
Sang raja api yang melihat detektif Zen berteriak sekencang itu seorang diri dia hanya bisa langsung berhenti tertawa ketika menonton serial kartun di televisi saat itu, dia langsung menatap ke arah detektif Zen saat itu dan mulai berjalan mendekatinya dengan wajah yang menyelidiki seperti sangat penasaran sekali saat itu.
"Detektif Zen apakah kamu memiliki masalah? Kenapa kamu berteriak seperti tadi apa ada bahaya yang mengintai kita saat ini?" Tanya sang raja api dengan wajahnya yang terlihat menyelidik kepada detektif Zen saat itu.
Lagi dan lagi detektif Zen hanya bisa menghembuskan nafas dengan kasar dan dia tidak tahu lagi harus menghadapi sang raja api itu seperti apa lagi, karena dia sangat pusing untuk menghadapinya saat itu.
"Aaaahhh ... bagaimana aku menghadapinya ya tuhan" gerutu detektif Zen sambil memegangi keningnya yang terasa sangat pusing saat itu.
Sementara sang raja api terus saja menatap dia dengan wajah yang terus menyelidik tidak jelas, sampai terpaksa detektif Zen langsung saja menarik tangannya dan membawa dia untuk kembali duduk di sofa lagi lalu detektif Zen dengan cepat mematikan televisinya tersebut dan mulai mengajak sang raja api agar segera mencari buku misterius dan aneh itu supaya dia bisa mengembalikan kembali sang raja api ke tempat dimana seharusnya dia berada saat ini.
"Aaahh...sudahlah...raja api ayo sebaiknya kita cari buku yang sebelumnya kita temukan, mungkin hanya dengan buku itu anda bisa kembali ke dunia ada lagi" ujar sang detektif Zen memberitahunya.
Raja api pun mulai teringat dan dia berpikiran yang sama dengan detektif Zen saat itu juga, dia mulai mengingat kembali bahwa sebelumnya dia sampai ke dunia aneh itu juga melalui buku dengan tulisan dunia ajaib tersebut.
"Ohhh...kau benar detektif Zen sebelumnya bukankah kau yang menarik tanganku dan kita berada di dunia ini secara tiba-tiba bukan? Lalu kemana kita harus mencari buku itu, atau apakah buku itu berada padamu?" Ucap sang raja api mulai bertanya tentang buku itu lagi.
Detektif Zen sungguh benar-benar pusing untuk menghadapi sang raja api sehingga dia mulai menjelaskan semuanya kepada sang raja api bahwa memang dia tidak menyimpan buku itu dan saat dia kembali muncul di dalam lift rumahnya dia sudah tidak memegangi buku itu lagi.
"Begini raja api, sebelumnya memang aku yang memegangi buku itu tetapi sejak kita masuk ke dalam duniaku ini, aku sudah tidak memeganginya lagi sama dengan apa yang terjadi kepadaku saat aku kembali muncul di duniamu untuk ke dua kalinya saat itu, dan aku tiba-tiba saja menemukan buku itu kembali ketika aku pergi ke rak buku yang ada di kamarmu, karena saat itu aku pertama kali menemukannya disana" balasku menjelaskan kepadanya.
Sang raja api Lu Shi Cheng terlihat terus berpikir dengan keras memikirkan penjelasan yang detektif Zen berikan kepadanya saat itu, dan dia terlihat menatap detektif Zen sangat serius seakan tidak terlalu mempercayai apa yang di katakan oleh detektif Zen sebelumnya padahal detektif Zen sudah mengatakan yang sebenarnya saat itu dan dia sama sekali tidak menyembunyikan apapun pada sang raja Api Lu Shi Cheng kecuali dengan emosi juga kekesalan yang menggebu di dalam hatinya setiap kali melihat sang raja api dengan penampilannya yang sangat aneh itu.
"Raja api kenapa anda menatapku seperti itu, aku sungguh mengatakan yang sebenarnya Baginda raja api Lu Shi Cheng, tidak mungkin aku membohongi seorang raja kejam seperti dirimu, lagi pula aku juga tidak menginginkan keberadaan dirimu di duniaku ini" balas detektif Zen membuat sang raja api justru malah semakin memberikan tatapan tajam dan menusuk kepadanya.
Detektif Zen menjadi sangat cemas dan takut tidak karuan dia terus saja berpikir kesana kemari tidak menentu karena terus memikirkan apa yang telah dia lakukan sampai membuat sang raja api itu harus memberikan tatapan yang membuat bulu kuduknya merinding seperti itu.
"Detektif Zen aku mempercayai dirimu karena hanya kamu yang aku ketahui dan aku kenali di dunia ini namun menurutmu dimanakah pada dunia ini kita bisa menemukan buku tersebut?" Tanya sang raja api Lu Shi Cheng yang membuat detektif Zen langsung berpikir dengan keras saat itu juga.
"Apa yang dikatakan oleh raja api ini memang benar, dimana aku bisa menemukan buku itu, dan tempat semacam apa yang kemungkinan bisa menjadi tempat beradanya buku semacam itu" batin detektif Zen sambil terus memikirkan semuanya secara diam-diam seorang diri saat itu.
__ADS_1
Hingga detektif Zen mulai memikirkan satu kemungkinan yang dia curigai di dalam pikirannya saat itu.
"Raja aku memang tidak tahu dimana tepatnya kita bisa menemukan buku tersebut namun aku pikir jika kita bisa menemukan kamarmu dan tempat rak buku di kamarmu itu berada dalam duniaku maka disanalah kita bisa menemukan buku tersebut dan bisa mengembalikan anda pada duniamu sebelum semuanya terlambat" balas detektif Zen mulai membuat sang raja api menjadi sangat penasaran dengan pemikiran apa yang di miliki oleh detektif Zen sebenarnya saat itu.
Sang raja api mulai meminta detektif Zen untuk menjelaskan apa yang dia pikirkan sebenarnya saat itu dan langsung saja detektif Zen mulai menarik tangan sang raja api sambil segera membawanya ke ruangan tempat kerja detektif Zen saat itu.
"Kenapa kamu membawaku kemari, dan tempat semacam apa ini kenapa semua dindingnya berwarna gelap begini, apakah ini sebuah penjara pada rumahmu ini?" Tanya sang raja api yang selalu banyak bertanya tentang banyak hal yang dia lihat untuk pertama kalinya di sekitar dia saat itu termasuk dengan dinding ruang kerja detektif Zen yang berwarna hitam juga abu-abu saat itu.
"Raja api sebaiknya baginda fokus dengan misi yang akan kita pecahkan saat ini, perjalanan memecahkan misi ini akan segera dimulai sekarang" ucap detektif Zen sambil mulai menyalakan komputer di meja kerjanya saat itu.
Sedangkan sang raja api justru malah menatap kaget dengan matanya yang terbuka lebar ketika melihat layar komputer yang sama dengan layar televisi yang dia tonton sebelumnya dan dia sangat kaget ketika melihat detektif Zen yang bisa menggunakan benda aneh di hadapannya itu.
"Astaga.... Benda apa itu dan apa yang kau lakukan padanya?" Tanya sang raja api dengan wajahnya yang terbelalak kaget.
Detektif Zen benar-benar tidak bisa bekerja dan mencari tahu tentang buku tersebut ketika sang raja api terus saja menanyakan semua benda dan hal yang dia lihat di sekitarnya saat itu, bahkan bukan hanya pada komputer yang dia tanyakan, pas bunga juga sebuah earphone yang di pakai detektif Zen pun dia ambil dan dia lihat dengan sangat serius sambil terus menekannya bahkan saat itu sang raja api sampai mengigit earphone milik detektif Zen.
Dimana earphone tersebut sebelumnya tengah di pakai oleh detektif Zen namun sang raja api langsung mengambil dari telinga detektif Zen begitu saja lalu dia terus memeganginya tidak jelas dan mengigit earphone tersebut menggunakan giginya hingga membuat detektif Zen sangat kaget dan langsung saja dia menghentikan tingkah konyol sang raja api saat itu karena dia takut earphone kesayangannya yang memiliki harga sangat mahal akan rusak sebab di gigit dengan kuat oleh sang raja api.
Padahal sebelumnya dia memakai earphone tersebut untuk memfokuskan diri agar tidak mendengar terus menerus pertanyaan yang sangat tidak pantas untuk dia jawab pada sang raja api Lu Shi Cheng saat itu, namun kini justru malah earphone milik dia dan kesayangannya yang menjadi korban.
"Eee....e..ehhh....raja api apa yang kau lakukan cepat lepaskan earphone itu, itu bukan makanan aishh...jangan merusaknya itu memiliki satu kali dari gajih ku yang sangat berharga huhu" ucap detektif Zen sambil terus memegangi earphone milik dia dan meminta sang raja api untuk membuka mulutnya dengan cepat.
"Aaaa.....raja apa lagi yang kamu tunggu ayo buka mulutmu ini benda berbahaya dan tidak untuk di makan, ayo cepat lepaskan!" Ucap detektif Zen sambil menatap dia dengan tajam.
Dan akhirnya setelah mendengar bahwa alat itu adalah alat yang berbahaya sang raja api pun langsung saja membuka mulutnya dan earphone tersebut berhasil di selamatkan oleh detektif Zen pada waktu yang tepat, sehingga ketika dia mencoba menyalakan musik lagi itu masih berfungsi dengan baik dan detektif Zen merasa sangat senang dengan hal itu, sebab sebelumnya dia sudah sangat panik tidak karuan takut sesuatu yang buruk terjadi pada earphone miliknya yang memiliki harga jutaan tersebut.
"Huhu.... syukurlah earphone kesayanganku yang harganya selangit ini masih bisa aku selamatkan aahhh..uang jutaanku masih bisa aku pegang, rasanya sangat lega, hampir saja aku rugi besar karena raja api sialan itu" gerutu detektif Zen sambil mengusap earphone.iliknya yang besar di gigit oleh sang raja api saat itu.
Disaat detektif Zen memegangi dan terus saja mengusap earphone mahal kesayangannya tersebut, sang raja api Lu Shi Cheng justru malah mendekatinya dan terus menatap dengan tajam sambil kembali bertanya tentang benda di tangan detektif Zen saat itu sambil menunjuknya menggunakan tangannya.
__ADS_1
Sedangkan detektif Zen yang masih merasa parno dan takut dia refleks langsung menjauhkan earphone kesayangannya itu dari tangan sang raja api untuk menyelamatkannya dan menjaga harta nya dengan lebih baik lagi, agar tidak jatuh pada orang yang salah seperti seorang raja api yang bodoh itu dimatanya.
"Benda apa itu sebenarnya, ayo beri tahu aku" ucap sang raja api kembali bertanya lagi.
Detektif Zen menarik nafas cukup dalam dan langsung saja dia menghembuskan nafasnya dengan kasar mengingat dia harus menyia-nyiakan lagi waktu berharga yang dia miliki untuk mencari tahu mengenai buku ajaib itu, karena sang raja api yang benar-benar sulit untuk diajak bekerja sama dengannya saat itu.
"Huuuhh...begini dengarkan aku baik-baik raja api Lu Shi Cheng jika kamu benar-benar ingin mengetahui benda di tanganku saat ini" balas detektif Zen sambil menunjukkan earphone miliknya di telapak tangannya sendiri saat itu.
Dan disaat sang raja api hendak berusaha untuk meraih dan memegangi earphone tersebut dengan cepat detektif Zen langsung menepis tangannya dan sangat menjaga sekali earphone tersebut.
"Pletak...eeehhh....raja api, kamu tidak bisa menyentuh benda ini sembarangan karena benda ini adalah harta berharga milikku dan benda ini sangat mahal hingga dulu aku kesulitan untuk mendapatkannya dengan gaji hasil penyelidikan kasus pertamaku saat itu, jadi kamu tidak boleh menyentuhnya" balas detektif Zen menjelaskan hal tersebut.
"Mengapa itu menjadi harta berharga milikmu bukankah harta berharga hanya emas di dunia ini?" Tanya sang raja api yang tidak mengerti apapun sama sekali.
Detektif Zen hampir saja kembali merasa frustasi untuk menjelaskannya karena dia sangat bingung dan tidak mengerti sedikit pun apa yang bisa dia jelaskan dan bagaimana caranya untuk membuat sang raja api Lu Shi Cheng itu mengerti dengan semua hal di dunia ini yang tentu sangat asing bagi dirinya saat itu.
"Huuhh....raja api intinya disini dan di duniamu sangatlah jauh berbeda dan kamu harus mendengarkan ucapanku sama seperti aku yang mendengarkan ucapanmu ketika aku berada di duniamu, apa kamu mengerti?" Ucap detektif Zen kepada sang raja api.
Pada awalnya detektif Zen pikir dia bisa membuat sang raja api untuk terus mendengarkan ucapannya namun kali ini sang raja api justru menolaknya dengan keras dan begitu lantang dia menolak dengan keras dan tidak mendengarkan ucapan dari detektif Zen.
"Hah....siapa kau berani memerintah ku, kenapa aku harus menuruti ucapanmu meski saat ini aku tengah berada di dunia yang aneh dan memiliki banyak benda di luar nalar di dunia ini, aku tetaplah seorang raja api yang kuat dan di takutkan oleh seluruh rakyatku yang ada di dunia kami, seharusnya kau mengerti itu dan sebaiknya kau yang mendengarkan perintah dariku sebagai seorang raja" balas sang raja api yang masih saja mengatakan dirinya sebagai raja dan harus mendapatkan semuanya.
Detektif Zen langsung membelalakkan matanya dengan wajah yang sangat kebingungan dan dia kembali harus menepuk jidatnya dengan cukup keras sambil menunduk dan dia sudah tidak memperdulikan semua yang di katakan oleh sang raja api lagi.
"Ini tidak akan selesai jika aku mencari informasi di dekatnya, aku akan pergi ke kamar saja itu lebih aman untukku" batin detektif Zen sambil segera pergi dan membawa laptop miliknya dengan cepat masuk ke dalam kamarnya juga segera menutup pintu kamarnya dengan cepat disaat sang raja api terus menyombongkan tentang dirinya sendiri yang merupakan seorang raja sebelumnya.
"Aku adalah raja api Lu Shi Cheng yang akan menguasai seluruh wilayah di duniaku, aku akan menjadi raja terkuat satu-satunya dan di takutkan oleh semua orang dan aku akan memperbesar semua hal tentang kerajaan api entah bangunan ataupun prajuritnya yang semakin terlatih di bandingkan orang dari kerajaan lain yang lemah...hahaha...akulah raja api Lu Shi Cheng dan kau harus......." Ucap sang raja api Lu Shi Cheng terus bicara sendiri dengan merentangkan kedua tangannya juga jubah hitam yang dia gunakan saat itu.
Saat dia berbalik dia sama sekali tidak menemukan keberadaan detektif Zen disana padahal sebelumnya dia jelas sekali melihat keberadaan detektif Zen di belakangnya namun sekarang sudah tiba-tiba saja menghilang, itu membuat sang raja api kaget dan terus memanggil nama detektif Zen untuk menemukannya, karena sang raja api merasa takut detektif Zen akan meninggalkannya seorang diri di tempat yang tidak dia kenali tersebut.
__ADS_1