DERITA ORANG KETIGA

DERITA ORANG KETIGA
TIDAK BISA MARAH PADAMU


__ADS_3

" Berarti aku harus menguatkan hubunganku dengan Yeshi." Gumam Tian.


" Bagaimana caranya?" Tanya Rean.


Tian menatap Rean sambil tersenyum, sedangkan Rena menatap Tian sambil mengerutkan keningnya.


" Aku harus membuat Yeshi segera hamil. Dengan begitu hubungan kami akan kuat dengan sendirinya. Dan aku kira Arnold tidak akan melakukan pergerakan jika tahu Yeshi hamil. Nggak mungkin kan dia mau menerima anak orang lain." Ujar Tian.


" Betul juga, baiklah sekarang lakukan rencanamu. Aku pulang dulu, semoga berhasil." Ucap Rean.


" Amin." Sahut Tian.


Rean kembali ke rumah sakit sedangkan Tian menuju dapur mengambil minum untuknya. Setelah itu ia kembali ke kamarnya mendekati Yeshi yang sedang tertidur. Ia memeluk Yeshi dari belakang.


Sore hari Yeshi mengerjapkan matanya, ia menatap tangan yang melingkar di perutnya. Yeshi tersenyum, ia membalikkan badannya pelan menghadap Tian. Ia menatap wajah lelah Tian dengan seksama.


" Kau orang yang terlalu baik kepada sesama Mas. Semoga kau panjang umur dan sehat selalu. Aku ingin kau selalu mendampingi hidupku dan melindungiku." Ucap Yeshi.


Yeshi memajukan wajahnya, ia mengecup bibir Tian dengan pelan. Siapa sangka Tian menekan tengkuknya, ia mencecap bibir Yeshi dengan lembut. Yeshi mencoba menolak ciuman Tian namun Tian membuatnya terbuai hingga ia hanya bisa pasrah.


Setelah kehabisan nafas, Tian melepas pagutannya.


" Manis." Ucap Tian tersenyum.


Yeshi hendak membalas senyumannya namun ia teringat dengan apa yang ia lihat di hotel, mendadak perasaannya menjadi kesal. Ia turun dari ranjang masuk kamar mandi.


Brak...


Yeshi menutup pintu dengan keras membuat Tian berjingkrak kaget.


" Astaga... Aku membuat kesalahan lagi." Ujar Tian menyentuh dadanya.


Lima belas menit kemudian Yeshi keluar dari kamar mandi. Tian segera menghampirnya.


" Sayang aku...


" Mandilah Mas! Hilangkan jejak wanita lain dari dalam tubuhmu." Ucap Yeshi.


Bukannya marah Tian justru tersenyum lebar menatap Yeshi.


" Mas senang melihatmu cemburu seperti ini. Itu tandanya kau tidak mau kehilangan Mas." Ucap Tian.


Yeshi merutuki kebodohannya yang telah menampakkan cemburunya.

__ADS_1


" Apa sih Mas." Ucap Yeshi.


Tian melepaskan bajunya menampakkan dada bidangnya. Ia memeluk Yeshi dari belakang. Ia menyusupkan wajahnya di ceruk leher Yeshi.


" Mas minta maaf telah melukaimu dan membuat hatimu kesal sayang. Mas tidak berniat melakukan itu semua. Rebecca wanita masa laluku dan kamulah wanita masa depanku. Aku tidak akan mengkhianati cinta dan pernikahan kita. Mulai sekarang kita harus saling percaya, apapun yang terjadi. Karena Mas berpikir kejadian yang menimpa kita adalah kerjaan seseorang yang ingin membuat hubungan kita hancur." Ucap Tian.


" Apa maksudmu Mas?" Tanya Yeshi tidak mengerti.


" Aku menerima.....


Akhirnya Tian menceritakan tentang Arnold yang mengirim foto kepada dirinya sampai kejadian di kamar hotel itu kepada Yeshi.


" Arnold? Kenapa Arnold melakukan semua ini?" Gumam Yeshi.


" Karena dia mencintaimu dan ingin merebutmu dariku." Sahut Tian menggigit telinga Yeshi mrmbuat tubuh Yeshi meremang.


" Mas." Lirih Yeshi.


" Kenapa sayang? Mas ada di sini. Selalu di sampingmu apapun yang terjadi." Ucap Tian.


" Bohong." Sahut Yeshi.


" Nyatanya kemarin kau marah padaku dan menuduhku berbuat yang tidak tidak. Kau bahkan menyamakan aku dengan mbak Rebecca. Kau...


" Jangan pernah menjanjikan apapun yang belum tentu kita bisa melakukannya Mas. Jika kau mengingkarinya suatu hari nanti kau pasti akan mengatakan kalau kau khilaf." Ujar Yeshi menggenggam tangan Tian yang melingkar di perutnya.


" Baiklah Mas tidak berjanji, tapi Mas akan selalu berusaha untuk membuktikannya. Apa kau sudah memaafkan Mas?" Lagi lagi Tian menggigit pelan telinga Yeshi membuat Yeshi mendesis.


" Aku tidak bisa marah padamu Mas. Kau segalanya bagiku, aku memaafkanmu." Sahut Yeshi.


" Terima kasih sayang, kau memang yang terbaik dari ribuan orang baik." Ucap Tian.


" Hmm." Gumam Yeshi.


" Mas menginginkannya saat ini sayang, Mas rasa kita harus segera memiliki momongan supaya tidak ada yang bisa mengganggu hubungan kita lagi." Ujar Tian.


" Ini masih sore Mas, entar malam aja ya." Ucap Yeshi.


" Mas maunya sekarang sayang." Ucap Tian.


Tian memainkan lidahnya di telinga Yeshi membuat Yeshi mendesis.


" Shhh Mas... " Desis Yeshi.

__ADS_1


Tian membawa Yeshi ke ranjang, ia menindih tubuh Yeshi sambil mencium bibir Yeshi dengan lembut. Yeshi mengalungkan tangannya ke leher Tian. Keduanya terlarut dalam suasana yang penuh gairah.


Ciuman Tian turun ke leher Yeshi. Ia menyesap leher Yeshi meninggalkan jejak merah di sana. Yeshi mencengkeram punggung Tian. Susana semakin tidak terkondisi, tanpa mereka sadari kini tubuh keduanya sama sama polos.


" Mas datang sayang, apa kau sudah siap?" Tian menatap Yeshi dengan mata memerah berkabut gairah.


Yeshi menganggukkan kepala. Tian segera mengarahkan senjatanya menuju goa surga dunia. Suara des@h@n dan erangan terdengar jelas di kamar mereka. Tian terus memacu tubuhnya hingga keduanya mencapai puncak nirwan bersama.


" Terima kasih sayang." Tian mengecup kening Yeshi. Ia merebahkan tubuhnya di samping Yeshi yang tertutup selimut.


" Mas berharap akan segera hadir Tian junior di dalam sini sayang." Ucap Tian mengelus perut rata Yeshi.


" Amin, semoga saja Mas. Semoga kita mendapat anak yang sholeh dan sholehah." Sahut Yeshi.


" Amin." Sahut Tian memeluk Yeshi.


" Aku mau mandi Mas, udah mau malam juga. Aku pengin makan, lapar." Ujar Yeshi.


" Kasihan sekali istri Mas sampai kelaparan begini. Mas akan menggendongmu." Ujar Tian.


Tian menggendong Yeshi menuju kamar mandi. Ia menurunkan Yeshi di dalam bath up lalu ia mengisinya dengan air hangat. Tian masuk ke dalam dan akhirnya mereka mandi bersama.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di apartemen Yoga, saat ini ia sedang marah marah. Ia membanting semua barang barang yang ada di dalam kamarnya. Rebecca yang ketakutan hanya bisa bersimpuh di pojokkan.


" Sudah aku bilang kau tidak boleh kemana mana, lalu kenapa kau ingin pergi dari sini hah!!" Bentak Yoga.


" Apa kau pikir kau bisa pergi dariku? Tidak Rebecca. Sekali kau terikat denganku maka selamanya kau akan terikat denganku." Ucap Yoga penuh penekanan. Ia menarik kasar rambut Rebecca membuatnya memekik kesakitan.


" Sakit Ga." Ucap Rebecca memegang rambutnya.


" Apa kau pikir Yeshi tidak sakit melihatmu tidur bersama Tian? Sakit hati yang Yeshi rasakan jauh lebih sakit dari ini Rebecca. Kau lah alasan air mata Yeshi selama ini. Aku tidak akan membiarkan wanita sepertimu menyakiti wanita yang aku cintai." Yoga semakin menarik rambut Rebecca.


" Aku minta maaf! Aku tidak tahu jika kejadiannya akan seperti tadi. Kami tidak bermaksud tidur bersama. Dia hanya menenangkan aku, tapi tiba tiba kami tertidur. Aku mohon maafkan aku!" Ucap Rebecca.


" Aku bosan mendengar alasanmu, sekali pembohong maka selamanya kau akan menjadi pembohong. Semakin kau membuat Yeshi sakit hati maka semakin aku akan menyiksamu. Ingat itu!" Ucap Yoga mengancam.


Yoga segera berlalu dari sana.


" Hiks... Sampai kapan aku menghadapi kebenciannya ya Tuhan? Hiks... Semoga suatu hari nanti kebenciannya berubah menjadi kebucinan."


TBC....

__ADS_1


__ADS_2