi, Mas takut tidak bisa mengendalikan diri Mas jika terus bersama Adek. Dan yang Adek lihat tadi itu seseorang yang membersihkan rumah Mas. Tadi dia terpeleset dan Mas menangkapnya, itu sebabnya kami terlihat saling berdekatan." Terang Yoseph panjang lebar.


Yoseph menangkup wajah Yolan, keduanya saling melempar pandangan.


" Demi kebahagiaan Adek, Mas telah mengambil keputusan. Semalaman Mas memikirkan keputusan ini, walaupun berat Mas harus melakukannya demi kebahagiaan Adek, karena kebahagiaan Adek adalah segalanya bagi Mas."


" Mas akan tetap mendampingi Adek sampai Ammar siap melamar Adek. Jika waktu itu tiba, Mas akan menceraikan Adek dan menyerahkan Adek pada Ammar. Mas juga akan membantu Adek menjelaskannya pada papa dan mama. Mas berharap Adek bisa hidup bahagia bersama pria yang Adek cintai. Dan tentunya itu bukan Mas, Mas rela melakukan apapun demi Adek." Ucap Yoseph.


Grep...


Yolan memeluk Yoseph dengan erat.


" Sayang jangan menangis! Harusnya Adek tersenyum dengan kabar bahagia ini." Ujar Yoseph mengelus punggung Yolan.


" Aku minta maaf Mas, aku terlalu dalam melukai hati Mas. Hiks.. "


" Tidak sayang... Mas tidak apa apa." Sahut Yoseph.


Yolan melepas pelukannya, ia menatap Yoseph begitupun sebaliknya.


" Bagaimana Mas bisa bilang kalau Mas baik baik saja? Mas marah sama aku, Mas kecewa sama aku, bahkan Mas sakit hati karena aku. Aku minta maaf, aku salah Mas. Aku tidak berpikir jika sikapku justru membuat Mas terluka. Aku minta maaf." Ucap Yolan menggenggam tangan Yoseph.


" Aku tidak berpisah dari Mas, aku mau Mas terus mendampingi hidupku selamanya. Aku tidak mau kehilangan Mas." Ucap Yolan membuat Yoseph terkejut.


" Apa maksud Adek?" Tanya Yoseph memastikan.


" Seperti Mas yang berpikir semalaman, aku juga melakukan hal yang sama dengan Mas. Aku mempunyai keputusan sendiri Mas, aku akan melupakan Ammar, aku akan menghapus namanya dari hati dan jiwaku. Aku ingin hanya nama Mas yang mengisi hatiku selamanya. Aku tidak ingin pernikahan ini hancur karena sesuatu yang tidak pasti. Mungkin memang aku dan Ammar tidak berjodoh Mas, aku harus bersyukur dengan menjaga jodoh yang telah Tuhan berikan padaku, yaitu kamu Mas." Ucap Yolan menatap Yoseph.

__ADS_1


Yoseph membulatkan matanya, ia tidak percaya dengan apa yang ia dengar dari bibir Yolan.


" Mas tidak percaya sayang, keputusanmu ini benar benar mengejutkan Mas. Sungguh di luar ekspektasi Mas. Apa Adek sungguh sungguh dengan keputusan Adek ini? Apa Adek tidak akan meninggalkan Mas demi cinta Adek pada Ammar? Apa semua ini benar?" Tanya Yoseph.


" Iya Mas, semoga keputusan yang aku ambil ini benar Mas. Aku ingin hidup bahagia bersamamu bukan orang lain." Ujar Yolan.


" Mas juga ingin hidup bahagia bersama Adek bukan dengan yang lain. Terima kasih telah menerima Mas. Mari kita sama sama belajar untuk saling menghargai, mengisi dan saling mencintai. Mas akan menunggu Adek menyambut perasaan Mas ini, Mas akan menunggunya sampai tak terbatas waktu." Ucap Yoseph.


" Iya Mas aku akan berusaha semaximal mungkin, dan aku tidak akan membuat Mas kecewa." Sahut Yolan.


Keduanya saling melempar senyuman. Tanpa Yoseph sadari ia mendorong pelan tubuh Yolan ke ranjang. Yoseph mendekatkan wajahnya ke wajah Yolan, lalu...


Cup..


Yoseph mengecup bibir Yolan, tubuh Yolan mematung. Ia menatap mata Yoseph sambil menyelami perasaannya. Perasaan hangat yang menjalar di dalam hatinya membuat ia semakin yakin dengan keputusan yang ia ambil.


Sadar tidak ada penolakan dari Yolan, Yoseph mencecap bibir Yolan dengan lembut. Yolan memejamkan matanya menikmati sentuhan yang Yoseph berikan padanya. Yoseph menggigit pelan bibir bawah Yolan membuat Yolan sedikit membuka mulutnya.


Yoseph menyusupkan lidahnya ke dalam mulut Yolan, ia mengekspos setiap inchi nya. Suara decapan memenuhi ruangan kamar mereka. Keduanya terbawa suasana dengan ciuman yang begitu memabukkan.


Lama lama Yolan memberanikan diri untuk membalas ciuman Yoseph. Walaupun terlihat kaku tapi ia mencoba mengimbangi Yoseph. Hati Yoseph berbunga bunga melihat usaha Yolan. Di rasa keduanya kehabisan pasokan oksigen, Yoseph melepas pagutannya. Ia mengusap lembut bibir Yolan dengan jempolnya.


" Terima kasih sayang, Adek telah berusaha membalas ciuman Mas. Walaupun sedikit kaku tapi Mas sangat menghargai usaha Adek." Ucap Yoseph terkekeh membuat Yolan malu.


Yolan menarik selimut lalu menutupi wajahnya dengan selimut itu. Yoseph semakin terkekeh bahkan hampir tertawa melihat kelakuan istri tercintanya.


" Tidak perlu malu sayang, Mas ini suamimu." Ucap Yoseph menarik selimut yang di pakai Yolan.


" Apa sih Mas, Adek malu tahu." Ucap Yolan.


" Kan Mas sudah bilang tidak perlu malu, Adek harus terbiasa dengan semua ini. Mas akan membuat Adek bahagia dan selalu ingin berada di samping Mas. Mas mencintaimu." Ucap Yoseph mencium kening Yolan.


" Aku sedang berusaha untuk mencintai Mas juga." Sahut Yolan.


Keduanya nampak bahagia dengan perasaan masing masing.

__ADS_1


TBC...


__ADS_2