DERITA ORANG KETIGA

DERITA ORANG KETIGA
SALAH PAHAM


__ADS_3

Jam sepuluh malam Yolan masuk ke kamarnya. Ia melihat Yoseph yang duduk di sofa, ia nampak sibuk dengan laptopnya.


" Mas belum tidur? Apa Mas nungguin Adek?" Tanya Yolan menghampiri Yoseph.


" Tidak, Mas memang ada pekerjaan yang harus Mas selesaikan malam ini." Sahut Yoseph tanpa mengalihkan pandangannya.


" Owh aku kira Mas nungguin Adek." Sahut Yolan menuju kamar mandi.


Entah mengapa hatinya merasa kecewa karena Yoseph tidak menunggunya.Ia membersihkan tubuhnya setelah itu ia keluar dari kamar mandi menuju ranjangnya.


" Mas apa perlu aku buatkan kopi untukmu?" Tanya Yolan menatap Yoseph.


" Tidak perlu! Mas tidak tidak minum kopi di malam hari." Sahut Yoseph.


" Bagaimana kalau susu?" Tawar Yolan.


" Tidak juga, sudahlah mending Adek tidur saja. Bukankah Adek capek habis jalan jalan dengan teman teman Adek? Jadi sekarang istirahatlah!" Ucap Yoseph.


Yolan menghela nafasnya pelan. Entah mengapa ia tidak suka dengan sikap Yoseph yang dingin seperti ini. Yolan merebahkan tubuhnya di atas ranjang, ia menarik selimut sampai ke batas bahu. Nampak ia sedang merenungi sesuatu.


" Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa sikap mas Yoseph berubah dingin kepadaku? Apa dia tahu kalau aku membohonginya? Apa dia tahu kalau aku jalan sama Ammar? Tapi seharusnya dia bilang sama aku bukan malam mendiamkan aku seperti ini." Batin Yolan.


Setelah menyelesaikan pekerjaannya, Yoseph mendekati ranjang. Yolan nampak tersenyum senang mengetahui Yoseph hendak tidur namun lagi lagi ia kecewa karena ternyata Yoseph hanya mengambil bantal lalu kembali ke sofa.


Yolan beranjak duduk menatap Yoseph yang berbaring di atas sofa.


" Mas kenapa Mas malah tidur di sana? Tidurlah di sini Mas! Atau badan Mas akan sakit semua nanti." Ujar Yolan.


" Mulai malam ini Mas akan tidur di sini Dek, Mas takut tidak bisa mengendalikan diri kalau tidur satu ranjang denganmu." Ujar Yoseph.


" Memangnya kenapa Mas? Kita suami istri kan? Kalau Mas mau melakukannya, lakukan saja! Aku akan menerimanya." Ucap Yolan.


" Bagaimana bisa Adek melakukannya tanpa cinta, Mas tidak mau membuat Adek terbenani akan hal ini. Termasuk pernikahan ini."


Deg...


Ucapan Yoseph membuat jantung Yolan terasa berhenti.


" Apa maksudmu Mas?" Tanya Yolan menghampiri Yoseph.


" Lupakan saja!" Sahut Yoseph.


Yolan membungkukkan badannya membuat wajah mereka sangat dekat. Bahkan kini Yolan menindih tubuh Yoseph. Yoseph memejamkan matanya sambil menghela nafasnya pelan.


" Jangan bersikap murahan seperti ini Yolan!"

__ADS_1


Jeduarrrrr...


Bagai di sambar petir di siang bolong, tubuh Yolan terasa kaku. Ia segera bangkit menjauh dari tubuh Yoseph.


" Atas dasar apa Mas mengatakan hal menyakitkan itu padaku? Kenapa Mas? Katakan!" Ucap Yolan dengan nada tinggi.


Yoseph langsung berdiri menatap Yolan dengan tatapan tajam.


" Ya kau murahan... Apa sebutan untuk wanita sepertimu? Kau menerimaku sebagai suamimu tapi kau mencintai pria lain. Kau rela menyerahkan tubuhmu untukku, tapi hati dan cintamu untuk pria lain. Aku harus menyebutmu apa Yolanda?" Ucap Yoseph di liputi emosi yang memuncak.


Hati Yolan mencelos mendengar kata kata menyakitkan yang Yoseph tuduhkan padanya. Ia juga terkejut mengetahui Yoseph mengetahui semuanya.


" Ya kau benar Mas. Aku memang murahan, aku bahkan menyakiti suamiku dan diriku sendiri dengan menerima pernikahan ini. Aku begitu ceroboh hingga mengambil keputusan yang salah, aku minta maaf." Ucap Yolan mengusap air matanya.


" Seharusnya kau katakan saja yang sebenarnya kepada papamu, aku yakin mereka akan mengabulkan keinginanmu untuk menikah dengan Ammar bukan malah membawaku ke dalam masalahmu. Semuanya semakin rumit karena ulahmu, kalau aku tahu aku hanya di jadikan pelarianmu untuk menunggu kekasihmu, aku tidak akan pernah menikahimu. Aku menyesal telah melakukan semua ini. Kemarin kau membuat hidupku melambung tinggi tapi hari ini kau menjatuhkanku ke dasar jurang. Kau telah menghancurkan hidupku Yolan. Aku kecewa padamu." Ucap Yoseph keluar dari kamarnya.


" Arghhh!!!" Teriak Yolan menarik sprei.


Tubuh Yolan luruh ke lantai. Ia memukuk dadanya yang terasa sakit akibat ucapan yang Yoseph lontarkan untuknya.


" Kenapa rasanya sesakit ini? Kenapa ucapannya begitu menancap di hatiku? Hiks... Aku telah menyakitinya dengan menunggu Ammar dalam hidupku. Maafkan aku!" Ucap Yolan.


Yolan mencoba merenungi apa yang terjadi pada pernikahannya. Ia harus mengambil keputusan sebelum semuanya menjadi tidak terkendali. Tanpa terasa, Yolan tertidur di lantai.


" Engh mas Yoseph tidak pulang." Monolog Yolan duduk bersandar pada kaki ranjang.


" Aku harus meminta maaf padanya, aku harus melakukan sesuatu untuk mempertahankan pernikahanku. Aku tidak mau kehilangan dia. Aku nyaman bersamanya dan aku yakin suatu hari nanti aku pasti bisa mencintainya. Aku harus melupakan Ammar demi keutuhan pernikahan ini." Ucap Yolan penuh semangat.


Ya... Semalam Yolan berpikir antara memilih Yosep atau Ammar. Ia merasa akan lebih baik jika ia memilih Yoseph untuk menjadi pendamping hidupnya selamanya. Walaupun terasa berat, namun ia harus mencoba.


Yolan masuk ke kamar mandi, setelah selesai mandi ia segera bersiap mencari Yoseph. Rumah yang ia tuju pertama kali adalah rumahnya Yeshi.


Ting tong...


Tak lama Yeshi membukakan pintu.


" Yolan, kamu sendiri? Dimana kak Yoseph?" Tanya Yeshi menatap Yolan.


" Ah iya, mas Yoseph lagi sibuk di rumah. Aku ke sini hanya ingin mampir saja, kebetulan aku mau ke supermarket membeli sesuatu, apa kau mau menitip sesuatu biar aku belikan." Ujar Yolan.


" Tidak perlu terima kasih, saat ini aku sedang tidak ingin makan apa apa." Sahut Yeshi.


" Ayo masuk!" Ucap Yeshi.


Keduanya duduk di sofa ruang tamu sambil mengobrol.

__ADS_1


" Yeshi, aku ingin tahu dimana rumah lama mas Yoseph? Dia bilang kalau tempatnya begitu sejuk karena berada di tengah hutan, aku ingin ke sana tapi dia tidak mau memberikan alamatnya padaku atau pun mengajakku ke sana." Ujar Yolan.


" Kau ingin ke sana? Untuk apa?" Tanya Yeshi.


" Yah aku ingin menghabiskan waktu berdua bersama dengan kakakmu di sana. Yah hitung hitung bulan madu begitu." Ucap Yolan malu malu.


" Baiklah sebagai teman aku akan memberitahumu. Tepatnya berada di hutan cemara yang ada di dusun xx. Rumah satu satunya yang berada di tengah hutan cemara. Tempatnya memang sangat asri dan sejuk sangat cocok untuk pengantin baru seperti kalian." Ujar Yeshi.


" Baiklah terima kasih, kapan kapan aku akan ke sana. Aku pergi dulu sebelum kakakmu mencariku." Ucap Yolan.


" Hati hati." Ucap Yeshi di balas anggukkan kepala oleh Yolan.


Yolan segera melajukan mobilnya menuju rumah Yoseph karena ia yakin kalau Yoseph ada di sana. Tiga puluh menit kemudian Yolan sampai di rumah yang di maksud Yeshi. Yolan menghentikan mobilnya di halaman rumah. Ia tersenyum saat melihat mobil Yoseph ada di garasi. Ia segera turun dari mobil.


Yolan mendekati pintu rumah yang sedikit terbuka.


Deg...


Jantungnya berdetak kencang saat melihat Yoseph sedang bersama seorang wanita, posisi mereka terlihat intim. Tiba tiba...


Brak.....


Yolan membuka pintu dengan kasar membuat keduanya menoleh ke arahnya. Yoseph memutar bola matanya malas. Yolan mendekat ke arahnya.


" Siapa dia Mas?" Selidik Yolan menatap tajam ke arah Yoseph.


Yoseph tidak menjawabnya, ia malah menatap wanita itu lalu memintanya untuk pergi.


" Kau pergilah!" Ucap Yoseph.


" Baik." Sahutnya meninggalkan Yoseph dan Yolan.


" Apa ini caramu melindunginya dariku?" Tanya Yolan.


" Dia temanku Yolan." Ucap Yoseph.


" Sekarang kau bahkan memanggil namaku, baiklah jika ini maumu. Kau yang meninggalkan aku bukan aku yang meninggalkanmu." Ucap Yolan keluar dari rumah Yoseph.


Ia merasa kesal, hatinya cemburu. Ia merasa Yoseph juga mengkhianatinya. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan rumah Yoseph. Menyadari hal itu Yoseph merutuki kebodohannya.


" Argh sial!" Umpat Yoseph.


Yoseph segera berlari menuju mobilnya. Ia mencoba mengejar mobil Yolan sebelum jauh.


TBC....

__ADS_1


__ADS_2