
Mendengar ucapan dari sang raja Api Lu Shi Cheng, detektif Zen hanya bisa menanggapinya dengan menghembuskan nafas dengan lesu, juga sedikit kasar dia juga berkacak pinggang sambil menggelengkan kepalanya yang sudah sangat pusing dalam menghadapi sang raja api tersebut, hingga dia mulai memalingkan pembicaraan tersebut agar sang raja api tidak terus membahas mengenai hal tersebut lagi.
"Aahahah...sudahlah... Ayo sebaiknya kita masuk ke dalam saja sekarang, jangan memperdulikan motorku, biarkan saja motornya, lagi pula kita kan sudah sampai tidak mengendarainya lagi, baginda juga bisa menginjak bumi dengan selamat bukan, mari mari ayo masukkan." Ucap detektif Zen sambil menarik tangan sang raja api dan segera membawanya masuk ke dalam salon secepatnya.
"Bos, tolong benarkan potongan rambutnya ya, saya tunggu disini, usahakan rambutnya ditata rapih seperti gambar diatas sana," ucap detektif Zen kepada salah satu pria yang merupakan pelayan di salon khusus pemotongan rambut bagi pria dan wanita disana.
"Baik, mari tuan silahkan duduk," ucap pria yang akan memotong rambut sang raja api saat itu
Raja api Lu Shi Cheng hanya menurutinya, dan detektif Zen duduk di sofa tempat tunggu yang ada tidak jauh di belakang sang raja api yang hendak dipangkas rambutnya saat itu, sampai ketika sang raja api dihadapkan ke depan cermin dan topinya di lepas, dia sangat kaget sambil menatap tajam pantulan dirinya saat itu, karena melihat rambutnya menjadi cukup buruk bahkan sangat buruk bagi dirinya, pelayan pria yang melayani dia juga menahan tawa ketika melihat potongan rambut sang raja api Lu Shi Cheng saat itu.
"Aarrkkkkk.... Detektif Zen!" Teriak sang raja api Lu Shi Cheng sangat kencang bahkan sampai membuat semua orang yang ada disana langsung terkejut menatap ke arahnya saat itu juga.
Detektif Zen yang tengah membaca sebuah majalah langsung saja terperanjat berdiri dan dia baru ingat jika potongan rambut sang raja api Lu Shi Cheng yang pendek sebelah karena ulahnya akan terlihat oleh dirinya sendiri, dan sekarang dia benar-benar sudah terlambat.
"Astaga matilah aku... Huhu bagaimana ini." Gerutu detektif Zen sambil menatap ke arahnya dengan perasaan ketakutan saat itu.
Sang raja api sudah berdiri menghadap lurus ke arah detektif Zen dengan kedua bola matanya yang terbuka sangat lebar dan terlihat merah dipenuhi dengan emosi juga amarah yang meluap pada dirinya, dengan cepat detektif Zen segera menghampiri dia sambil tersenyum kecil dan berusaha untuk menenangkan sang raja api Lu Shi Cheng dengan semua cara yang bisa dia lakukan sebaik mungkin.
"AA ..AA..ahh..raja api, begini memang potongan rambutnya harus seperti itu, terlihat agak jelek di awal tapi pria ini akan memperbaikinya, dia bisa membuat gaya rambutmu sangat rapih dan keren seperti foto disana itu, iya.. seperti itu, bagus bukan hahaha. Iya kan bos, kamu bisa mengubah rambutnya ini bukan?" Ucap detektif Zen sambil menunjuk ke arah sebuah model foto yang tertempel di samping dinding cermin disana.
Dia juga berbicara kepada pria tersebut hingga pria itu ikut bicara membantu detektif Zen yang pada akhirnya sang raja Api Lu Shi Cheng bisa diredam amarahnya dan dia bisa kembali dipersilahkan untuk duduk saat itu juga dengan cepat.
"Oh tentu saja mbak, kami selalu bisa mengubah semuanya menjadi lebih bagus, silahkan duduk tuan." Ucap pria itu yang menyelamatkan detektif Zen.
"Baiklah, tapi awas saja jika kau bermacam-macam dengan rambutku, aku tidak akan mengampuni kalian semua!" Ancam sang raja api yang cukup menyeramkan.
Namun saat itu juga detektif Zen segera menganggukkan kepala kepadanya dan segera mempersilahkan sang raja api Lu Shi Cheng untuk kembali duduk di kursi tersebut dan dia mulai dikenalan sebuah jubah agar melindungi pakaiannya dari potongan rambut yang akan segera di pangkas saat itu.
Akhirnya detektif Zen bisa merasa sedikit tenang dan dia bisa kembali duduk di sofa sambil memegangi majalah di tangannya yang terbalik, dia masih tetap merasa agak cemas karena takut pelayan yang menangani sang raja api tidak benar-benar bisa memangkas rambutnya sebagus pria yang ada di foto tersebut, sebab mau bagaimana pun detektif Zen tahu bahwa bentuk wajah orang di gambar tersebut dengan bentuk wajah sang raja api Lu Shi Cheng beda, jadi mungkin hasilnya juga tidak akan terlalu sama seperti orang yang ada di foto tersebut.
"Aaahhh...hampir saja aku mati karenanya, tuhan semoga saja pelayan ini bisa diandalkan." Ucap detektif Zen penuh harap dan terus saja memperhatikan sang raja api yang tengah memotong rambutnya saat itu.
Detektif Zen sudah tidak bisa duduk dengan tenang lagi terlebih dia bisa melihat pantulan wajah sang raja api yang terus saja menatap tajam kepadanya, meski lewat sebuah pantulan cermin saja, sehingga tidak ada sebuah ketenangan untuknya saat ini, dia terus saja merasa was-was dan tidak menentu terlebih tatapan dari sang raja api Lu Shi Cheng sangat menusuk kepadanya sampai sulit untuk menarik nafas dengan leluasa bagi detektif Zen saat itu.
__ADS_1
"Ya ampun apakah dia tidak bisa melihat wajahnya saja, kenapa dia terus menatapku seperti aku, aahh...semoga saja hasilnya bagus, agar manusia menyeramkan ini tidak terus memberikan aku tatapan menusuk begitu." Batin detektif Zen sambil terus berusaha memasang senyum pada sang raja api Lu Shi Cheng.
Meski hatinya begitu tidak tenang dan dia terus saja menatap sang raja api sambil tersenyum kecil agar meyakinkan dirinya bahwa hasil pangkas rambutnya akan benar-benar sebagus di foto sebelumnya yang dia tunjukkan kepada sang raja api Lu Shi Cheng.
Sampai tidak lama kemudian akhirnya proses pemangkasan rambut itu pun selesai, dan aku sangat tidak menduga dengan hasilnya, sebab memang sangat mirip dengan model rambut yang ada di salah satu foto yang sempat aku tunjukkan kepada sang raja api saat itu
Bahkan raja api Lu Shi Cheng sendiri menatapnya dengan membelalakkan mata dia seperti bukan dirinya yang dulu memakai rambut panjang hampir selutut itu, dia terlihat cukup tampan dan membuat semua wanita yang ada disana menatap terbelalak kepadanya karena mereka kagum dengan ketampanan sang raja api yang sebelumnya memiliki rambut dengan potongan tidak jelas dan pendek sebelah, namun sekarang setelah rambutnya ditata dengan rapih ketampanannya sangat terpancar begitu indah.
"Wwaaaahhh...apakah ini sungguh raja api Lu Shi Cheng yang aku bawa? Kenapa dia terlihat sangat berbeda dari yang sebelumnya." Ucap detektif Zen sambil berjalan mendekati sang raja Api Lu Shi Cheng yang tengah menatap dirinya dengan kaget di depan cermin sangat dekat.
"Apa ini aku? Kenapa aku merasa pria yang ada di dalam cermin ini cukup berbeda jauh dengan wajahku yang sebelumnya." Ujar sang raja api Lu Shi Cheng yang memegangi wajah dia dengan kedua tangan sendiri saat itu.
"Raja api kau sangat keren dan tampan dengan gaya rambut seperti ini, sudah ini sangat cocok untukmu, wahh.... terimakasih bos, kau benar-benar hebat, ini aku beri tambahan tip untukmu, terimakasih bos." Ucap detektif Zen sambil segera menari tangan sang raja api untuk keluar dari tempat tersebut.
Sedangkan sang raja api Lu Shi Cheng sendiri yang masih kaget melihat perubahan wajahnya begitu drastis dia terus saja sulit untuk diajak keluar oleh detektif Zen karena dia terus berdiri di depan cermin dengan memandangi wajahnya tanpa henti saat itu.
"Aishh..kenapa dia tetap berdiri disana, raja api ayo cepat, aahhh..aku harus menariknya ayo raja api Lu Shi Cheng, kita harus pergi dari sini, bukankah kau masih harus membeli sepatu?" Ucap detektif Zen yang langsung saja membuat sang raja api berjalan keluar dengan tegak lebih dulu bahkan menghempaskan tangan detektif Zen yang menariknya saat itu.
"Astaga...apa dia juga pria matre... Kenapa sangat bersemangat setelah aku mengatakan akan membeli sepatu, dasar!" Gerutu detektif Zen sambil segera menyusulnya dengan cepat.
Hal tersebut cukup membuat seorang detektif Zen menjadi kesal dalam menghadapinya dan kali ini setelah Zen segera saja memakai helm hitam miliknya dan dia juga memberikan helm yang satunya kepada sang raja api lagi, namun raja api yang mendapatkan helm itu dari detektif Zen sama seperti sebelumnya dia langsung memebalalakkan mata dan menolak dengan keras disaat detektif Zen menyuruhnya agar segera naik ke atas motonya saat itu.
"Ini ambil helm mu dan cepat naik." Ucap detektif Zen yang ditolak keras oleh sang raja api.
"Apa? Kau ingin aku menaiki kuda aneh ini lagi? Tidak detektif Zen, aku tidak akan pernah menaiki kuda aneh yang melaju terlalu kencang ini, dan kau yang mengemudinya terlalu cepat, aku masih ingin hidup untuk bisa kembali ke duniaku dan menjadi raja api menguasai semua wilayah," balas sang raja api sambil berjalan mundur menghindarinya.
Detektif Zen benar-benar harus menahan kesabaran di dalam dirinya dia langsung menarik nafas dalam dan membuangnya dengan penuh emosi, sambil segera turun dari motornya tersebut dan dengan cepat dia menarik tangan sang raja api yang hampir saja melarikan diri untuk kabur darinya.
"Huh...aku harus tetap bersabar melawan manusia menjengkelkan dan sangat ribet ini." Gerutu detektif Zen sambil memalingkan wajahnya dahulu, sebelum dia benar-benar harus turun dari mobilnya agar bisa meraih tangan sang raja api.
"Raja api ayo cepat, kau mau membeli sepatu untuk kakimu bukan? Kita harus segera pergi sebelum terlambat, aku janji akan melakukannya dengan pelan kau tidak perlu cemas, ayo cepat raja api, ini sama sekali tidak berbahaya, kau bisa mempercayai aku sama seperti ketika aku mempercayai dirimu ketika kami menunggangi kuda saat itu, kau ingat itukan?" Kata detektif Zen yang terus berusaha untuk membujuknya sebisa mungkin.
Detektif Zen terus berusaha untuk meyakinkan sang raja api dan menahan tangannya dengan kuat saat itu, sampai tidak lama akhirnya sang raja api pun mulai luluh dan dia mau menerima helm yang diberikan oleh setelah Zen saat itu, detektif Zen juga langsung tersenyum membalasnya sambil segera mempersilahkan sang raja api Lu Shi Cheng agar bisa segera naik keatas motornya dengan segera.
__ADS_1
"Ayo.... Ayo raja api pakai helm mu ini akan menyelamatkanmu dan menjagamu agar tidak terjadi apapun pada kepalamu itu, nah iya begitu pakailah," ucap detektif Zen yang mulai senang karena bisa melihat sang raja api mulai mengenakan helm yang dia berikan sebelumnya.
Namun sayangnya sang raja api Lu Shi Cheng sama sekali tidak mengerti bagaimana cara memakai helm tersebut karena sebelumnya dia tidak mengenakan helm itu saat pergi kesana untuk membawa sang raja api dari rumahnya sampai ke salon tersebut.
Sang raja api Lu Shi Cheng nampak terus kesulitan untuk mengaitkan pengaman helmnya dan hal tersebut membuat detektif Zen sangat gemas melihatnya yang kelamaan mengenakan helm tersebut sehingga dengan cepat detektif Zen langsung menarik ujung pengaman helm tersebut dan membantu sang raja api untuk mengaitkannya.
"Aishh...sudahlah sini biar aku saja yang menguncinya." Ujar detektif Zen yang langsung saja menarik helm itu dan menginginkannya dengan cepat.
Hal itu membuat sang raja api membelalakkan matanya dengan lebar dia sangat kaget mendapatkan perlakuan seperti itu dari detektif Zen secara tiba-tiba, di tambah bawahnya yang begitu dekat dengan wajah detektif Zen saat itu dia sama sekali tidak bisa menghindarinya dan terus menatap dengan lekat kepada detektif Zen.
"Dia terlihat cantik dari dekat seperti ini." Batin sang raja api Lu Shi Cheng.
Dia tidak sadar bahwa detektif Zen sudah selesai membantu dia mengunci helmnya tersebut, sehingga detektif Zen yang melihat sang raja api Lu Shi Cheng yang malah termenung menatapnya dengan tatapan aneh tanpa berkedip dia pun mulai mengerutkan kedua alisnya dengan kuat sambil memanggil nama sang raja api berkali-kali untuk menyadarkannya.
"Raja api....raja api apa kau baik-baik saja? Hei..raja api Lu Shi Cheng!" Ucap detektif Zen yang meninggikan suaranya hingga sang raja api bisa tersadar dengan cepat.
"Ooohh...iya...aku sudah siap," balas sang raja api yang membuat detektif Zen merasa cukup senang karena setidaknya dia sudah bisa berangkat sekarang.
Dia pun kembali naik ke atas motor, begitu juga dengan sang raja api yang mulai baik di belakangnya, detektif Zen segera menyuruh sang raja api untuk berpegangan namun raja api justru kebingungan dimana dia harus menyimpan tangannya agar bisa berpegangan saat itu karena motor yang dia tumpangi adalah motor sport yang besar seperti itu dan tidak ada bagian atau tempat untuk dia bisa berpegangan, sedangkan sang raja api Lu Shi Cheng terus saja mendesak dirinya agar cepat berpegangan kepadanya saat itu.
"Heh..raja api, apa lagi yang kau tunggu ayo berpegangan bukannya kau takut jatuh? Ayo pegangan dengan erat, aku akan mulai melakukannya." Ucap detektif Zen memberikan perintah.
Konyolnya sang raja api yang kebingungan dia malah menaruh kedua tangannya ke atas helm yang dikenakan oleh detektif Zen saat itu, ya dia malah memegangi helm detektif Zen bukannya berpegangan kepada pundak ataupun pada teng di depan yang bisa dilakukan oleh kebanyakan orang umumnya.
"Begini? Aku sudah berpegangan, kenapa kau belum melakukannya?" Balas sang raja api dengan wajah polosnya itu.
Detektif Zen lagi-lagi harus menahan emosi dan dia sulit sekali untuk tidak berteriak saat itu, sehingga dengan cepat detektif Zen menarik tangan sang raja api dan melingkarkan tangannya tersebut ke pinggangnya begitu saja membuat sang raja api sendiri sangat kaget dan dia refleks hendak melepaskan tangannya tersebut namun dengan cepat detektif Zen menahannya.
"Aishh...salah, ini begini baru namanya berpegangan apa begitu saja kau tidak tahu hah?" Ucap detektif Zen sambil menarik tangan sang raja api.
"Hah?...aaahh..." Ucap sang raja api yang kaget saat itu.
"Aku bilang jangan lepaskan, apa kau mau jatuh? Sudah diam dan terus peluk pinggangku dengan erat, agar kamu tidak jatuh, kalau kamu memegangi kepalaku yang ada kita berdua akan mati bersama karena kepalaku tertarik ke belakang olehmu." Balas detektif Zen sambil segera menyalakan motornya saat itu juga.
__ADS_1