
"Panglima An Chen....putri Xiao You saya membawa kabar gembira untuk kalian berdua" ucap sang prajurit tersebut sambil membungkuk memberi hormat kepada mereka berdua saat itu.
"Katakanlah" balas sang panglima perang An Chen saat itu.
"Sang raja besar, dia sudah siuman panglima perang" balas prajurit tersebut.
Mendengar hal tersebut kakak kedua An Chen yang merupakan sekaligus panglima perang terhebat di kerajaan suci dia langsung saling tatap dengan detektif Zen yang saat itu hanya bisa menatap kebingungan karena dia tidak benar-benar mengerti bahasa dan semua hal yang mereka katakan saat itu.
Hingga di saat detektif Zen tengah menatap heran dan penuh kebingungan kepada kakak keduanya An Chen, dia langsung saja di tarik oleh An Chen dan di bawa berlari dengan cukup cepat menuju ruangan tempat dimana yang mulia di baringkan saat itu.
"Adik, ayo kita lihat ayah handa" ujar sang kakak kedua An Chen dengan begitu senang dan antusiasnya.
Detektif Zen yang masih tidak mengerti dia hanya terlihat kebingungan dengan menaikkan kedua alisnya merasa heran sendiri sampai dia hanya bisa mengikuti langkah kaki sang kakak kedua An Chen yang memaksa dia dan menarik dirinya untuk pergi berlari ke sana dengan secepat yang dia bisa saat itu.
Hingga tidak lama kemudian saat sampai di dalam ruangan tiba-tiba saja detektif Zen mulai mengerti mengapa sang kakak kedua An Chen menariknya dengan terburu-buru seperti tadi karena dia sudah melihat dengan jelas menggunakan kedua mata kepalanya sendiri yang mulai raja sudah siuman bahkan saat itu terlihat duduk bersandar di atas ranjangnya saat itu.
Sang kakak kedua An Chen langsung berlari menghampiri yang mulai dan terlihat begitu senang ketika melihatnya, bahkan sampai memegangi tangan yang mulai raja dengan erat.
"Ayah handa apakah kau sudah baik-baik saja, apa yang kau rasakan ayah handa?" Tanya sang kakak kedua An Chen kepadanya.
Sedangkan disisi lain detektif Zen hanya menatap terperangkap melihat yang mulai sudah bisa siuman secepat itu, dan kini tengah mengobrol berbicara dengan Kakak kedua An Chen sambil menampakkan senyum di wajahnya.
"Bagaimana bisa yang mulai itu siuman dalam waktu yang sesingkat ini, bukankah sebelumnya dia terlihat hampir mati, apa yang sebenarnya terjadi dengan yang mulai, ini sangat membuatku heran" batin detektif Zen mencurigai banyak hal dan dia juga terus menatap ke arah sang Ratu yang duduk di samping yang mulai.
Hingga lamunannya tersebut mulai hilang ketika sang kakak pertama sang raja Ming Hao menghampirinya dan menyentuh pundaknya dengan lembut membuat detektif Zen langsung saja tersadar saat itu.
"Adik...apa yang sedang kau pikirkan, ayo kemari ayah handa ingin bicara denganmu" ucap sang kakak pertama kepadanya.
"Ahh....baik kak" balas detektif Zen dengan setengah sadar saat itu.
Dia segera berjalan dengan perlahan menghampiri sang ayah handanya, disana juga ada sang Ratu dan nampak wajah ayah handa terlihat sangat pucat juga terdapat banyak ruam di bagian tangan dan lehernya itu membuat detektif Zen merasa aneh dan dia seperti pernah melihat hal atau penyakit seperti ini sebelumnya, hanya saja dia masih belum mengingat dengan jelas penyakit semacam apa itu sebenarnya.
Hingga tiba-tiba yang mulai memegangi tangan detektif Zen dengan lembut lalu dia mengusap kepala detektif Zen perlahan dalam beberapa kali elusan sambil tersenyum kepadanya.
__ADS_1
Semua orang menatap dengan penuh keheranan sebab yang mulia sebelumnya tidak pernah berperilaku seperti itu di hadapan mereka bahkan sang kakak kedua dan kakak pertama juga baru menyaksikan kejadian seperti itu hari ini begitu pula dengan sang Ratu yang terlihat langsung saja menatap sinis dan tidak terima melihat putri selir tersebut mendapatkan simpati dari suaminya.
"Ayah handa apa yang kau lakukan, kenapa tiba-tiba mengelus kepalaku seperti itu?" Tanya detektif Zen dengan penuh keheranan,
"Putriku yang cantik Xiao You maafkan ayah, waktu ayah sudah tidak lama lagi di dunia ini, dan ayah harus segera memberitahu kamu juga kalian semua mengenai sebuah perjanjian yang ayah setujui dengan kerjaan api bertahun-tahun yang lalu" ucap yang mulia dengan wajahnya yang langsung berubah menjadi sendu dan terlihat lemah.
Seketika suasana menjadi sangat tegang dan mencekam, kakak kedua dan pertama langsung mengerutkan kedua alis mereka karena merasa sangat penasaran dan tidak sabar untuk mendengar kelanjutan dari ucapan yang mulai saat itu, bahkan sang Ratu langsung saja memotong ucapan yang mulia saat itu.
"Suamiku apa yang sudah kau lakukan? Perjanjian apa yang kau setujui dengan kerjaan api?" Tanya sang Ratu merasa sangat cemas saat itu.
Sang Ratu sangat membenci kerajaan api sebab hanya itulah satu-satunya lawan dia dalam menguasai seluruh wilayah di tempat itu dan memang kebenciannya terhadap wilayah api juga kerjaan itu sudah tertaman sejak dulu, dan dalam waktu yang sangat lama hingga saat ini.
Yang mulai terlihat begitu berat dan kesulitan untuk mengatakan hal tersebut, bisa di lihat dari raut wajahnya yang terlihat begitu murung dan lesu, detektif Zen sangat mencurigainya dan dia bisa memastikan saat itu, pasti kabar yang akan di sampaikan oleh yang mulia adalah kabar buruk untuknya dan dia sudah bisa mempersiapkan dirinya sendiri untuk menerima semua kabar terburuk sekalipun yang akan di lontarkan oleh yang mulia saat itu.
"Aahhh...adegan seperti ini sangat membosankan, hanya bisa membuat jantungku terasa akan berhenti berdetak, tapi nyatanya apapun yang akan di beritahu oleh yang mulia semuanya tetap akan terjadi bukan aahh aku sangat kesal" batin detektif Zen merasa tidak perlu sama sekali.
Meski di luar dia terlihat sangat mirip seperti putri Xiao You dari mulai wajah, penampilan juga karakternya saat itu, tetapi di dalam hatinya begitu banyak kemarahan yang sangat bergejolak dan sulit untuk dia tahan saat itu, bahkan tanpa mereka semua tahu, bahkan selama ini memang detektif Zen selalu menahan mati-matian agar dirinya tidak mengeluarkan emosi di dalam diri begitu saja terutama di tempat seperti ini dimana banyak sekali orang yang ada di sekitar dirinya saat itu.
"Ayah handa katakanlah apa yang sebenarnya terjadi, kami akan menerima semua itu dengan sebaik yang kami bisa" balas sang raja Ming Hao saat itu.
Semua orang seketika terlihat kaget dan sedih terutama dengan sang kakak kedua dan kakak pertama yang langsung bangkit berdiri dengan menutup mulut mereka saling syok ya me dengar kabar tersebut dari yang mulia.
"Apa? Ayah handa apakah kau tidak salah dalam membuat keputusan? Kenapa anda harus menandatangani perjanjian tersebut kala itu, kenapa harus adil Xiao You yang kamu korbankan ayah?" Tanya sang raja Ming Hao yang sangat tidak bisa menerima keputusan ayahnya saat itu.
"Maafkan ayah, sungguh saat itu ayah tengah terdesak dan ayah pikir hanya adikmu Xiao You yang bisa menerima semua ini, karena jika ayah mengorbankan dirimu, maka tidak akan ada pewaris tahta dan calon raja di kerajaan suci ini, dan jik ayah memberikan adikmu An Chen maka panglima perang akan hilang, ayah juga tidak mungkin menyerahkan salah satu istri ayah ketika ayah terdesak dalam perang bertahun-tahun yang lalu, sehingga saat itu ayah membuat janji kepada pimpinan kerajaan api yang merupakan ayahnya raja Lu Shi Cheng bahwa ayah akan menyerahkan anak dalam kandungan sang selir kepada kerajaan api tersebut, jika pria maka raja api akan menjadikannya panglima perang untuk melawan kita tapi jiwa wanita maka akan dijadikan ratu kerjaan api bersanding dengan Lu Shi Cheng putra tunggalnya yang sangat perkasa sekaligus orang yang sudah menyelamatkan nyawa ayah dalam perang saat itu" balas yang mulia menjelaskan semuanya.
"Tapi ayah apa yang sebenarnya terjadi kepadamu dalam perang itu, kenapa kau bisa bertemu dengan mereka dan kenapa perjanjian seperti ini harus terjadi, apa tidak bisa di batalkan atau di hindari?" Tanya sang kakak kedua An Chen yang menjadi orang paling tidak bisa menerima semua keputusan yang dibuat oleh yang mulia saat itu.
Karena kedua putranya tersebut terus mendesak dirinya maka yang mulia mulai menceritakan mengenai kejadian bertahun-tahun silam dimana kedua putranya tersebut masih berusia sangat kecil, sang putra pertama yang kini menjadi Raja Ming Hao kala itu masih berusia dua belas tahu, dan adiknya An Chen bahkan masih berusia lima tahun saat itu, sedangkan dia melakukan sebuah kesalahan dengan seorang dayang istana yang di kenal dengan kecantikan yang luar biasa di seluruh kerajaan suci.
#FlashBack
Dia sudah melakukan sebuah pelanggaran besar dalam kerajaan dan memiliki seorang anak dari Selir tersebut, hal itu membuat seluruh kerajaan menjadi guncang karena sang Ratu marah besar dan meminta sang raja untuk memilih diantara dirinya atau selir yang tengah hamil besar tersebut.
__ADS_1
Namun sang raja yang bijaksana dan sudah mengakui kesalahannya dia sama sekali tidak dapat memilih salah satu diantara mereka, dan memutuskan untuk mempersunting datang istana itu menjadi selirnya, dia tinggal di tempat yang berbeda dengan sang ratu yang tinggal di istana utama dan di kenal banyak orang.
Hingga kerajaan dari timur mulai menyerang kerajaan suci yang masih terguncang sehingga para prajurit dan pasukan dari kerajaan suci sama sekali belum melakukan persiapan perang apapun kala itu.
Kerajaan dari timur benar-benar mengambil langkah yang cukup bagus dan mengambil kesempatan dalam kesempitan saat itu, mereka menyerang kerjaan dengan sangat cepat dan hanya memerlukan waktu beberapa hari saja untuk mereka sampai di depan gerbang kerjaan dan siap mengobrak-abrik kerjaan suci kala itu.
Namun sang Raja yang tidak pantang menyerah dia tidak akan memberikan kerajaannya habis begitu saja di luluh lantakkan oleh kerajaan timur sehingga dia secara terpaksa meminta bantuan pada musuhnya sendiri kerajaan api yang berada di wilayah barat sama dengan letak kerjaannya, saat perang terus terjadi tanpa henti, yang mulia pikir kerajaan api tidak mungkin membantunya karena mereka musuh bebuyutan sejak jaman nenek moyang mereka.
Dan yang mulia sudah hampir menyerah saat itu karena hampir separuh dari prajurit terbaiknya sudah habis terbunuh oleh musuh, sampai dia sendiri yang turun ke medan perang dan mengangkat pedang kebesarannya sendiri, tapi sayangnya karena pasukan kerajaan timu yang sangat banyak jumlahnya tentu saja tidak sebanding dengan kekuatan yang dia miliki dan dia terus saja semakin terdesak sampai hampir mati di tangan petinggi kerajaan timur saat itu.
Namun di waktu yang tepat pasukan dari kerajaan api datang membantu kami semua, mereka memberikan banyak sekali bantuan pasukan hingga bisa mendorong musuh dengan cepat namun saat itu yang mulia raja yang sudah tersungkur di bawah kaki petinggi kerjaan timur dia sudah tidak bisa lagi melarikan diri ataupun melawan sebab pedangnya sudah jatuh di tempat yang jauh hingga sulit untuk dia gapai saat itu.
Dia juga sudah tidak memiliki kekuatan untuk melawan hanya dengan kekuatan fisiknya saja, hingga saat itu dia benar-benar pasrah dan menyerahkan dirinya pada kematian, tetapi di saat petinggi kerjaan timur tengah mengangkat pedangnya tiba-tiba saja dari belakang ada sebuah panah yang datang hingga berhasil menancap pada dada bagian kanan sang petinggi kerajaan timur tersebut, hingga membuat yang mulia selamat dari kematian.
Dan orang yang meluncurkan panah tersebut adalah seorang anak muda berusia sepuluh tahun, putra tunggal sang raja api yang menjadi panglima sekaligus pemimpin pasukan tersebut, dia datang membawa yang mulia dan membantunya naik ke atas kuda yang dia tunggangi hingga membawa yang mulia kembali ke kerajaan dengan selamat.
Anak laki-laki yang memiliki wajah dingin dan datar itu dia sama sekali tidak melihat wajah yang mulia dan langsung saja membawa pasukannya kembali ke kerjaan api ketika semuanya sudah selesai, yang mulia sangat berterima kasih kepada anak tersebut, dan berniat menemui raja ali secara langsung untuk mengungkapkan rasa terimakasihnya tersebut.
Namun saat melakukan perjamuan antara kedua kerajaan tersebut disaat yang mulia meminta kedamaian dengan kerjaan api, raja api menolaknya dan dia meminta hal lain, yang merupakan hal paling berharga dalam hidupku untuk di berikan kepadanya baru kedua kerajaan bisa bersatu saat itu, yang mulia memberikan anak dalam kandungan selir itu sedangkan kerjaan api berjanji untuk membantu kerajaan suci dalam perang dan memberikan pelajaran perang pada prajuritnya agar bisa menjadi prajurit yang lebih tangguh di masa mendatang, semuanya sudah di setujui kedua belah pihak dan yang mulia melanggar janji itu sebab dia sama sekali tidak bisa memberikan anak dalam kandungan Selir tersebut yang merupakan putri Xiao You.
Karena yang lahir adalah seorang perempuan, putri yang selama ini selalu di dambakan oleh yang mulia.
#FlashBackOff
"Maafkan ayah putriku, ayah sangat mencintaimu hingga ayah tidak berani untuk memberikan kamu kepada mereka, ayah tidak ingin kehilangan putri paling berharga yang ayah cintai, dan ibumu sudah memberikan amanat juga pesan yang besar agar ayah harus selalu menjagamu" tambah yang mulia ketika selesai menceritakan semua kejadian pilu bertahun-tahun yang lalu.
Semua orang yang ada di sana langsung tertunduk lesu dan tidak bisa mengatakan apapun lagi, sampai tidak lama kemudian yang mulia tiba-tiba saja merasakan sesak di dadanya dan dia langsung tergeletak kembali di ranjang sambil terus meremas dadanya dengan kuat.
"AA..aahhkkk...." Ringisan yang mulia terlihat merasakan sakit yang teramat sangat pada dadanya.
Dengan cepat Raja Ming Hao meminta tabib istana untuk masuk ke ruangan dan segera memeriksa yang mulia secepatnya.
"Ayah....ayah....ayah....handa apa yang terjadi denganmu ayah...." Ucap detektif Zen yang merasa ikut panik saat itu.
__ADS_1
"Tabib...dimana kau? Cepat masuk dan tangani ayah handa lagi, tekan semua rasa sakit itu dan cari tahu dengan benar apa penyakit ayah handa!" Bentak raja Ming Hao dengan matanya yang terlihat sangat marah saat itu.