Detektif Zen

Detektif Zen
Rencana Jahat Sang Ratu


__ADS_3

Sedangkan sang kakak pertama raja Ming Hao dia juga menatap ibunya dengan sorot mata yang begitu kesal juga di penuhi dengan rasa kekecewaan yang teramat sangat besar saat itu.


"Ibu kau benar-benar mengecewakan kami semua, aku tidak menduga kau memiliki hati sejahat itu!" Ujar sang kakak pertama sambil segera meninggalkan ibunda ratu juga.


Saat itu juga semua orang meninggalkan ibunda Ratu tersebut, kakak pertama yang sibuk mengobati sang ayah handanya di bantu dengan tabib istana dan para petinggi istana lainnya, juga kakak kedua An Chen yang pergi mengejar sang adik Xiao You saat itu.


Sedangkan sang Ratu duduk seorang diri bersimpuh di lantai dengan perasaannya yang sangat kesal dan menyimpan begitu besar dendam serta kebencian terhadap putri Xiao You yang semakin bertambah karena kejadian barusan, dia merasa sangat kesal dan di penuhi dengan emosi saat itu, kemudian dia mulai pergi dengan hati yang kesal ke kamarnya untuk mencari beberapa racun yang dia simpan secara diam-diam tanpa di ketahui oleh siapapun saat itu.


"Racun ini akan lebih cepat membunuhmu dasar wanita sialan itu, dia sudah berani sekali melawanku sekarang, maka rasakanlah akibatnya sekarang" ucap sang ratu yang langsung saja pergi membawa racun tersebut.


Dia pergi secara mengendap-ngendap ke dapur lalu dengan sengaja mencampurkan bubuk racun tersebut yang bisa membuat siapapun yang memakannya akan merasakan sesak di dadanya yang teramat sangat kuat juga akan membuat nyawanya terancam dengan cepat.


Sang Ratu sengaja memasukkan racun yang mematikan dan sangat langka tersebut ke dalam makanan milik putri Xiao You saat itu, lalu dia menyuruh salah satu pelayan untuk segera menyiapkan makan malam sedangkan dia sendiri yang mengantarkan makanan untu putri Xiao You saat itu ke meja makan khusus di kerjaan tersebut.


Dia menyimpannya di kursi yang nanti akan di duduki oleh putri Xiao You seperti biasanya lalu dia kemudian pergi kembali menemui kedua putranya dengan wajah yang sendu dan meminta maaf kepada sang raja baru Ming Hao dengan wajah menunjukkan begitu banyak rasa bersalah di hadapannya.


"Putraku raja Ming Hao aku sungguh merasa sangat bersalah kepada adikmu Xiao You dengan begitu tolong maafkan aku dan bujuklah kedua adikmu untuk datang menikmati jamuan makan malam yang sudah aku persiapkan untuk kalian semua, biarkan sang raja di jaga oleh tabib istana aku yakin besok dia akan menjadi jauh lebih baik" ujar sang Ratu yang membuat raja Ming Hao mempercayainya begitu saja.


Meskipun sebelumnya Raja Ming Hao merasa kecewa dan sangat kesal terhadap sang Ratu tetapi dia bisa dengan cepat memaafkan kesalahan tersebut mengingat bahwa itu adalah ibunya sendiri dan dia masih harus tetap memberikan maaf kepada sang ibu.


"Baiklah ibunda ratu, kali ini aku akan memaafkan kesalahanmu dan aku akan mencoba mencari keberadaan kedua adikku segera" ujar sang raja Ming Hao yang membuat sang ratu tersenyum dengan senang.


Meski sebenarnya saat itu sang Ratu tersenyum sinis karena dia pikir rencananya sudah berhasil satu langkah, dia sangat yakin sekali bahkan kali ini putri Xiao You tidak akan lolos dari rencana yang sudah dia buat, dengan begitu dia bisa menuduh kembali putri Xiao You sebagai pembaca sial juga pembawa penyakit berbahaya tersebut dan bisa menyingkirkannya dari kerjaan suci tersebut dengan cepat.


Raja Ming Hao segera menyuruh beberapa prajurit yang ada disana untuk mencari keberadaan adiknya An Chen juga putri Xiao You saat itu.

__ADS_1


Sementara dia masih sibuk melihat sang ayah handa yang terlihat sudah jauh lebih baik setelah meminum ramuan yang di buat oleh tabib istana saat itu.


Bahkan tidak di sangka sang ayah handa mulai sadarkan diri dan itu membuat raja Ming Hao merasa sangat senang ketika melihatnya.


"Ayah handa...apa yang kau rasakan apa kau sudah merasa lebih baik sekarang" ucap raja Ming Hao sambil langsung mendekati sang ayah.


Ratu yang mendengar putranya memanggil sang raja dia juga segera berjalan cepat mendekati ranjang sang raja yang dimana dia bisa melihat suaminya mulai membuka mata dan menatap tersenyum ke arahnya saat itu.


Di dalam hatinya Ratu sungguh merasa sangat kesal dan kecewa karena racun yang dia berikan tadi pagi lewat sebuah teh yang di berikan kepada suaminya gagal membunuh sang suami tersebut karena tabib istana berhasil menekan racunnya, itu sangat membuatnya kesal sekaligus meresa sedikit cemas, karena dia takut tabib istana akan mengetahui penyebab dari tidak sadarkan dirinya sang Baginda raja pertama saat itu.


"Gawat, dia tidak mati, aku harus meminta tabib itu untuk menutup mulut dan tidak mengungkap masalah kejadian ini yang sebenarnya, sialan kenapa dia malah menyembuhkan pria tua ini, aku sudah sangat bosan hidup berdampingan dengan manusia yang sudah tidak berguna sepertinya" batin sang Ratu merasa sangat kecewa dan kesal.


Tetapi walau begitu dia masih sempat-sempatnya memasang wajah yang begitu harus dan terlihat menangis ketika melihat sang Raja pertama telah sadarkan diri saat itu.


"Suamiku, kau akhirnya bisa sadar juga aku sangat mencemaskanmu suamiku" ujar sang Ratu sambil menggenggam tangan sanga Raja pertama dan mulai ber akting memasang wajahnya yang seakan mencemaskan sang raja pertama.


Pada awalnya sang ratu justru malah berniat melenyapkan kedua orang tersebut sekaligus, anak dan ibunya harus lenyap di tangan dirinya, namun sialnya putri Xiao You justru malah selamat, sehingga sang ratu sangat mendendam kepada putri Xiao You karena dia selalu saja lolos dari kematian yang sudah di rencanakan oleh sang Ratu dalam waktu yang sangat lama, bahkan sang Ratu sudah dengan sengaja mengirimkan putri Xiao You untuk pergi ke medan perang saat itu namun sayangnya dia tetap saja hidup dan kembali tanpa kurang suatu apapun bahkan saat ini dia terlihat lebih kuat dari sebelumnya.


Sehingga hal tersebut membuat seorang Ratu merasa semakin kesal dan memperbesar niat juga rencana yang ada di kepalanya untuk benar-benar memusnahkan semua orang di kerajaan suci itu yang bisa membuat dia kehilangan gelar ratunya.


Bahkan tidak hanya itu, sang Ratu justru malah ingin menjadi penguasa yang paling tinggi di istana tersebut, sehingga dia dengan sengaja selalu memberikan racun yang sama kepada sang raja setiap kali dia menyajikan teh bagi baginda raja saat itu.


Hingga titik puncaknya adalah hari ini dimana acara pengalihan kekuasaan di laksanakan, awalnya sang ratu pikir suaminya akan memberikan tahta tersebut kepada dirinya jika dia mulai sakit-sakitan dan akan cepat mati seperti itu, namun rupanya dia melupakan sesuatu bahwa putranya sendiri yang malah mendapatkan gelar raja tersebut dengan semua kepemilikan tahta yang sudah beralih tempat saat ini.


Namun itu lebih baik daripada harus putri Xiao You yang akan mendapatkan tahta tersebut sebab banyak sekali masyarakat yang senang bergaul dengannya juga sangat mendukungnya di tempat tersebut, semua itu terjadi karena putri Xiao You memang sangatlah ramah dan selalu gemar membantu.

__ADS_1


Dia yang selalu mendapatkan hal-hal tidak adil di kerajaan membuat dirinya lebih sering berjalan-jalan keluar di pedesaan tersebut dan itulah yang menyebabkan dirinya lebih mudah dan sangat banyak berinteraksi dengan banyak sekali masyarakat disana.


Dia senang sekali bersosialisasi tetapi dirinya tidak terlalu banyak bicara, melainkan mendengarkan semua keluhan dari rakyat disana dan dia selalu berusaha mewujudkan semua keinginan dan memperbaiki semua protesan dari masyarakat disana


Hingga sebuah kesejahteraan dapat tercipta berkat dirinya, masyarakat yang menjadi rukun dan hidup dengan aman dan damai, mereka tidak pernah menuntut apapun lagi kepada sang raja dan selalu mengikuti apapun yang raja katakan atau raja pinta dari mereka semua, itulah yang membuat sang raja pertama sangat menyayangi putri Xiao You dan dia juga berniat menjadikan putri Xiao You sebagai pemimpin kerajaan suci ini untuk menjadi Ratu kedepannya menggantikan posisi dari istrinya saat itu.


Hal tersebut membuat sang Ratu sangat tidak terima jika posisinya di gantikan oleh wanita rendahan seperti putri Xiao You yang jelas terlahir dari seorang pelayan yang menjadi selir istana, itu membuat dia semakin membenci putri Xiao You, padahal yang membuat kesalahan adalah raja pertama, dia yang diam-diam menikahi ibunya putri Xiao You saat itu tanpa sepengetahuan sang Ratu hingga konflik besar seperti ini mulai terjadi di istana, memang istana suci sudah di kenal dengan kedamaiannya di seluruh penjuru dunia tersebut, namun sayangnya di dalamnya tidak se damai itu.


Serta persaingan antar saudara terus saja terjadi dimana-mana, hingga sang ratu menjadi orang yang paling berani untuk menghalalkan segala cara agar dia dapat mendapatkan seluruh hal yang dia inginkan terutama untuk menguasai kerajaan suci di tangannya sendiri.


Disisi lain detektif Zen sendiri justru malah duduk sendirian di bawah sinar bulan tepat di tengah taman kerajaan sambil menatap ke arah langit dengan tatapan yang kosong saat itu.


Dia memikirkan kapan dirinya akan bisa kembali ke dunianya yang asli, dia sangat tidak menyukai tempat aneh ini dengan seluruh aturannya yang sangat membuat dia tidak nyaman juga ada manusia jahat yang terus mengintai dia dan bisa mencelakai dirinya kapan saja.


"Hey.... putri Xiao You apa hidupmu benar-benar semenyedih ini yah, bagaimana kau bisa hidup jika terus di hantui dengan semua hal yang bisa saja mengambil nyawamu kapan saja, dimana kamu berada sekarang putri Xiao You, aku lelah terus di kira sebagai dirimu, ahhh..aku sungguh ingin kembali ke duniaku" ucap sang detektif Zen sambil tertunduk dengan lesu.


Sampai tidak lama kemudian disaat detektif Zen tertunduk lesu tiba-tiba saja di hadapannya muncul Meilan yang saat itu menjadi asisten pribadinya dan semenjak kejadiannya semua keanehan seperti ini terjadi.


"Berhenti mengeluh, tugasmu masih panjang" ucap wanita bernama Meilan tersebut.


Detektif Zen yang merasa tidak asing dengan suaranya tersebut, dia langsung saja mengangkat kepalanya dan melihat wanita bernama Meilan itu sudah berdiri dengan cahaya di sekitar tubuhnya dan Detektif Zen yang kesal dan juga merasa senang karena akhirnya dia bisa menemukan wanita itu, dia langsung saja terperangah kaget sambil langsung memegangi tangan Meilan tersebut dengan sangat kuat.


"Hah...kau .. akhirnya aku bisa menemui dirimu, kau tidak akan bisa kabur sekarang, aku cepat katakan semua ini pasti ada sangkut pautnya dengan dirimu bukan, ayo katakan!" Bentak sang detektif Zen dengan memberikan tatapan tajam kepada Meilan saat itu.


Disisi lain Meilan justru malah terus saja tersenyum cerah kepada detektif Zen tanpa menjawab apapun atas pertanyaan yang dilontarkan oleh detektif Zen sebelumnya, hal tersebut membuat detektif Zen merasa sangat heran dan kebingungan melihat wajah Meilan tersebut yang malah terus saja tersenyum menatap kepadanya.

__ADS_1


"Heh...apakah kau bodoh, kenapa malah terus tersenyum seperti itu cepat katakan apa yang sebenarnya terjadi padaku dan bagaimana cara aku bisa kembali ke duniaku, cepat katakan atau aku akan memberimu pelajaran berharga yang tidak akan bisa kau lupakan!" Ancam detektif Zen dengan penuh keberanian saat itu.


__ADS_2