Detektif Zen

Detektif Zen
Mengerjai Sang Raja Api


__ADS_3

Saat itu detektif Zen benar-benar dibuat sangat panik dengan kematian penjaga toko buku dan darah yang terus mengalir dengan deras dari luka tusukkan di perutnya yang di sebabkan oleh sang raja api Lu Shi Cheng sebelumnya.


Disaat detektif Zen terus merasa panik tidak karuan seorang diri tiba-tiba saja sang raja api mulai melihat ada yang aneh pada jasad pria penjaga toko buku tersebut, dimana kaki dan tangannya tiba-tiba saja mulai menghilang dan sang raja api Lu Shi Cheng dengan cepat memberikan masalah itu kepada detektif Zen meski saat itu detektif Zen tetap saja sulit mendengarkan ucapannya namun sang raja api Lu Shi Cheng terus sana memegangi kepala detektif Zen dan mengarahkan kepalanya itu tepat ke hadapan mayat penjaga buku tersebut yang perkasa benar-benar menghilang seluruhnya secara bertahap dan hanya menyisakan debu halu saja yang bertumpuk saat itu.


"Hei..tunggu, detektif Zen lihatlah itu, cepat lihat kesana." Ucap sang raja api Lu Shi Cheng sambil terus berkata dengan menatap tajam kepada detektif Zen.


Namun sayangnya detektif Zen yang saat itu tidak mempercayai dia tetap saja malah panik dan sibuk sendiri hingga sang raja api Lu Shi Cheng terus merasa kesal dan dia terus saja tidak bisa membiarkan sang detektif Zen terus keras kepala seperti itu.


"Aish...aku sudah tahu kalau dia sudah meninggal dia benar-benar sudah mati aku tahu tentang itu kau tidak perlu memperjelasnya lagi, aishh kau ini ada-ada saja, aku sudah tidak ingin melihat orang mati lagi," ucap detektif Zen terus merasa kesal saat itu.


"Heh..kau ini keras kepala sekali, cepat lihat, kenapa tubuhnya menghilang seperti itu, dia jelas bukan manusia asli dia manusia tiruan!" Ucap sang raja api Lu Shi Cheng sambil mengarahkan kepala detektif Zen ke arah mayat yang tergeletak di bawah kakinya saat itu.


Detektif Zen yang melihat secara langsung dengan kedua bola matanya, dimana sang penjaga pria di toko buku besar itu justru mulai menghilang dan sekaligus hanya meninggalkan sebuah debu halus yang menumpuk kecil disana saat itu.


Dia langsung saja membelalakkan matanya dengan sangat lebar dan menatap penuh ketakutan juga penuh dengan keheranan ketika melihat kejadian ganjal seperti itu untuk pertama kalinya dalam kehidupan ini dan selama dia hidup di dunia selama ini.


"Astaga....kenapa semua ini bisa terjadi, ya ampun kemana perginya pria itu? Raja api kemana perginya pria tadi!" Bentak detektif Zen yang masih saja merasa sangat kaget saat itu.


Sang raja api langsung saja menyuruhnya untuk berhenti bicara lagi karena dia langsung berjongkok untuk memeriksa debu disitu untuk melihatnya dengan pasti dan memeriksanya dengan teliti tentang debu yang sudah terlihat yang ada disana.


"Diam kau! Aku akan memeriksanya dahulu," ucap sang raja api Lu Shi Cheng saat itu.


Detektif Zen terus saja merasa sangat kaget dan merasa takut dengan semua kejadian aneh yang terjadi di tempat ini, aku terus saja merasa sangat kaget dia ikut berjongkok di samping sang raja api Lu Shi Cheng sambil terus memegangi ujung pakaiannya saat itu dengan tangan yang terus bergetar cukup kuat karena dia benar-benar merasa takut saat itu.


Sedangkan sang raja api Lu Shi Cheng mulai memegangi debu halus yang tersisa disana, dia mulai memegangi debu itu dan memeriksanya bahkan dia sampai mengambil debu tersebut dan memasukkannya pada sebuah wadah yang ada disana, hal tersebut membuat detektif Zen merasa sangat kaget karena dia tidak mengerti dengan apa yang dilakukan oleh sang raja api Lu Shi Cheng saat itu.


"Hei....raja api, apa yang kamu lakukan disini? Kenapa kau malah mengambil debu itu, itu debu orang mati, apa kau gila ya untuk apa mengambilnya begitu?" Ucap detektif Zen dengan kedua mata yang melotot dan alis yang dia kerutkan dengan kuat saat itu.


Dia terus saja memegangi ujung pakaian sang raja api dengan kuat dan terus saja menariknya dengan kuat beberapa kali, namun sayangnya sang raja api justru langsung saja menoleh ke arahnya dengan tatapan yang tajam dan langsung saja membuat detektif Zen merasa kaget dan dia langsung mundur menjauh dari raja api Lu Shi Cheng saat itu juga sambil merasakan dirinya yang sulit menelan salivanya sendiri saat itu.


"Hei...kenapa kau malah membentak aku begitu? Hei...aku tidak salah aku hanya takut saja denganmu, bagaimana jika itu berbahaya dan bisa membuatmu terluka atau sebagainya?" Ucap detektif Zen saat itu sambil menatapnya merasa cukup takut saat itu.


"Apa kau mencemaskan aku?" Tanya sang raja api kepada detektif Zen saat itu.


Detektif Zen langsung saja membelalakkan matanya dengan sangat lebar dan dia langsung saja menyangkal apa yang diucapkan oleh sang raja api kepadanya dengan sedikit tawaran kecil kepadanya saat itu, dia terus saja merasa sangat gugup dan sedikit takut saat itu.


"AA....AA..apa yang kau bilang ahahaha..konyol mana mungkin aku mencemaskanmu, aku hanya ..aku," ucap detektif Zen yang bingung dan gugup untuk mengatakan apa saat itu.


Sampai tidak lama sang raja api Lu Shi Cheng langsung saja menimpali ucapan dari detektif Zen yang bahkan saat itu belum sempat dia selesai ucapannya sendiri.

__ADS_1


"Kalau kau tidak mencemaskan aku seharusnya kau tidak bicara seperti tadi, sudahlah ayo pergi dari sini dan kita harus mencari kakek yang disebutkan manusia palsu ini bukan?" Ucap sang raja api Lu Shi Cheng yang justru sekarang malah berlagak seperti dialah seorang detektif nya diantara mereka saat ini.


Detektif Zen di tinggal begitu saja karena saat itu sang raja api Lu Shi Cheng sudah mengingat jalan keluar dari toko buku tersebut, dia berjalan dengan tubuh yang sangat tegak dan dia terus saja meninggalkan detektif Zen yang tertinggal di belakang begitu saja, meski saat itu detektif Zen berteriak untuk memanggilnya saat itu.


"Hei....raja api aishh kenapa dia malah meninggalkan aku, hei... raja api, raja api Lu Shi Cheng!" Teriak detektif Zen dengan sangat keras saat itu.


Dia langsung saja berlari dengan sekencang yang dia bisa untuk mengejar langkah sang raja api Lu Shi Cheng yang berjalan dengan langkah besar dan lebar sampai detektif Zen harus terengah-engah mengatur nafasnya sendiri disaat dia sudah sampai di luar toko buku tersebut, dan langsung saja detektif Zen memarahi raja api Lu Shi Cheng karena dia sangat kesal sekali sudah di tinggalkan oleh raja api Lu Shi Cheng dengan begitu mudahnya.


"Hah...hah...hah...hei raja api Lu Shi Cheng! Apa kau sialan ya! Kenapa kau malah meninggalkan aku barusan, apa kau gila ya!" Bentak detektif Zen kepadanya saat itu.


"Kenapa kau harus marah denganku, kau memiliki kaki dan bisa berjalan sendiri, kau juga sudah tahu jalan jadi untuk apa kau marah denganku jika kau mau keluar tinggal keluar saja sendiri tidak akan salah jalan juga bukan?" Balas sang raja api Lu Shi Cheng yang benar-benar membuat detektif Zen syok mendengar balasan seperti itu darinya.


"Hah? Hahaha...apa kau bilang? Aishh kau benar-benar manusia sialan, aahh aku lupa kau bukan manusia sungguhan disini, kau manusia jadi-jadian!" Bentak detektif Zen dengan keras saat itu.


Sang raja api sama sekali tidak memperdulikan bentakkan dan semua ucapan dari detektif Zen meski dia dikatai oleh detektif Zen sebagai manusia jadi-jadian, dia terus saja menyuruh detektif Zen untuk segera mengambil motornya dan harus segera pergi ke tempat kakek yang dimaksudkan oleh pria yang berubah menjadi debu sebelumnya.


"Sudah cepat ambil kuda cepatmu itu, kita harus pergi ke alamat yang disebutkan oleh pria abu ini," ujar sang raja api Lu Shi Cheng saat itu.


Detektif Zen terus saja menatap dengan wajah yang sangat kesal dia terus mengerutkan kedua alisnya dengan sangat kuat saat itu, ingin rasanya dia marah dan membentak sang raja api Lu Shi Cheng saat itu juga, namun sayangnya dia sama sekali tidak bisa melakukan semua itu, sebab dia masih takut sang raja api Lu Shi Cheng akan benar-benar membunuh dia sama seperti yang barusan dia lihat pada nasib pria penjaga toko buku tersebut.


Meskipun sang raja api Lu Shi Cheng terus saja mengatakan bahwa pria penjaga toko buku itu adalah manusia jadi-jadian tapi tetap saja dia merasa sangat kaget juga semakin takut karena sang raja api bisa mengakhiri hidup orang dengan begitu mudahnya dan terus saja membuat pria itu menjadi abu dalam seketika.


"Ya..apapun itu aku tidak perduli, mau kuda mau motor sama saja dia melaju dengan cepat." Balas sang raja api Lu Shi Cheng yang masih saja tidak ingin salah dengan pemikirannya sendiri.


Detektif Zen langsung menghentakkan kakinya dengan sangat kuat dan penuh emosi saat itu, dia langsung pergi ke parkiran dan mengambil motornya hingga ketika sang raja api sudah naik di belakang dia mulai memiliki sebuah ide yang begitu cemerlang saat itu, detektif Zen tersenyum kecil dan dia mulai bersiap untuk memasang kuda-kuda dalam motornya sendiri.


Hingga dia langsung melajukan motornya dengan sangat cepat sekali sampai membuat sang raja api Lu Shi Cheng beteriak ketakutan dan menepuk pundak detektif Zen berkali-kali sambil terus saja menyuruhnya untuk memperlambat lajunya saat itu, namun detektif Zen justru dengan sengaja berpura-pura tidak mendengar teriakkannya tersebut, karena dia belum cukup puas untuk membalaskan dendam kekesalannya pada sang raja api Lu Shi Cheng yang sudah membuat dia emosi dan sangat keras kepala sekali.


"Hahaha....huaaa....aku sangat senang sekali," teriak detektif Zen yang begitu senang dia melakukan motornya sangat kencang.


"Haaaaa..... detektif Zen turunkan aku hei pelankan....ayo cepat pelankan ini heiiiii....apa kau mau aku mati ketakutan, detektif Zen!" Teriak sang raja api Lu Shi Cheng yang sangat kesal dan sangat takut sampai dia terus memeluk pinggang detektif Zen dengan sangat erat sekali, dia juga terus menunduk menempelkan samping wajahnya pada pundak detektif Zen sangat kuat.


"Hah....apa? Aku tidak mendengarmu, apa raja api? Kau bicara apa hah?" Teriak detektif Zen yang terus saja berpura-pura tidak mendengarnya saat itu.


Padahal disisi lain detektif Zen terus saja menahan tawa sendiri karena dia sebenarnya mendengar teriakkan sang raja api yang begitu histeris ketakutan namun dia sama seki tidak perduli dan terus melajuka motornya dengan sekencang yang dia bisa untuk membuat sang raja api ketakutan.


"Haha...rasakan itu, siapa suruh kau berani mempermainkan aku sebelumnya maka kali ini giliran kau yang aku permainkan hahah....," Batin detektif Zen yang sangat senang melihat penderitaan detektif Zen saat itu.


Hingga sesampainya di ladang kosong yang hanya dipenuhi oleh rumput ilalang yang liar barulah detektif Zen segera menghentikan motornya disana dan raja api Lu Shi Cheng langsung saja turun dari motor itu dengan memegangi lututnya yang terasa bergetar sangat kuat juga badannya yang sempoyongan hampir saja kehilangan keseimbangan dan hampir terjatuh disana.

__ADS_1


Namun untungnya dengan cepat detektif Zen menahan tangannya dan dia memegangi tangan sang raja api dengan kuat sampai mengalengkan tangan sang raja api ke pundaknya agar dia bisa bertahan dalam posisi berdirinya saat itu.


"Ee...eee..ehhh..raja api ada apa denganmu, apa kau mabuk perjalanan ya?" Ucap detektif Zen menanyakan keadaannya sambil menahan senyum sekuat tenaga.


Bahkan saking berusaha menahan senyum detektif Zen sampai harus melipat kedua bibirnya ke dalam dan mengigitnya dengan kuat agar bisa terus bertahan supaya tidak sampai mengeluarkan suara apalagi menertawakan sang raja api Lu Shi Cheng saat itu, sebab jika sampai dia melakukannya sudah pasti nyawanya sendiri yang akan di ujung tanduk oleh sang raja api Lu Shi Cheng nantinya.


Apalagi saat itu detektif Zen tahu dengan jelas bahwa sang raja api Lu Shi Cheng ini terus membawa tongkat kebesarannya kemana-mana yang bisa mengecek dan juga bisa berubah menjadi panjang juga lebar sendirinya ketika sang raja api membuka pedang pusaka tersebut.


"Pusing aahhh kepalaku pusing sekali, semua ini karena kuda sialanmu itu? Kenapa kau tidak bisa mengendarainya dengan benar hah? Atau apa kau sengaja melakukan semua ini agar aku menjerit ketakutan seperti sebelumnya iya?" Ucap sang raja api Lu Shi Cheng yang mulai menaruh curiga kepada detektif Zen saat itu.


Dengan cepat detektif Zen menyangkalnya dan dia juga ikut berpura-pura menyalahkan motornya sendiri padahal motornya itu sama sekali tidak bersalah dia bahkan tidak bisa hidup jika tidak dinyalakan oleh dirinya.


"Ohh..tidak tidak, semua itu benar-benar bukan dalam kendaliku sepenuhnya kok, aku itu...motorku memang selalu seperti ini, dia sering merajuk jika aku memboncengi seorang yang asing apalagi seorang pria mungkin motorku sedang kesal saja padamu karena sebelumnya baginda raja api Lu Shi Cheng yang membuat aku kesal lebih dulu bahkan sampai menunjuk-nunjuk aku dan motorku bukan? Jadi ya tentu saja motorku akan sedikit rewel seperti tadi contohnya," ucap detektif Zen membuat alasan yang paling konyol sepanjang hidupnya selama ini.


Namun ada yang lebih konyol daripada alasan yang baru saja di katakan oleh detektif Zen, yaitu sang raja api Lu Shi Cheng yang percaya dengan ucapan dari detektif Zen saat itu mengenai motornya yang merajuk.


"Hah? Memangnya ada ya motor seperti itu, apakah dia sama dengan kuda yang akan bisa merasakan kondisi pemiliknya?" Tanya sang raja api Lu Shi Cheng dengan wajahnya yang mencari tahu.


Detektif Zen kembali membelalakkan matanya sendiri, dia tidak menyangka seorang raja api yang terkenal pandai dan menakutkan seperti raja api Lu Shi Cheng ini justru bisa percaya dengan hal konyol dan paling tidak masuk akal yang dia katakan saat itu, tetapi walau begitu sang raja api malah tidak mencurigai detektif Zen sama sekali padahal detektif Zen menatap ke arahnya dengan tatapan heran dan tidak tahan menahan tawa.


"Fffttt ....haha ada tentu saja ada raja api, contohnya adalah motorku dan kau merasakannya sendiri bukan, dia merajuk saat kau menungganginya," balas detektif Zen yang langsung saja semakin membohongi sang raja api dan membodohi dia saat itu.


Bukannya menjelaskan kebenarannya detektif Zen justru malah membuat sang raja api semakin tersesat dan kebingungan dengan ucapan yang dikatakan detektif Zen sendiri saat itu.


"Memangnya begitu ya? Aneh sekali padahal kelihatan itu seperti benda mati, apa benar bisa bergerak dan memiliki perasaan seperti manusia?" Gerutu sang raja api Lu Shi Cheng lagi sambil hendak mendekati motor sport milik detektif Zen saat itu.


Namun dengan cepat detektif Zen menahannya karena dia tidak mau sampai sang raja api mengetahui kebenarannya saat itu.


"Ee...eee..ehhh..raja api sudah sudah untuk apa kamu kesana ayo cepat kita cari kakek pemilik buku itu, ini sudah sangat terlambat bukan? Ayo cepat kita pergi," ucap detektif Zen sambil langsung saja menarik tangan sang raja api Lu Shi Cheng dengan cepat saat itu.


Barulah setelah itu detektif Zen bisa merasa tenang karena sang raja api Lu Shi Cheng sudah bisa menurut dengannya dan tidak lagi membicarakan mengenai motornya ataupun mencari tahu mengenai motor tersebut dan apa yang dia katakan kepada dia sebelumnya. Dia langsung saja menghembuskan nafas dengan lega saat itu.


"Huuhhh... aman-aman, tenang sekarang, untung saja dia sudah tidak mempermasalahkan motorku lagi, jika sampai dia mengetahui kebenarannya aaahh gawat matilah aku," batin detektif Zen saat itu.


Dia langsung saja mengelus dadanya dengan merasa tenang beberapa kali sambil terus saja menggandeng tangan saat sang raja api Lu Shi Cheng karena dia masih saja terlihat sempoyongan saat itu, jadi masih membutuhkan bantuan detektif Zen untuk memapahnya dalam berjalan.


Mereka berjalan mendekati salah satu gubuk yang ada disana karena tempat lainnya sungguh sudah tidak layak inap, semuanya hanyalah sisa-sisa bangunan yang tidak utuh dan terlihat habis dimakan oleh rayap ataupun tertimbun dengan tumbuhan yang ada disana, semuanya nampak terlihat sangat rapuh hanya ada satu gubuk kecil yang terdapat di ujung jalan sana dimana di depan gubuk itu terdapat sebuah gerobak sampah yang penuh dengan banyak sekali kardus bekas dan plastik lainnya saat itu.


"Ayo kita kesana dulu, kau harus menenangkan dirimu dan menunggu sampai kepalamu tidak pusing lagi," ucap detektif Zen sambil membawa sang raja api mulai mendekati gubuk tersebut.

__ADS_1


Selain ini sejak awal melihat gubuk itu detektif Zen yang sebelumnya sudah pernah datang ke tempat ini dia terus saja merasa cemas sendiri dan terus menatap kesana kemari dengan perasaan yang sangat cemas sekali saat itu, sebab dia takut kakek misterius yang pernah bertemu dengannya kembali muncul di sekitar sana, dia juga masih harus mencari keberadaan satu kakek lagi pemilik buku misterius yang juga dikatakan berada di wilayah sana.


__ADS_2