Detektif Zen

Detektif Zen
Kembali


__ADS_3

Seketika ketika detektif Zen sudah menjawab dengan lantang dan dia sudah menyetujui untuk mempertanggungjawabkan apa yang akan terjadi setelah mereka membuka kembali buku tersebut, akhirnya sang raja api pun mengangguk setuju, mereka berdua mulai mengambil buku itu dan menaruhnya diatas meja.


"Baik....apakah baginda raja sudah siap untuk membukanya?" Tanya Detektif Zen kepadanya saat itu.


Sang baginda raja api Lu Shi Cheng langsung mengangguk dan detektif Zen mulai membuka buku tersebut secara perlahan-lahan dengan perasaan yang terus berdegup kencang karena dia sendiri merasa sangat cemas dan ketakutan, namun setelah buku itu dibuka tidak ada yang terjadi, semua bayangan yang di pikirkan dan di duga oleh detektif Zen sama sekali tidak terjadi apapun, tetapi di dalam buku itu benar-benar sudah memilih sebuah gambar dengan beberapa tulisan dialog di dalamnya.


Sang raja api yang melihat itu dia langsung membelalakkan mata dengan lebar dan menyentuh buku itu segera, dia kaget dan merasa heran ketika mihat di dalam buku tersebut sudah memiliki gambar dan ada tulisan di dalamnya, padahal dia sangat ingat sekali kala itu dia sama sekali tidak melihat apapun di dalam buku tersebut meski dia sudah mencoba membalikkan semua halaman yang ada di dalamnya.


"Tidak...ini tidak mungkin, bagaimana bisa semuanya sudah berubah, dan ini kemana semua kejadiannya sama seperti yang aku alami?" Ucap sang raja Api Lu Shi Cheng merasa sangat heran.


Ekspresi dari wajahnya sama persis dengan raut wajah yang di perlihatkan oleh detektif Zen ketika dia pertama kali melihat buku tersebut juga, detektif Zen hanya menghembuskan nafas pelan karena dia sudah mengetahui tentang hal itu lebih dulu.


"Aku sudah mengatakannya, jadi kau bisa mempercayai aku sekarang raja api Lu Shi Cheng, aku tidak berbohong apalagi menipumu" balas detektif Zen kepadanya.


Sang raja api menatap ke arah detektif Zen dan dia mulai mengajukan sebuah pertanyaan yang cukup menegangkan, membuat detektif Zen merasa sedikit takut dan tersentak karenanya.


"Apakah kau sudah membaca semua isi dari buku ini?" Tanya sang raja api Lu Shi Cheng dengan wajahnya yang sangat serius kepada detektif Zen dan wajah mereka sangatlah dekat saat itu.


Bukan kaget karena pertanyaannya tetapi detektif Zen justru lebih kaget karena sang raja api terlalu mendekatkan dirinya kepada wajah detektif Zen sehingga hal itu membuat detektif Zen cukup terdesak dan dia merasa tidak nyaman dengan posisi saat itu, sehingga dengan cepat detektif Zen langsung mendorong pelan kedua bahu sang raja Api Lu Shi Cheng agar bisa mundur dan sedikit menjauh darinya.


"Astaga...apa yang dia pikirkan, kenapa bicara seperti itu saja harus mendesakku begini, membuat aku kelimpungan saja" batin detektif Zen yang merasa tidak karuan,


"AA ....a..ahh..raja aku sama sekali tidak membaca isi di dalam buku itu, aku hanya melihat gambarnya saja dan aku sudah bisa menebak semua itu adalah kejadian yang aku alami sejak aku jatuh ke duniamu ini" balas detektif Zen sambil mendorong sang raja api dengan pelan agar menjauh darinya.


Raja api Lu Shi Cheng terlihat mengerutkan kedua alisnya dan dia mulai berpikir cukup keras memikirkan semua kejadian janggal dan hal yang sangat membingungkan di hadapannya kali ini, sampai dia sendiri yang memberanikan diri untuk membaca isi dalam buku tersebut termasuk mihat semua gambaran di dalam ya yang menyiratkan semua kejadian di alam tersebut antara dia dengan putri Xiao You dari kerjaan suci yang ternyata sama sekali bukan putri Xiao You yang asli.


"Jika kau bukan putri Xiao You yang asli, maka kemana hilangnya putri Xiao You tersebut?" Batin sang raja api memikirkan dengan keras sambil terus melihat buku tersebut dan membacanya dengan teliti sekali.


Detektif Zen hanya bisa menatapnya dengan menaikkan kedua alisnya dan membuka lebar kedua matanya sebab dia merasa kebingungan, dia sendiri tidak tahu siapa itu putri Xiao You apalagi kemana perginya putri tersebut, yang dia tahu hanya tentang dirinya saja yang tidak sengaja jatuh ke dunia aneh tersebut di saat perang tengah berlangsung.


Detektif Zen juga melihat buku tersebut hingga sang raja api telah membacanya sampai ke adegan terakhir dimana mereka tengah mencari buku coklat tersebut, dan tentu saja sang raja api mengetahui gerutuan yang di ucapkan oleh detektif Zen di belakangnya selama ini, sehingga ketika membaca hal itu sang raja api langsung menoleh ke arah detektif Zen dengan wajahnya yang serius dan cukup menakutkan.


"Apakah kau sangat tidak menyukaiku? Apa kau pikir aku ini sama sekali tidak memiliki hati?" Ucap sang raja api kepada detektif Zen saat itu.

__ADS_1


Detektif Zen sendiri tidak tahu harus menanggapi ucapan dari sang raja api seperti itu, karena dia hanya bisa menatap dengan linglung sendiri.


"Sial aku tidak.bisa membohonginya, dia sudah mengetahui semuanya, tidak ada cara untuk membuat alasan" batin detektif Zen merasa bingung.


"AA..aahh..kau memang begitu bukan? Kau kan raja api yang terkenal dengan kekejaman dan memang tidak memiliki hati" balas detektif Zen membuat sang raja api langsung membelalakkan matanya sangat lebar dan dia langsung mengepalkan sebelah lengannya cukup kuat.


Terlihat sangat jelas bahwa saat itu sang raja api Lu Shi Cheng sangat marah dan kesal kepada detektif Zen yang mengatakan semua itu di hadapannya secara langsung, namun disisi lain detektif Zen juga tidak memiliki cara lain dia tetap harus mengatakannya di hadapan sang raja api karena dia tahu bahwa buku itu akan segera menulisnya.


Dan apa yang dia pikirkan memang benar-benar terjadi, buku tersebut langsung saja menulis sendiri ucapan yang baru saja di katakan oleh mereka berdua secara nyata di dalam buku tersebut.


Detektif Zen yang melihatnya lebih dulu dia langsung menutup mulutnya sangat kaget sambil segera menunjuk ke arah buku tersebut, dan memberitahu sang raja api Lu Shi Cheng tentang hal itu segera.


"Waahhh .....Baginda raja lihatlah, cepat lihat pada buku itu, bukunya baru saja menampakkan ucapan kita berdua" ujar detektif Zen sambil menunjuk ke arah buku itu.


Raja api segera melirik ke arah buku tersebut dan betapa kagetnya dia ketika melihat apa yang dia katakan kepada detektif Zen barusan, benar-benar sudah muncul dalam buku tersebut, dan tiba-tiba saja ketika sang raja api kaget melihat semua keanehan tersebut, buku itu bergetar sendiri pada tangan sang raja api hingga tiba-tiba saja mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan mata dari dalam sana.


"AA...AA..ahhh..cahaya apa ini, ohh..tidak...ini pasti jalannya aaa..aahhhhh" teriak detektif Zen yang mulai merasakan tubuhnya seperti tertarik dengan kuat ke dalam buku tersebut.


Namun dalam waktu yang sangat singkat itu, untungnya detektif Zen masih mengingat tentang sang raja Api Lu Shi Cheng yang ingin mengetahui tentang dunianya, sehingga saat merasakan tubuhnya mulai tertarik dengan sangat kuat detektif Zen langsung berusaha untuk meraih sang raja api yang dia tahu bahwa raja api berada di sampingnya kala itu.


"Aku menariknya aku yakin berhasil membawanya bersama denganku" batin detektif Zen sebelum dia benar-benar tidak sadarkan diri saat itu.


Bener saat telah berlalu detektif Zen mulai mendapatkan kembali kesadaran dalam dirinya, dia perlahan mengerjakan matanya dengan pelan dan saat dia membuka matanya sedikit demi sedikit dia bisa melihat wajah sang raja api Lu Shi Cheng di depan matanya sangat jelas dan begitu dekat saat itu.


Saking kagetnya detektif Zen langsung saja berteriak sangat kencang dan refleks menjauh dari sang raja api yang masih terlihat tidak sadarkan diri saat itu.


"Aaaaarrkkkkk......." Teriak detektif Zen yang begitu menggelegar, membuat sang raja Api Lu Shi ikut terbangun saat itu juga.


Raja Api Lu Shi Cheng mulai membuka matanya sedikit demi sedikit dan dia sempat menguceknya dengan pelan karena merasa kaget dan sangat aneh dengan sebuah ruangan yang begitu tidak dia kenali sedikitpun, bahkan semua benda yang terhadap di sekitar sana dia tidak mengenalinya sedikitpun.


"Dimana ini?" Tanya sang raja Api Lu Shi Cheng dengan wajahnya yang kebingungan.


Detektif Zen yang belum menyadari tempat dia terbangun saat itu dia langsung membuka matanya dengan sangat lebar dan melihat ke sekeliling dimana dia ternyata sudah berada di lift rumahnya sendiri hingga pintu lift mulai terbuka dengan perlahan dan memperlihatkan ruangan bagian atas rumah miliknya.

__ADS_1


"Hah?...ba..ba.. bagaimana bisa ini terjadi? Kenapa aku tiba-tiba berada di dalam lift ini lagi?" Ucap detektif Zen merasa sangat syok dan heran.


Semua yang terjadi kepadanya sangat tidak masuk akal dan membuat dirinya terus bertanya-tanya tanpa henti, dia tidak tahu lagi harus berbuat apa dan segera bangkit keluar dari lift tersebut dengan memegangi kepalanya.


Sedangkan dia meninggalkan sang raja api Lu Shi Cheng di dalam lift itu begitu saja, karena detektif Zen merasa sangat kaget dan masih tidak percaya bahwa dirinya benar-benar telah kembali ke dunianya lagi.


"Apakah aku sungguh sudah kembali ke tempat semula? Apa ini pusat kota yang aku tinggali?" Ucap detektif Zen sambil segera berlari menuju pintu keluar saat itu.


Dia sangat bersemangat dan begitu senang ketika mengetahui dia sudah benar-benar kembali ke rumahnya dan dia ingin melihat ke dunia luar saat itu juga, tetapi disaat dia membuka pintu keluar rumahnya tersebut, tiba-tiba saja seseorang wanita yang memakai jubah putih dan ada beberapa bunga di sekitarnya yang melayang mengelilinginya, wanita itu terlihat sangat mirip dengan Mielan wanita yang menjadi asisten pribadinya juga alasan detektif Zen bisa jatuh ke dunia aneh sebelumnya.


"Kau ...Meilan aku tahu itu kau, kenapa kau datang lagi kemari, aku tidak ingin kembali lagi ke duani aneh itu, aku tidak ingin pergi ke sana lagi!" Bentak detektif Zen dengan wajahnya yang menyimpan banyak sekali kekesalan kepada Meilan.


Disisi lain Meilan sendiri terlihat begitu serius menatap pada detektif Zen, wajahnya yang terakhir kali menampakkan diri pada detektif Zen dia terlihat tersenyum lebar namun kali ini wajahnya justru cukup menyeramkan dan dia menatap sangat tajam, bak seperti tengah menahan emosi dan kekesalan di dalam hatinya tersebut.


"Kenapa kau tidak bicara dan apa maksud dari tatapan tajammu itu padaku?" Tanya detektif Zen yang merasa sedikit heran.


Dia pikir disini yang salah adalah Meilan dan dia juga yang sudah membuat semua kekacauan dan keanehan terjadi dalam hidupnya tetapi justru malah Meilan sendiri yang memberikan tatapan seperti itu padanya, tentu saja detektif Zen merasa tidak terima mendapatkan perlakuan dan tatapan tajam darinya saat itu.


"Detektif Zen ketahuilah kau sudah melanggar sebuah hukum yang patal dalam dunia kerajaan, kau bisa mengubah takdirmu dan menyelesaikan misi yang aku berikan padamu, tetapi kau malah melanggar semuanya, kau terus berusaha memecahka misimu sendiri tanpa memikirkan dampak yang akan kau dapatkan" ucap Meilan berbicara sangat serius dan menegangkan,


Detektif Zen yang sama sekali tidak mengerti dengan apa yang di bicarakan oleh Meilan saat itu, dia hanya bisa mengerutkan kedua alisnya dan di tekuk dengan tajam saat itu.


"Apa yang kau bicarakan, bahkan aku sama sekali tidak mengenalmu, makhluk seperti apa kau sebenarnya hah? Kenapa kau berlagak seperti kau adalah dewa" ucap detektif Zen merasa cukup kesal dalam menghadapinya kala itu.


Dalam keadaan yang sangat menegangkan seperti itu tidak lama sang raja api Lu Shi Cheng datang menghampiri detektif Zen dan tentu saja dia juga bisa melihat keberadaan wanita yang di ketahui bernama Meilan oleh detektif Zen saat itu.


Namun anehnya sang raja api langsung terperangah kaget ketika melihat Meilan berdiri setengeh melayang di hadapan detektif Zen saat itu, sang raja api juga langsung membungkuk memberi hormat kepadanya dan memanggilnya dengan sebutan lain yang tidak di kenali oleh detektif Zen sama sekali.


"Roh gunung....hormat untukmu, mengapa kau bisa sampai ke tempat aneh ini?" Ucap sang raja api yang rupanya mengenali wanita tersebut.


Detektif Zen yang mendengar itu dia langsung menatap berkali-kali kearah sang raja api juga wanita yang dia kenal sebagai Meilan tersebut.


"Hah?...tunggu tunggu...raja api apa kau mengenal wanita ini?" Ucap detektif Zen menanyakannya karena dia sangat kebingungan saat itu,

__ADS_1


"Benar aku sangat mengenalnya, dia adalah roh gunung yang mulia" balas sang raja api membuat detektif Zen semakin bingung dan tidak mengerti dengan jawabannya tersebut.


Detektif terus saja mengerutkan kedua alisnya dan dia tidak berhenti menatap ke arah Meilan dan sang raja api, mereka memeng terlihat mengenakan jenis pakaian dan model yang cukup sama, tetapi detektif Zen sama sekali tidak mengerti apa itu roh gunung dan siapa sebenarnya wanita yang mengaku sebagai Meilan kepadanya saat itu.


__ADS_2