
Sehingga tanpa sadar saking bingung dan takutnya detektif Zen justru malah langsung saja mengangguk menuruti ucapan dari sang raja api tersebut meski dia sendiri sebenarnya sama sekali tidak mengerti dan memahaminya dengan jelas saat itu, bahkan menatap kepada sang raja api dengan wajahnya yang terperangah tidak karuan.
"Hah...iya iya.. terserah kau saja aku sama sekali tidak mengerti dengan apa yang baru saja kau katakan aahhhh aku benar-benar akan gila jika terus terdampar di tempat aneh ini" balas detektif Zen yang tidak tahu lagi harus berbuat apa.
Dia sudah terlihat begitu pasrah menerima semuanya dan tidak tahu lagi untuk berbicara apapun, sehingga dia hanya bisa menuruti semua ucapan dari raja api yang membuat dia sedikit takut tersebut, karena dia pikir jika dia membantah ucapan dari sang raja api bisa saja dia akan mendapatkan ancaman dan hal semacamnya dari sang raja api tersebut, sehingga baginya menuruti adalah hal yang lebih aman bagi dirinya agar tidak menyulitkan dirinya lagi di tempat baru dan dunia yang masih tidak dia ketahui tersebut.
Sampai akhirnya detektif Zen sendiri mengangguk mengerti dan dia terus mengangguk patuh kepada sang raja api Lu Shi Cheng saat itu karena dia tidak ingin terus di perlakukan seperti itu olehnya di tambah dia juga sudah mulai mengantuk lagi, tidak tahan menahan rasa kantuk yang melanda dirinya saat itu.
"Ahhh...iya iya...terserah kau saja aku tidak perduli aku hanya asal bicara saja sebelumnya kau jangan terlalu serius seperti itu dalam menanggapinya" balas sang detektif Zen yang lupa bahwa saat itu dia tengah menghadapi seorang raja api bukan manusia biasa dan dirinya tengah berada di dunia yang berbeda bukan tempat tinggal asalnya.
"Apa yang sedang dia bicarakan sebenarnya dan logat apa yang dia pakai barusan, mengapa aku sama sekali tidak terlalu mengenal cara bicaranya, dia sangat aneh" batin sang raja api Lu Shi Cheng yang tidak mengerti sepenuhnya dengan apa yang di maksud oleh detektif Zen dari ucapannya barusan.
Sang raja api Lu Shi Cheng langsung menatap semakin tajam kepada detektif Zen karena dia terlihat kurang mengerti dengan apa yang dikatakan oleh detektif Zen saat itu, sedangkan disisi lain detektif Zen sendiri mulai sadar bahwa dia tidak berbicara menggunakan logat cara berbahasa di tempat tersebut kala itu.
"Astaga...aku lupa bahwa dia adalah raja api yang kejam dan menyeramkan itu, aishh semoga saja dia tidak akan membunuh aku setelah apa yang baru saja aku katakan kepadanya dengan lantang" batin detektif Zen yang baru saja dia mulai merasa cemas setelah semuanya sudah terlanjur terjadi.
"Hey... Apa yang sebenarnya kamu katakan barusan?" Balas sang raja api untuk memastikannya.
Detektif Zen yang melihat raut wajah sang raja api seperti kurang memahami ucapan dia sebelumnya, dia pun langsung memebalalakkan matanya dan langsung merasa sangat senang juga lega sebab ternyata raja api itu benar-benar tidak memahami seluruhnya apa yang dia katakan sebelumnya, sehingga hal itu dapat menyelamatkan dia dari hal buruk yang bisa saja terjadi kepadanya bila raja api Lu Shi Cheng mengetahui semua ucapannya.
"Aahhh? Kamu sama sekali tidak mengerti dengan apa yang aku katakan ya?" Tanya detektif Zen mulai menanyakannya lagi,
"Tidak .. memangnya apa yang baru saja kau katakan padaku, apakah itu adalah hal yang penting?" balas sang raja api lagi,
"Huuuu.... syukurlah dia benar-benar tidak memahaminya, jika tidak aku benar-benar akan mati olehnya" batin detektif Zen yang merasa cukup lega dengan menghembuskan nafas yang cukup lama saat itu.
Dia pun langsung saja membalas ucapan dari sang raja api dengan kalimat lain yang dia buat sendiri, dan tentu saja itu sebuah kebohongan yang dia katakan untuk menyelamatkan dirinya.
Meski dia tahu berbohong adalah hal yang tidak baik namun detektif Zen pikir dengan dia tidak berbohong kepada sang raja api saat itu maka hidupnya sendiri lah yang justru akan terancam dan mungkin dia tidak akan bisa melepaskan diri nantinya, sehingga dia harus melakukan hal tersebut.
"Berbohong demi kebaikan dan keselamatan diri sendiri tidak masalah bukan, lagi pula ini tidak akan terlalu berdampak baginya" batin detektif Zen memikirkan hal tersebut sebelum dia mulai memberanikan diri membuat sebuah kebohongan yang manis pada sang raja api Lu Shi Cheng.
"AA...ahhh..begini baginda raja, tadi aku berkata bahwa aku sudah mengerti jika ini adalah tanganmu, tangan yang sudah mengobati luka di kepalaku, aku sangat berterima kepadamu" balas detektif Zen mengubah seluruh yang dia ucapkan sebelumnya.
Bahkan kalimatnya sangat jauh berbeda sekali dari sebelumnya dan tentu itu di rasakan oleh sang raja sehingga dia yang mendengar kalimat itu terdengar tidak sama dengan apa yang dia dengarkan sebelumnya, dia sedikit menatap curiga kepada detektif Zen saat itu bahkan sampai menyipitkan matanya mendekati wajah detektif Zen bak seperti orang yang tengah menyelidiki sesuatu saat itu.
"Mengapa aku merasa apa yang dia katakan sebelumnya sangat jauh berbeda dengan apa yang baru saja dia katakan lagi kepadaku, apa memang pengaruh logat dan cara bicara sangat mempengaruhi makna di dalamnya?" batin sang raja api Lu Shi Cheng yang merasa sangat heran juga kebingungan sendiri saat itu.
Namun karena detektif Zen tahu akan hal tersebut dia langsung saja memalingkan fokus kepada hal lain agar sang raja api tersebut tidak terus saja menyelidiki dia dengan tatapan yang menusuk seperti itu dan membuat dirinya sangat merasa tidak enak sekali dalam setiap saat.
"Raja....aku sudah mengantuk bisakah kau tidak menatapku seperti itu, aku benar-benar sangat mengantuk sekarang hoaamm...aku ingin tidur" ucap detektif Zen langsung saja berakting menguap dihadapan sang raja.
__ADS_1
Dia juga tentu menutup mulutnya yang malah menguap sesungguhan kala itu sehingga hal tersebut membuat sang raja api Lu Shi Cheng mempercayainya bahkan seketika sang raja api langsung saja menyandarkan kepada detektif Zen kepada sebelah pundaknya saat itu dan menyuruh detektif Zen agate kembali melanjutkan tidurnya tersebut dalam posisi kepala dia yang bersandar pada bahu sebelah kanan miliknya.
"Ayo tidurlah jika kau masih mengantuk, aku akan berjaga disini untuk keamanan" ujar sang raja api saat itu.
Detektif Zen yang mendapatkan perlakuan seperti itu tentu saja dia sangat kaget dan tegang tetapi dia sama sekali tidak bisa banyak berkutik dan hanya bisa tetap diam membuka juga terlihat sangat kaku untuk menaruh kepalanya pada pundak seorang raja api yang sangat dingin, berwajah datar juga terkenal dengan kekejamannya di seluruh penjuru negeri.
"Astaga..... bagaimana aku bisa tertidur jika dia malah memegangi kepalaku seperti ini dan menyandarkannya pada pundak dia, aahhhh ini sangat mencengangkan aku bahkan sulit untuk bergerak sekarang" batin detektif Zen yang merasa sangat tidak nyaman saat itu.
Dia sudah mencoba memaksakan dirinya untuk memejamkan mata dan berusaha agar bisa tertidur saat itu, tetapi sayangnya dia sama sekali tidak bisa benar-benar tertidur padahal sebelumnya dia sudah sangat mengantuk sekali bahkan hampir kesulitan menahan kantuknya tersebut tetapi setelah raja Api Lu Shi Cheng memegangi kepalanya dan menyandarkan kepalanya tersebut pada pundak dia, sekarang detektif Zen sama sekali tidak bisa tertidur dengan lelap.
Jangankan untuk tidur bergerak saja rasanya dia sangat tidak berani dan begitu canggung sekali saat itu, sehingga dia memilih untuk bangkit terbangun dan kembali duduk dengan tegak sambil menundukkan kepalanya ke bawah dengan lemas.
Sampai sang raja api yang melihat tingkahnya langsung saja bertanya penuh keheranan pada detektif Zen yang dia kira sebagai putri Xiao You saat itu.
"Putri Xiao You ada apa denganmu bukankah sebelumnya kau terlihat sangat mengantuk sekali?" Tanya sang raja api Lu Shi Cheng saat itu dengan sedikit mengerutkan alisnya.
Detektif Zen benar-benar tidak bisa menahan kesabaran di dalam dirinya lagi dan dia sudah tidak perduli meskipun identitas aslinya akan terbongkar kepada raja api Lu Shi Cheng tersebut yang pasti dia benar-benar bisa melupakan seluruh emosi yang meluap di dalam dirinya sedari tadi dan dia harus meledakkan emosi itu saat ini, agar dia bisa segera merasa tenang juga bebas kembali tanpa beban seperti sebelumnya.
"Aishhh....heh..asal kau tahu aku sangat kesal, dan aku sangat marah padamu aku bukan.....eumm..eummm..." Ucap detektif Zen yang tidak sampai selesai karena saat itu dengan cepat sang raja api menutup mulutnya menggunakan tangan yang dia bekap kan pada mulut detektif Zen begitu saja.
Detektif Zen yang refleks langsung memberontak saat itu sambil menepuk keras tangan sang raja api yang membekap mulutnya dengan kuat hingga raja api mulai menatapnya sangat tajam dan menyuruh dia untuk diam begitu keras dan tegas.
"DIAM! aku sudah tahu siapa kau dan kau tidak perlu terus mengatakannya, aku sudah tahu kau bukan dia, sebab kau sama sekali tidak terlihat seperti wanita itu sedikit pun" balas sang raja api Lu Shi Cheng kepada detektif Zen saat itu.
Detektif Zen sangat kaget dan refleks memebalalakkan matanya dengan sangat lebar menatap ke arah sang raja api yang berada sangat dekat dengan dirinya kala itu, hingga tidak lama ketika sang raja api mulai melepaskan bekapan tangan pada mulut detektif Zen langsung saja terdengar deru nafas detektif Zen yang hampir saja akan kehabisan nafas akibat ulah sang raja api Lu Shi Cheng yang membekap mulutnya dengan terlalu kuat.
"Fwahhh....hah..hah..hah...astaga...kau mau membunuh aku yah, kenapa membekap mulutku dengan sekencang itu?" Ucap detektif Zen dengan nada suara yang cukup tinggi bicara pada sang raja.
Raja api dengan cepat memberikan peringatan kepada detektif Zen agar tidak berbicara seperti itu lagi terhadapnya terutama ketika di hadapan sang adik Bian Cheng juga di hadapan para penduduk di istana nantinya.
"Aku memberitahumu sekarang putri Xiao You bersikaplah sebagai seorang putri dan jangan berani-beraninya untuk berbicara dengan nada seperti itu terhadapku atau kau akan sangat di curigai oleh banyak orang, dan jika sampai mereka mengetahui yang sebenarnya, kau akan di buru oleh siapapun yang ada di sekitar dirimu dan kau akan dalam bahaya" ucap sang raja api kepada detektif Zen yang membuat dirinya langsung diam merenung memikirka bahwa apa yang dikatakan oleh sang raja api barusan adalah sebuah kebenaran tentang dirinya.
Detektif Zen mengerti bahwa tempat ini bukanlah tempat biasa atau tempat yang bisa dia tinggali dengan bebas layaknya dia tinggal di dunianya sendiri dimana tidak akan ada orang yang melarang atau mengurusi hidupnya seperti dia tinggal di tempat tersebut.
Diaman sistem kerajaan masih sangat kental disana sedangkan di dunianya sistem kerajaan dan penerangan seperti ini sudah tidak terjadi lagi dan semua hanyalah sebuah sejarah yang terhadap dalam buku sejarah di sekolah, hingga ketika mendengar semua yang di katakan sang raja api barusan, detektif Zen mulai mengerti atas maksud yang tersirat di dalamnya terlebih sang raja api langsung menunjuk ke arah adiknya Bian Cheng yang tengah tertidur dengan lelap di sebatang mereka.
"Lihatlah dia memang adikku tapi dia adalah seorang panglima perang yang pemberani, jika sampai kau membangunkannya dan membuat keributan dengannya aku sama sekali tidak akan menolongmu" ucap sang raja api pada detektif Zen.
"Hah? Lagi pula mengapa kau harus menunjuk seperti itu dan memberitahukan semuanya, aku mengerti semua yang kau katakan dan jika kau sudah tahu jika aku bukan putri Xiao You lalu untuk apa lagi kau malah mengambil aku dari kerajaan suci, bukankah orang yang kau cari adalah putri Xiao You dan dia lah yang seharusnya menjadi ratumu sekaligus permaisuri di kerajaanmu bukan aku" balas detektif Zen mencari jawaban yang selama ini membuat dia penuh keheranan dan terus memikirkannya tanpa henti.
Sang raja api Lu Shi Cheng sendiri justru hanya menanggapi pertanyaan dari detektif Zen hanya dengan sebuah senyuman saja dan dia sama sekali tidak menjawab pertanyaan tersebut secara langsung sehingga membuat detektif Zen sedikit kesal saat itu.
__ADS_1
"Kau akan mengetahui semuanya ketika kita sudah sampai di kerajaan, disini bukan tempat yang aman untuk kau mengatakan sebuah hal yang besar dan penting seperti ini putri Xiao You" balas sang raja Api Lu Shi Cheng memberitahunya.
Sebagai seorang raja dan seseorang yang selalu berada dalam perang juga memimlin sebuah kerajaan yang sangat besar dalam waktu yang cukup lama setelah kematian ayah ya tentu saja sang raja api Lu Shi Cheng mengetahui dengan jelas semua situasi dan keadaan yang aman dan tidak dan dia hanya berjaga-jaga saja meski pun saat itu memang tidak ada siapapun di hutan tersebut yang memata-matai dirinya.
Tetapi dia masih harus berjaga-jaga sebab itu lebih baik daripada semuanya terjadi di kemudian hari, maka dari itu sang raja api Lu Shi Cheng tidak memberitahu alasannya saat itu kepada detektif Zen yang ada di hadapannya.
Sedangkan detektif Zen sendiri yang sudah sangat penasaran dan tidak bisa mengetahui hal itu dengan segera tentu saja dia merasa sedikit kesal dan tidak terima tetapi memang tidak ada yang bisa dia lakukan, tidak mungkin juga baginya untuk melawan seorang raja terlebih itu adalah raja api bukannya raja biasa saja.
"Ya...ya...ya...terserah anda saja baginda raja aku sama sekali tidak terlalu memperdulikan apakah kau akan memberitahuku hari ini, besok, lusa atau tidak sama sekali karena aku akan mencari jawabannya sendiri" balas sang detektif Zen sambil langsung saja membalikkan badannya membelakangi sang raja api yang duduk di sampingnya saat itu.
Raja Api Lu Shi Cheng hanya tersenyum kecil dan dia kembali duduk bersandar pada pohon yang ada di belakangnya sedangkan detektif Zen sama sekali tidakmbisa bersandar pada pohon itu juga dimana jika dia bersandar disana maka sudah bisa di pastikan dia akan duduk bersampingan dan sangat dekat dengan sang raja api yang sangat membuat dia kesal dan jengkel di setiap saat.
Walaupun detektif Zen mengatakan bahwa dirinya tidak perduli dengan hal tersebut tapi sebenarnya di dalam lubuk hatinya yang paling dalam dia justru merasa sangat kesal dan sangat penasaran sekali dengan hal tersebut bahkan dia sendiri sampai tidak bisa diam saja saja ketika mendapatkan jawaban seperti itu dari seorang raja api.
Detektif Zen terus saja menggerutu kesal sendiri dan dia merasa sangat kesal dan memiliki emosi yang sangat besar di dalam tubuhnya saat itu sebab sang raja api tidak terdengar mengucapkan atau bicara apapun lagi dengannya sejak kejadian tersebut.
"Ckk...apa yang dia lakukan sekarang, atau apa jangan-jangan dia justru malah tertidur lebih dulu dan membiarkan aku yang berjaga sendiri malam ini?" Batin detektif Zen memikirkannya saat itu.
Dengan cepat karena memiliki dugaan yang seperti itu dia langsung saja berbalik ke belakang melihat ke arah sang raja api Lu Shi Cheng yang ternyata saat itu hanya tengah duduk bersandar dengan santai sambil merapihkan jubahnya tersebut.
"Ahhh... syukurlah jika dia tidak tertidu" ucap detektif Zen sambil kembali memalingkan pandangannya lagi dari sang raja api Lu Shi Cheng sebelum tingkahnya tersebut di ketahui oleh raja api.
Tapi lama kelamaan tentu saja dia merasa sangat mengantuk dan tidak bisa menahan tubuhnya lagi hingga dia hampir saja jatuh ke belakang saat itu.
Namun untungnya sang raja api yang sangat siaga, dia dengan cepat menahan tubuh detektif Zen dengan sigap dan cepat hingga detektif Zen tidak jatuh mengenai tanah lagi ketika dia tertidur seperti sebelumnya, raja api Lu Shi Cheng menahan tubuhnya lalu dengan perlahan dia meniduri detektif Zen di tanah tersebut sambil menaruh kepala detektif Zen di atas pangkuannya seakan pangkuannya itu sebagai bantal tempat kelapa detektif Zen tertidur.
"Manusia aneh, siapa kau sebenarnya aku sangat mencurigai dirimu sebagai mata-mata dari musuh tetapi aku rasa tidak mungkin musuh mengirimkan mata-mata yang konyol dan bodoh seperti dirimu ini" gerutu sang raja api Lu Shi Cheng sambil menatap wajah detektif Zen yang tertidur sangat lelap saat itu.
Dia terus membenarkan posisi tubuh detektif Zen bahkan dengan hatinya yang di kenal oleh orang lain sebagai hati batu yang keras dan hitam, dia membuka jubah yang dia pakai dan memberikannya kepada detektif Zen dan dia gunakan sebagai selimut untuk menutupi tubuh detektif Zen supaya tidak kedinginan malam itu.
Dia sendiri sama sekali tidak tertidur lagi, raja api Lu Shi Cheng berjaga sepanjang malam dan dia terus saja menatap serta memperhatikan wajah detektif Zen yang tidur dengan begitu lelapnya diatas pangkuan dirinya.
Padahal dia ingat sekali bahwa sebelumnya detektif Zen sendiri pernah menolak untuk tidur di pangkuannya sebelumnya namun kini justru malah dirinya sendiri yang membuat detektif Zen tidur di pangkuannya saat itu.
Sang raja api memperlihatkan sebuah senyum kecil di wajahnya dan dia terlihat mulai berniat untuk menyentuh wajah detektif Zen dengan perlahan saat itu, namun disaat tangannya itu hampir saja menyentuh pipi detektif Zen dengan cepat dan secara tiba-tiba tangan detektif Zen justru malah meraih tangannya sang raja api sehingga membuat raja api merasa sangat kaget mendapatkan hal seperti itu yang sama sekali tidak pernah dia temui sebelumnya.
Detektif Zen menarik tangan sang raja api dan anpa sadar dia justru terus menggenggam tangan sang raja api dengan sangat erat sambil terus saja mengigau dalam tidurnya untuk beberapa saat, berbicara dengan aneh tetapi masih bisa di pahami oleh raja api secara perlahan saat itu.
"Jangan pergi aku tidak ingin kau pergi, tolong bawa aku kembali, aku tidak ingin berada disini aku ingin kembali ke tempatku, siapapun kau tolong bawa aku kembali aku bukan dari sini percayalah padaku" ucap detektif Zen dalam mimpinya tersebut.
"Apa yang dia lakukan, bagaimana bisa seseorang yang sedang tertidur berbicara seperti itu dan matanya terus saja terpejam, apa dia benar-benar manusia atau seorang siluman?" Gerutu sang raja api terlihat sangat kaget ketika pertama kali melihat hal tersebut.
__ADS_1
Apalagi di saat detektif Zen semakin menarik tangannya dan membuat dia semakin dekat dengan wajahnya detektif Zen saat itu, sang raja api Lu Shi Cheng mulai merasa gugup dan tidak nyaman, dia menatap dengan membulatkan matanya merasa sangat tidak karuan sambil berusah keras untuk melepaskan pegangan tangan wanita di hadapannya pada tangannya tersebut dengan perlahan tanpa membangunkan detektif Zen sendiri.
"Aaahh...aku harus bisa terlepas dari orang aneh dan misterius ini, dia bisa saja berubah jadi apapun saat tertidur aahhh" ucap sang raja api yang terlalu berpikir sangat tidak masuk akal kepada detektif Zen saat itu.