
"Astaga... bagaimana bisa ada seorang tabib yang menyeramkan seperti ini, aku bahkan sangat takut hanya dengan melihat wajahnya, bagaimana cara dia akan memeriksa aku, bagaimana jika dia menyuntik aku sembarangan dan memberikan obat aneh kepadaku, ahh aku tidak ingin itu terjadi" batin detektif Zen yang merasa sangat takut tidak karuan.
Dia pun langsung saja menolak dengan cepat ketika sang tabib duduk di samping ranjangnya dan sudah siap untuk memeriksa dirinya saat itu.
"Baiklah baginda raja saya akan memeriksa putri Xiao You sekarang" balas sang tabib itu sangat serius.
"Mari putri bisa anda uluran tangan kepada saya, izin saya untuk memeriksa kondisi anda" ucap tabib tersebut yang sangat menakutkan pada bayangan detektif Zen yang justru malah membayangkan tabib tersebut sebagai hantu drakula yang sangat menyeramkan.
Detektif Zen langsung saja merasa kesulitan untuk menelan salivanya sendiri saking merasa takutnya melihat sang tabib istana tersebut yang menatap dengan mata sipit dan sorot mata tajam kepadanya, dan bukannya mengulurkan tangan dengan segera kepada tabib itu untuk memeriksa kondisi tubuhnya, dia justru malah langsung saja menyembunyikan tangannya dengan cepat dan menatap ke arah sang raja api yang saat itu duduk di tepi ranjang tepat di sampingnya.
"AA..aaa..AA... Aku baik-baik saja baginda raja aku tidak ingin di periksa aku sudah sembuh" ucap detektif Zen yang langsung saja membuat sang raja api Lu Shi Cheng geram dengannya.
Raja api Lu Shi Cheng tetap saja mengkhawatirkan detektif Zen karena dia tidak bisa merasa tenang jika detektif Zen belum juga di periksa oleh tabib istana sehingga dia terus saja mencoba untuk membujuk sang putri Xiao You untuk mengulurkan tangannya padahal detektif Zen sama sekali tidak ingin melakukan hal seperti itu.
"Putri Xiao You ini tidak akan memberikan dampak apapun kepadamu, jadi sebaiknya kau bersikap tenang saja dan mulai ulurkan tanganmu kepada sang tabib, dia hanya akan memeriksa mu dengan benang merah itu juga tidak akan menimbulkan rasa sakit sedikit pun, anda tidak perlu mencemaskan apapun" ujar sang raja api berusaha untuk meyakinkan detektif Zen saat itu.
Tapi sayangnya detektif Zen terus saja menggelengkan kepala dia tetap tidak ingin untuk mengulurkan tangannya tersebut.
"Aku sungguh baik-baik saja tuan tolong percayalah kepadaku" ucap detektif Zen lagi saat itu.
Hingga terpaksa sang raja api Lu Shi Cheng harus mengelabui dirinya saat itu hanya untuk membuat detektif Zen bisa mengeluarkan tangannya dan dia bisa menarik tangannya itu untuk segera di periksa oleh sang tabib.
"Putri Xiao You lihatlah di sampingmu ada hewan melata" ucap sang raja api sambil menunjuk sembarangan ke samping tempat tidur tersebut.
Detektif Zen yang kaget mendengar itu dia refleks langsung saja menggeser terperanjat dari ranjang tersebut dan otomatis tangannya dia angkat dan keluarkan berusaha meraih tubuh sang raja api Lu Shi Cheng saat itu karena merasa takut.
Raja api langsung menarik tangan detektif Zen dan dia menyuruh sang tabib untuk segera memeriksa kondisinya saat itu.
"Tabib sekarang" ucap sang raja api Lu Shi Cheng memberikan perintah saat itu.
Detektif Zen yang baru tersadar bahwa dia baru saja di bodohi oleh sang raja api tersebut, dia merasa sangat kesal dan ingin marah saat itu, tetapi dia tidak bisa marah kepadanya karena lebih fokus melihat tangannya yang mulai di ikat sebuah benang merah oleh tabib istana saat itu, detektif Zen benar-benar merasa sangat tegang dan takut dia bahkan tidak berani menatap ke arah tangannya yang di ikat oleh sebuah benang merah oleh tabib istana tersebut.
Lalu sang tabib istana mulai terlihat berdiri sambil menarik benang merah tersebut dan menggerakkannya beberapa kali hingga terasa sebuah getaran kecil di tangannya dan dia langsung saja meringis kesakitan sedikit dengan kepalanya.
Hingga sang tabib istana segera kembali dan dia langsung melepaskan kembali ikatan yang dia buat kepada tangan detektif Zen, dan detektif Zen barulah bisa merasa sangat lega karena ternyata tabib istana itu tidak melakukan sesuatu yang menyeramkan kepadanya, dia juga tidak semenyeramkan yang dia bayangkan sebelumnya, dia merasa sangat lega sekali sampai akhirnya sang tabib istana tersebut mengatakan bahwa detektif Zen hanya mual karena perjalanan dan kelelahan saja.
"Bagaimana tabib, apakah dia baik-baik saja?" Tanya sang raja api yang jelas sekali terlihat sangat mencemaskan kondisi dari detektif Zen saat itu.
"Tuan putri baik-baik saja tuan, dia hanya pusing dan mual karena mabuk perjalanan mungkin sang putri tidak biasa dengan menunggangi kuda dalam waktu yang cukup lama, dan sepertinya sang putri sangat kelelahan dia harus beristirahat total dan tidak melakukan hal-hal yang memberatkan dirinya untuk beberapa hari" balas sang tabib menjelaskan.
Langsung saja raja api menatap ke arah detektif Zen dan dia hanya bisa menerima tatapan aneh itu dengan kebingungan sambil menaikkan kedua alisnya dengan heran.
"Ehhh...ada apa dengannya kenapa dia malah memberikan tatapan aneh seperti itu kepadaku, aishhh....dia sangat menakutkan, kenapa sih orang-orang di kerajaan ini sangat aneh bahkan lebih aneh dan menyeramkan di bandingkan orang-orang di kerajaan suci sebelumnya" batin detektif Zen merasa takut tidak karuan.
Dia benar-benar merasa sangat menyesal karena tidak meminta sang kakak keduanya An Chen untuk mempertahankan dirinya agar tidak di bawa pergi oleh raja api yang sangat kaku dan memiliki sorot mata terlalu tajam baginya.
Setelah memeriksa sang putra Xiao You tabib itu langsung diantarkan pergi kembali ke tempatnya semula oleh adik Bian Cheng, sedangkan sang raja api langsung saja menyuruh detektif Zen untuk meminum ramuan yang sudah di berikan oleh sang tabib sebelumnya untuk menghilangkan rasa mual juga pusing yang berlebihan pada detektif Zen saat itu.
"Ini minumlah ramuan yang sudah di berikan oleh tabib, ramuan ini bisa meningkatkan daya tahan tubuhmu dan mengobati mual juga pusing di kepalamu" ucap sang raja api sambil memberikan sebuah cairan berwarna kekuningan pada detektif Zen saat itu.
Detektif Zen yang melihat warna cairannya saja sudah sangat tidak meyakinkan dan membuatnya ragu, dia bahkan tidak berani meminumnya namun sang raja api tersebut terus saja memaksa dia untuk menerima ramuan tersebut, bahkan sang raja api terus mendesak detektif Zen tanpa henti padahal saat itu detektif Zen sudah menerima mangkuk kecil tersebut darinya.
"Ayo cepat ambilah dan minum ramuan ini, agar kau bisa kembali pulih dengan cepat seperti sedia kala" tambah sang raja api terus saja memaksanya,
"Baik raja saya akan meminumnya nanti anda bisa keluar saja sekarang aku akan langsung beristirahat setelah meminum ramuan ini" balas detektif Zen begitu saja.
__ADS_1
Dia sengaja menyuruh sang raja api Lu Shi Cheng untuk keluar dari sana agar dia bisa membuang ramuan yang sangat aneh tersebut, dia tidak bisa meminum minuman aneh dengan warna yang begitu terang juga baunya yang cukup menyengat hanya membuat dia semakin mual saja ketika mencium bau yang keluar dari ramuan aneh tersebut.
Meski pada awalnya sang raja api Lu Shi Cheng menolak untuk pergi dari tempat tersebut tetapi sang adik Bian Cheng datang menemui kakaknya dan mengatakan bahwa putri Shin ingin menemui dirinya.
"Baginda raja putri Shin membuat keributan di depan istana dia memaksa untuk masuk dan hendak menemui anda juga yang mulai putri Xiao You" ucap adiknya Bian Cheng sambil membungkuk memberikan laporan kabar tersebut kepada sang raja api.
Detektif Zen yang mendengar kabar tersebut dia langsung saja merasa sangat lega sekali karena dengan begitu sang raja Api Lu Shi Cheng tidak akan berada terus di kamarnya dan akan segera pergi keluar untuk menyelesaikan masalah tersebut.
"Baiklah adik kau tunggu aku di luar dan tahan dia dengan sekuatnya sampai aku datang untuk menemui dia sebentar lagi" ucap sang raja api Lu Shi Cheng kepada adiknya tersebut.
Bian Cheng segera mengangguk segera pergi dari sana dengan cepat.
Bagi detektif Zen ini adalah kesempatan emas untuk dia mengusir sang raja Api Lu Shi Cheng dari sana agar dia bisa membuang ramuan sialan itu kemanapun yang bisa dia lakukan secepatnya sebelum dia akan menerima ramuan aneh itu ke dalam mulutnya.
"Baginda raja cepatlah anda pergi menemui putri Shin tersebut, dia mungkin memiliki sesuatu yang mendesak untuk di bicarakan dengan anda" ucap detektif Zen menyuruhnya agar pergi saat itu.
Detektif Zen yang sudah merasa senang lebih dulu dan sudah menduga duga bahwa sang raja api akan pergi setelah dia mengatakan hal seperti itu, namun pada kenyataannya dugaan dia salah besar sang raja api Lu Shi Cheng sama sekali tidak pergi dengan cepat dari sana dan dia justru malah terus menyuruh detektif Zen untuk tetap harus meminum ramuan itu dahulu sebelum dia pergi dari tempat tersebut.
"Aku akan pergi setelah kamu meminum ramuan kesehatan tersebut putri Xiao You" balas sang raja api yang membuat detektif Zen benar-benar kaget juga kecewa atas dugaan yang sudah dia buat sendiri saat itu.
"AA..AA.. apa?" Ucap detektif Zen dengan sedikit gugup dan membelalakkan matanya cukup lebar, saking kagetnya mendengar balas semacam itu dari sang raja api Lu Shi Cheng.
Yang pada akhirnya memang tidak ada cara lain lagi untuk melarikan diri dari ramuan sialan yang sangat aneh dan terus mengeluarkan bau tidak sedap tersebut, detektif Zen terpaksa harus tetap meminumnya dan dia segera mendekatkan ramuan itu pada mulutnya sambil tangan yang satunya di gunakan untuk menutup hidung agar dia tidak perlu mencium bau yang sangat menyengat dari ramuan aneh tersebut.
"Aishhh...ini sangat sial sekali, kenapa juga dia harus melihat aku meminum ramuan sialan ini, aku tidak tahu apa aku sanggup meminumnya atau tidak sama sekali" batin sang detektif Zen saat itu merasa sangat cemas dengan dirinya sendiri.
Dia bahkan lebih ketakutan meminum ramuan aneh tersebut di bandingkan dengan melihat sebuah perasaan saat dia pertama kali terjatuh ke tempat itu sebelumnya.
"Ayo minumlah perlahan ini tidak akan membunuhmu ini akan membuatmu lebih kuat dan sehat" tambah sang raja api Lu Shi Cheng mengatakannya.
Detektif Zen terus saja memasang wajah yang sangat kesal dan tidak karuan dia sama sekali tidak mau menatap wajah sang raja api yang sangat menyebalkan itu karena sudah terus memaksa dirinya untuk meminum ramuan yang sangat bau tersebut, detektif Zen terus mencoba meminumnya hingga saat dia pertama kali meneguk ramuan tersebut, rasanya sangat buruk sekali sama dengan warna dan baunya yang begitu buruk.
Dia tidak bisa menahannya dan ingin memuntahkan air ramuan di dalam mulutnya, namun ketika melihat ada sang raja api di sampingnya dia tidak berani dan langsung saja meneguknya hingga habis walau wajahnya terlihat sangat buruk karena menahan rasa yang begitu kacau di dalam mulutnya.
Sang raja api justru malah tersenyum kecil saja kepada Detektif Zen apa lagi disaat detektif Zen terus mengulurkan lidahnya keluar dengan terus saja mengipasi nya dan mengatakan bahwa rasanya sangat tidak enak dan jelek.
"Aahhhh ..ini buruk sekali, ini tidak enak rasanya benar-benar kacau dan tidak layak untuk dimakan oleh manusia, aaahh ini pahit sekali" gerutu detektif Zen sambil terus mengeluarkan lidahnya merasa sangat tidak nyaman dengan mulutnya tersebut.
Sang raja Api Lu Shi Cheng yang melihat putri Xiao You terlihat kesulitan dan sedikit menderita dengan rasa pahit itu, dia pun segera memberikan segelas air kepada putri Xiao You dengan cepat dan menyuruhnya agar segera meminum air setelahnya supaya rasa pahit yang tersisa di dalam lidahnya akan larut dengan air dengan cepat.
"Ini makanlah makanan itu agar kau tidak merasa pahit dan buruk lagi pada lidahmu" ucap sang raja Ali dengan cepat.
Detektif Zen merasa sangat haus sehingga dia langsung saja merampas air yang berada di tangan sang raja api Lu Shi Cheng saat itu, dan langsung meneguknya dengan sangat cepat hanya dengan sekali tegukan saja dia sudah bisa menghabiskan seluruh air di gelas yang berukuran cukup besar tersebut, bahkan sang raja api saja terperangah sedikit kaget mihatnya.
"Sepertinya kau memang sangat haus, mari aku akan ambilkan lagi airnya untukmu" ujar sang raja api kepada detektif Zen.
Detektif Zen sedikit ragu saat dia hendak memberikan gelas di tangannya kepada sang raja api Lu Shi Cheng kala itu tetapi justru malah raja Api itu sendiri yang mengambil gelasnya dengan cepat dari tangan detektif Zen segera.
Detektif Zen dengan cepat menahan tangan sang raja api yang saat itu hendak mengambilkan lagi air untuknya, dia pikir itu akan terus memperlambat dia pergi menemui putri Shin dan detektif Zen mulai menyadari sesuatu yang ganjal dari raut wajah sang raja Api Lu Shi Cheng ketika dia mengatakan mengenai sang putri Shin tersebut kepadanya kala itu.
"Ahhh...tidak perlu baginda raja saya bisa mengambil airnya sendiri atau meminta datang mengambilkannya, sebaiknya anda segera menemui putri Shin dia pasti sudah sangat marah sekarang ini sebab anda tidak kunjung datang juga untuk menemuinya" balas detektif Zen sengaja ingin segera terbebas darinya.
Dia sudah tidak tahan harus bersikap formal seperti itu ketika berhadapan dengan seorang raja dan dia sendiri sudah merasa sangat pegal harus terus berbicara dengan logat disana, namun terlihat sekali saat itu sang raja api Lu Shi Cheng sama sekali tidak ingin pergi untuk menemui putri Shin tersebut dan dia terus saja terlihat membuat alasan sendiri kepada detektif Zen.
"Sepertinya aku tidak perlu pergi kesana karena Bian Cheng pasti bisa menangani wanita seperti dia sendirian" balas sang raja Api Lu Shi Cheng saat itu.
__ADS_1
Detektif Zen semakin saja penasaran dan dia begitu curiga sekali dengan apa yang di pikirkan sang raja api hingga dia terlihat begitu enggan untuk pergi menemui putri Shin saat itu, padahal sebelumnya dia sudah berbicara kepada adiknya Bian Cheng bahwa dirinya akan pergi untuk menemui putri Shin sesaat lagi, namun sekarang dia justru terus berdiam disana menemani aku tanpa pergi sedikit pun melangkahkan kakinya dan tepi ranjangku.
Detektif Zen pun mulai menanyakan rasa penasaran dan keanehan yang dia rasakan saat itu kepada sang raja Api Lu Shi Cheng secara langsung karena dia pikir menanyakan langsung kepada orangnya adalah cara terbaik untuk mengetahui fakta sebenarnya mengenai alasan mengapa dia terlihat seperti enggan untuk pergi menemui sang putri Shin saat itu.
"Baginda raja, sepertinya kau memang tidak ingin menemui putri Shin sejak, awal dan jika aku tidak salah dalam menebak pemikiranmu, kau juga sengaja membuat alasan seperti tadi kepada adikmu Bian Cheng agar dia yang bisa menyelesaikan semuanya sendiri, bagaimana apakah dugaanku ini benar?" Ucap detektif Zen sambil menyelidiki raut wajah dari raja api tersebut.
Karena dia seorang detektif di kehidupan dia dalam dunia yang sudah canggih dan modern tetu saja detektif Zen sudah memili bener keahlian dalam menilai dan melihat ekspresi wajah orang, terlebih dia juga tipe orang yang paling sensitif sehingga dia bisa mengetahui apa yang di pikirkan orang lain tentang sesuatu, meski terkadang orang itu tidak mengatakan apapun kepadanya.
Detektif Zen selalu bisa membuat semua orang yang menggunakan jasanya sangat puas dengan hasil kerjanya mereka semua sangat mengagumi dia dan namanya sudah sangat tersebar, sehingga dia sudah bisa di katakan telah terbiasa menangani hal-hal semacam ini, makanya tidak sulit untuk detektif Zen mengetahui beberapa hal lebih dulu di bandingkan orang yang lainnya.
Dia adalah detektif yang sangat misterius dan banyak sekali penggemar di belakangnya namun dia tidak pernah mempublikasikan mengenai dirinya, identitas dia ataupun segalanya tentang dirinya, hanya karena dia adalah seorang detektif dia tentu tidak ingin ada orang lain yang mau mencari tahu tentang informasinya.
Dan jika dia membuka semua identitas dia kepada orang lain, dia takut bahwa dirinya akan memiliki musuh dan selalu dalam pengintaian orang yang iri dengan pencapaian karirnya nanti sehingga dia memang lebih memilih merahasiakan segala tentangnya.
Tetapi kini dia malah jatuh ke dunia yang sama sekali tidak dia kenali sedikitpun dan dia meninggalkan rumahnya begitu saja, dia terkadang merasa sedikit cemas dengan kondisi rumah dan semua berkas penting yang dia tinggalkan di rumahnya begitu saja.
Sedangkan di sisi lain Baginda raja api Lu Shi Cheng terlihat menatap dengan tatapan begitu dalam pada detektif Zen karena dia merasa sedikit heran karena detektif Zen bisa mengetahui apa yang dia pikirkan saat itu, padahal sebelumnya tidak ada yang bisa berbicara dengan mengetahui apa yang di pikirkan oleh sang raja api sebelumnya, termasuk dengan adiknya sendiri Bian Cheng yang selalu selangkah lebih dekat dengan dirinya di bandingkan warga kerajaan lainnya di tempat tersebut.
Oleh karena itu sang raja api Lu Shi Cheng terus merasa sangat heran dan memberikan tatapan yang cukup tajam kepada putri Xiao You saat itu, hingga dia mulai mendekatinya dan mulai berbicara pelan terhadapnya.
"Darimana kau bisa mengetahui apa yang aku rasakan dan aku pikirkan, apa kau seorang peramal?" Tanya sang raja api Lu Shi Cheng dengan wajah yang sangat serius menatap ke arah detektif Zen begitu dekat.
Mendengar ucapan tersebut langsung saja detektif Zen merasa sangat lucu dengan melihat wajah sang raja api Lu Shi Cheng yang bicara menduga dirinya sebagai seorang peramal padahal dia hanya menebak saja dan mungkin itu sebuah kebenaran yang di rasakan oleh sang raja api sebab dia mulai berbicara demikian kepada detektif Zen.
Detektif Zen sudah tidak bisa menahan gelak tawa lagi dia langsung saja tertawa cukup keras saat itu sambil segera menutup mulutnya karena langsung mendapatkan tatapan tajam dan wajah tidak suka dari sang raja api.
"Ahahaha....raja api apa kau sedang bercanda denganku, bagaimana bisa kau mengira aku ini sebagai seorang peramal aku hanyalah aku, aku bukan putri Xiao You apa kau lupa jadi itu adalah salah satu keahlianku untuk menebak dan mengira-ngira raut wajah seseorang dengan jeli dan dengan begitu pula aku bisa menebak semua itu" balas detektif Zen mengatakannya setelah dia lebih tenang dan bisa menghentikan tawanya.
Sang raja api masih belum mengerti sepenuhnya dengan apa yang baru saja di bicarakan oleh seorang wanita di hadapannya tersebut, dan untuk kesekian kali nya dia mendengar wanita di hadapannya itu menyebutkan bahwa dirinya bukanlah putri Xiao You sehingga mendengar itu sang raja api semakin penasaran dan terus ingin mengetahui semuanya lebih dalam.
Dia terus memperhatikan seluruh tubuh detektif Zen dimana dia pikir semuanya sangat mirip sekali dengan sosok putri Xiao You dari kerajaan suci, semuanya sangat sama persis bahkan tinggi badan, rambut juga ukuran pakaiannya, sehingga sangat sulit untuk mengatakan dan mempercayai bahwa wanita itu bukanlah putri Xiao You dari kerajaan suci.
"Apa kau sungguh bukan putri Xiao You?" Tanya sang raja api kembali memastikannya.
"Sungguh aku bukan dia, kau ingat baginda raja ketika aku masuk tersedot begitu saja ke dalam rak buku yang ada di kamarmu, lalu aku tiba-tiba muncul lagi dengan sendirinya, coba kau pikir apa seorang putri Xiao You bisa melakukan itu dan apakah seorang putri Xiao You dari kerajaan suci akan memiliki karakter sepertiku, aku bisa melawan prajurit mu meski tidak sehebat adikmu, sedangkan putri Xiao You sama sekali tidak se pemberani aku, dia putri Xiao You You yang sangat lembut dan baik hati, aku sama sekali tidak sama dengannya hanya wajah dan tubuh kami saja yang terlihat sangat sama bagaimana pinang di belah dua" balas detektif Zen mengatakan semuanya.
Alhasil sang raja Api Lu Shi Cheng pun mulai mempercayai ucapan dari detektif Zen saat itu karena dia juga sudah memperhatikan wajah dan bola mata detektif Zen selama dia bercerita sedari tadi, dan dari tatapannya tersebut raja Api Lu Shi Cheng sama sekali tidak menemukan sedikit tanda-tanda kebohongan dari ucapannya.
Terlebih cara bicara detektif Zen sangat membuatnya yakin dengan apa yang dia katakan sebelumnya, sampai sang raja api langsung bangkit berdiri dan menutup semua tingkap disana dia memastikan bahwa tidak akan ada orang yang bisa menguping pembicaraan dia dengan sang putri Xiao You palsu tersebut.
Bahkan sang raja api Lu Shi Cheng meminta penjaga untuk berjaga di pintu depan disana untuk berjaga-jaga dengan sigap dan tidak mengijinkan siapapun untuk masuk ke dalam sana sekalipun itu adalah adiknya Bian Cheng.
"Penjaga kau berjaga lah di sini dengan serius, lihatlah ke segala arah dan jangan biarkan siapapun untuk mengintip apalagi bersikap mencurigakan di sekitar tempat ini, bahkan jika yang datang adalah adikku Bian Cheng biarkan dia menunggu di luar saja" ujar sang raja api memberikan perintah,
"Baik Baginda" balas penjaga tersebut sambil membungkuk memberi hormat dan segera melaksanakan tugasnya dengan cepat.
Di sisi lain Bian Cheng yang datang menemui putri Shin dia tidak bisa lagi menahan putri Shin yang terus berontak mencoba untuk masuk ke dalam wilayah kerajaan, meski saat itu Bian Cheng sudah menahan tubuhnya dan menyuruh dia untuk pergi kembali pada kediaman dia sendiri dan tidak bisa mengganggu waktu sang raja juga calon permaisurinya.
"Putri Shin sebaiknya anda pergi dari sini sekarang juga atau saya tidak akan memberikan anda toleransi lagi selanjutnya" ujar Bian Cheng dengan wajah yang serius dan sangat tajam memberikan peringatan terhadapnya saat itu.
Sayangnya putri Shin bukanlah seseorang yang mudah untuk diatur dia justru adalah wanita yang sangat keras kepala dan memiliki prinsip dalam hidupnya yang begitu kuat dan keras sekali, sehingga semua peringatan dan ucapan dari Bian Cheng sama sekali tidak di hiraukan olehnya dan dia masih terus saja berani membantah ucapan dari Bian Cheng.
"Tidak....aku tidak akan pergi begitu mudah dari sini, tidakkah kau tahu bahwa aku sudah menjadi sekutu kalian dalam waktu yang lama, mengapa kakakmu raja Api Lu Shi Cheng malah membela putri Xiao You You yang sudah jelas berasal dari kerajaan suci, musuh dan para pengkhianat itu, apa kalian masih bisa mempercayai orang dari kerajaan yang bahkan pemimpinnya seorang pengkhianat?" Teriak putri Shin sangat keras dan lantang.
Bian Cheng yang mendengar ucapan lantang tersebut keluar dari mulut seorang putri Shin yang selama ini selalu patuh dan bersikap baik di kerajaan dia tentu merasa cukup kecewa terhadapnya karena dia bisa berubah dengan begitu cepatnya hanya karena rasa cemburu di dalam hatinya, sebab Bian Cheng sendiri sudah mengetahui bahwa putri Shin diam-diam menaruh perasaan kepada kakaknya sang raja api Lu Shi Cheng dalam waktu yang cukup lama selama ini.
__ADS_1
"Putri Shin, jangan anda kita bahwa aku tidak mengetahui apa yang anda sembunyikan dari kami semua selama ini, aku tidak akan membiarkan kau membuat kekacauan yang lebih besar lagi di depan istana seperti ini, tidakkah kau malu, kau adalah seorang tauladan dan kau sangat pandai dalam pengobatan sama dengan mendiang ayahmu, kau diangkat oleh kerajaan api ini tapi kau membuat kegaduhan seperti ini, rasa cemburu dan iri di dalam hatimu akan membunuh dirimu sendiri" ucap Bian Cheng memperingatinya sangat keras.
Hingga dia langsung saja memerintahkan para prajurit disana untuk menyeret sang putri Shin tersebut agar keluar dari wilayah bangunan kerajaan tempat Baginda raja tinggal.