Detektif Zen

Detektif Zen
Menghabiskan Uang


__ADS_3

Detektif Zen masih terus saja berusaha untuk menghalanginya karena dia sudah mengecek uang di dalam dompetnya yang tinggal tidak seberapa itu, ditambah dia tahu tabungannya di dalam kartu ATM tidak sebanyak itu, semuanya akan benar-benar habis tidak tersisa untuk biaya hidupnya sebulan ini jika dia terus memaksakan diri untuk membeli sepatu tersebut.


"A...aaa..aahh raja Api Lu Shi Cheng bisakah kamu mengerti keadaanku, aku sungguh tidak memiliki uang sebanyak itu untuk membeli sepatu ini, kamu tahu kan aku tinggal di rumah yang tidak besar aku juga seorang detektif Zen, jelas sekali pekerjaanku tidak akan ada setiap hari di tambah kepergianku yang secara mendadak sebelumnya pasti akan menuai banyak pertanyaan bagi publik yang sudah mengenal aku, jadi aku tidak memiliki pekerjaan dan uang sekarang ini, bisakah kamu membeli yang lain saja?" Balas detektif Zen berusaha membujuk sang raja api untuk terakhir kalinya saat itu.


Namun sayangnya detektif Zen benar-benar telah berhubungan dengan orang yang salah, dia sama sekali tidak bisa di ganggu gugat atas keinginannya itu, sang raja api Lu Shi Cheng tetap menginginkan sepatu tersebut dan dia malah berbicara bahwa dia akan mengembalikan semua uang milik detektif Zen dengan caranya sendiri.


"Ayo cepat beli saja, aku hanya menginginkan sepatu ini detektif Zen dan masalah uangmu jangan khawatir hal itu aku bisa mengembalikan berkali-kali lipat uangmu tersebut." Ujar sang raja api dengan penuh kepercayaan diri.


Tapi justru kini detektif Zen sendiri yang tidak bisa mempercayai ucapannya itu, sebab detektif Zen tahu betul dimana dia berada dan tinggal sedangkan siapa sang raja api Lu Shi Cheng tersebut juga uang macam apa yang digunakan di dunia tersebut, tentu saja di dunia ini sudah tidak berlaku lagi.


Namun karena melihat sang raja api Lu Shi Cheng terus saja mendesaknya dan memberikan tatapan tajam, detektif Zen pun tidak memiliki pilihan lain selain membelikannya walau dia harus mengikhlaskan semua harta sisa yang dia miliki satu satunya tersebut.


"Aahhh..iya iya..aku akan membelinya, huaaa..uangku..." Ucap detektif Zen sambil memeluk kartu ATM miliknya dan dia mulai pergi ke kasir.


Detektif Zen mengatakan akan membayar untuk sepatu yang dikenakan oleh sang raja api dan dia begitu tidak iklas ketika hendak memberikan kartu ATM itu kepada sang kasir di toko karena uang yang ada di dalam ATM tersebut tentu saja hasil kerja keras seorang detektif Zen selama ini namun bisa lenyap hanya dengan membeli sepasang sepatu yang tidak berarti itu baginya.


Di tambah dia membelikan sepatu untuk seseorang yang tidak dia kenal sedikit pun seperti sang raja api ini yang baginya hanya menjadi beban hidupnya saja selama ini, sehingga detektif Zen merasa sangat kesal dan begitu kesulitan untuk memberikan ATM itu kepadanya.


"Mbak apa anda yakin ingin membayarnya atau tidak, anda belum melepaskan kartunya sedari tadi." Ucap seorang kasir yang membantu proses transaksinya saat itu.


"Sa..sa..saya akan membelinya, tarik saja mbak saya ikhlas huhu." Balas detektif Zen sambil menahan kesedihan di dalam dirinya saat itu.


Hingga mbak kasih ritu berhasil menarik kartu itu dari tangan detektif Zen dengan penuh kekuatan dan mulai menggesekkan kartunya lalu lenyap sudah semua saldo yang sudah detektif Zen kumpulkan dalam waktu yang lama selama ini, dan itu adalah gaji juga tip yang dia dapatkan dari semua klien yang pernah dia tangani selama ini.


Setelah pembayarannya selesai kini detektif Zen tidak bisa melakukan apapun dia hanya bisa mengambil kembali kartunya yang sudah kosong melompong dan hanya tinggal tersisa beberapa rupiah saja di dalamnya, detektif Zen benar-benar harus menghembuskan nafas dengan lesu tanpa ada semangat yang tersisa di dalam dirinya saat itu.


Dia berjalan sambil terus menggerutu dengan penuh kesedihan terus tertunduk menghadap raja api Lu Shi Cheng saat itu.


"Huuhh...uangku sudah benar-benar lenyap sekarang, huaaa..uangku hiks..hiks..harta berharga satu-satunya untuk menyambung hidup sudah hilang." Gerutu detektif Zen menahan rasa sakit yang begitu dalam di dalam hatinya.


Dia benar-benar merasakan dengan begitu nyata dan jelas bahwa kehilangan uang tabungan untuk hal yang tidak dia rencanakan dan hal yang sangat sia-sia itu begitu menyakitkan, bahkan lebih sakit dibandingkan dengan diputuskan oleh pacar kesayangan sekaligus.

__ADS_1


Sang raja api yang melihat detektif Zen berjalan menghampiri dia kesana dengan berjalan menunduk lesu dan memegangi helmnya itu, dia langsung saja bertanya kepada detektif Zen tentang toko perhiasan yang ada disana.


"Heh... detektif Zen ada apa dengan anda? Apa kamu baik-baik saja?" Tanya sang raja api bertanya seperti itu dengan mudahnya seakan dia tidak merasa bersalah sedikitpun.


Bahkan dia sama sekali tidak mengucapkan terima kasih yang sangat ingin di dengar oleh detektif Zen sebagai ucapan terakhir yang bisa dia dengar dari sang raja api Lu Shi Cheng karena dia sudah membelikan sepatu dengan harga selangit itu dan hampir membuat detektif Zen kehilangan kesadaran atas dirinya sendiri saat itu.


"Benar-benar sangat menjengkelkan, bagaimana dia bisa bertanya seperti itu dengan wajahnya yang polos dan tanpa dosa, padahal sudah jelas sekali aku seperti ini karena dia sendiri, aaahhh...ini sanga menguji kesabaranku, ohh..Meilan kau sangat sangat membuatku naik pitam cepatlah kau bawa pria merepotkan ini untuk membawa dia ke dunianya kembali, huaa...aku tidak tahan lagi." Batin detektif Zen yang sangat sudah tidak sanggup lagi dalam menghadapinya saat ini.


Detektif Zen hanya bisa menarik nafas panjang dan berusaha untuk menenangkan diri sekaligus menyetabilkan emosi di dalam dirinya dalam menghadapi seseorang yang menjengkelkan seperti raja api saat itu.


"Hmm.. aku baik-baik raja api, ayo kita pulang saja sekarang, kamu juga sudah mendapatkan apa yang kamu inginkan dan aku sudah bangkrut sekarang." Balas detektif Zen berusaha untuk mempermasalahkan hal itu lagi, meski dia merasa ingin marah juga ingin sekali melemparkan sesuatu kepadanya saat itu.


Namun dia selalu bisa membuat seorang detektif Zen tidak tega untuk melakukan hal seperti itu kepada sang raja api, apalagi sekarang sang raja api sudah tidak terlihat seperti sang raja api yang berambut panjang dengan jubah di punggunya serta mahkota aneh di kepalanya lagi, dia sekarang sudah terlihat sama seperti orang biasa namun kelakuan dan cara bicaranya masih sulit untuk di ubah saat itu.


Baru juga saat itu detektif Zen berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri dan berusaha agar bisa bersabar dalam menghadapi sang raja Api Lu Shi Cheng saat itu, namun tidak sampai disana, sang raja api Lu Shi Cheng yang tidak tahu tempat juga posisi itu, dia justru malah langsung bertanya mengenai lokasi toko perhiasan di sekitar sana kepada detektif Zen begitu saja dengan lantang.


"Oh iya, detektif Zen dimana kita bisa menemukan lokasi toko perhiasan disini?" Tanya sang raja api kepada detektif Zen.


Mendengar hal seperti itu detektif Zen sangat kaget dan dia refleks menatap sang raja api dengan wajah yang sangat kaget dan kedua mata yang terbuka dengan lebar karena dia tidak mengetahui apapun saat itu.


Sang raja api segera mengangkat ucapan dari detektif Zen dengan cepat saat itu dan dia berusaha untuk menjelaskan padanya bahwa dia pergi ke sana bukan untuk membeli perhiasan semata saja.


"Kenapa kau terlihat kesal padahal aku hanya menanyakan letak toko perhiasan di sekitar sini, apa yang kamu takutkan apa kamu menyimpan rahasia besar dariku?" Ucap sang raja api yang malah mencurigainya saat itu.


"Ya ampun raja api Lu Shi Cheng, tentu saja aku kesal dan kaget, sebab aku sudah tidak bisa untuk menjajani pria sepertimu, aku tidak bisa melakukan apapun karena uangku sudah dipakai habis untuk membeli satu pasang sepatu itu saja, aahhh ini adalah barang dengan harga paling tinggi yang pernah aku miliki tahu," ucap detektif Zen yang mulai mengingat momen masa lalu.


"Detektif Zen bawa aku ke toko perhiasan itu sekarang, aku akan membelikan mu banyak perhiasan yang kamu inginkan nanti." Ujar sang raja api yang bicara dengan begitu mudahnya.


Lidahnya itu memang begitu manis ketika berbicara, bisa bisanya dia bilang semua akan di traktir olehnya dan mengatakan akan membelikan detektif Zen semua perhiasan yang dia inginkan, detektif Zen yang mendengar itu dia langsung saja menepuk jidatnya dengan kuat dan detektif Zen terus berusaha mengejar sang raja api Lu Shi Cheng yang sudah pergi lebih dulu ketika ada satu pelayan di toko sepatu yang malah memberitahukan dimana letak toko perhiasan tersebut.


"Tuan apa kamu mencari toko perhiasan? Itu ada di ujung koridor ini disana adalah harga tertinggi dan potongan yang rendah kamu bisa pergi kesana jika ingin, perhiasan disana juga sedang tren saat ini." Ucap salah pelayan yang malah mempromosikan hal tersebut kepada sang raja api.

__ADS_1


"Terimakasih banyak." Balas sang raja api sambil segera pergi dari sana dengan cepat meninggalkan detektif Zen di belakang sendiri saat itu.


Detektif Zen sendiri yang melihat hal itu dia langsung terbelalak dan sedikit tertegun, sampai ketika sang raja api benar-benar keluar dari toko itu, barulah detektif Zen segera mencarinya sebab sedikit mencemaskan keadaannya walaupun dia bukan siapapun untuk aku, tapi tidak ada salahnya jika kita menolong orang lain agar bisa tetap hidup.


Termasuk dengan sang raja api yang bisa saja meninggal di dunia ini karena kecerobohan yang dia miliki dan seenaknya pergi tanpa mengawasan dari detektif Zen yang bertanggung jawab atas dia saat itu.


"Aishh..eehh raja api tunggu kau mau kemana, raja Api tunggu aku, Lu Shi Cheng!" Teriak detektif Zen dengan sangat kencang sambil terus saja mengejar dia dengan kuat.


Detektif Zen sudah mengejar sang raja api semampundan secepat yang dia bisa saat itu, namun tetap saja dia tidak bisa menyusulnya dan malah melihat sang raja api sudah benar-benar masuk ke dalam toko perhiasan disana saat itu.


Hal itu tentu saja membuat detektif Zen sangat kaget dia langsung menghentikan larinya di depan toko perhiasan tersebut dan melihat sang raja api yang sudah masuk ke dalam, terlebih disana itu banyak sekali orang yang mengantri, begitu dengan sang raja api Lu Shi Cheng yang ikut saja berjajar rapih dengan orang yang lainnya saat itu.


Detektif Zen langsung saja terdiam membeku menatap ke arah sang raja api yang sudah masuk kesana begitu saja, dia sudah gagal dan tidak bisa menahannya lagi saat itu, sebab sang raja Api Lu Shi Cheng benar-benar sudah berada di dalam toko tersebut bahkan pelayan disana sudah menyambut kedatangannya saat itu.


"Aaahhh..sialan dia benar-benar masuk kesana, apa yang mau dia lakukan memangnya dia tidak tahu apa ini toko perhiasan apa? Aahhh benar-benar konyol sekali, bagaimana aku bisa membayar apa yang akan dia beli sekarang, uangku sudah benar-benar habis karena sebuah sepatu saja," gerutu detektif Zen terus mengacak rambutnya saking kesalnya melihat sang raja Ali yang bersikap seenaknya seperti itu padanya.


Hingga detektif Zen pun memutuskan untuk kabur dan melarikan diri dari sana karena dia tidak ingin menanggung atas semua yang akan dilakukan dan disebabkan oleh sang raja api Lu Shi Cheng saat itu, hanya saja disaat dia hendak pergi bersembunyi dan menghindari sang raja api untuk justru malah namanya yang di panggil oleh orang disana.


Detektif Zen yang tadinya hendak kabur terpaksa dia tidak bisa kabur lagi padahal kakinya baru saja hendak melangkah saat itu, namun justru malah gagal total seperti ini.


"Sebaiknya aku kabur saja sebelum aku benar-benar bangkrut karena manusia sialan itu, aahh dia benar-benar tidak bisa dipercaya." Gerutu detektif Zen yang sudah punya niat seperti itu.


Dia baru hendak melangkah namanya sudah dipanggil oleh sang raja api dan menyuruh dia untuk masuk ke dalam dan mencoba sebuah kalung yang ada disana saat itu.


"Detektif Zen! Mau kemana kau? Cepat masuk ke mari dan cobalah kalung ini, kau yang mau beli kenapa kau malah diam saja di luar sana?" Ucap sang raja api Lu Shi Cheng kepada sang detektif Zen yang sudah sangat berpengalaman dengan semua itu.


Detektif Zen benar-benar kesal dan dipenuhi dengan emosi saat itu, dia langsung menoleh ke arah sang raja api dengan sangat terpaksa kala itu dan dia benar-benar merasa tertekan karena sang raja api yang terus berteriak dan memaksa dia untuk masuk ke dalam toko perhiasan tersebut, padahal detektif Zen sama sekali tidak memiliki uang saat ini.


"Detektif Zen apa lagi yang kamu tunggu, cepat kemari dan coba pakai kalung ini!" Teriak sang raja api Lu Shi Cheng kepadanya.


"Sial..sial..sial.. benar-benar menyebalkan dan sangat sial hari ini, bisa bisanya dia yang jadi mendominasi seperti ini, aahh.....jika saja aku tahu sejak awal akan seperti ini, aku tidak akan mengajaknya untuk melakukan hal seperti ini lebih bagus aku mencari semua barangnya sendiri saya," gerutu detektif Zen yang sudah kemana-mana saking pusingnya saat itu.

__ADS_1


Terpaksa detektif Zen pun segera pergi masuk ke dalam toko perhiasan tersebut dengan perasaan yang penuh kecemasan dan dia sangat takut sekali, bahkan dia melangkahkan kakinya itu sedikit-sedikit hanya agar tidak terlalu cepat untuk sampai ke dalam sana dengan sang raja api Lu Shi Cheng yang berlagak bak dia memiliki segalanya itu.


"Apa yang sedang dia lakukan, apa dia gila? Berlagak bak seperti orang yang memiliki banyak uang saja, sampai berani melakukan semua itu padaku mana menyuruhku gitu lagi, aahhh tidak kesana dia pasti akan meneriaki aku, tapi kesan matilah aku." Batin detektif Zen sambil memijit keningnya sendiri karena mulai merasa pusing dihadapkan dua pilihan seperti itu.


__ADS_2