Detektif Zen

Detektif Zen
Menjelaskan


__ADS_3

Bahkan dirinya sendiri saja kaget dan membelalakkan matanya sendiri karena baru menyadari bahwa dirinya bisa berbicara seperti itu untuk pertama kalinya.


Sedangkan detektif Zen terus saja merasa tegang sendiri dan dia terus menatap ke arah sang raja Api Lu Shi Cheng yang sangat menakutkan saat itu.


"Hua ...kenapa dia ...ada apa dengannya? Apa dia akan kerasukan? Aaahh matilah aku" batin detektif Zen yang terus merasa cemas.


Detektif Zen terus saja merasa takut dan cemas dia menatap ke arah sang raja api dengan mata yang terbelalak sangat lebar juga kedua tangan yang tidak bisa berhenti bergetar terus menerus sedari tadi, saking takutnya melihat sang raja api terus mendengus kesal dengan nafasnya yang menderu terus menerus menatap tajam sangat lurus kepadanya.


"Detektif Zen! Kau tidak akan bisa kabur atau melarikan diri lagi dariku, kemari atau aku yang akan datang menghampirimu dan memberikan hukuman paling menyakitkan di dunia ini kepadamu!" Ancam sang raja api Lu Shi Cheng dengan mata yang sangat tajam.


Detektif Zen bahkan kesulitan untuk menelan salivanya sendiri saat itu, dia benar-benar merasa sangat cemas dan hatinya merasa sangat tidak tenang jantungnya terus saja berdetak sangat kencang tidak bisa dia kendalikan saat itu.


Detektif Zen sudah membuat ancang-ancang untuk kabur dari sang raja api dia sudah melangkahkan kakinya dengan sangat lebar dan membuat kuda-kuda dengan semua kekuatan yang bisa dia lakukan saat itu hingga tiba-tiba saja saat sang raja api mulai mendekatinya dengan wajah yang sangat menyeramkan, detektif Zen langsung saja berlari sambil berteriak sangat kencang masuk ke dalam kamarnya dan dia dengan cepat berusaha untuk menutup pintu kamarnya dengan sekuat tenaga.


"Aaatrrkkkkkk....jangan tangkap aku!" Teriak detektif Zen sangat kencang dan terdengar begitu memekikkan telinga.


Namun sayangnya larian dari detektif Zen sangat lambat bagi seorang raja api yang sudah terbiasa bertempur di medan perang dari waktu ke waktu dan memiliki banyak sekali pengalaman yang sangat luar biasa dalam melawan dan menghabisi semua orang yang tidak setuju dengan kepemimpinannya di dunia dia sendiri saat itu.


Sehingga sang raja api bisa dengan mudah menghentikan detektif Zen dia menahan pintu yang hendak di tutup dari dalam oleh detektif Zen hanya dengan kekuatan satu tangannya saja, sampai urat di tangannya itu terlihat sangat jelas dan begitu menyeramkan bak seperti akar yang menjalan pada tumbuhan merambat.


Itu membuat detektif Zen merasa sangat lemas dan kakinya mulai terasa lemas sehingga tiba-tiba saja detektif Zen yang sangat takut ketika melihatnya dia langsung saja jatuh terduduk di depan pintu menghadap ke arah sang raja api secara langsung.


"AA...aaa..ahhhh...astaga... bagaimana mungkin dia sangat kuat, bahkan lebih kuat dari yang aku pikirkan, hhhh" gerutu detektif Zen merasa sangat ketakutan.


Dia sudah duduk bersimpuh di bawah kaki sang raja api karena merasakan kakinya yang lemas saking takut dan gugupnya menghadapi sang raja api yang sangat menyeramkan di matanya saat itu, sedangkan sang raja api sendiri sama sekali tidak terusik ataupun mengubah ekspresi pada wajahnya ketika menatap detektif Zen saat itu.


Sang raja api langsung berjongkok di hadapan detektif Zen dengan mengibaskan rambut panjang miliknya itu dan terus saja menatap detektif Zen dengan tatapan yang penuh dengan ancaman juga misteri yang sulit untuk di tebak oleh detektif Zen meskipun dia adalah seorang detektif Zen yang selalu bisa mengetahui apa yang tengah di pikirkan lawan bicaranya hanya dengan melihat ekspresi yang di perlihatkan oleh lawan bicaranya saat itu.


Tetapi kali ini dan untuk pertama kalinya hanya seorang raja Api Lu Shi Cheng saja yang tidak bisa di baca pikirannya lewat raut wajah oleh detektif Zen sehingga hal tersebut membuat detektif Zen menjadi lebih berjaga-jaga dengan ketat dan teliti terhadap sang raja api di setiap waktu.

__ADS_1


"Baginda raja api yang sangat bijaksana dan maha benar, aku tidak bermaksud untuk memotong rambutmu asal-asalan begitu saja tetapi memang di duniaku ini kau tidak bisa memiliki rambut sepanjang itu karena kau adalah seorang pria dan sangat tidak umum untuk pria memakai hiasan di kepala seperti mahkota anda ini" ucap detektif Zen berusaha untuk menjelaskan kepadanya satu kali lagi.


Sang raja Ali menyipitkan matanya dan dia memberikan tatapan yang lebih tajam lagi kepada detektif Zen.


"Apa kamu berkata jujur kepadaku? Kau tidak bisa terbebas lagi dariku aku akan menangkap mu bagaimana pun caranya dan dimanapun kau berada, apa kau mengerti maksudku detektif Zen?" Balas sang raja api Lu Shi Cheng memberikan sebuah peringatan yang nyata kepada detektif Zen saat itu.


Dengan cepat detektif Zen langsung saja mengangguk dengan kuat dan dia segera menjawabnya dengan cepat karena takut sang raja api akan semakin mendesak dirinya agar menjawab terus menerus saat itu.


"I...i...iya...iya..Baginda aku berkata dengan jujur hahaha...tidak mungkin aku berani membohongi seorang raja api yang perkasa dan kejam sepertimu, atau begini saja jika kamu tidak mempercayai aku, aku akan menunjukkan kepadamu seperti apa orang-orang yang berada di luar sana kepadamu" balas detektif Zen dengan matanya yang terbuka sangat lebar saat itu.


"Apa kau bisa menunjukkannya dengan benar?" Tanya lagi sang raja api seperti sulit mempercayai detektif Zen saat itu.


"Benar...aku tidak mungkin mengelabuimu raja Api Lu Shi Cheng, ayo masuklah aku akan memperlihatkannya kepadamu, ayo" balas detektif Zen dengan cepat sambil segera dia mengambil laptop miliknya dengan cepat yang berada diatas meja yang ada di kamarnya saat itu.


Sang raja api meski dalam hatinya dia menyimpan banyak sekali kecurigaan terhadap detektif Zen tetapi karena melihat detektif Zen yang langsung masuk dan dia terus mengajaknya untuk segera masuk akhirnya sang raja api pun menurutinya dan dia segera masuk ke dalam kamar detektif Zen tetapi dia terus berdiri layaknya orang yang berjaga-jaga dalam bahaya.


"Eehhh...baginda raja api Lu Shi Cheng kenapa anda terus berdiri disana, ayo kemarilah aku akan menunjukkannya kepadamu bagaimana kehidupan di duniaku ini yang sesungguhnya, ayo matilah duduk di sampingku, aku tidak akan melakukan apapun kepadamu kamu bisa mempercayai aku, lihatlah aku tidak memegang apapun atau menyimpan benda berbahaya sama sekali di dalam ruangan ini" ujar detektif Zen menjelaskan kepada sang raja api Lu Shi Cheng secepatnya.


Sang raja api pun mulai mendekat dan dengan penuh keraguan dia mulai duduk di samping detektif Zen dengan wajahnya yang nampak tegang sekali saat itu, detektif Zen juga segera menyalakan laptop di pangkuannya dan segera saja memperlihatkan sebuah iklan fashion kepada sang raja api dan meminta dia agar menonton sebuah serial film masyarakat di dalam laptopnya tersebut.


"Ini lihatlah, semua orang memakai pakaian minimalis seperti ini, dan mereka juga memiliki jenis rambut pendek untuk laki-laki pada umumnya, jika pun panjang itu tidak sepanjang rambut milikmu itu, itulah kenapa aku berniat untuk memotongnya agar kamu tidak terlihat mencolok di dunia ini" ungkap detektif Zen yang terus saja berusaha menjelaskan kepada sang raja api Lu Shi Cheng secara baik-baik saat itu.


Sayangnya sang raja api Lu Shi Cheng bukannya memperhatikan orang di dalam gambar tersebut dia justru malah terperangah dan langsung saja mengeluarkan pedang yang dia bawa sedari tadi membuat detektif Zen ikut kaget dan langsung saja menjauh darinya dengan cepat karena takut pedang itu akan mengenai dirinya ataupun laptop kesayangannya itu.


"Hua.....apa itu....apa yang kau pegang benda aneh apa itu, kenapa semua manusia bisa masuk ke dalamnya? Apa ini semacam sihir jahat?" Ucap sang raja api Lu Shi Cheng terus saja panik tidak karuan.


"Aaahhhh...astaga...raja api Lu Shi Cheng apa yang kamu lakukan turunkan pedangmu itu, astaga...kenapa kau begitu mengagetkanku, ayo turunkan pedangmu, masukkan lagi jangan menodong aku seperti itu, cepat ini tidak berbahaya seperti pedang di tanganmu itu" ucap detektif Zen terus saja meminta sang raja api Lu Shi Cheng untuk menurunkan pedangnya.


Namun sayangnya bukan menurunkan pedang itu sang raja api Lu Shi Cheng justru malah terus saja menghentakkan pedang itu semakin mendesak detektif Zen untuk menjelaskan benda yang dia pegang saat itu, karena dia terus saja mengira bahwa laptop tersebut sebagai benda yang aneh dan menakutkan.

__ADS_1


"Tidak ..turunkan benda itu, jangan sampai benda itu mendekatiku, ayo matikan benda itu!" Ucap sang raja api Lu Shi Cheng dengan kedua matanya yang terbelalak dengan sangat lebar saat itu.


Detektif Zen benar-benar merasa sangat kesal dan frustasi di buatnya, dia sudah menjelaskan dengan sebaik yang dia bisa tentang laptop yang dia pegang bahwa itu sama sekali tidak berbahaya baginya namun dia tetap saja membentak keras meminta detektif Zen untuk menurunkan laptop tersebut secepatnya.


"Ayolah baginda raja api Lu Shi Cheng ini hanya sebuah laptop ini sama dengan televisi yang ada di depan sana, ini sama dengan itu, kamu juga menonton televisi di depan ruangan tengah bukan? Ini sama hanya bentuknya saja yang lebih kecil, ayolah jangan berlebihan seperti itu, turunkan juga pedangmu oke" ucap detektif Zen sambil menunjukkan tangan dia kepada sang raja api Lu Shi Cheng saat itu.


Sampai akhirnya dengan perlahan sang raja Api Lu Shi Cheng segera menuruti ucapan dari detektif Zen dia mulai menurunkan pedang yang dia pegang saat itu dengan perlahan-lahan begitu juga dengan detektif Zen yang menaruh laptop miliknya ke ranjangnya saat itu.


Hingga ketika sang raja api Lu Shi Cheng sudah menaruh sepenuhnya pedang yang sebelumnya dia pegang, dengan cepat detektif Zen mengambilnya dan menaruhnya di belakang tubuh dia untuk membuat sang raja api tidak bisa menggunakan pedang itu lagi secara sembarangan.


"Detektif Zen apa yang kau lakukan, kembalikan pedang pusakaku apakah kau tidak tahu pedang seperti apa yang kau pegang itu!" Bentak sang raja Api Lu Shi Cheng yang terlihat sangat marah kepada detektif Zen saat itu.


Tentu saja detektif Zen tidak bisa mengembalikan pedang itu dengan begitu mudah kepada sang raja Api Lu Shi Cheng sebab dia takut pedang yang panjang dan tajam mengkilap itu akan melayangkan nyawanya dan membuat semua barang yang dia miliki menjadi sasaran sang raja api yang selalu mengeluarkan pedang itu sembarangan tidak kenal tempat dan waktu sama sekali.


"Aku tidak akan mengembalikan pedang ini kepadamu, untuk sementara ini selama kamu masih tetap berada di dunia ini dan tinggal di rumahku aku akan merampas pedang milikmu ini dan aku akan menyimpannya dengan baik di kamarku ini, kamu tidak bisa memegangnya atau pun mengambilnya dariku, ini adalah aturan darimu karena aku adalah pemilik rumah ini, aku adalah tuan rumahnya. Kau harus mengikuti aturan yang aku buat sama dengan apa yang aku lakukan ketika tinggal di kerajaan milikmu sebelumnya, dimana aku menuruti semua aturan yang ada di kerajaan api milikmu tersebut" balas detektif Zen memberikan penjelasan dan aturan kepada sang raja api.


Karena dia adalah seorang raja api dan pemimpin. Raja yang begitu kuat serta memiliki wilayah luas dengan berbagai kerajaan besar yang memimpin tiap wilayah di dalamnya, tentu saja dia tida akan bisa menerima jika dirinya mendapatkan peraturan seperti itu dari orang asing yang tidak dia kenali begitu saja terlebih orang itu mengambil pedang kebesaran yang sudah di miliki setiap raja sebelumnya sejak jaman ke jaman.


"Detektif Zen kamu tidak bisa melakukan semua itu kepadaku, sekali lagi aku memberitahumu bahwa aku adalah raja api Lu Shi Cheng yang kejam, aku tida akan segan untuk melenyapkan nyawamu kapan saja jika aku sudah memutuskan, kau sudah aku berikan hak dan kebebasan untuk hidup agar bisa mengembalikan aku kepada duniaku, dan sudah memberikan wewenang padamu untuk mengubah cara berpakaianku dengan begitu mudah, namun perlu kau tahu pedang itu memiliki energi supranatural dimana dia akan terus menyerap energi orang yang yang mati dengan tus*kan pedang itu sendiri, dan jika orang biasa seperti kamu menahannya dia akan menarik energimu, kau harus mengembalikannya kepadaku itu adalah pedang paling berharga melebihi istana kerajaan yang aku miliki" ujar sang raja Api Lu Shi Cheng dengan tatapan yang sangat serius.


Dia juga mengulurkan tangannya meminta agar detektif Zen segera memberikan pedang kebesarannya kembali kepada dia saat itu, namun sayangnya detektif Zen juga tidak bisa mengembalikan benda sekuat dan se berbahaya itu kepada sang raja api Lu Shi Cheng yang selalu saja melakukan semuanya tanpa pikir panjang.


"Aku tidak perduli dan aku tidak percaya dengan semua itu, aku akan tetap menahan pedang ini darimu, kamu tidak bisa mendapatkannya, kecuali kau mau menuruti semua aturanku di dalam rumah ini termasuk memotong rambutmu juga melepaskan mahkota di atas kepalamu" ujar detektif Zen memberikan sebuah pilihan kepada sang raja api Lu Shi Cheng.


Detektif Zen sengaja membuat hal dan kesepakatan seperti itu kepada sang raja api Lu Shi Cheng karena itu adalah kesempatan bagus baginya agar dia bisa mengubah penampilan sang raja api sepenuhnya, barulah dengan begitu dia bisa mulai pergi mencari tahu siapa penulis buku yang sangat misterius itu tanpa menunjukkan kecurigaan siapapun dengan penampilan sang raja api yang terlalu mencolok tersebut.


Mendengar tawaran kesepakatan dari detektif Zen seperti itu sang raja api terlihat menghembuskan nafas dengan kasar dan tatapannya semakin tajam dengan kedua lengan yang dia kepalkan dengan kuat, menahan emosi di dalam dirinya saat menghadapi detektif Zen saat itu.


Sang raja api Lu Shi Cheng tidak bisa membiarkan pedang pusaka kebesarannya di tangan orang lain karena itu sangat sakral baginya namun di sisi lain dia juga tidak bisa melepaskan mahkota yang ada pada kepalanya karena itu adalah ciri bahwa dirinya adalah seorang raja api, termasuk dengan rambutnya yang cukup berharga untuknya, sebab selama ini tidak pernah dia memotongnya terlalu pendek.

__ADS_1


__ADS_2