
Disisi lain Meilan justru malah terus saja tersenyum cerah kepada detektif Zen tanpa menjawab apapun atas pertanyaan yang dilontarkan oleh detektif Zen sebelumnya, hal tersebut membuat detektif Zen merasa sangat heran dan kebingungan melihat wajah Meilan tersebut yang malah terus saja tersenyum menatap kepadanya.
"Heh...apakah kau bodoh, kenapa malah terus tersenyum seperti itu cepat katakan apa yang sebenarnya terjadi padaku dan bagaimana cara aku bisa kembali ke duniaku, cepat katakan atau aku akan memberimu pelajaran berharga yang tidak akan bisa kau lupakan!" Ancam detektif Zen dengan penuh keberanian saat itu.
Sang wanita bernama Meilan dia terlihat tersenyum saja dengan pelan, dia terus saja tersenyum kecil menatap ke arah detektif Zen yang saat itu merasa sangat kesal dan emosi ketika melihatnya, dia merasa sangat kesal ketika melihat wajah wanita bernama Meilan yang terlihat menatap santai sambil tersenyum kepadanya padahal saat itu detektif Zen sudah sangat penasaran dengan apa yang sedang dia lakukan kepada dirinya sampai dia bisa tiba-tiba saja berada di dunia yang aneh dan entah berantah seperti ini.
"Heh ...cepat kau katakan kenapa malah tersenyum saja seperti itu, aku mau tahu jawabanmu bukan senyuman aneh seperti itu darimu, ayo katakan!" Bentak detektif Zen dengan cukup keras dan wajahnya yang menatap serius dan tajam ke arahnya saat itu.
"Tenang saja, kau akan mengetahuinya nanti, aku hanya memberikan kamu tugas untuk membantu putri Xiao You menyelamatkan kerjaan suci ini dari orang-orang jahat dan berbahaya, dan kau harus bertahan hidup, akan ada waktunya dimana kau bisa kembali ke duniamu dan tetap tinggal disini untuk membalaskan dendam putra Xiao You" ujar sang wanita bernama Meilan tersebut.
Detektif Zen langsung saja membelalakkan matanya dengan lebar, dia sangat kaget dan sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dikatakan oleh wanita di hadapannya saat itu, sebab dia sendiri sama sekali tidak mengenali wanita bernama putri Xiao You tersebut ataupun wanita bernama Meilan tersebut.
"Hah? Apa yang kau katakan aku sama sekali tidak mengerti hey....mu kemana kau hey...jangan pergi dulu!" Teriak detektif Zen yang melihat tubuh wanita bernama Meilan itu perlahan menghilang dan lenyap bak seperti sebuah asap yang menghilang terbawa angin saat itu.
"Kau akan mengetahui semuanya jika waktunya tiba detektif Zen" ucap sang wanita bernama Meilan tersebut,
"Tidak....tidak kau jangan menghilang dulu, Meilan kau itu asistenku hey....aishhh" gerutu detektif Zen merasa sangat kesal.
Tapi walau begitu dia masih saja berusaha untuk mencari keberadaan wanita bernama Meilan tersebut karena dia sangat penasaran dengan misi apa yang Meilan berikan kepada dia sesungguhnya saat itu.
Detektif Zen tentu saja merasa sangat kesal dan emosi dia langsung bangkit dari kursi di taman itu dan langsung saja dia berlari ke tempat dimana tadi dia melihat wanita bernama Meilan tersebut terlihat, dia sangat kaget dan merasa begitu heran karena sudah benar-benar tidak melihat keberadaan wanita bernama Meilan tersebut bahkan di saat dia berusaha menyentuh tempat dimana dia pernah melihatnya saat itu.
"Hah....dimana si Meilan itu, aishh....aku gagal menahannya lagi, awas kau makhluk aneh aku akan menangkapmu aaahhhh" teriak detektif Zen merasa sangat kesal dan dia terus saja menghentakkan kakinya ke tanah dengan cukup kuat.
__ADS_1
Detektif Zen benar-benar merasa emosi dan kesal sendiri saat itu, sambil terus merengek menatap ke atas langit sebab tidak bisa menerima semua kenyataan yang terjadi dalam hidupnya dan dia tidak bisa menerima semua hal yang menimpa dirinya saat itu.
"Hua....hiks...hiks....tuhan kenapa kau memilih aku kenapa harus aku yang melewati hal sangat menyebalkan ini, hiks...hiks....huaaa..aku ingin kembali ke tempatku, ke rumahku dan semua hal yang aku sukai di dunia itu" ucap detektif Zen merasa sangat sedih.
Sampai tidak.lama kemudian dari belakang muncul sang kakak kedua An Chen yang langsung memanggil nama detektif Zen dengan sebutan putra Xiao You saat itu cukup keras.
"Putri Xiao You, adik...sedang apa kau berdiri disana sendirian?" Tanya sang kakak kedua An Chen sambil segera berjalan menghampiri detektif Zen saat itu.
Detektif Zen yang mendengar suara sapaan dari sang kakak kedua putri Xiao You tersebut dia langsung saja mengubah ekspresi dan raut wajahnya secepat yang dia bisa lalu dia langsung saja memasang wajah yang lebih menyedihkan dan mengesampingkan rasa kesal juga amarah di dalam dirinya sebelumnya, dia harus terus bersikap seakan seperti seorang putri yang lemah lembut dan baik hati.
Dia langsung saja berbalik menatap ke arah sang kakak kedua An Chen dengan memperlihatkan wajahnya yang sendiri, sampai hal tersebut membuat kakak kedua An Chen langsung saja merasa kasihan dan prihatin dengan adik kesayangannya putri Xiao You tersebut, dia langsung saja memeluk sang adik Xiao You yang terlihat memasang wajah menyedihkan seperti itu.
"Adik ada apa denganmu, sudah kau lupakan saja kejadian tadi aku yakin ibunda ratu hanya sedikit kesal karena melihat kondisi ayah handa yang seperti itu, aku harap kamu bisa memaklumi ibunda ratu" ujar sang kakak kedua yang masih saja mempercayai ibunya tersebut.
Padahal detektif Zen sudah mencoba memperlihatkan kebusukan sang ratu secara langsung di hadapan kedua kakak putri Xiao You tersebut bahkan di hadapan banyak orang juga, namun entah kenapa sang kakak kedua An Chen masih saja bisa berkata seperti itu kepadanya di waktu yang seperti saat ini.
"Aishh.... bagaimana bisa dia malah menyuruh aku untuk memaklumi manusia yang jelas-jelas berbuat jahat berkali-kali kepadaku bahkan sempat ingin membunuhku dengan racun yang dia masukkan ke dalam teko teh ku, aku bisa tahu bahwa itu adalah racun hijau alami dari tumbuhan ketika aku membiarkannya semalaman, dasar wanita busuk!" Batin detektif Zen yang merasa sangat muak setiap kali mengingat semua kejahatan sang ratu yang sudah di rasakan olehnya.
Belum ya dia berada lama di istana suci tersebut tapi sayangnya dia justru malah sudah mendapatkan dua sampai tiga kali merasa terancam dalam hidupnya oleh sang ratu, sudah mau di racuni, di celakai bahkan sampai di fitnah olehnya, itu membuat detektif Zen sangat merasa kesal.
Tapi disisi lain meski dia merasa sangat kesal dan emosi tetapi dia.tetap.saja harus bersikap seakan dia menjadi manusia yang baik hati dan dapat memaafkan semua kesalahan sang Ratu yang cukup fatal terhadap dirinya hanya karena sang kakak kedua An Chen yang meminta itu darinya.
Dia ingin sekali menolak semua itu dan melawan ucapan dari sang kakak keduanya An Chen tetapi dia sadar bahwa dirinya saat ini memang di kenal sebagai putri Xiao You yang lemah lembut dan baik hati juga punya sifat yang polos, tentu saja dia tidak bisa memperlihatkan karakter detektif nya yang sangat tegas dan pemberani, dia harus menjaga identitas dirinya sendiri dengan aman dan teliti.
__ADS_1
Alhasil dia pun terpaksa kembali harus berakting seakan dia baik-baik saja di hadapan sang kakak kedua An Chen.
"Aaahh....kakak tentu saja aku sudah memaafkan ibunda ratu, bahkan jauh di saat ibunda ratu tidak meminta maaf kepadaku, aku selalu menganggap dia sebagai ibuku juga dan aku sangat menyayanginya" balas detektif Zen sambil menahan kekesalan di dalam hatinya saat itu.
Sang kakak kedua An Chen sendiri justru malah terlihat begitu senang bahkan dia menampakkan senyumnya yang cukup lebar dan menampakkan giginya yang rapih dan putih tersebut kepada sang adik Xiao You sampai mengusap lembut kepadanya sebab dia merasa sangat bangga memiliki adik yang baik hati juga pemaaf seperti adik Xiao You nya tersebut.
"Adik terimakasih ya, kamu memang adik kesayanganku dan aku akan selalu menjagamu dengan semampuku" ujar sang kakak kedua An Chen dengan tersenyum lembut terhadapnya,
"Huh....menjaga apanya kau tidak akan membuat adikmu menyimpan dendam sampai aku sendiri yang harus datang ke dunia ini dan membalaskan dendamnya sekaligus memecahkan kasus aneh disini yang membuat kepalaku pusing, aku bahkan tidak tahu apa sebenarnya yang harus aku pecahkan, semua ini tidak akan terjadi jika kau bisa menjaga adikmu putri Xiao You dengan baik, dasar pria sialan semuanya memang sama saja aaaahh wajah tampanmu itu sangat sia-sia" batin detektif Zen yang merasa sangat lelah dengan semua drama yang harus dia perankan di dalam dunia aneh juga menyebalkan seperti ini.
Tetapi mau bagaimana pun detektif Zen lagi-lagi hanya bisa tersenyum saja berpura-pura untuk senang dan baik-baik saja di hadapan pria yang sebenarnya sangat membuat dia kecewa dan jengkel.
Hingga tidak lama kemudian seorang prajurit datang menghampiri kami dan memberikan kabar baik mengenai sang Baginda raja sebelumnya yang di kabarkan telah siuman saat itu.
"Panglima An Chen....putri Xiao You saya membawa kabar gembira untuk kalian berdua" ucap sang prajurit tersebut sambil membungkuk memberi hormat kepada mereka berdua saat itu.
"Katakanlah" balas sang panglima perang An Chen saat itu.
"Sang raja besar, dia sudah siuman panglima perang" balas prajurit tersebut.
Mendengar hal tersebut kakak kedua An Chen yang merupakan sekaligus panglima perang terhebat di kerajaan suci dia langsung saling tatap dengan detektif Zen yang saat itu hanya bisa menatap kebingungan karena dia tidak benar-benar mengerti bahasa dan semua hal yang mereka katakan saat itu.
"Apa yang prajurit aneh ini katakan, kenapa si pria tampan ini malah menatapku dengan mata yang terbuka lebar seperti itu, apa ada masalah lagi sekarang, apa aku ada salah bicara yah?" batin detektif Zen yang merasa sangat kebingungan dan heran sendiri.
__ADS_1
Tanpa dia ketahui padahal saat itu panglima perang An Chen menatapnya karena menahan rasa senang di dalam dirinya sendiri karena mendapatkan kabar yang sangat membahagiakan bagi dirinya dari sang prajurit tersebut.
Detektif Zen yang tidak mengerti ucapan apa yang dikatakan oleh mereka berdua dia hanya bisa menatapnya dengan menaikkan kedua alisnya merasa curiga dan mencari tahu sendiri.