
Saat mendengar ucapan dari Bian Cheng tentu saja putri Shin tidak datap menerima perlakuan darinya seperti itu, dia yang memang tidak terima dengan kedatangan putri Xiao You You di kerajaan api ini terus saja berusaha berontak meski pun beberapa penjaga sudah menyeretnya dan membawa dirinya dengan paksa untuk keluar dari wilayah bangunan kerajaan api tersebut.
"Tidak...lepaskan...lepaskan aku, Bian Cheng apa ini yang kau lakukan kepadaku atas semua yang aku berikan untuk kerajaan api kalian hah!" Bentak sang putri Shin saat itu.
"Bawa dia keluar dari sini secepatnya, dan jangan biarkan dia masuk ke dalam dengan bebas seperti ini lagi tanpa ada izin dari baginda raja!" Ucap Bian Cheng memerintahkan prajurit penjaga disana.
Mereka segera menyeret lebih kuat seorang putri Shin tersebut dan membawanya dengan segenap kekuatan yang cukup kasar sampai keluar dari sana, sedangkan putri Shin sendiri terus berteriak dengan kencang dan memberontak untuk melepaskan diri dari genggaman tangan para penjaga tersebut.
"Aaahhhhkkkk..lepaskan aku, aku bisa pergi sendiri dari sini, dan kau Bian Cheng lihat saja nanti, aku tidak akan membiarkan sang raja api menikah dengan mudahnya bersama putri si pengkhianat tersebut!" Bentak putri Shin memberikan ancaman pada Bian Cheng.
Kemudian dia menghempaskan tangan kedua penjaga yang berusaha untuk menyeret tubuhnya lagi dan dia pergi mengibaskan jubah gaun yang dia kenakan sebagai pengenal dirinya sebagai putri dari seorang tabib terkenal dari kerajaan suci sebelumnya.
Dia pergi dalam keadaan yang sangat marah dan di penuhi dengan emosi yang menggebu di dalam dirinya.
Sedangkan disisi lain Bian Cheng yang mendapatkan ancaman seperti itu dari seorang putri Shin, dia tidak bisa mengabaikan begitu saja ancaman yang dilontarkan oleh seorang putri Shin tersebut karena dia telah mengenal putri Shin dalam waktu yang cukup lama selama ini, sehingga dia juga mengetahui bagai sikap dari putri Shin yang sebenarnya diamana dia selalu saja bersikap sangat keras pada dirinya sendiri maupun orang lain.
Dia juga merupakan seorang wanita pemberani yang sudah membantu kerajaan api dalam memenangkan perang melawan kerajaan suci sebelumnya, dia juga yang sudah menjadi mata-mata bagi kerajaan api selama ini, sehingga sebelumnya kerajaan api bisa berjaga-jaga sebelum kerajaan suci berniat untuk menyerang kerajaan api secara tiba-tiba sebelumnya.
"Putri Shin kapan kau akan menyadari apa yang aku pikirkan tentangmu, mau tidak akan bisa bersanding dengan seorang raja sebab sikapmu sendiri yang tidak pantas menjadi seorang permaisuri" ucap Bian Cheng dengan sorot mata yang tajam menatap ke arah perginya putri Shin dengan kuda yang dia tunggangi.
Setelah menyelesaikan masalah putri Shin Bian Cheng sendiri mulai terpikirkan dengan kakaknya sang raja api yang mengatakan akan datang untuk menemui putri Shin secara langsung saat itu tetapi dia sama sekali tidak menemukan kakaknya datang menyusul dirinya hingga dia terpaksa harus mengusir putri Shin dengan cara kasar seperti itu, karena tidak memiliki jalan keluar lain lagi.
Putri Shin memang tidak akan menyerah dengan mudah, dia akan terus berontak bahkan bisa saja menerobos masuk ke dalam kerajaan api untuk menemui sang baginda raja untuk mengatakan apa yang ingin dia sampaikan secara langsung, sehingga Bian Cheng juga memang tetap harus mengusirnya karena dia tahu baginda raja sudah mencurigai putri Shin yang terlihat tidak benar-benar tulus dalam bersekutu dengan kerajaan api ini.
Disisi lain sang raja api Lu Shi Cheng sendiri tengah menatap tajam mendekati detektif Zen dan dia ingin menanyakan segalanya tentang siapa sebenarnya sosok wanita yang begitu mirip dengan Putri Xiao You You dari kerajaan suci tersebut, pada awalnya dia pikir mungkin hanya perasaan dirinya saja yang merasa bahwa putri Xiao You terlihat agak berbeda dan dia pikir semua ucapan putri Xiao You sebelumnya hanya sebuah kebohongan semata yang di katakan putri Xiao You untuk melepaskan diri darinya.
Raja api juga tidak berniat benar-benar mempersunting putri Xiao You untuk menjadi ratu di istana kebesarannya, niat awalnya dia hanya ingin menyiksa putri Xiao You atas semua dosa dan pengkhianatan yang sudah di lakukan oleh kerajaan suci dan juga ayah handanya kepada kerajaan api juga seluruh rakyatnya yang pernah membantu menyelamatkan kerajaan miliknya.
Namun ketika melihat sosok wanita ini tidak mengakui dirinya terus menerus sebagai putri Xiao You tentu saja itu membuat sang raja api merasa curiga dan mulai mencoba berpikir ke arah yang sama.
"Sekarang katakan kepadaku, siapa kau sebenarnya" ucap sang raja api dengan mengeluarkan pedang miliknya dan menodongkan pedang mengkilat tersebut ke depan wajah detektif Zen tepat hampir mengenai lehernya saat itu.
Detektif Zen yang mendapatkan todongan pedang yang sangat mengkilap dan begitu tajam, dia sampai kesulitan untuk menelan salivanya sendiri dan membelalakkan matanya dengan sangat kaget.
Dia tidak pernah merasakan perasaan takut dan tegang yang bercampur menjadi satu seperti sekarang ini, sampai membuat dirinya sulit bergerak sedikitpun, bahkan rasanya saat itu detektif Zen sendiri tidak bisa bernafas dengan leluasa dia sangat takut pedang itu akan mengenai leher atau bagian tubuh miliknya yang lain, dan bisa saja membuat dia mati konyol saat itu juga.
Dia pun segera berusaha untuk menenangkan dirinya agar bisa segera menjawab pertanyaan dari baginda raja api Lu Shi Cheng yang sangat membuatnya kaget dan ketakutan sekali, detektif Zen mulai mengangkat kedua tangannya ke atas bak seorang nara pidana yang tertangkap basah oleh seorang polisi.
__ADS_1
"AA..ahhh...tolong singkirkan pedangmu itu raja api, aku tidak bisa berbicara dan menjelaskan semuanya jika kau menodong aku dengan pedang sepanjang dan setajam itu" ucap detektif Zen berbicara dengan jujur.
Namun sang baginda raja api bukanlah orang yang bisa di tawar seperti itu, disaat detektif Zen mencoba untuk membujuknya dan meminta sang raja api untuk menurunkan dan menyingkirkan pedang tersebut dari wajahnya, bukannya itu di turuti oleh sang raja api justru raja api malah semakin mendesaknya dan lebih mendekatkan pedang tersebut kepadanya, sampai membuat detektif Zen semakin membulatkan matanya dengan sangat lebar dan dia refleks menjauhkan badannya ke belakang untuk menghindari pedang tersebut.
"Cepat katakan atau aku akan menebas lehermu saat ini juga!" Bentak sang raja api itu dengan tatapan matanya yang sangat tajam.
Detektif Zen benar-benar sangat panik sementara dia juga merasa kebingungan sendiri memikirkan bagaimana caranya dia menjelaskan semua hal aneh dan di luar nalar yang terjadi kepadanya hingga membuat dia bisa sampai di negara ini tempat yang sangat aneh dan seperti kembali ke jaman kuno, dia sendiri juga masih merasa kebingungan mengapa orang-orang disana bisa menduga dia sebagai seorang Putri Xiao You dari kerajaan suci yang bahkan dirinya sendiri tidak pernah mengenali putri bernama Xiao You tersebut.
Di tambah sekarang dia malah menerima todongan pedang seperti itu dan masih di paksa untuk menjelaskan semuanya dalam keadaan takut dan gelisah seperti itu, tentu saja itu memberikan kesulitannya semakin bertambah untuk dia me jelaskan semuanya kepada sang raja api.
"Ra..Ra..raja api, bagaimana aku bisa berbicara dan menjelaskannya aku sendiri bahkan tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi dengan diriku hingga aku bisa sampai ke tempat aneh seperti ini, tapi aku memang berkata jujur denganmu, aku memang bukan putri Xiao You dari kerajaan suci yang kau kira dan semua orang pikirkan" ucap detektif Zen dengan menatap membuka matanya lebar dan mengangguk berharap raja api yang sangat sensitif itu bisa mempercayai ucapan yang dia lontarkan barusan.
"Ohhh...tuhan semoga dia memahamiku, semoga saja dia mempercayai ucapanku, aaahh bagaimana aku bisa memberitahunya ya" batinku saat itu merasa sangat tidak tenang.
Saat mendengar ucapan dari detektif Zen sang raja api Lu Shi Cheng terlihat menatapnya dengan tatapan yang sangat dalam bahkan dia terlihat menyipitkan matanya untuk memastikan ucapan dari detektif Zen adalah sebuah kebenaran atau bukan tetapi sayangnya sang raja api memang orang yang sangat berhati-hati sekali, sehingga meski dalam pikirannya dia sudah mempercayai ucapan dari detektif Zen tetapi dia masih tidak ingin membuat sebuah keputusan yang salah dan ragu sehingga dia tetap tidak menurunkan todongan pedangnya tersebut.
"Katakan semuanya kepadaku, siapa kau dan jika kau memang bukan putri dari kerajaan api, lalu darimana kau berasal!" Ucap sang raja api menanyakannya sambil terus saja mendorong pedangnya tersebut sampai mendesak detektif Zen semakin ke belakang saat itu.
Detektif Zen juga terus saja berusaha mencari celah bagaimana caranya agar dia bisa menangkis pedang tersebut dan supaya dia bisa terbebas dari ancaman todongan pedang yang sangat membuat dia tidak tenang dan tidak bisa mengatakan semuanya dengan benar pada raja api sialan yang ada di hadapannya.
"Dasar raja api konyol aku sudah bilang tidak bisa mengatakannya jika dia terus mendesak aku dengan ancaman pedang seperti ini, aishh aku harus bisa membuat dia menjatuhkan pedangnya tersebut" batin detektif Zen terus mencari celah untuk menangkis pedang tersebut.
"Apa yang mau kau lakukan kenapa kau malah diam, cepat jawab ucapanku atau pedang ini benar-benar akan mengenali lehermu!" Ucap sang raja api kembali mengancamnya lagi.
Padahal saat itu detektif Zen tengah mencari celah bagaimana caranya agar dia bisa menjauhkan pedang yang bisa membuatnya gugup dan tidak bisa mengatakan apapun saat itu, sampai dia sudah bisa menemukan celahnya dan terlihat tersenyum kecil lalu dia langsung saja menendang pangkal bagian tangan raja api yang memegang pedang tersebut menggunakan kakinya sendiri hingga pedang itu melayang ke atas dan disaat sang raja api membelalakkan matanya ke arah detektif Zen dengan kaget.
Detektif Zen justru menggunakan waktu itu dengan baik, dia langsung meloncat berdiri dan turun dari ranjang sambil segera meraih pedang yang melayang di udara itu dengan tangannya dengan begitu tepat dan cepat hingga membuat sang raja api langsung memundurkan dirinya dan terlihat berjaga-jaga terhadap detektif Zen saat itu.
Sekarang detektif Zen lah yang memegangi kekuasaan sebab dia yang sudah memegangi pedang sang baginda raja sedangkan disana tidak ada siapapun dan semua tingkap sudah di tutup oleh sang raja sendiri sehingga sebuah senyum lebar mulai tergambar di wajah seorang detektif Zen dengan senang karena dia berhasil membalikkan keadaan.
Kini dia sendiri yang langsung menodongkan pedang tersebut ke arah seorang Baginda raja api Lu Shi Cheng yang menatapnya dengan tatapan tajam juga terlihat cukup marah dan kesal.
"Aaarrkkkhh...beraninya kau melawanku!" Ucap sang raja api saat kakinya di tendang seperti itu.
Semuanya terjadi begitu cepat karena memang detektif Zen menguasai bela diri taekwondo sejak dia duduk di bangku sekolah menengah pertama sehingga dia masih bisa melakukan beberapa serangan juga gerakan yang cukup bagus untuk menjaga keselamatan dirinya sendiri.
"Fyuhh....tidak sia-sia aku belajar taekwondo sampai badanku sakit semua saat itu, ternyata sekarang ada gunanya juga haha" ucap detektif Zen yang terlihat begitu senang karena pedang tersebut sudah berada di tangannya.
__ADS_1
"Kau...serahkan pedang itu kembali padaku, maka aku akan mengampuni perbuatanmu barusan" ucap sang raja api berniat bernegosiasi dengan detektif Zen.
Mendengar ucapan dari sang raja api tentu saja detektif Zen tidak tertarik dengan perkataannya sebab dia sendiri juga sudah pernah mendapatkan ancaman dari seorang raja api dan membuat dirinya terdesak hingga dia merasa takut sebelumnya sehingga kini dia berniat untuk melakukan yang sama kepada sang raja api.
"Haha ....tidak bisa raja api, kau diamlah dan dengarkan semua ucapanku jika kau ingin selamat, aku bisa menebas lehermu itu kapanpun aku mau" balas detektif Zen dengan wajah yang menatap tajam ke arah sang raja api Lu Shi Cheng sambil menodongkan pedang itu tepat ke depan wajah sang raja api sama persis dengan apa yang dia dapatkan sebelumnya.
Raja api pun tidak bisa melakukan apapun karena memang tidak ada yang bisa dia coba untuk mengambil alih kembali pedang tersebut dari detektif Zen saat itu.
Sedangkan detektif Zen sendiri segara bercerita sambil mulai melangkahkan kaki secara perlahan mengilingi sang raja api dan terus mengarahkan pedangnya tersebut ke arah raja api dalam berbagai sisi sampai membuat raja api sendiri sedikit merasa takut karena dia pikir wanita seperti detektif Zen yang ada di hadapannya itu tidak terbiasa memegangi pedang dan dia cemas terkena sasarannya.
Sedangkan detektif Zen sendiri justru malah terus saja terlihat asik bercerita sendiri mengatakan betapa kesal dan stress dirinya karena harus jatuh secara tiba-tiba ke tempat yang antah berantah dan sama sekali tidak dia kenali juga terdapat banyak orang aneh juga menyeramkan sambil menatap ke arah sang raja api seketika.
"Kau tahu raja api Lu Shi Cheng. Aku ini adalah seorang detektif yang terkenal dan di gemari banyak orang, mereka mengandalkan aku untuk memecahkan banyak sekali kasus yang besar maupun kecil, tetapi kau tahu di tengah ketenaran karirku yang melejit aku tentu tidak sanggup melayani semua klien ku hanya seorang diri saja, tentu aku membutuhkan seorang asisten bukan?" Ucap detektif Zen kepada sang raja api yang sebenarnya saat itu dia sama sekali tidak memahami apa yang di bicarakan oleh detektif Zen kepadanya.
Sang raja api justru hanya berusaha menyerap apa yang di bicarakan dengan semampunya saja sambil mencari celah untuk mengambil alih kembali pedang miliknya.
"Aku tiba-tiba bertemu dengan seorang wanita sialan yang membuat aku harus jatuh dan datang ke dunia ini, aku sama sekali tidak tahu dimana aku berada ketika aku bangun tiba-tiba saja aku berada di atas pangkuan seorang pria yang tengah menunggangi kuda dan dia memanggil aku adik, tentu saja aku sangat takut dan kaget karena pria itu membawa pedang yang penuh dengan darah di tangannya juga sekeliling yang berisik dan banyak orang saling membunuh satu sama lain, aku kabur dan mengira pria itu akan membunuh aku juga, tanpa aku sadari aku malah menabrak mu dan membuat aku harus ikut denganmu ke tempat ini, aku sama sekali tidak mengerti kenapa aku harus mengenakan gaun seperti ini sebelumnya dan apa-apaan hiasan rambut ini, aku sama sekali tidak menyukainya aku benci semua ini, aku ingin kembali ke duniaku aku tidak mau berada di sini tapi aku sama sekali tidak tahu bagaimana caranya agar aku bisa kembali ke duniaku...huuuhh..ini sangat membingungkan dan membuat aku selalu kesal" ucap detektif Zen melanjutkan ucapannya dan terus berbicara panjang lebar tentang isi hatinya.
Hingga tidak lama raja api langsung saja menarik salah satu tangan detektif Zen disaat detektif Zen lengah dan terlihat cukup sedih karena menceritakan semuanya kepada dia, dan kini sang raja api berhasil mengambil kembali pedang miliknya sedangkan detektif Zen juga membiarkan raja api kembali mengambil pedangnya tersebut dan raja api segera menyimpan pedangnya kembali pada tempatnya.
"Aaahhhh....hey...jika kau berani untuk menodong aku lagi, maka aku akan kabur dari sini" ucap detektif Zen berusaha mengancamnya.
Detektif Zen langsung melepaskan detektif Zen dan dia justru malah memasukan kembali pedang miliknya ke dalam tempat yang seharusnya.
"Apa kau pikir raja sepertiku akan menyerang orang yang tidak bersalah? Aku tidak seperti ayah handa mu" ujar sang raja api begitu saja,
"Hey ...dia bukan ayahku dia bukan keluargaku dan aku sama sekali tidak mengenalinya, kenapa kau tidak mengerti juga dengan apa yang aku ceritakan kepadamu sebelumnya, AKU BUKAN PUTRI XIAO YOU!" ucap detektif Zen yang menegaskan lagi tentang dirinya kepada sang raja api saat itu juga.
"Aku tahu kau bukan putri Xiao You maka dari itu aku membawamu kemari dan aku meminta kau mengaku padaku siapa kau, tidak mungkin kau bisa datang kemari tanpa tujuan bukan? Katakan apa tujuanmu datang kemari?" Ucap sang raja api kepada detektif Zen dengan menyipitkan matanya.
Detektif Zen kembali menghirup udara dengan kesal dan dia langsung saja menatap tajam kepada raja api itu dengan tatapan yang lebih tajam dari sebelumnya.
"Raja api, apakah kau tidak memiliki otak? Aku sudah bilang bahwa aku adalah detektif namaku Zen aku detektif Zen dari kota yang tidak akan kau ketahui, aku berasal dari dunia dan masa yang berbeda dengan dunia ini, disana semuanya sudah berubah dan sudah sangat berbeda dengan hal yang ada disini, kau tidak akan bisa membayangkan semuanya" balas detektif Zen menjelaskannya lagi.
Tapi sag raja api yang masih saja tidak bisa mempercayai detektif Zen sepenuhnya dia terus saja merasa penasaran dan sangat mencurigai detektif Zen saat itu sehingga dia justru malah menantang detektif Zen untuk membawa dirinya ke tempat dimana dia tinggal dan berasal sebelumnya.
"Ya sudah jika begitu, mengapa kau tidak membawaku ke duniamu, tempat dimana kau berasal baru aku bisa mempercayai seluruh ucapanmu barusan" balas sang Raja api Lu Shi Cheng tersebut membuat detektif Zen langsung membelalakkan matanya dengan sangat lebar.
__ADS_1
"Hah....membawamu ke tempat dimana aku berasal? Haha...apa kau gila ya? Aku saja tidak tahu bagaimana caranya aku bisa kembali kesana, lalu bagaimana aku bisa membawamu juga ke tempat itu, aishhh..." Balas detektif Zen yang benar-benar sudah sangat jengkel dalam menghadapi sang raja api di hadapannya saat itu.