
Malam ini Yolan menyiapkan makan malam romantis di balkon. Yoseph yang baru saja pulang dari meeting bersama client mengerutkan keningnya saat Yolan menarik tangannya menuju balkon. Ia melihat dia hidangan dan minuman di atas meja yang di hiasi dengan mawar merah dan lilin.
" Apa ini sayang?" Tanya Yoseph yang pada dasarnya tidak tahu menahu akan hal seperti ini.
" Makan malam romantis kita Mas." Sahut Yolan mengalungkan tangannya ke leher Yoseph.
" Sayang... " Yoseph tidak bisa berkata apa apa. Ia bingung dengan situasi ini.
" Apa Mas bingung dengan semua ini?" Tanya Yolan menatap Yoseph.
" Iya, jujur Mas bingung dengan semua ini, apa arti dari makan malam romantis yang Adek persiapkan ini? Bukankah hari ini bukan hari istimewa?" Tanya Yoseph menatap Yolan.
" Hari ini memang bukan hari istimewa, tapi akan Adek buat menjadi istimewa." Ucap Yolan.
Yolan mengelus pipi mulus milik suaminya itu, Yoseph memejamkan matanya menikmati sentuhan Yolan.
" Malam ini aku ingin mengungkapkan perasaanku pada Mas." Seketika Yoseph membuka matanya.
" Malam ini aku akan menyerahkan seluruh hidupku pada Mas, aku ingin memiliki Mas seutuhnya. Aku... Aku.. " Yolan menjeda ucapannya. Ia terlalu malu untuk mengungkapkan isi hatinya, padahal tadi ia sudah merancang kata kata indah namun kini semuanya buyar entah kemana.
" Adek apa?" Tanya Yoseph.
" Aku... Aku mencintai Mas." Ucap Yolan cepat. Yoseph nampak terkejut dengan ungkapan Yolan.
" Apa?" Tanya Yoseph memastikan.
Yolan memberanikan diri menggenggam tangan Yoseph.
" Ya... Aku mencintaimu Mas, aku ingin mulai malam ini aku menjadi istrimu sepenuhnya. Aku akan menjalankan kewajibanku sebagai istri Mas dengan sepenuh hati. Apa Mas mau menerima semua itu dariku?" Tanya Yolan terus menatap Yoseph.
Yoseph tersenyum bahagia. Ia tidak menyangka jika Yolan akan membalas perasaannya secepat ini.
" Mas." Yolan menyenggol lengan Yoseph karena Yoseph diam saja.
" Ah tentu sayang, Mas akan menerima Adek dengan senang hati. Kenapa tidak? Semua ini yang Mas nantikan selama ini sayang. Mas hanya terkejut saja, Mas tidak menyangka Adek membalas perasaan Mas secepat ini. Mas benar benar merasa sangat bahagia sayang, terima kasih." Ucap Yoseph memeluk Yolan dengan erat.
__ADS_1
" Aku juga bahagia Mas, aku berharap kita bisa bahagia selamanya." Ucap Yolan membalas pelukan Yoseph.
" Mas berjanji akan hal itu, Mas berjanji akan selalu membuat Adek bahagia." Ucap Yoseph menciumi pucuk kepala Yolan.
" Ya udah sekarang kita makan malam dulu keburu makanannya dingin Mas." Ucap Yolan melepas pelukannya.
" Baiklah." Sahut Yoseph.
Mereka berdua duduk di meja menikmati makanan yang Yolan buat sendiri. Steak daging sapi dan spagetti ala rumahan.
" Sayang ini rasanya kok... " Yoseph menjeda ucapannya sambil mengunyah steak yang menurutnya tidak seenak steak yang biasa ia beli.
" Rasanya kenapa Mas? Nggak enak ya?" Tanya Yolan menatap Yoseph.
" Adek beli dimana kok rasanya berbeda dari biasanya? Atau kali mereka salah resep?" Tanya Yoseph.
" Kalau nggak enak nggak usah di makan Mas, ini perdana buat aku. Aku kira rasanya sudah pas tapi kalau menurut Mas tidak enak nggak usah di makan." Ucap Yolan membuat Yoseph terkejut.
Yolan menarik piring Yoseph namun Yoseph mencegahnya.
" Maaf Mas tidak tahu kalau ini Adek yang masak, rasanya enak kok. Mas suka, maafkan Mas karena telah menyinggung perasaan Adek." Ucap Yoseph kembali memakannya.
" Tidak sayang... Kamu bilang ini pertama kalinya kamu masak kan? Ini luar biasa untuk pemula sepertimu sayang, rasanya hanya sedikit berbeda dari resto yang biasa kita beli, Mas bilang sedikit lhoh tidak banyak. Itu artinya masakanmu berhasil, Mas yakin kalau Adek sering belajar memasak pasti rasanya akan sama dengan masakan resto ternama. Bahkan Mas tidak bisa membuat steak seenak ini, percayalah ini tidak buruk. Benar benar luar biasa." Ujar Yoseph jujur.
Yolan menghela nafasnya ia membuang rasa kesal dan kecewanya sejauh mungkin.
" Baiklah terserah Mas saja, kalau nanti sakit perut aku tidak tanggung jawab." Ucap Yolan kembali duduk di tempatnya. Ia juga kembali memakan makanannya namun kali ini ia makan dalam diam membuat Yoseph merasa bersalah karena telah merusak suasana hati Yolan.
" Sayang Mas minta maaf! Jangan bersedih gitu donk!" Ucap Yoseph menarik dagu Yolan membuat Yolan mendongak menatapnya.
" Mas minta maaf telah melukai hati Adek, Mas tidak bermaksud seperti itu sayang. Masakan Adek enak kok, buktinya Mas menghabiskannya. Maafkan Mas ya." Ujar Yoseph.
" Iya Mas." Sahut Yolan menganggukkan kepalanya.
" Senyum donk! Adek terlihat semakin cantik kalau terus tersenyum." Ucap Yoseph.
__ADS_1
Yolan tersenyum manis menatap Yoseph membuat hati Yoseph hangat.
Selesai makan Yoseph ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya. Yolan menunggunya dengan duduk di atas ranjang. Ia merasa gugup menjalani kewajibannya malam ini.
" Kenapa aku gugup gini ya? Padahal ini yang aku inginkan. Aku tidak mau kehilangan Mas Yoseph, aku ingin kami hidup bersama selamanya. Aku juga ingin menjadi ibu dari anak anaknya tapi kenapa malah nervous gini. Gimana nanti kalau Mas Yoseph memulainya? Ya Tuhan... Berikan aku keberanian untuk memulai semua ini." Batin Yolan.
Ceklek...
Yoseph keluar dari kamar mandi hanya menggunakan handuk yang menutupi bagian bawahnya, ia berjalan menghampiri Yolan membuat jantung Yolan berdetak sangat kencang.
Yoseph menatap Yolan hingga air yang menetes di wajahnya juga menetes di wajah Yolan.
" Apa Adek benar benar sudah siap memberikan hak Mas malam ini?" Tanya Yoseph memastikan. Ia tidak mau Yolan menyesal pada akhirnya.
" Iya Mas." Sahut Yolan.
Yoseph menangkup wajah Yolan, ia membungkukkan badannya lalu mengecup bibir Yolan dengan lembut. Yolan memejamkan matanya menikmati manisnya bertukar saliva. Yoseph mendorong pelan tubuh Yolan ke atas ranjang, ka menindih tubuh Yolan tanpa melepas ciumannya.
Yoseph mengekspos setiap inchi mulut Yolan. Suara decapan memenuhi ruang kamar mereka. Tanpa Yolan sadari tangan Yospeh menyusup di balik kaos yang ia pakai.
" Shhhh." Desis Yolan saat Yoseph meremas salah gundukan kembarnya.
Yoseph semakin terpancing setelah mendengar suara indah Yolan. Ciumannya turun ke leher Yolan, ia memainkan lidahnya di sana membuat Yolan mendes@h. Sesekali ia menyesapnya hingga meninggalkan tanda merah di sana.
" Mas." Lirih Yolan.
Tangan Yoseph bermain main di atas biji kacang almond milik Yolan membuat Yolan menggila. Ia menggeliat seperti cacing kepanasan. Entah siapa yang memulai kini keduanya sama sama polos tanpa sehelai benang pun.
" Mas datang sayang." Ucap Yoseph menatap Yolan dengan mata penuh g@ir@h. Yolan hanya mampu menganggukkan kepala, ia juga sangat mengharap itu terjadi.
Dengan pelan Yoseph memasuki goa milik Yolan.
" Awh." Yolan memekik kesakitan, ia mencengkeram sprei menahan rasa tidak nyaman di bawah sana.
Yoseph berhenti sejenak, ia kembali mencium bibir Yolan untuk mengalihkan perhatian Yolan. Yolan kembali terlena dengan sentuhan Yoseph hingga ia tidak menyadari jika Yoseph telah memulai permainannya.
__ADS_1
Malam ini Yolan menjadi milik Yoseph sepenuhnya. Keduanya merasa bahagia bisa saling meluapkan perasaan cinta di hati masing masing. Suara erangan dan des@han memenuhi kamar mereka berdua. Malam ini benar benar menjadi malam terindah untuk mereka berdua. Mereka berharap akan segera hadir Yoseph junior sebagai oelengkap kebahagiaan mereka berdua.
TBC....