Detektif Zen

Detektif Zen
Sampai Di Mall


__ADS_3

Sang raja api pun terpaksa mengikuti apa yang dikatakan oleh detektif Zen saat itu, walau sebenarnya dia sangat gugup dan tidak nyaman untuk memeluk pinggan detektif Zen saat itu, sebab status dirinya yang merupakan seorang baginda raja api Lu Shi Cheng kini harus memegangi perut seorang wanita padahal hal tersebut sangat dilarang keras pada peraturan yang tercantum di kerajaan api.


Sebab hanya sang ratu yang pantas di perlakukan seperti itu orang seorang raja sedangkan disi detektif Zen sama sekali bukan calon ratu yang asli terlebih dia berada di dunia yang tidak dia kenali, tentu saja ini adalah pilihan yang sulit untuk seorang raja api Lu Shi Cheng, namun disisi lain jika dia melepaskan pegangannya tersebut tentu saja dia tidak ingin jatuh dari sepeda motor tersebut, terlebih sang raja Api Lu Shi Cheng sudah tahu bahwa sebelumnya detektif Zen melakukan motor itu sangat kencang hingga angit menyulitkan dia untuk sekedar membuka matanya saja dan dia sudah memegangi pakaiannya detektif Zen dengan erat sampai pakaian yang dikenakan oleh detektif Zen hampir saja sobek.


Maka dari itu juga kali ini detektif Zen menyuruhnya agar berpegangan kepada pinggangnya saja, sebab dia pikir hanya itulah cara terbaik yang bisa dia lakukan, meski dirinya sendiri juga merasa kesulitan dan tidak nyaman dalam kondisi seperti itu.


Kini disaat sang raja api Lu Shi Cheng sudah berpegangan erat kepadanya, detektif Zen mulai menyalakan motor sport miliknya tersebut dan mulai melanjutkan dengan kecepatan normal yang biasa dia lakukan, namun hal biasa bagi detektif Zen justru sangat tidak biasa bagi seorang raja api Lu Shi Cheng sehingga saat itu sang raja api langsung menepuk pundak detektif Zen cukup keras berkali-kali dan berteriak memintanya untuk menghentikan motor tersebut karena dia sudah tidak bisa tahan lagi.


"Ya ampun detektif Zen hentikan...puk...puk..puk.. detektif Zen! Aku masih ingin hidup hentikan motornya!" Teriak sang raja api dengan sorot mata tajam dan sangat kesal saat itu.


Sayangnya detektif Zen tidak bisa melakukan itu sebab dia sudah tahu jika dia menghentikan motornya bisa saja sang raja api Lu Shi Cheng akan kabur dan tidak mau naik lagi pada motornya tersebut sehingga detektif Zen pun lebih memilih untuk menurunkan kecepatannya saja saat itu.


"Sudah... Diam saja raja api, ini akan aman aku akan menjamin keselamatanmu baginda raja, kau hanya perlu percaya denganku, jika kau takut berpegangan dengan baik aku juga akan menurunkan lajunya, kau jangan terus menepuk pundakku itu sangat sakit!" Balas detektif Zen sambil menahan emosi karena dia merasakan pegal pada pundak yang terus di teluk oleh sang raja api Lu Shi Cheng sebelumnya.


Sang raja api Lu Shi Cheng mengangguk mengerti dia kembali berpegang dengan erat bahkan karena itu detektif Zen hampir saja kesulitan bernafas sebab perutnya di tekan terlalu kuat oleh sang raja api yang memeluknya saat itu.


"Dasar manusia penakut bagaimana bisa ada seorang raja perkasa dan sangat ditakuti oleh semua orang kini malah takut naik motor seperti ini, padahal aku sudah menurunkan kecepatannya, aahh dia benar-benar sangat merepotkan sekali." Batin detektif Zen terus saja menahan emosi di dalam dirinya sendiri saat itu.


Hingga akhirnya dia sampai juga di depan sebuah mall yang cukup besar dan detektif Zen segera memarkirkan motor disana, sedangkan sang raja api langsung turun dengan wajah yang pucat pasi dan dia terlihat kesulitan untuk melepaskan helm di kepalanya sehingga detektif Zen harus kembali membantunya, namun disaat detektif Zen sudah membantu dia melepaskan helm di kepalanya sang raja api bukannya berterima kasih dia justru malah langsung membentak detektif Zen dengan sangat keras.


"Aishh...sini biar aku bantu kamu melepaskan helmnya," ucap detektif Zen sebelum kejadian lontara ancaman dari sang raja api saat itu.


"Kau! Berani sekali kau memperlakukan seenaknya begini terhadapku, aku tidak akan membebaskan mu dengan mudah detektif Zen, dan sekarang aku perintahkan kepadamu untuk mengembalikan aku ke duniaku, cepat!" Bentak sang raja api mendesak dengan bentakkan yang sangat keras.


Tentu saja detektif Zen langsung terperangah dengan kedua mata yang terbuka lebar, dia sangat kaget mendengar bentakkan dari sang raja api Lu Shi Cheng dengan raut wajahnya yang cukup menyeramkan meski rambut panjangnya itu sudah di pangkas aura menyeramkan dan sangat menakutkan dari seorang raja api masih saja melekat pada dirinya terlebih tatapan tajamnya itu yang membuat detektif Zen merinding saat itu.


"Wahh.. sepertinya dia benar-benar marah kali ini." Batin detektif Zen merasa sangat cemas.


"KA..KA..kau ..aahh..maafkan aku raja api, maafkan aku, aku akan segera mengembalikan kamu ke duniamu, aku sudah berjanji dengan hal itu, tetapi tentu kita harus menemukan buku ajaib tersebut hanya dengan buku itu kita bisa kembali kesana, ohh.....tidak tidak maksudku kamu.. iya kamu Baginda raja Api Lu Shi Cheng yang akan pergi ke sana seorang diri, iya hehe." Balas detektif Zen sambil tersenyum menampakkan giginya sedikit saat itu.

__ADS_1


Dia benar-benar merasa tertekan dan sangat gugup saat itu, sang raja api yang terus saja menatap tajam menyipitkan kedua matanya sambil mendekatkan wajah dia kepada detektif Zen dan hampir saja membuat detektif Zen hampir jatuh ke belakang saat itu karena dia berusaha untuk menjauh dari tatapan tajamnya sang raja api saat itu.


"Ya ampun....astaga...ada apa dengannya, apa yang akan dia lakukan padaku sekarang, oohh..tolong selamatkan aku siapapun itu tolong selamatkan aku," batin detektif Zen terus saja penuh harapan saat itu.


Hingga tidak lama kemudian disaat seperti itu sang raja api sudah tidak mendesak detektif Zen lagi karena dia hanya menggertak nya saja saat itu.


"Kau takut denganku bukan? Jadi jangan berani macam-macam atau membohongiku dan membawa aku dengan motormu itu lagi!" Bentak sang raja api Lu Shi Cheng kepada detektif Zen yang langsung saja dianggukkan oleh detektif Zen dengan cepat saat itu juga.


"Ohhh...iya..iya...tentu saja, aku takut denganmu, aku akan mengikuti apa perintahmu Baginda raja, tapi kamu tidak bisa mendesak aku seperti tadi lagi," balas detektif Zen kepadanya.


Namun sang raja api tidak memperdulikan sama sekali tatapannya sudah beralih dengan cepat melihat ke arah bangunan mall yang sangat megah itu, dia terpukau karena ini adalah pertama kalinya dia melihat bangunan semewah itu dan sangat menjulang tinggi di depan matanya sedekat itu.


"Wooohhh..bangunan macam apa ini, apakah ini kerajaan yang ada di duniamu?" Tanya sang raja api Lu Shi Cheng kepada detektif Zen.


"Ehhh...apa yang anda maksud raja api?" Tanya balik detektif Zen karena dia sama sekali tidak mengerti dengan apa yang tengah dimaksud oleh sang raja api saat itu.


Hingga baginda raja api Lu Shi Cheng menunjuk ke arah bangunan mall besar tersebut, tentu itu membuat detektif Zen membelalakkan mata dan terus menjadi kebingungan sendiri, dia benar-benar sudah sangat tidak tahan dalam menghadapi sang raja api Lu Shi Cheng yang lebih konyol dibandingkan dirinya saat berada di dunia kuno itu.


Detektif Zen menundukkan kepalanya da terus mengatur nafas dalam dirinya sendiri, dia menarik nafas panjang berkali-kali dan terus mengeluarkannya dengan kasar, berusaha untuk mempersiapkan dirinya menjelaskan mengenai bangunan mall yang ada di hadapannya tersebut kepada sang raja api, sampai akhirnya sang raja api mengerti dia juga langsung menarik tangan sang raja api untuk segera masuk ke dalam, pergi ke toko sepatu yang ada di lantai atas saat itu.


Namun disaat dia hendak menaiki eskalator lagi dan lagi sang raja api membuat detektif Zen harus menahan malu karena dia terus saja memasang wajah tegang ketika menaiki tangga berjalan tersebut, ekspresinya yang tegang dan cara dia berpegangan kepada detektif Zen benar-benar membuat detektif Zen sangat malu dan dia berusaha keras untuk menghalangi wajahnya dari pandangan orang-orang karena detektif Zen terus memeluk tangannya dan dia mengeluarkan suara bak anak kecil yang baru pertama kali menggunakan eskalator saat itu.


"Wow...wow...wohhh...ya ampun detektif Zen benda macam apalagi ini? Aaahh..kenapa bisa bergerak seperti ini, detektif Zen?" Tanya sang raja api terus menerus.


Detektif Zen sudah tidak bisa menjawabnya lagi dan dia terus saja berjalan menarik sang raja api dan segera masuk ke dalam salah satu toko sepatu yang ada disana, dia sengaja terus mengabaikan semua ucapan dan pertanyaan dari sang raja api Lu Shi Cheng saat itu karena dia tidak bisa membalasnya di tempat umum dengan banyak pengunjuk di mall tersebut.


Sedangkan sang raja api Lu Shi Cheng sendiri tidak bisa berhenti untuk terus bertanya tentang banyak hal yang dia lihat dan dia anggap aneh disekitar sana kepada detektif Zen, sampai akhirnya ketika mereka masuk ke toko sepatu yang sangat besar itu barulah sang raja api mau berhenti bertanya dan pandangannya terus menatap ke depa rak sepatu yang berjejer rapih di hadapan dia saat itu.


"Raja api berapa ukuran sepatumu?" Tanya detektif Zen kepadanya.

__ADS_1


Raja Api menatap dengan wajah kebingungan dan terus mengerutkan kedua alisnya, sampai detektif Zen sudah mengerti bahwa dia sudah bertanya tentang hal yang salah tentu saja di dunianya tidak ada sepatu seperti ini, dan sepatu untuk seorang raja api Lu Shi Cheng yang sangat berkuasa itu sudah pasti akan dibuat secara khusus oleh pengrajin di kerjakan yang membuat perlengkapan semua anggota kerajaan disana.


"Aahh..aku lupa, kamu pasti tidak tahu masalah itu, sudahlah ayo kita coba yang ini dahulu." Ucap detektif Zen sambil menggandeng tangan raja api Lu Shi Cheng yang malah terus menatap kesana kemari tidak jelas.


Detektif Zen segera memanggil pelayan disana agar sang raja api Lu Shi Cheng bisa mencoba salah satu sepatu yang sudah dia pilihkan disana, lalu detektif Zen mulai menyuruh sang raja api Lu Shi Cheng untuk duduk di salah satu sofa yang ada disana saat itu.


"Ayo duduk, dan cobalah yang ini," ujar detektif Zen saat itu.


Raja apii segera melakukannya dan dia mulai menemukan ukuran yang cocok dengan besar kakinya saat itu, tapi saat sudah menemukan yang bagus dan cocok pada ukuran harganya sangat mahal sampai membuat detektif Zen terbelalak sangat lebar, dia bahkan sampai membuka mulutnya sangat lebar mengetahui harga satu sepatu berwarna hitam itu setara dengan biaya hidupnya selama satu bulan, itu benar-benar akan membuatnya bangkrut jika terus menerus seperti ini, ditambah dia belum mendapatkan pekerjaan baru selama dia baru kembali dari dunia aneh itu.


"Wahhh....kenapa bisa semahal itu, apa tidak ada sepatu lain yang lebih murah?" Tanya detektif Zen kepada pelayan disana saat itu.


Namun sayangnya pelayan tadi mengatakan bahwa tidak ada sepatu lain lagi dengan ukuran besar seperti itu di tokonya terlebih sepatu itu adalah edisi terbatas sehingga dia sama sekali tidak bisa menemukan sepatu jenis yang sama lainnya di toko tersebut begitu juga dengan toko lainnya, sedangkan sang raja api Lu Shi Cheng sudah sangat menyukai model itu dia juga tidak mau memakai model yang lainnya lagi, meski detektif Zen sudah berusaha untuk membujuknya tapi tetap saja dia tidak bisa berubah pikiran dalam memilih model sepatunya saat itu.


"Maafkan saya mbak, tapi sepatu itu adalah edisi terbatas hanya ada beberapa saja dan itu adalah yang terakhir, ukuran seperti itu tidak ada lagi bahkan jika mbak mencarinya di tempat yang lain," ujar pelayan itu menjelaskan.


Detektif Zen mulai merasa resah dan kebingungan karena dia tidak memiliki uang sebanyak itu untuk membelikan sepatu bagi pria yang asing dan tidak dia kenal seperti seorang raja api Lu Shi Cheng ini.


"Aahhh, bagaimana aku bisa membayarnya, mbak tunggu sebentar ya, aku bicarakan dulu dengan orangnya." Ujar detektif Zen kepadanya saat itu.


Untungnya pelayan itu mempersilahkan sehingga detektif Zen dengan cepat menghampiri sang raja api yang terlihat masih mengenakan sepatu tersebut dan dia terus terlihat senang mengenakannya detektif Zen mulai duduk di sampingnya dan mulai berbicara dengan pelan padanya membicarakan mengenai sepatu yang dia pakai itu.


"Raja api, eumm..apa kamu sangat menyukai sepatu itu? Boleh tidak jika kau memilih model lain saja, disana ada banyak model yang lebih bagus, yang ini sudah tidak bagus lagi disini," ucap detektif Zen kepadanya berusaha untuk mengganti keinginan sang raja api.


"Tidak aku ingin yang ini, kenapa kau terlihat memaksaku untuk tidak memilihnya tadi kau bilang ini sangat bagus dan cocok dikakiku kenapa sekarang bisa berubah tiba-tiba seperti ini?" Balas sang raja api menyimpan kecurigaan kepadanya.


"Oo...ohh... Bukan begitu tapi...masalahnya itu..uangnya aku aku tidak memiliki uang sebanyak itu untuk membeli sepatu ini, kau megertikan, aku bukan seorang raja yang kaya raya dan bisa mendapatkan apapun seperti kamu di duniamu sebelum, jadi aku..." Ucap detektif Zen yang berkata dengan jujur karena tidak tahu lagi harus bagaimana mengatakannya.


Raja api Lu Shi Cheng langsung memotong ucapan detektif Zen dengan cepat, karena dia sudah memahami apa yang dimaksudkan oleh setelah Zen saat itu, dia langsung menghentikannya dan tetap tidak ingin mengganti sepatu tersebut, dia malah meminta agar detektif Zen membelikannya dahulu dan dia akan mengganti uangnya nanti.

__ADS_1


"Detektif Zen cepat kau bayar dengan uangmu dahulu, aku bisa mendapatkan uang yang lebih banyak, cepat sana!" Ucap sang raja api memerintah dengan nada yang sangat sombong dan seenaknya.


Detektif Zen langsung terperangah dan mengerutkan kedua alisnya saat itu, dia tidak bisa terima begitu saja namun sang raja api malah tetap menyuruh dia agar membeli sepatu yang terlalu mahal itu.


__ADS_2