Detektif Zen

Detektif Zen
Akting Detektif Zen


__ADS_3

Sang ratu pun segera memeluk kedua putranya itu dan seakan dia memaafkan kesalahan kedua putranya padahal justru dialah yang sebenarnya melakukan kesalahan dan seharusnya dia juga yang meminta maaf kepada detektif Zen karena sudah menuduh dia sembarangan hingga membuat kekacauan seperti ini.


"Dia benar-benar wanita siluman ular, dia menatap tajam penuh kebencian kepadaku disaat berpelukan dengan kedua putranya, lihat saja aku akan membongkar kebusukanmu wanita jahat!" Batin detektif Zen yang saat itu mendapatkan tatapan sinis dari sang Ratu.


Detektif Zen benar-benar tidak bisa menahan emosi yang bergejolak di dalam hatinya ketika dia bisa melihat dengan jelas sisi kejahatan yang ada pada sang Ratu saat itu, dan sialnya dia juga tahu bahwa kedua pria yang melindungi dia begitu lemah dan tidak bisa melawan ratu jahat itu sebab dia adalah putra dari ratu yang jahat tersebut.


Namun walau begitu karena sang Ratu sudah membuat darama sayang sekali bagi seorang detektif Zen untuk sekaligus menyelam karena dia sudah terlanjur basah saat itu, sekaligus itu juga untuk memberikan sebuah kejutan kecil kepada sang Ratu bahwa Putri Xiao You yang dia kenal benar-benar telah mati di gantikan dengan dirinya yang berperan sebagai putri Xiao You dalam kerajaan suci ini.


"Lihatlah aktingku yang sangat luar biasa ini sang Ratu, kau benar-benar mengajak bermain seekor belut, kau ulah maka akulah belutnya yang akan lebih lincah darimu haha, putri Xiao You aku akan membantumu, lihat ini haha" batin sang detektif Zen sambil dengan sengaja dia memperlihatkan senyum sinis kepada sang ratu saat itu.


Dan dengan cepat hanya dalam hitungan detik dia bisa langsung mengubah ekspresi di wajahnya menjadi sangat satu juga terlihat menyedihkan, dia segera berjalan pelan menghampiri sang ratu yang saat itu berpelukan dengan kedua putranya yang perkasa.


"Inilah saatnya aku memasang aktingku yang sudah lama aku pendam dan aku akan membalas ratu si tukang cari empati itu, haha lihatlah bakar tersembunyi dalam diriku ini ratu sialan!" batin sang detektif Zen sambil menatap sinis begitu lurus kepada sang Ratu saat itu.


Detektif Zen berjalan beberapa langkah dan masih sempat membuat sang ratu merasa heran sambil mengerutkan kedua alisnya ketika melihat putri Xiao You yang berjalan mendekatinya saat itu.


Sampai akhirnya ketika detektif Zen mulai berbicara dengan wajah menyedihkan dan sendiri, sang Ratu langsung saja kaget dan membelalakkan matanya dengan sangat lebar saat itu. Hati dan pikirannya terus saja bergejolak sangat kendang, antara perasaan kesal, marah dan terus ingin membalas dendam kepada putri Xiao You yang terlihat seperti menantang dirinya secara halus saat itu.


"Aaahhh ....ibunda ratu, mohon maafkan aku, tolong maafkan kakak kedua dan kakak pertama yang sudah berbicara Langtang dan melawanmu, aku yakin mereka tidak bermaksud untuk lancang terhadapmu ibunda, tetapi mereka terlalu memperdulikan aku dan menyayangi aku begitu besar sehingga mereka hanya tidak ingin membuat aku terluka saja, mohon maafkan aku juga ibunda ratu" ucap sang detektif Zen sambil ikut membungkuk memberikan hormat kepada sang Ratu saat itu.


Sang kakak kedua dan kakak pertama langsung saja tersenyum begitu lebar satu sama lain dan dengan cepat sang kakak kedua An Chen menarik tangan detektif Zen dengan pelan sambil mengajaknya untuk berpelukan bersama dengan mereka bertiga saat itu.

__ADS_1


"Adik Xiao You mari kau juga anggota keluarga kerajaan suci, kita harus terus rukun selamanya dan menyelesaikan masalah saat itu juga, agar tidak terjadi kesalah pahaman diantara kami semua" ujar sang kakak kedua An Chen.


Detektif Zen sudah menerima uluran tangan dari sang kakak kedua An Chen saat itu, namun dia langsung memasang wajah lebih menyedihkan lagi dan menutupi bagian mulutnya sambil mulai berakting seakan dia begitu terharu atas ajakan dari kakak kedua An Chen saat itu.


"Aahhhh...kakak kedua kau begitu baik dan memperhatikan aku teramat sangat, aku benar-benar ingin memeluk ibunda ratu dan kakak-kakak ku tetapi apakah ibunda ratu akan mengijinkan aku yang hanya seorang putri selir ini untuk memeluk dirinya yang begitu terhormat dimana umum?" Ucap detektif Zen yang begitu totalitas dalam memerankan perannya sebagai putri Xiao You yang lemah juga baik hati saat itu.


Seketika kedua kakak laki-lakinya tersebut langsung saja menatap ke arah sang ibunda ratu dan mereka menantikan jawab darinya juga menatap dengan penuh harap agar sang ibunda ratu bisa menerima pelukan yang akan di berikan oleh adik kesayangan mereka berdua saat itu.


Mendapatkan tatapan dari kedua putranya seperti itu tentu saja sang Ratu merasa cukup tertekan dan dia terlihat mengeratkan giginya dengan kuat sambil menyipitkan matanya yang bisa memperlihatkan kesalahan yang masih tumbuh dalam dirinya saat itu kepada putri Xiao You saat itu.


"Sialan sejak kapan gadis ini bisa memancing aku dan membuat aku dalam keadaan terdesak seperti ini, dia benar-benar sudah berubah sejak perang tersebut, apakah dia tahu bahwa semua itu adalah jebakkanku untuk melenyapkan dia tanpa jejak?" Batin sang Ratu memikirkan dengan penuh kekesalan dan di penuhi dengan kebencian yang luar biasa besarnya terhadap putri Xiao You.


Sebenarnya sang ratu sangat membenci Putri Xiao You dan dia juga tidak Sudi untuk menerima pelukan dari seorang putri sir sepertinya yang sudah jelas merupakan musuh terbesarnya di kerjaan ini, namun karena mendapatkan tatapan seperti itu dari kedua putranya dan dia juga tidak ingin mendapatkan citra yang buruk dari pelayan serta semua orang yang ada di sana, dia terpaksa harus berpura-pura menjadi baik dan menerima pelukan dari putri Xiao You yang sangat dia benci.


"Tentu saja ibunda akan menerimanya dia sama seperti kalian berdua, dia sudah ibunda anggap sebagai putri ibunda juga, sayangku Xiao You kemarilah, peluk ibundamu ini, aku sudah memaafkanmu" ujar sang ratu sambil merentangkan tangannya dan memasang sebuah senyum palsu yang sangat rapih di hadapan detektif Zen.


Namun sayangnya kini dia menemukan lawan yang sama kuatnya bahkan bisa dikatakan bahwa detektif Zen jauh lebih kuat di bandingkan dirinya, melihat sang ratu semakin senang bermain-main dengan dirinya tentu saja detektif Zen semakin merasa tertantang dan terpancing dengan tingkah yang di buat oleh sang ratu jahat tersebut.


Seketika detektif Zen langsung menghampiri ratu tersebut dan memeluknya dengan begitu erat sambil mengusap lembut punggung sang ratu saat itu juga menempelkan kepalanya di pundak sang ratu, pelukan dari detektif Zen itu benar-benar berhasil menyihir kedua kakak laki-lakinya yang ada disana juga semua orang yang menyaksikan, sedangkan tanpa mereka ketahui bahwa semua itu hanyalah sebuah akting belaka yang dia gunakan untuk melawan sang ratu yang penuh dengan manipulasi juga topeng dalam wajahnya tersebut.


"Ibunda ratu aku sangat menyayangimu, aku selalu berharap ibumu masih hidup dan bisa sehat seperti dirimu saat ini" ujar detektif Zen yang membuat semua orang disana langsung saja menatap mereka berdua dengan perasan haru.

__ADS_1


"Kau bisa menganggap aku sebagai ibumu" balas sang ratu dengan nada yang bisa terdengar seperti menahan kekesalan kepada detektif Zen yang dia kira sebagai putri Xiao You saat itu.


Detektif Zen masih belum puas untuk membalas ratu yang jahat itu, dia pun kembali membisikkan sebuah perkataan yang sangat tajam dan membuat sang ratu langsung mendorong tubuhnya cukup kuat saat itu hingga membuat semua orang menjadi salah paham terhadap sang ratu dan detektif Zen berhasil dengan rencananya saat itu.


"Ratu kau dengarkan aku baik-baik, setiap kau menjual kejahatanmu padaku, aku akan membelinya dengan senang hati dan tidak lagi menerimanya secara cuma-cuma karena itu terlalu berharga sekarang, bersiap-siaplah" bisik sang detektif Zen sangat pelan dan begitu dekat pada tinga sang ratu.


Hingga hal tersebut membuat sang ratu menjadi sangat kaget, sampai dia tidak bisa mengontrol dirinya sendiri ketika mendengar bisikan tersebut, dia langsung saja mendorong tubuh detektif Zen sangat kuat sampai detektif Zen jatuh tergeletak di lantai cukup kuat juga dia yang dengan sengaja melebih-lebihkan rasa sakit di tubuhnya saat itu agar semua orang membelanya dan membenci sang ratu sama yang selalu sang ratu ingin lakukan kepada putri Xiao You yang saat ini tidak di ketahui di mana keberadaan dia sesungguhnya.


"Astaga.....kau!" Bentak sang Ratu sambil mendorongnya cukup kuat dihadapan kedua putranya, tabib istana juga petinggi lainnya.


"Aaaahhhh....ibunda ratu apa yang kamu lakukan, apa kamu tidak sungguh-sungguh ketika mengatakan aku sama dengan kedua putramu? Hiks...hiks...hiks..aku tidak papa ibunda jika kau masih belum siap menerima aku di kerjakan ini, tapi setidaknya kau jangan mempermalukan diriku di depan semua orang hiks...hiks..." Ucap detektif Zen sambila segera bangkit berdiri sendiri dan berlari dengan kesulitan keluar dari tempat itu sambil terus saja menangis terisak.


Padahal saat itu dia sudah tidak tahan untuk tertawa lebar ketika melihat ekspresi dari wajah sang Ratu yang begitu kaget dan syok ketika melihat dia berakting sangat bagus dan begitu rapih sampai membuat semua orang sangat mempercayainya.


Bahkan kakak kedua langsung saja menghampiri dia saat dia jatuh dan berusaha membantunya berdiri tapi dengan kekuatan aktingnya yang begitu baik, detektif Zen langsung menolak bantuan dari sang kakak kedua dan memilih untuk pergi sendiri seperti yang sering dia lihat dalam adegan film kesukaannya yang sering dia tonton di televisi.


"Adik Xiao You kau mau kemana dik tunggu jangan seperti itu" teriak sang kakak kedua yang mencemaskan putri Xiao You yang dia pergi begitu saja dalam keadaan yang terlihat sangat kacau.


"Ibunda ratu aku sangat kecewa kepadamu ternyata kau masih membenci adik Xiao You" ucap sang kakak kedua An Chen sambil segera berlari menyusul sang adik Xiao You keluar dari sana.


Sedangkan sang kakak pertama raja Ming Hao dia juga menatap ibunya dengan sorot mata yang begitu kesal.juga di penuhi dengan rasa kekecewaan yang teramat sangat besar saat itu.

__ADS_1


"Ibu kau benar-benar mengecewakan kami semua, aku tidak menduga kau memiliki hati sejahat itu!" Ujar sang kakak pertama sambil segera meninggalkan ibunda ratu juga.


__ADS_2