Detektif Zen

Detektif Zen
Ke Esokan Paginya


__ADS_3

"Huuhh... akhirnya aku bisa tidur dengan lelap, sangat melelahkan sekali," ucap detektif Zen sambil memejamkan matanya dengan segera.


Sampai ke esokan paginya, sang raja api Lu Shi Cheng bangun lebih awal dia langsung saja menggedor pintu kamar detektif Zen dengan sangat kencang padahal saat itu detektif Zen masih tertidur dengan lelap di kamarnya sehingga tentu saja hal tersebut membuat detektif Zen merasa naik pitam dan emosi sekali. Dia juga merasa sangat malas untuk bangkit dari ranjangnya yang empuk dan nyaman bagi tubuhnya.


"Tok...tok...tok... detektif Zen hei..cepat kau keluar, detektif Zen!" Teriakkan sang raja api Lu Shi Cheng dengan sangat kencang saat itu.


"Aishh...sialan kenapa dia harus bangun dan menggedor pintu kamarku sepagi ini sih, aku kan masih ingin tidur, aishh...menyebalkan," gerutu detektif Zen sambil melihat ke arah jam di ponselnya yang masih menunjukkan jam enam pagi saat itu.


Dia bahkan sangat malas untuk membuka matanya, tai di saat detektif Zen berusaha mengabaikan gedoran pintunya, yang ada sang raja api Lu Shi Cheng justru malah menepuk pintu kamar detektif Zen dengan semakin keras.


"Aahh.. persetan dengannya, aku tidak perlu meski dia akan terus berdiri menggedor disana," gerutu detektif Zen saat itu.


Dia langsung saja menarik kembali selimut tebal miliknya dan sengaja menutupi seluruh tubuhnya dan telinga dia untuk menghindari suara teriakkan sang raja api dari balik pintu saat itu.


"Detektif Zen kau akan membuka pintunya atau aku akan membelah pintu ini dengan pedang kekuasaan ku!" Ancam sang raja api Lu Shi Cheng yang rupanya benar-benar sudah naik pitam saat itu.


Mendengar hal tersebut detektif Zen sangat kaget dan dia tidak bisa membiarkan sang raja api Lu Shi Cheng benar-benar membelah pintunya tersebut, dia sangat takut semua itu akan benar-benar dilakukan oleh sang raja api bahkan saat ini sang raja api Lu Shi Cheng sudah mulai menghitung untuk membelah pintu kamarnya.


"Detektif Zen jika dalam hitungan tiga kau tidak membukanya juga, maka jangan salahkan aku untuk membelah pintu ini!" Ancam sang raja api Lu Shi Cheng mengatakannya.


"Astaga...gawat aku harus segera membukanya dia tidak mungkin akan benar-benar membelah pintuku kan? Aaahhh tidak...tidak itu tidak boleh terjadi," gerutu detektif Zen sambil segera saja pergi dari sana dengan cepat.


"Satu...dua..." Teriak sang raja api yang terus saja menghitung.


Detektif Zen sangat terburu-buru dia langsung meloncat dari ranjangnya dan langsung membuka pintu pada hitungan yang hampir saja habis saat itu, dan saat pintu terbuka sang raja api langsung menerobos masuk ke dalam kamar detektif Zen dan dia pergi ke kamar mandi dengan terburu-buru setelah memarahi detektif Zen sebelumnya.


"Huh...kenapa kau lama sekali membukanya apa kau kebo ya? Aishh..menjengkelkan minggir kau jangan menghalangi jalan sang raja!" Bentak sang raja api Lu Shi Cheng yang membuat detektif Zen langsung saja terperangah kaget.


Ini adalah pertama kalinya detektif Zen mendengar ucapan dari sang raja api Lu Shi Cheng berbicara kasar dan membentak dengan kedua bola mata yang membulat sempurna seperti itu, dia sangat kaget dan tidak menduga bahwa sang raja api Lu Shi Cheng yang sudah terbiasa berbicara baku dengan aksen kuno kini sudah bisa berbicara dengan kasar dan mengikuti aksen bicaranya orang-orang di dunia ini dengan normal.


"Wah..haha...apa aku tadi benar-benar mendengar raja sialan itu merutuki aku? Dia benar-benar bicara dengan kasar padaku? Darimana dia bisa mempelajari perkataan seperti itu?" Ucap detektif Zen yang merasa keheranan sendiri dan dia segera bangkit berdiri.


Detektif Zen harus bangkit dengan perlahan dan memegangi pinggulnya yang terasa sangat ngilu juga begitu sakit, dia benar-benar merasa pinggangnya akan patah saat di dorong sang raja api hingga jatuh tersungkur ke lantai sementara sang raja api langsung pergi berlari ke kamar mandi dengan terburu-buru.

__ADS_1


"Hingga tidak lama kemudian setelah beberapa saat sang raja api terus berada di kamar mandi dan detektif Zen sudah menyiapkan sarapan dia baru kembali muncul dengan wajahnya yang lebih cerah dan menampakkan sebuah senyuman kecil di wajahnya kala itu.


"Baru keluar kau? Laik kali jika kau menggedor pintu kamarku hanya untuk numpang kekamar mandi maka pergi ke dapur di sini juga ada kamar mandi khusus untuk para tamu dan di luar kamar, jadi kau tidak perlu datang ke kamarku hanya untuk pergi ke kamar mandi saja." Ucap detektif Zen memberi tahu sang raja api.


"Kamar mandi di kamarmu lebih bagus, dan aku hanya bisa mandi serta melakukan aktivitas lainnya di dalam sana saja dibandingkan di kamar mandi ini." Balas sang raja api sambil duduk di depan meja makan berhadapan dengan detektif Zen saat itu.


Detektif Zen hanya bisa menggelengkan kepala sambil menahan emosi dan mengeratkan giginya dengan kuat saat itu, hingga dia pun memutuskan untuk segera menyantap makanannya saja daripada terus harus merasakan emosi yang tidak bisa dia keluarkan kepada sang raja api Lu Shi Cheng yang sangat menjengkelkan dan begitu menguji kesabarannya sendiri saat itu.


"Huuhh... sudahlah cepat kau makan sarapannya dan kita akan segera pergi untuk mencari penulis misterius itu." Balas detektif Zen kepada sang raja api Lu Shi Cheng.


Detektif Zen sudah mencari tahu beberapa informasi mengenai toko buku yang mengatakan masih memiliki buku novel dunia ajaib tersebut, hanya saja buku tersebut memang sudah tidak dipasarkan lagi semenjak sepuluh tahun silam, karena buku tersebut di tulis oleh seorang penulis asing yang tidak di ketahui namanya, bahkan jenis kelaminnya sekalipun juga tidak ada yang tahu, dan tempat penerbitan buku pertamanya yang sudah di cari tahu oleh detektif Zen juga tidak terlihat dan di tempat itu dia malah menemukan seorang kakek yang aneh dan misterius, sehingga detektif Zen jelas tidak ingin datang lagi ke tempat aneh tersebut.


Misinya kali ini adalah untuk pergi ke setiap toko buku dan perpustakaan umum yang mengatakan masih memiliki buku tersebut ataupun pernah menjual buku aneh itu di tempat tersebut.


Sang raja api mulai menikmati makanan yang sudah di sajikan oleh detektif Zen meski dia sendiri sama sekali tidak tahu nama makanan yang tengah dia konsumsi saat itu, hanya saja sang raja api Lu Shi Cheng tetap harus memakannya demi mengisi perut dia yang sudah keroncongan pagi itu.


Dan seperti yang sudah detektif Zen duga sebelumnya sang raja api memang selalu menyukai apapun makanan yang dia masak saat itu, padahal detektif Zen hanya memasakkan nasi goreng dengan kecap saja karena dia belum membeli bahan makanan apapun tetapi sang raja api Lu Shi Cheng menikmati makanan itu lebih lahap di bandingkan dengan dirinya sendiri yang memasak makanan itu.


Namun walau begitu, detektif Zen tetap saja merasa senang dia merasa masakannya terlihat di hormati oleh sang raja api dengan dia memakannya dengan begitu lahap detektif Zen merasa bahwa makanannya cukup enak sampai sang raja api mau memakannya seperti itu, dan dia juga segera melanjutkan makannya dengan perasaan senang.


Hingga setelah selesai dia segera pergi ke luar dan kembali mengeluarkan motor sport miliknya, sang raja api langsung saja menarik keras belakang pakaian detektif Zen bak dia tengah menarik seekor kucing dengan tangannya saat itu.


"Astaga.... detektif Zen apa kamu sungguh ingin membunuhku?" Ucap sang raja api membuat detektif Zen menatap penuh keheranan.


"Apa maksudmu, untuk apa juga aku membunuhmu, memangnya aku membawa pedang sepertimu, tidak bukan?" Balas detektif Zen kepadanya sambil segera melepaskan tangan sang raja api yang masih saja menarik kerah pakaian belakangnya saat itu.


"Hei..raja api Lu Shi Cheng lepaskan tanganmu itu!" Ucap detektif Zen dengan menatap sinis padanya sampai sang raja api Lu Shi Cheng segera saja melepaskan dia dengan segera.


Rupanya sang raja api Lu Shi Cheng bicara seperti itu karena dia melihat detektif Zen yang mengeluarkan motor sport dia dari garasi terlebih detektif Zen sudah memasang sebuah helm di kepalanya yang menutupi seluruh kepala dia kecuali tersisa bagian matanya saja saat itu.


"Detektif Zen aku lebih memilih untuk tidak pergi daripada harus menaiki motor seperti ini." Ujar sang raja api Lu Shi Cheng yang terlihat trauma karena kejadian kebut kebutan sebelumnya.


Tapi detektif Zen melakukan semua itu juga bukan karena sengaja terlebih dia sudah memiliki perhitungan dengan cukup baik dalam mengemudikan motornya sendiri yang selalu menemani dia kemanapun setiap saat, selain itu dengan menggunakan motor seperti ini, akan memudahkan detektif Zen pergi ke tempat-tempat pelosok yang mungkin saja masih memiliki jalanan minum yang tidak bisa masuk ke daerah tersebut.

__ADS_1


Jadi jika dia memakai motor dia bisa pergi ke tempat-tempat yang mustahil untuk orang lain, lakukan dengan mobil mewahnya, yang terpenting harga motor tersebut lebih mahal dari sebuah mobil.


Tapi walau begitu tetap saja sang raja api menolak jika dia masih harus menaiki lagi motor detektif Zen, walau detektif Zen sudah berusaha keras untuk membujuknya tetap saja berkali kali sang raja api Lu Shi Cheng menolaknya dengan keras.


Sampai terpaksa detektif Zen harus mengancam dia dengan keras dan suara yang tegas sampai akhirnya sang raja api Lu Shi Cheng mau melakukannya walau wajahnya terlihat terus saja mengerucut dengan sangat kesal sekali saat itu, dia benar-benar terlihat sangat ketakutan untuk menaiki sepeda motor milik detektif Zen.


"Raja api Lu Shi Cheng kita tidak akan bisa pergi kemanapun termasuk mengembalikan kamu ke dunia kerajaanmu itu, jika kamu saja takut hanya untuk menaiki sebuah sepeda motor, lalu bagaimana dengan melawan kehidupan dan musuhmu saat di duniamu, atau jangan-jangan sebutkan sang raja api perkasa itu hanyalah sebuah hiasan semata saja?" Ucap detektif Zen sengaja memancing raja api Lu Shi Cheng dengan penuh keberanian saat itu.


Raja api Lu Shi Cheng terlihat berpikir keras saat itu, dia mulai kebingungan memilih antara rasa takutnya sendiri atau demi kembali ke dunianya tersebut yang harus dia lakukan, pada akhirnya sang raja api Lu Shi Cheng pun tetap memilih untuk duduk di jok boncengan belakang sepeda motor detektif Zen.


"Aahh baiklah aku akan naik tapi kau tidak boleh melakukannya seperti orang yang ingin membawaku ke alam baka, apa kau mendengarkan hah!" Bentak sang raja api memperingati detektif Zen saat itu.


"Aishhh sudahlah ayo cepat naik saja, kau ini terlalu banyak bicara tahu tidak." Balas detektif Zen membuat sang raja api Lu Shi Cheng memasang wajah cemberut dengan kedua bola mata yang terlihat kesal.


Detektif Zen membantu sang raja api untuk naik ke atas motornya lebih dulu dan dia segera melajukan motornya dengan cepat menuju salah satu tempat toko buku yang paling dekat dahulu, detektif Zen juga memasang ponselnya di dekat tang motornya sebagai penunjuk jalan menggunakan maps olehnya, dia terus mendengarkan suara yang keluar dari maps tersebut.


Hingga dia berhasil sampai di salah satu toko buku yang cukup besar, dia segera turun dengan cepat sedangkan sang raja api Lu Shi Cheng malah turun dengan kaki gemetar bak seperti anak kecil yang baru saja melakukan sunat saat itu, aku langsung tertawa dengan sangat lebar karena hal tersebut begitu lucu serta konyol baginya.


"Ffftt....hahaha.. raja api ada apa denganmu, apa seorang raja dan seorang pimpinan perang sepenakut ini ya?" Ucap detektif Zen membuat sang raja api Lu Shi Cheng segera berdiri kembali dengan cepat dan tegak dia berusaha untuk menahan kakinya sendiri agar tidak terlihat bergetar dan membuat dia semakin malu oleh semua orang yang mengenali dia nantinya.


"Apa...berhenti tertawa atau aku tidak akan bisa memberikan kesabaran lagi dalam menghadapinya detektif Zen!" Ucap sang raja api Lu Shi Cheng yang memperingatinya dengan keras serta memberikan tatapan begitu tajam kepadanya hingga dengan cepat langsung saja membuat detektif Zen diam membisu.


Dengan cepat detektif Zen menutup mulut dia yang masih terus ingin tertawa tapi dia sudah harus berhenti karena mendapatkan ancaman dari sang raja api Lu Shi Cheng kala itu, dia terus saja menahan tawa di mulutnya dengan sekuat tenaga namun sayangnya detektif Zen tetap saja keceplosan lagi untuk beberapa waktu, hingga membuat sang raja api langsung membekap mulut detektif Zen dengan perasaan kesal dan di penuhi dengan emosi.


"Fffff...ftahahhaha...maafkan aku raja api...hahaha..aku tidak bisa menahannya lagi meski sudah berusaha dengan keras agar tidak menertawakan kelakuanmu itu, hahaha...eum...eummm!" Ucapan dari detektif Zen sambil terus tertawa yang pada akhirnya benar-benar di bekap menggunakan tangan raja api Lu Shi Cheng sekaligus.


Sampai hal itu membuat detektif Zen sangat kaget dan dia refleks langsung membelalakkan mulutnya kala itu karena dia tidak ingin kehabisan nafas hanya karena seorang raja api konyol Lu Shi Cheng itu.


"Diam...kau rasakan ini, aku akan terus membekap mulutmu sampai kau mau berhenti terus menertawakan aku seperti sebelumnya, apa kau dengar hah? Apa kau mengerti maksudku? Atau jika kau masih belum mengerti maka aku akan melakukan hal yang lebih buruk lagi dari semua ini!" Ucap sang raja api Lu Shi Cheng yang sudah di kuasai oleh emosi yang sangat besar sekali karenanya.


"Eumm...eummm..puk..puk...puk!" Berontak detektif Zen terus menepuk tangan sang raja api yang membekap mulutnya dengan kuat.


Sedangkan sang raja api Lu Shi Cheng sendiri tetap saja tidak menggubris ucapan dari detektif Zen yang meminta untuk melepaskan mulutnya itu, karena dia butuh bernafas juga.

__ADS_1


__ADS_2