
"Baiklah raja Ming Hao yang bijaksana, aku sungguh kagum dengan kebijaksanaan dirimu hari ini, dan aku hanya ingin mempertegas saja dari semua hal yang terjadi, bahwa mulai hari ini putri Xiao You dari kerajaan suci bukan lagi milik kerajaan ini, tetapi dia adalah calon ratu dari kerajaan api, yang akan menikah denganku dan hidup selamanya dalam kesetiaan terhadap aku sang raja sekaligus calon suaminya juga seluruh kekuatan kerajaan api!" Ujar sang raja api membuat pengumuman yang sangat menyakitkan untuk seluruh warga kerajaan suci juga semua kerabat kerajaan yang ada di sana menyaksikan secara langsung hal menyedihkan tersebut.
Raja Ming Hao sungguh tidak berdaya dia hanya bisa menatap dengan mengeratkan giginya juga tangan yang terus terkepal sangat kuat memperlihatkan urat di tangannya yang begitu mengencang dalam seketika.
Detektif Zen juga merasa sangat takut dan kaget bahkan dia sampai kesulitan menelan salivanya sendiri ketika mendengarkan pengumuman yang diucapkan eh raja Ali Lu Shi Cheng tersebut tentang dirinya.
"Astaga ...apa yang sudah dia katakan tidak mungkin juga jika nantinya aku benar-benar akan hidup di dunia ini selama sisa hidupku dan menjadi istri dari raja api sialan yang jelek ini, aishhh....aku tidak mau... tidak mau" batin detektif Zen terus saja menolaknya dengan keras.
Sedangkan sang raja Api Lu Shi Cheng terlihat sangat senang dengan wajahnya yang begitu cerah juga menampakkan senyum yang cukup lebar saat itu, selain merasa puas karena mendengar kabar yang mulia meninggal dia juga senang sebab kerajaan suci pada akhirnya akan memberikan dan menuntaskan janji mereka kepada kerjaan api yang sempat mereka ingkari sebelumnya.
Terlihat An Chen menahan emosi di dalam dirinya dia menatap dengan wajah yang mulai memerah dan kedua tangan yang dia kepalkan sangat kuat, sang ratu juga berusaha untuk menenangkan putra keduanya tersebut agar tidak sampai berbuat hal yang di luar kendali hingga sampai membuat keributan dalam kondisi yang sudah menegangkan seperti itu.
Sampai akhirnya sang raja api Lu Shi Cheng segera pergi dari sana bahkan tanpa berpamitan secara resmi kepada raja Ming Hao juga seluruh anggota kerajaan yang hadir dalam pertemuan tersebut.
Bian Cheng juga mengawal sang kakak juga calon ratunya dengan sangat ketat bahkan dia menahan An Chen yang saat itu terlihat hampir berlari untuk menyusul adik kesayangannya putri Xiao You yang di gandeng dan di bawa pergi dengan paksa oleh seorang raja yang terkenal dengan kekejamannya di seluruh wilayah negeri Amura ini.
"Tidak....lepaskan biarkan aku bertemu dan memerlukan adikku untuk terakhir kalinya" ucap An Chen yang berusaha berontak saat itu.
"Hentikan tingkah kekanakanmu sang panglima perang, kau harus merelakan adikmu karena memang itu yang seharusnya terjadi jauh sebelum kau tumbuh sedewasa ini!" Ucap Bian Cheng dengan wajahnya yang terlihat tidak bersahabat kepada An Chen.
Saat itu juga An Chen yang di penuhi dengan emosi yang menggebu di dalam dirinya dia hampir saja akan melontarkan sebuah p*kulan pada Bian Cheng namun untungnya sang Ratu datang tepat waktu dan dengan cepat menahan tubuh putra keduanya hingga Bian Cheng pergi dari sana menyusul kakaknya Lu Shi Cheng juga sang calon ratu kerajaan Api putri Xiao You.
Di perjalanan setelah melewati wilayah gerbang tinggi kerajaan suci detektif Zen benar-benar merasa sangat canggung dan jantungnya tidak bisa berhenti untuk berdetak sangat kencang saat itu, dia merasa sangat tidak karuan dan begitu banyak pemikiran serta asumsi di dalam otaknya saat itu, dia terus mencemaskan semua hal yang belum tentu akan dia alami suatu saat nanti, dia merasa sangat gugup saat harus duduk di depan sang Raja api Lu Shi Cheng meskipun itu sebenarnya bukanlah yang pertama kalinya untuk seorang detektif Zen di bawa menaiki kuda bersama orang tersebut.
Namun kali ini setelah dia mengetahui siapa pria tersebut sebenarnya, dirinya menjadi cukup takut sebab sekarang sudah tahu dengan jelas bahwa raja api memang cukup kejam dan dia memang sangat di takutkan oleh banyak orang, bahkan sebelumnya ketika sang raja api membawanya menunggangi kuda melewati wilayah penduduk kerajaan suci, tidak ada satu pun warga yang terlihat keluar dari rumah mereka.
Bahkan semua jendela dan pintu langsung di tutup dengan rapat ketika kuda yang mereka tunggangi mulai melewati jalanan tersebut, seakan semua orang benar-benar sangat takut dengan raja Lu Shi Cheng dan semua itu sudah cukup bagi detektif Zen untuk mengetahui seberapa menyeramkannya sang pria di belakangnya ini.
"Dia...sangat menakutkan sekarang kenapa aku baru menyadarinya, aahhh aku harus bagaimana menghadapinya" batin detektif Zen merasa cemas sendiri.
Dia memegangi pakaian sang raja api karena tidak tahu lagi harus berpegangan pada apa ketika dia menunggangi kuda seperti itu, dan dia juga masih belum terbiasa untuk berpergian dengan seekor kuda yang harus dia tunggangi kemana-mana sebab di dunianya semua sudah sangat canggih dan bahkan kuda sudah di gunakan hanya untuk olahraga saja atau hiburan lainnya bukan sebagai alat transportasi seperti ini.
Selama menempuh perjalanan yang cukup jauh, detektif Zen sama sekali tidak pernah mengeluarkan sepatah katapun begitu juga dengan sang raja api Lu Shi Cheng yang terus saja fokus dengan jalanan yang lurus ke depan, melewati hutan belantara yang cukup panjang juga lama sekali hingga hari sudah mulai gelap dan mereka belum berhenti juga dalam menjalankan kudanya.
Padahal sebelumnya saat detektif Zen pergi dari kerajaan api menuju kerajaan suci mereka beristirahat dahulu di hutan itu sebelum melanjutkan perjalanan mereka ke esokan paginya.
Namun kini bersama sang raja api dia sama sekali belum beristirahat saat itu hingga dirinya benar-benar sudah tidak tahan dan mengantuk, meski detektif Zen terjatuh ke dunia antah berantah yang bernama negeri Amura ini, tetapi bukan berarti dia tidak merasa lapar dan mengantuk, dia juga tetap mengantuk dan butuh istirahat sehingga saat itu dia terus saja mengantuk sampai dia hampir terjatuh dari kuda tersebut dan akhirnya sang raja api Lu Shi Cheng memutuskan untuk menghentikan perjalanannya terlebih dahulu.
Sedangkan detektif Zen yang merasa kepalanya seperti di tahan oleh tangan seseorang dan kudanya sudah tidak terasa bergerak lagi dia mulai membuka matanya dan menatap kaget melihat dia benar-benar sudah berhenti saat itu.
__ADS_1
"Ehh...kenapa kau berhenti, apa kita akan istirahat dahulu?" Tanya detektif Zen saat itu dengan wajahnya yang kebingungan.
"Benar ayo turun dan berhati-hatilah, aku akan menghentikan adikku dahulu, kau tunggu di sini dan jaga kudanya" ujar sang raja api tersebut.
Detektif Zen hanya mengangguk patuh saja sampai tidak lama adiknya Bian Cheng tersebut tiba, dia juga langsung menghentikan kudanya secara mendadak dan langsung turun dari kuda yang terlihat sangat jinak tersebut, bahkan tanpa mereka mengikat tali kuda itu ke batang pohon aku rasa kudanya tetap tidak akan pergi kabur meninggalkan mereka, kecuali jika memang ada yang mencurinya.
Bian Cheng yang melihat sang kakak berhenti di depan dia segera menghampirinya dan menanyakan alasan kenapa dia menghentikan perjalanan yang tinggal sedikit lagi saja.
"Baginda Raja kenapa kau menghentikan perjalanan kita, bukankah kau sudah memerintahkan agar kita terus maju supaya bisa sampai ke istana pagi nanti dan kau akan mengadakan pengumuman yang sangat penting" ucap adik angkatnya Bian Cheng saat itu.
Sang Raja Api Lu Shi Cheng yang mihat adiknya justru malah berbicara terlalu keras, dia langsung saja memberikan sebuah tatapan yang cukup tajam sampai membuat sang adik memahami dengan arti tatapannya tersebut dan langsung saja membungkuk sambil menutup mulutnya tidak lagi berbicara saat itu.
Sampai sang raja api Lu Shi Cheng segera menyeret tangannya cukup kasar agar bicara menjauhi detektif Zen yang terlihat berusaha untuk menguping pembicaraan kedua pria dengan jubah hitam tersebut.
"Kakak...kenapa kau menarikku seperti itu?" Ucap sang adik Bian Cheng berbicara memelankan suaranya karena melihat kakaknya menunduk seperti itu.
"Diam kau! Jangan bicara lebih keras lagi, atau dia akan mendengar perkataan dirimu" ucap sang raja api Lu Shi Cheng memperingati adiknya dengan berbisik pelan dan terlihat mengeratkan giginya saking merasa gemas dengan sang adik Bian Cheng yang mah terus bicara dengan suara tetap agak keras menurut dirinya meski saat itu sang adik Bian Cheng sudah merasa perkataan yang dia ucapkan sudah sangat pelan saat itu.
"Kakak ada apa denganmu, kenapa kau terlihat sangat aneh, ayo kita lanjutkan saja perjalanan kita" ujar sang adik Bian Cheng yang sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh kakak nya sang raja api Lu Shi Cheng saat itu.
Hal tersebut cukup membuat seorang raja api Lu Shi Cheng merasa sangat geram dengan adiknya sehingga dia langsung saja mengutarakan semua yang dia maksudkan agar adiknya tidak banyak bertanya lagi dan menatapnya dengan tatapan aneh juga sangat menyebalkan seperti itu.
Adiknya Bian Cheng yang masih belum paham juga meski saat itu sang kakak sudah mengatakannya dia masih tetap saja membicarakan solusi dari hal itu dan mengatakan banyak cara kepada sang kakak Raja Api Lu Shi Cheng yang saat itu jelas sekali dia sudah memutuskan untuk beristirahat satu malah saja di hutan tersebut.
"Kak...sejak kapan kau perduli dengan hal seperti itu, dia kan bisa kau pegangin atau jika kau tidak sanggup biar dia bersama denganku saja aku akan membiarkan dia tetap terjaga malam ini, agar tidak mengganggu perjalanan yang sudah kita rencanakan, bagaimana" ujar Bian Cheng yang membuat raja api menghembuskan nafasnya dengan kasar dan membelalakkan matanya semakin lebar juga sangat menakutkan saat itu.
"Astaga...kenapa aku harus memiliki seorang adik dan panglima perang yang bodoh sepertimu!" Ucap sang raja api sambil memegangi jidatnya dan mengurut ya pelan saat itu.
Bian Cheng justru juga malah ikut-ikutan memegangi keningnya padahal dia juga tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi dan alasan mengapa sang kakak malah mengatai ya bodoh seperti itu.
Hingga raja api harus memberitahu dia dengan sangat jelas untuk terakhir kalinya saat itu dan raja api Lu Shi Cheng mengatakannya begitu dekat pada telinga sang adik Bian Cheng dengan harapan agar ucapannya itu bisa di mengerti lebih cepat oleh adiknya jika dia mengatakan kalian tersebut tepat di samping telinganya saat itu.
"Kau...dengarkan aku baik-baik, kita akan beristirahat dan aku tidak sanggup mengendarai kudanya lagi, jika kau mau pergi lebih dulu maka pergilah jangan membuatku semakin emosi!" Ucap sang raja api Lu Shi Cheng sambil segera pergi mengibaskan jubahnya saat itu.
Raja api langsung menghampiri detektif Zen yang terlihat terduduk menyandarkan tubuhnya di bawah pohon yang cukup besar saat itu, sedangkan Bian Cheng menatap heran punggung kakaknya dengan menggaruk belakang kepalanya merasa kebingungan sendiri dengan apa yang terjadi terhadap kakak nya hari itu.
"Ehhhh ...ada apa dengan kakak Lu Shi Cheng, sejak kapan ketahanan tubuhnya menjadi lemah seperti ini, biasanya dia sangat kuat dan tidak pernah merasa lelah atau tidak sanggup menunggangi kuda, ke apa tiba-tiba malah seperti ini? Aneh sekali?" Gerutu Bian Cheng mengerutkan kedua alisnya bersamaan saat itu.
Sang raja api me ghampiri detektif Zen dan dia segera duduk di sampingnya saat itu, detektif Zen yang merasa sangat gugup ketika melihat sang raja api tersebut malah terus menatap wajahnya seperti itu bahkan tanpa berkedip sekalipun, dia merasa ini terlalu aneh dan sangat mengganggu dirinya sehingga dia langsung bertanya kepada sang raja api Lu Shi Cheng dengan nadanya yang sudah dia rubah dengan cepat.
__ADS_1
"Heh...kenapa kau menatapku selekat itu, apa kau tidak ingin berkedip sedikitpun?" Ucap detektif Zen dengan mengerutkan dahinya merasa heran saat itu.
Raja api langsung saja memalingkan pandangan ke depan dan dia bahkan membenarkan posisi duduk ya dengan cepat, reaksi yang di berikan oleh raja api ketika detektif Zen bertanya seperti itu justru malah membuat Bian Cheng yang memperhatikannta dari jauh merasa semakin aneh melihat sang raja api Lu Shi Cheng terlihat cukup berubah saat itu.
"Ada apa dengan kakak, apa dia sedang tidak baik-baik saja" batin Bian Cheng yang merasa cemas dengan kondisi kakaknya saat itu.
Sedangkan sang raja api langsung saja membalas detektif Zen dengan nada bicaranya yang begitu keras sama seperti biasanya juga wajahnya yang tanpa senyuman sedikitpun.
"Jika kau mengantuk tidurlah di kau bisa menggunakan kakiku untuk tumpuan kepalamu" ujar sang raja api Lu Shi Cheng begitu saja.
Detektif Zen tentu merasa sangat heran dan dia refleks membelalakkan matanya sangat lebar saking kagetnya mendengar ucapan dari sang raja api kala itu, dia juga tidak bisa menerima tawaran tersebut dan langsung saja menolaknya dengan ucapan yang cukup kasar sama seperti gaya bicaranya ketika pertama kali bertemu dengan sang raja api tersebut.
"Hah? Apa maksudnya kau berkata begitu, tidak perlu aku bisa tidur bersandar di pohon ini, karena pohon ini lebih empuk daripada kakimu apa kau tahu hah!" Balas detektif Zen sambil dilanjutkan dengan gerutuannya tanpa henti dan dia langsung memalingkan pandangan ke arah berlawanan lalu mulai menutup matanya dengan cepat.
Sang raja Api Lu Shi Cheng tentu saja merasa sangat kesal dan cukup emosi karena dia melihat putri Xiao You tersebut justru malah membalas dia dengan jawaban yang kasar seperti itu padahal sebelumnya belum pernah ada seorang pun yang berani berbicara seperti itu kepadanya, apalagi dia mengatakannya dengan sangat lantang tepat di sampingnya saat itu.
Raja api terus saja merasa sanga kesal dan emosi dia mendengus dengan kesal lalu langsung melipatkan kedua tangannya di depan dada dengan perasaan tidak menentu dan terus menatap tajam kepada sang adik Bian Cheng yang saat itu tengah membuat api unggun seorang diri tidak jauh di hadapannya.
Sang adik Bian Cheng juga merasa aneh dan kebingungan sampai dia menaikkan kedua alisnya melihat sang raja Api Lu Shi Cheng, justru malah menatap tajam kepadanya padahal yang membuatnya kesal dan emosional sampai seperti itu adalah putri Xiao You yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan diri dia.
"Astaga kenapa putri Xiao You dari kerajaan api itu sangat berani berkata seperti itu pada kakak, dia kan emosional, aahhh sekarang dia justru malah menatap ke arahku dengan tatapan tajam menusuk seperti ini, sebaiknya aku berpura-pura tidak mihatnya saja, itu sudah lebih baik untukku" batin sang adik Biang Cheng saat itu.
Dia langsung saja kembali membalikkan badannya ke arah api unggun dan terus menyibukkan dirinya sendiri karena takut dengan tatapan sang raja Api Lu Shi Cheng yang sangat tajam dan cukup menusuk bagi dirinya saat itu.
"Dasar putri sialan dan aneh ini, siapa dia sebenarnya, tidak mungkin putri dari kerajaan suci memiliki etika yang sangat buruk seperti ini, apalagi dia pernah mengaku sebagai orang lain sebelumnya, dia benar-benar menjengkelkan!" Batin sang raja api Lu Shi Cheng saat itu.
Sampai tidak lama disaat sang raja api tengah merasa sangat kesal tiba-tiba saja detektif Zen yang sudah tidur sejak dia membalas ucapan sang raja api dengan kasar tiba-tiba saja kepalanya tersebut menyandar pada pundak sang raja api secara tidak sengaja dan detektif Zen yang memeluk badannya sendiri dan terlihat bergetar kedinginan.
Hal tersebut membuat sang raja api cukup kaget sampai dia membuka matanya dengan sangat lebar dan langsung melirik ke samping melihat wajah sang putra Xiao You tertidur menyandar pada sebelah pundaknya dengan begitu lelap.
"Hah....dia bilang tidak membutuhkan bantuan dariku tetapi sekarang dia sendiri yang justru malah bersandar pada pundakku dasar manusia ini" gerutu sang raja api Lu Shi Cheng yang terlihat lama kelamaan dia mulai tersenyum kecil dan dia seperti menahan semun di wajahnya dengan kuat saat itu sebab takut akan ketahuan oleh adiknya Bian Cheng.
Sang raja api juga mulai memejamkan matanya dan membiarkan adiknya Bian Cheng untuk berjaga pertama kali malam itu.
Sedangkan di sisi lain sang adik sekaligus panglima perang dari kerajaan api dia menatap ke arah kakaknya Lu Shi Cheng yang tidur dengan begitu santai serta putri Xiao You yang bersandar di pundaknya saat itu, dia akhirnya bisa merasa sangat lega karena tidak perlu mendapatkan tatapan tajam yang menyeramkan lagi dari kakaknya tersebut.
"Huuh... akhirnya dia tidur juga, aku lebih baik berjaga sepanjang malam daripada harus membangun dia, yang ada aku akan mendapatkan semprotan lagi darinya aahhh aku tidak berani" gerutu sang adik Bian Cheng yang memang takut pada kakaknya sendiri.
Memang amarah dari seorang raja api Lu Shi Cheng ini tidak bisa di sepelekan, dia memiliki badan yang sangat gagah dan tangguh dalam perang, bahkan sejak kecil dia sudah bisa mengalahkan pimpinan musuh dan menyelamatkan sang raja dari kerajaan suci apalagi sekarang di saat tubuhnya sudah besar dan pikirannya semakin dewasa.
__ADS_1
Dia terlihat semakin menakutkan hingga tidak ada kerajaan manapun yang berani menyerangnya kecuali kerajaan suci yang sudah menjadi musuh bebuyutan sejak lama.