Detektif Zen

Detektif Zen
Memalukan


__ADS_3

Detektif Zen terlihat sangat kesal sekali dia begitu jengkel karena gagal untuk mengejar pria asing yang sedari tadi telah mengejar dirinya itu, kini detektif Zen hanya bisa terus berdecak kesal dan menggerutu melampiaskan emosi di dalam dirinya sendiri tanpa henti dan sulit untuk dia kendalikan sendiri.


"CK......sial, aku seharusnya bisa menangkap dia dan menahannya dengan lebih kuat, sialan aaahhh...kepalaku, aku tidak bisa diam saja aku harus mencari tahu siapa yang menyuruh orang sialan itu untuk mengikutiku" gerutu detektif Zen dengan memegangi keongnya yang masih terasa pusing dan sakit.


Kening detektif Zen mulai memerah dan terlihat lebam karena apa yang dilakukan pria tadi membantingkan kepalanya dengan kepala detektif Zen cukup keras, kini detektif Zen segera memanggil taxi lagi dan kembali ke kediamannya dengan cepat, hingga sesampainya disana detektif Zen langsung saja merebahkan tubuhnya di sofa dengan mendengus kesal dan menghembuskan nafas yang kasar dan lesu.


"Hiaaaaaaa.....aaahhh...hari ini kenapa begitu sial sekali sih, menyebalkan siapa pria brengsek itu aku akan terus mengingat wajahnya sampai kapanpu, awas saja kau sial!" Gerutu detektif Zen yang terus saja merasa kesal tanpa henti.


Sedangkan disisi lain sang raja api yang masih mengenakan pakaian kekecilan milik detektif Zen terlihat duduk di samping detektif Zen sendiri sambil terus menatap tajam dengan kedua tangan yang dia lipatkan di dadanya saat itu.


Detektif Zen yang menoleh ke samping dia mulai ingat dengan masalah sang raja api saat itu sehingga dia mulai memberikan pakaian yang sudah dia beli untuk di coba oleh sang raja api segera saat itu.


"Ohh...iya aku hampir saja melupakan tentangmu, ini aku sudah membelikan beberapa setel pakaian untukmu, coba kamu pakai dulu raja api Lu Shi Cheng dan yah satu lagi nanti jika sudah merasa cocok dan nyaman kamu kembali lagi keluar ya, aku masih haru mengubah gaya rambutmu yang saaaangaaatt...membuat kepalaku pusing" ucap Detektif Zen sambil menunjuk ke arah wajah sang raja api saat itu.


Raja api terus menahan emosi di dalam dirinya apalagi disaat detektif Zen malah menghina model gaya rambutnya yang panjang seperti seorang wanita, namun mau bagaimana pun rambut sang raja api Lu Shi Cheng itu sungguh bagus dan terawat mungkin itu karena dia adalah seorang raja api yang sudah pasti semuanya sudah diutamakan dan di rawat dengan baik oleh semua pelayan di istana.


"Kamu ....bisakah kamu berbicara lebih sopan dan menghormati aku sebagai seorang raja dari kerajaan api yang perkasa ini, kamu sudah sangat merendahkan harga diriku!" Ucap sang raja api sambil mengepalkan kedua tangannya saat itu.


Detektif Zen mulai memahami semua itu, dia tidak berani lagi untuk berbicara kasar dengan nada bicara yang menantang pada sang raja api karena semua itu sangat merepotkan baginya jika terus saja mihat raja api itu berada di hadapannya dengan memberikan tatapan tajam seperti itu kepadanya, sehingga dengan cepat detektif Zen mulai langsung bangkit secepatnya membenarkan posisi duduknya lebih baik lagi dan tegak.


"Baiklah baginda raja api Lu Shi Cheng saya mohon maaf kepada anda karena telah bicara dengan lancang dan kasar, tetapi raja api semua orang di duniaku ini mere....." Ucap detektif Zen tertahan saat dia berbicara kepada raja api berniat untuk menjelaskan semuanya.


Namun disisi lain sang raja api Lu Shi Cheng justru malah memperhatikan wajah detektif Zen sendiri terutama ketika dia melihat bagian kening detektif Zen yang terlihat lembam dan memerah juga kehijau-hijauan, tentu saja karena memperhatikan hal itu sang raja api Lu Shi Cheng sama sekali tidak memperhatikan dengan benar apa yang diucapkan oleh detektif Zen kepadanya saat itu.


Sampai dia langsung saja mendekati detektif Zen dan mengibaskan rambut detektif Zen yang sedikit menghalangi jidat detektif Zen secara tiba-tiba saat itu, hingga hal tersebut membuat detektif Zen langsung menghentikan ucapannya karena dia merasa kaget dan heran melihat sang raja api terus saja menyondongkan tubuhnya mendekati dia sampai membuat detektif Zen harus terus mundur ke belakang sedikit demi sedikit saat itu.


"Astaga...apa yang orang ini lakukan?" Batin detektif Zen sambil kesulitan menelan salivanya sendiri saat itu.


Sampai ketika sang raja api mulai memegangi jidat detektif Zen baru saja detektif Zen langsung mendorong tubuh sang raja api cukup kuat hingga membuat raja api Lu Shi Cheng langsung terhempas ke belakang dan dia jatuh ke lantai sampai membuat celana detektif Zen yang dia kenakan sobek sangat besar.


"Aaaarrkkk...minggir kau!" Teriak detektif Zen sangat kencang saat itu.

__ADS_1


"Aaahhhh....wreeeekkkk" suara sang raja api Lu Shi Cheng yang kesakitan juga celananya sobek begitu besar membuat sang raja api langsung saja terbelalak lebar mihat celana hitam itu sobek sangat besar di bagian bawahnya hingga menampakkan pakaian dalam yang dia kenakan saat itu.


Hal tersebut tentu saja terjadi sangat cepat dan tidak bisa di hindari oleh keduanya sehingga detektif Zen langsung saling tatap dengan sang raja api Lu Shi Cheng hingga seketika detektif Zen langsung berteriak sangat kencang sambil menutup wajah dia menggunakan kedua tangannya.


"Aarrrkkkkk.....KA..kau...cepat pergi dan ganti pakaianmu aaarrrkkk mataku huhu cepat kau pergi sana!" Teriak detektif Zen sambil terus saja menutup wajahnya dan menjerik sangat kencang karena mau bagaimana pun dia sempat melihatnya walau hanya sekejap.


Sedangkan disisi lain sang raja api Lu Shi Cheng juga sangat panik dia segera pergi ke kamar sambil membawa pakaian yang sudah di belikan oleh detektif Zen kepadanya, dia terus memasang wajah yang kesal, malu dan merah padam bak seperti kepiting rebus saking malu dan marah kepada detektif Zen yang sudah membuat dia kehilangan seluruh harga diri yang tersisa di dalam dirinya saat itu.


Sampai ketika masuk ke dalam kamar dan mengganti pakaiannya sang raja api Lu Shi Cheng langsung saja berteriak sangat kencang untuk melampiaskan emosi di dalam dirinya karena kejadian memalukan yang terjadi kepada dia sebelumnya.


"Aaagggrrrrhhhh! Akan ku bunuh kau detektif Zen! Aishhh!" Teriak sang raja api yang begitu menggelegar dan sangat kencang.. detektif Zen yang mendengar suara sang raja api berteriak sekencang itu dengan sangat menggelegar benar-benar kaget dan membuat dia terperangah mendengarnya.


Bahkan sakit ketakutannya mendengar teriakkan dari amarah sang raja api yang mual, detektif Zen sampai merasakan semua buku di tangan dan kakinya berdiri dan merinding sekali dia rasakan.


"Astaga ...apa dia benar-benar akan membunuhku nanti? Aaahhhh...matilah aku, dia bukan manusia yang normal" gerutu detektif Zen sambil memeluk tubuhnya sendiri termenung sangat ngeri.


Detektif Zen segera pergi mengambil minum untuk menenangkan dirinya bahkan saking panasnya tubuh dia detektif Zen harus mendinginkan tubuhnya di depan lemari es yang dia buka saat itu dan terus saja meminum minuman dingin disana sambil mengipasi tubuhnya sendiri untuk mengusir rasa panas di tubuhnya sendiri karena detektif Zen tanpa sengaja melihat kehormatan sang raja api sebelumnya.


Hingga beberapa menit kemudian sang raja api Lu Shi Cheng sudah selesai mengganti pakaiannya dan dia berjalan keluar mencari keberadaan detektif Zen dimana dia melihat detektif Zen berdiri di dalam lemari es yang pintunya terbuka saat itu sehingga menghalangi tubunya, sang raja api Lu Shi Cheng segera menghampiri detektif Zen dan dia mulai memanggil nama detektif Zen ketika dia sudah berdiri tidak jauh di hadapan detektif Zen saat itu.


"Detektif Zen...." Ucap sang raja api memanggilnya.


Detektif Zen langsung berbalik dan dia sangat kaget melihat pakaian yang dia beli sangat cocok pada tubuh detektif Zen dan dia benar-benar terlihat cukup keren mengenakan setelah jas yang rapih seperti itu.


"Waahhh ...lumayan juga, ini cukup bagus untuk tubuhmu, tidak disangka aku keren juga bisa mencocokkan pakaian dengan tubuhmu, ahaha...keren juga ya" ucap detektif Zen sambil terlihat bangga dengan pilihan yang sudah dia beli untuk sang raja api Lu Shi Cheng saat itu.


Detektif Zen bahkan terlihat terus memandangi sang raja api penuh dengan kebanggan atas keberhasilan dia yang sudah membelikan pakaian untuk sang raja api Lu Shi Cheng dengan sangat cocok di tubuhnya, bahkan bukan hanya itu detektif Zen juga sampai terus berjalan mengelilingi sang raja api dan mulai melihat bagaimana sang raja api mengenakan pakaian itu namun rupanya sang raja api sudah mengenakannya dengan benar tinggal rambutnya yang panjang itu dan mahkota yang ada di kepalanya yang harus di singkirkan oleh detektif Zen.


"Eummm...ini sudah bagus tinggal dua hal lagi, baginda raja api bisakah anda menunduk sedikit" ucap detektif Zen meminta raja api untuk menunduk kepadanya agar dia bisa melepaskan mahkota yang ada di kepalanya tersebut.


Namun sayangnya sang raja api yang menerima ucapan itu dia justru salah paham dengan maksud permintaan dari detektif Zen kepadanya saat itu, raja api Lu Shi Cheng berpikir detektif Zen memerintahkan dia untuk mebungkuk memberi hormat kepadanya padahal yang di maksud oleh detektif Zen adalah merendahkan sedikit tubuhnya gara dia bisa meraih mahkota aneh di kepala sang raja api tersebut.

__ADS_1


"Apa?.... beraninya kau memerintahkan aku untuk membungkuk menghormatimu, aku adalah raja hanya masyarakat rendahan juga lara penduduk aku yang menghormatiku, seorang raja tidak akan pernah membungkuk pada siapapun!" Balas sang raja api dengan tatapan tajam dan terlihat sangat serius.


Detektif Zen terperangah membelamakkan matanya untuk beberapa saat hingga dia menepuk jidatnya cukup keras dan dia lupa bahwa jidatnya lebar sampai membuat dia meringis kesakitan karena menepuk jidatnya itu terlalu keras.


"Astaga...pletak...adududuh..aishh, aku lupa jidatku kan bekas terbentur tadi, aaahh sakit sekali" gerutu detektif Zen menyalahkan dirinya sendiri dan mengusap terus jidatnya tersebut.


Sang raja api terus saja menatap tajam detektif Zen sambil kedua tangan yang dia lipatkan di dada dia masih memiliki sifat dan kesombongan di dalam dirinya karena dia masih merasa bahwa dirinya adalah seorang raja yang sangat berkuasa di dunianya tersebut.


Detektif Zen benar-benar sudah jengkel dalam menghadapinya sampai dia hanya bisa menunduk dan kembali menyalakan dirinya sendiri atas semua kesalahpahaman yang terjadi diantara mereka berdua saat itu.


"Ohhh..astaga...semua ini salahku iya ini salahku, kenapa aku harus lebih pendek darinya aahhh" gerutu detektif Zen sangat kesal saat itu.


Dia mencoba menarik nafasnya lagi dan membuangnya dengan perlahan, detektif Zen berusaha untuk mengontrol kekesalan juga emosi yang terus meledak-ledak di dalam dirinya sedari tadi. Dia mulai kembali menatap ke arah sang raja api sambil berusaha memasang wajah tersenyum lebar meski sang raja api tetap memberinya tatapan tidak bersahabat sama sekali.


"Baginda raja, maafkan aku, sebenarnya maksud dari ucapanku bukan kau harus memberi hormat padaku tetapi aku harus mengambil mahkota di atas kepalamu, karena di dunia ini tidak ada orang yang memakai hal seperti itu, kau akan dianggap gila dengan rambut panjang dan mahkota seperti akar pohon diatas kepalamu seperti itu" balas detektif Zen mencoba menjelaskannya.


Tapi sayangnya bukannya sang raja api memahami ucapan dari detektif Zen dia justru malah menjadi semakin marah besar kepada detektif Zen dan terus saja menatap tajam sambil terus berjalan mendekati detektif Zen saat itu.


"Apa kau bilang?....apa maksudmu aku seperti orang yang tidak waras dengan rambut dan mahkota kebesaranku ini? Hah!" Bentak sang raja api terlihat marah besar.


Detektif Zen sangat kaget melihatnya da dengan cepat dia berlari menjauh dari sang raja api sambil terus saja berusaha untuk menjelaskan maksud dari ucapan dia sebelumnya agar sang raja api tidak semakin marah dan akan benar-benar mengakhiri hidupnya saat itu.


"Ahhh ..raja api maksudku tidak begitu, aku hanya meminta agar kamu melepaskan sementara mahkota kebesaranmu itu, karena aku harus memotong rambutmu" ucap detektif Zen me jelaskannya lagi.


Mendengar detektif Zen mau memotong rambutnya sang raja api Lu Shi Cheng semakin marah besar dan dia sampai berteriak sangat kencang kepada detektif Zen saat itu, sampai membuat detektif Zen semakin takut terhadapnya saat itu.


"Aarrrkkkkkk....kau, beraninya kau mau memotong rambut kebesaranku yang sudah aku urus dengan baik sejak kecil ini, hah! Dasar kau manusia sialan!" Bentak sang raja api yang pada akhirnya mengeluarkan kalimat kasar untuk detektif Zen yang tidak pernah dia ucapkan sama sekali saat itu.


Bahkan dirinya sendiri saja kaget dan membelalakkan matanya sendiri karena baru menyadari bahwa dirinya bisa berbicara seperti itu untuk pertama kalinya.


Sedangkan detektif Zen terus saja merasa tegang sendiri dan dia terus menatap ke arah sang raja Api Lu Shi Cheng yang sangat menakutkan saat itu.

__ADS_1


"Hua ...kenapa dia ...ada apa dengannya? Apa dia akan kerasukan? Aaahh matilah aku" batin detektif Zen yang terus merasa cemas.


__ADS_2