
Sedangkan sang raja api Lu Shi Cheng dia langsung menyantap mie itu hingga dia benar-benar menjadi sangat kenyang, dia terlihat menyandarkan tubuhnya ke belakang kursi dan wajahnya yang sudah sedikit memiliki ekspresi dibandingkan sebelumnya yang menatap dia dengan menyeramkan.
Padahal saat itu detektif Zen sendiri tidak benar-benar masuk ke kamarnya dia mengintip di balik sela-sela pintu dan terus saja memeriksa kondisi sang raja api Lu Shi Cheng yang justru dia malah menyandarkan tubuhnya di kursi depan meja makan, bahkan saat itu detektif Zen terus berusaha menatap dia lebih dekat lagi, yang rupanya tidak lama setelah dia menyandarkan tubuhnya, sang raja api Lu Shi Cheng justru malah terlihat tertidur dengan cepat di tempat itu.
Dia benar-benar tidak memilih tempat untuk tidur, bisa tidur dimana saja saat itu, namun bagi detektif Zen tidur di kursi yang tegak begitu cukup buruk untuk kesehatan ditambah detektif Zen sendiri khawatir sang raja api Lu Shi Cheng akan terjatuh di saat dia mengubah posisi duduknya nanti, ketika dia tidak sadar dalam tidurnya.
"Eehhh..apa dia benar-benar tidur? Bagaimana bisa tidur secepat itu, dia sama sekali tidak terlihat seperti tukang tidur, tapi kenapa bisa secepat itu dia terlelap bahkan sambil duduk dalam posisi tegak, aishh... benar-benar aneh," gerutu detektif Zen sambil berjalan mendekatinya dengan cepat.
Tentu saja saat itu detektif Zen harus memindahkan sang raja api atau membangunkan dia agar mau berpindah tempat ke sofa, sebab tidur di tempat seperti itu benar-benar sangat buruk baginya dia tidak bisa terus melihat sang raja api Lu Shi Cheng terus saja berada disana seperti itu, maka dari itu detektif Zen mulai membangunkannya secara perlahan meski dia sendiri sebenarnya merasa sangat takut untuk melakukan semua itu.
"Aduhh.. bagaimana ini, semoga saja dia tidak akan marah atau pun membentak aku." Gerutu detektif Zen dengan penuh perasaan cemas.
Sebab dia tahu bagaimana kejam dan jahatnya sang raja api kepada setiap musuh yang mengganggunya, dia perlahan mendekatkan tangannya ke pada tangan sang raja api Lu Shi Cheng sedikit demi sedikit hingga dia sudah menyentuhnya dan mulai menggoyangkannya perlahan saat itu.
"Hei...raja api....Baginda raja api Lu Shi Cheng bangunlah ini bukan tempat untuk tidur...raja api," ucap detektif Zen membangunkan sang raja api dengan suara yang normal untuk awalannya.
Namun sayangnya sang raja api Lu Shi Cheng sama sekali tidak bergerak dia terus saja tidur dan hanya bergerak sedikit saja, itupun terjadi karena detektif Zen yang menggoyangkan tangan sang raja api untuk beberapa saat sebelumnya.
Sampai detektif Zen sudah cukup lama melakukan hal dan cara yang sama untuk bisa membangunkannya namun tidak ada hasil yang dia dapatkan sedikitpun saat itu, semuanya tetap terlihat sama, sang raja api Lu Shi Cheng tetap tidur dengan lelap dan dia terus saja tidak bergerak sedikitpun hanya mulutnya saja yang sedikit terbuka saat itu.
Hingga detektif Zen yang merasa kesal dia terpaksa harus memindahkan sang raja api dengan kekuatan yang dia miliki sendiri, meski awalnya detektif Zen sendiri terus menggerutu sangat kesal dan menatap dengan gemas kepada sang raja api Lu Shi Cheng, tapi nyatanya dia tetap saja membawanya untuk pindah ke sofa meski itu sangat sulit dan tubuh sang raja api cukup berat untukny, di tambah tinggi badan sang raja api yang jauh diatasnya menyulitkan detektif Zen untuk membawanya pulang kala itu.
Dia benar-benar merasa sangat jengkel dan kesal karena harus melakukan hal semacam ini yang bagi dirinya sangat konyol sekali dan tidak pernah dia lakukan sebelumnya, karena dulu detektif Zen tidak pernah merasa kesulitan sampai seperti ini dan terus di buat naik pitam oleh seseorang seperti sang raja api Lu Shi Cheng, bahkan makanannya sendiri harus dia relakan untuk di makan oleh sang raja api, padahal sebenarnya tadi itu detektif Zen masih sangat lapar hanya saja dia lebih senang untuk memberikannya karena tidak nyaman menikmati mie seorang diri di tambah sang raja api Lu Shi Cheng yang terus memperhatikan dia makan dengan mulutnya yang terus mengecap.
Padahal dia juga sudah di berikan porsi khusus untuk dia makan oleh detektif Zen sebelumnya, hanya dia saja yang tidak memiliki kepuasan atas semua nikmat yang dia rasakan.
"Aishh....tidak mungkin aku juga yang harus memindahkan dia bukan? Aaahh...benar benar sial sekali, nyatanya tetap saja aku yang harus mengangkat manusia bangkai ini." Gerutu detektif Zen penuh dengan kekesalan.
Bahkan dia mengeratkan kedua giginya dengan kuat sambil terus saja menatap tajam dan hampir saja akan melayangkan sebuah hantaman pada wajah sang raja api, namun dia masih tetap berusaha keras untuk menahannya dan dia tidak bisa membiarkan sang raja api terbangun olehnya.
"Eeeuuhhh..aku gemas sekali ingin menghajarnya saat ini," gerutu detektif Zen saat itu.
__ADS_1
Awalnya detektif Zen yang kesal dan gemas sekali pada sang raja api Lu Shi Cheng, dia memutuskan untuk pergi saja dan membiarkan sang raja api disana seorang diri, lagi pula baginya semua itu tidak penting dan tidak ada urusan baginya, sekalipun sang raja Api Lu Shi Cheng akan jatuh tersungkur ke lantai nantinya.
"Aaahh..persetan dengannya, aku tidak perduli biarkan saja kau jatuh juga itu semua salahmu nantinya karena aku sudah berusaha untuk membangunkan dia terus menerus, dia saja yang benar-benar seperti bangkai!" Ucap detektif Zen yang sudah lewat batas dari kesabarannya saat itu
Namun disaat baru saja detektif Zen melangkahkan kakinya satu kali, dia sudah merasa cemas dan desak dia tetap tidak bisa meninggalkan sang raja api Lu Shi Cheng begitu saja, selain karena dia masih memiliki rasa iba juga hati nurani di dalam dirinya, jadi dia sudah memutuskan tidak akan meninggalkannya lagi saat itu.
"Aaahh..sial, kenapa aku tidak bisa meninggalkannya, biasanya aku tidak pernah seperti ini dalam memperlakukan semua orang, bahkan aku bisa dengan mudahnya memenjarakan orang lain, tidak hanya lewat sebuah kekerasan saja tetapi dari sebuah permasalahan kecil soal menghargai atau tidak dan soal sepele seperti mengagetkan aku saja, aku bisa membuat siapapun berakhir di penjara sebelumnya." Ucap detektif Zen bicara merasa heran sendiri.
"Aishhh..tidak tahu kenapa sekarang sepertinya kehidupanku mulai berubah sedikit demi sedikit tanpa aku sadari sedikit pun, aaaahh aku ingin segera keluar dari hal-hal yang sangat menyebalkan seperti ini, dan aku tidak bisa melakukan apapun lagi." Tambah detektif Zen bicara lagi saat itu.
Dia terpaksa harus tetap memindahkan sang raja api, detektif Zen mulai mengambil salah satu tangan sang raja api, dia mengalengkan nya ke leher dia dan segera berusaha keras untuk mengangkat tubuhnya tersebut, tetapi tetap saja karena postur tubuhnya yang sanga berbeda dengan detektif Zen itu membuat dia semakin kesulitan sekali untuk mengangkat tubuh sang raja api Lu Shi Cheng, meski dia sudah berusaha keras untuk mengeluarkan semua tenaga yang dia punya di dalam dirinya saat itu.
"Eeuuuuuuhhhhh..... astaga ada apa dengan badannya ini, apa dia seorang titan? Aaahhh kenapa tubuhnya berat dan tinggi sekali sih, yang ada aku akan jatuh jika benar-benar mengangkat dia sambil berjalan nanti, sekarang saja dia sulit sekali untuk aku angkat," gerutu detektif Zen terus saja merasa kesal dan dengan nafasnya yang terengah-engah.
Padahal dia baru saja berusaha mengangkat sang raja api pelan tapi dia sudah sangat tidak sanggup malah kembali mendudukkan sang raja api di kursi itu lagi.
"Hah..hah... bagaimana caranya agar bisa memindahkan orang seperti ini, dia benar-benar pengantuk berat yang sulit sekali di jaga dan di kendalikan oleh siapapun, aahhh sangat merepotkan, dasar beban!" Gerutu detektif Zen lagi terus saja merutuki sang raja api di hadapannya secara langsung.
Dia menunjuk-nunjuk wajah detektif Zen dan bahkan memegangi rambutnya itu sambil bicara agak aneh dan membentak dia dengan keras saat itu.
"Eughhh..dia sangat menjengkelkan sekali sih...Duk!" Tambah detektif Zen yang di akhir dengan kakinya menendang kaki meja cukup kuat sampai membuat mejanya bergetar.
"Kau ....beraninya kau bicara lantang dan tidak sopan kepadaku hah? Apa kamu tau hukuman apa yang pantas untuk rakyat pembangkang sepertimu? Kau...kau harus dihukum mati hahaha...." Ucap sang raja api Lu Shi Cheng sambil terus menunjuk pada wajah detektif Zen dengan sangat serius dan nada bicaranya yang terdengar begitu menyeramkan, dengan tawa kecil di akhir kalimatnya juga ekspresi wajah dia yang sangat serius ketika mengatakannya saat itu.
Hal tersebut sempat membuat detektif Zen sangat kaget dia langsung menutup mulutnya yang terbuka dengan kedua tangan, dia juga langsung tersentak mundur menjauhinya beberapa langkah saat itu, karena pada awalnya detektif Zen pikir sang raja api mengatakan semua itu dalam keadaan sadar.
Namun rupanya dia salah besar karena setelah beberapa saat sang raja api kembali diam mematung dengan kepalanya yang tertunduk terlihat lemas sampai detektif Zen mulai mengerutkan kedua alisnya dan mendekat untuk mencari tahu apa yang sebenarnya terjadi pada sang raja api Lu Shi Cheng kepada dia sebelumnya.
"Ya ampun...ma..ma..maafkan aku raja api, aku tidak bermaksud seperti itu maafkan aku." Ucap detektif Zen sambil membungkuk merasa cemas, kaget dan takut yang bercampur jadi satu.
Ketika melihat sang raja api tidak menjawab permintaan maaf darinya lagi detektif Zen mulai merasa aneh dengan gelagat sang raja api dan kepalanya yang terus menunduk seperti itu, karena biasanya sang raja api Lu Shi Cheng selalu berdiri dengan postur tubuh dan kepala yang tegak, penuh percaya diri dan memiliki aura menyeramkan, dingin dan kejam yang sangat kuat, itulah mengapa dia di kenal sebagai sang raja api Lu Shi Cheng yang kejam di dunianya.
__ADS_1
"Eeehhh....kenapa dia berhenti seperti ini, apa dia sehat?" Ucap detektif Zen sambil mulai mendekatinya lagi dan mencoba untuk melihat wajah sang raja api sari bawah saat itu.
Namun saat dia mencoba untuk mengintinya ternyata dia menemukan sang raja api Lu Shi Cheng menutup matanya dengan rapat tidak setengah terbuka seperti sebelumnya lagi, dia juga benar-benar terlihat layaknya orang tidur pada umumnya, sedikit mengorok dan mengeluarkan suara khas orang tidur yang sangat lelap saat itu.
"Wahhh...hahaha...konyol benar-benar sangat konyol...ahaha...aku bisa gila jika terus menghadapi manusia menjengkelkan dan sangat merepotkan melebihi sebuah benalu sepertinya, huaaa.. bagaimana bisa dia membentak dan menunjuk wajahku seperti tadi dalam kondisi tidur seperti ini?" Ucap detektif Zen yang benar-benar merasa tidak habis pikir dalam menghadapi sang raja api Lu Shi Cheng saat itu.
Lagi-lagi ini adalah pertama kalinya bagi seorang detektif Zen melihat ada manusia yang bisa tidur dan mengigau sambil berdiri sekaligus seperti itu, bahkan dia bisa sangat tepat menunjuk ke arah wajahnya seakan dia benar-benar sadar dan tahu bahwa detektif Zen ada di hadapannya saat itu, dia berbicara tanpa ragu sedikitpun dan terlihat menakutkan sekali, sampai membuat detektif Zen sendiri terburu-buru meminta maaf kepadanya sambil membungkukkan kepala untuk menghargainya.
Namun nyatanya dia hanya di prank saja, sang raja api tetap tidur dalam kondisi seperti itu yang sangat jarang ditemui oleh detektif Zen bahkan tidak pernah, sebab itu adalah pertama kalinya dia melihat orang mengigau seperti itu.
"Aaahhh.... benar-benar, ayo raja api, kau harus berjalan karena kau mampu mengigau seperti tadi, ayo cepat jalan!" Bentak detektif Zen dengan kesal sambil langsung saja menarik tangan sang raja api dengan kuat.
Dia sangat gemas dan emosinya semakin memuncak saja saat itu, dia terus saja mendorong sang raja api berkali-kali agar dia bisa berjalan lebih cepat bahkan tidak hanya itu, detektif Zen juga sempat menarik tangan sang raja api sekuat tenaganya sampai membuat sang raja api berjalan cepat saat itu dan dia langsung di dorong hingga duduk di sofa dengan cepat.
"Duduk kau disini, jangan pergi kemanapun dan tidurlah disini apa kau mengerti hah?" Ucap detektif Zen kepadanya.
Anehnya kali ini tiba-tiba saja sang raja api Lu Shi Cheng justru manuruti ucapan dari detektif Zen sendiri, dia langsung mengangguk patuh walau sedikit saja, detektif Zen juga bisa menghembuskan nafas dengan lega setelah dia membantu sang raja api Lu Shi Cheng merebahkan tubuhnya di ranjang, dia juga dengan cepat pergi ke kamarnya membawa selimut dan bantal untuk sang raja api Lu Shi Cheng.
"Ini pakai bantal dan selimutnya, ingat jangan pergi kemanapun kau tidur dan diamlah disini apa kau mengerti, kau harus menuruti aku oke!" Ucap detektif Zen lagi kepadanya.
Layaknya hewan yang sudah menjadi jinak sang raja api Lu Shi Cheng bisa patuh dengan begitu mudahnya kepada detektif Zen bahkan tidak hanya itu saja tetapi sang raja api Lu Shi Cheng bahkan memberikan senyuman manisnya kepada detektif Zen saat itu.
"CK...kenapa kau harus tersenyum, kau jelek sekali jika seperti itu, kau lebih pantas jadi datar dan dingin saja," gerutu detektif Zen sambil segera pergi setelah menyelimuti sang raja api Lu Shi Cheng.
Dia segera saja pergi kembali ke kamarnya dan tidak lupa mematikan lampu utama disana agar tidak terlalu terang dan sang raja api Lu Shi Cheng bisa tidur dengan lelap tanpa terganggu dengan apapun.
Setelah menidurkan sang raja api Lu Shi Cheng ke tempat yang seharusnya dia gunakan, barulah kini detektif Zen sudah bisa terbebas darinya dia sudah bisa merasa plong dan senang sekali, sehingga dia mulai merebahkan tubuhnya di ranjang dan mulai menarik selimutnya hingga mematikan lampu di kamarnya hanya dengan sebuah tepukkan tangan saja saat itu.
"Prok," suara tepukkan tangan dari detektif Zen yang bisa langsung membuat lampu di kamarnya padam, dan hanya tinggal lampu tidurnya saja yang memberikan cahaya remang-remang menyala di samping ranjangnya saat itu.
"Huuhh... akhirnya aku bisa tidur dengan lelap, sangat melelahkan sekali," ucap detektif Zen sambil memejamkan matanya dengan segera.
__ADS_1