
Detektif Zen benar-benar dibuat kesal habis-habisan oleh tingkah sang raja api Lu Shi Cheng yang terkandang menakutkan dan membuat detektif Zen merasa cemas dan merinding takut kepadanya namun terkadang dia juga sangat menjengkelkan karena selalu saja tidak mengerti dengan situasi, tidak tahu apapun juga selalu saja membuat jantung detektif Zen terombang ambing tidak menentu karena.
Seperti saat itu dimana sang raja Api Lu Shi Cheng yang duduk terlalu dekat tepat di samping detektif Zen namun tubuhnya sangat rapat dengan detektif Zen bahkan kepalanya menghalangi penglihatan detektif Zen yang saat itu hendak memberitahu cara pemakaian alat pangkas rambut tersebut.
Sehingga tentu saja hal tersebut membuat detektif Zen sangat kesal namun dia juga tidak bisa marah lebih keras lagi pada seorang raja Api Lu Shi Cheng karena dia tahu bahwa jika dia marah maka semua itu akan tetap berbalik kepadanya, dia juga yang akan mendapatkan bentakkan lebih menakutkan dari raja api tersebut.
Sang raja Api Lu Shi Cheng juga menatap dengan mengerutkan kedua alisnya kepada detektif Zen saat ini, karena dia baru saja di bentak oleh detektif Zen yang menyuruh dia menyingkir saat dia sudah sangat serius untuk belajar menggunakan alat yang bisa dipakai untuk memotong rambutnya tersebut.
"Hey.... detektif Zen, apa kamu tidak salah? Mengapa kau menyuruhku untuk menjauh sedangkan alat aneh ini berada di tanganmu, tentu aku haru melihatnya dengan dekat agar aku bisa memahami semuanya dengan benar, dan aku bisa mempelajari semuanya dengan lebih cepat, bukankah itu bagus?" Balas sang raja api Lu Shi Cheng menatap keheranan pada detektif Zen.
Kalo ini detektif Zen hanya bisa menundukkan kepala dengan lesu dia benar-benar tidak mengerti lagi dengan apa yang ada di otak sang raja api tersebut, dia juga sangat kesal sekali dan sudah terlampau memendam terlalu banyak emosi sehingga detektif Zen hanya bisa terus menarik nafas pelan dan membuang nafasnya dengan kasar lalu mulai mengangkat kepalanya menatap sang raja Api Lu Shi Cheng dengan bibirnya yang dia lipatkan ke dalam sesaat, berusaha untuk mempersiapkan diri agar bisa menghadapi sang raja api lebih kuat lagi.
"Huh! Raja Api Lu Shi Cheng yang perkasa dan bijaksana, coba kau gunakan otak yang ada di kepalamu itu, jika kamu menatapnya dengan sangat dekat seperti tadi, lalu bagaimana aku melihat benda tersebut? Kepalamu itu dan rambutmu yang panjang menghalangi pandanganku, aku bahkan tidak tahu apakah jarak itu aman untukmu atau tidak, karena kamu tahu benda ini sangat berbahaya sekali, dia bisa menjadi benda yang menghancurkan wajahmu jika kau menatapnya terlalu dekat, apalagi dengan rambutmu yang panjang ini, sekali saja kamu salah menggunakannya, akibat yang di timbulkan akan selalu patal, jadi kamu harus berhati-hati dan teliti jika ingin mempelajarinya." Balas detektif Zen sengaja melebih-lebihkan beberapa hal.
Dia sengaja melakukan hal tersebut agar sang raja api tidak terus memaksa untuk belajar menggunakan alat tersebut, sebab detektif Zen sudah tahu jika dia membiarkan sang raja api mempelajari cara menggunakannya dia hanya takut bahwa itu akan membahayakan sang raja api sendiri sebab tekanan mesin tersebut cukup tinggi sedangkan sang raja api Lu Shi Cheng sendiri belum pernah memegangi alat seperti itu walau hanya sekali saja, bahkan dia baru melihat bentuknya saat ini.
Itu terlalu beresiko untuk orang yang tidak tahu apapun, sehingga detektif Zen mengatakan sedikit hal yang dia lebih-lebihkan, sampai akhirnya apa yang di rencanakan oleh detektif Zen berhasil, sang raja api Lu Shi Cheng benar-benar merasa takut setelah mendengar ucapan barusan dari detektif Zen, wajahnya mulai terlihat lebih pucat dari biasanya dan dia juga segera menjauh menggeser duduknya dari detektif Zen termasuk benda tersebut.
"O..ohhh..begitu rupanya, baiklah jika memang begitu, aku akan menyerahkannya kepadamu saja, tetapi jangan sampai kau memotong rambutku terlalu pendek, atau aku tidak akan melepaskanmu entah di dunia ini atau di dunia manapun!" Ucap sang raja api kepada detektif Zen sambil memberikan ancaman yang tegas.
Detektif Zen segera mengangguk dia berjanji untuk memberikan model rambut terbaik bagi sang raja api, bahkan tidak hanya itu, untuk meyakinkan sang raja api Lu Shi Cheng lagi, detektif Zen sampai harus memperlihatkan foto model rambut yang ada di majalah kepada sang raja api Lu Shi Cheng dan sengaja membiarkan dia untuk memilih gaya rambut mana yang dia sukai tersebut.
"Tentu, aku berjanji akan melakukan yang terbaik untukmu, tenang saja aku sudah pernah bekerja di tempat pemangkasan rambut sebelum aku menjadi detektif swasta seperti ini, jadi tentu aku sudah cukup terlatih untuk menggunakan alat cukur tersebut, sebab dulu memotong rambut orang lain adalah pekerjaan biasa yang dia lakukan setiap hari dan tidak ada satu pun pengunjung yang protes kepadaku saat pertama kali aku bekerja saat itu." Balas detektif Zen menceritakan semuanya.
__ADS_1
Mendengar hal itu sang raja api bisa langsung memepercayai apa yang dikatakan oleh setelah Zen dan dia langsung mengangguk patuh, detektif Zen sudah sangat tidak sabar untuk memangkas rambut sang raja api yang sangat lebat, hitam halus dan cantik mengkilap seperti itu. Rambut yang sebagus milik sang raja api Lu Shi Cheng sudah jarang sekali di temukan di kota ini, bahkan kesannya lebih bukan ke jamannya lagi, sebab di zaman sekarang orang-orang lebih senang mewarnai rambutnya hingga ke alamiah rambut itu menghilang seketika.
Berbeda dengan rambut sang raja api Lu Shi Cheng ini yang sama sekali belum menggunakan benda-benda aneh pada rambutnya itu sebelumnya, dia hanya mencucinya dan menggunakan herbal untuk mencuci rambutnya dan wewangian alami sehingga membuat rambut sehatnya terus terjadi dengan baik selamanya.
Detektif Zen segera buru-buru mengambil alat pemangkas rambut lainnya seperti jubah kebesaran milik sang raja api sebelumnya yang dia ambil dan dengan sengaja dia gunakan untuk menutupi bagian leher dan dadanya supaya nanti rambut yang dia potong tidak mengenai bagian dada atau tubuh sang raja api, apagi jika sampai berserakan di lantainya, sehingga detektif Zen sudah mempersiapkan tentang semua hal bahkan yang sepele sekalipun.
Dia membawa sebuah gunting dengan gagang berwarna merah, alat pangkas rambut dan sebuah silet kecil, dia mulai memakaikan jubah tersebut kepada sang raja api namun rupanya raja Api Lu Shi Cheng mengenai jubah tersebut sehingga dia segera bertanya kepada detektif Zen saat jubah itu sudah selesai di ikat oleh setelah Zen pada tubuhnya saat itu.
"Tunggu... detektif Zen, mengapa aku merasa jubah ini sangat tidak asing dengan jubah milikku, apakah ini adalah jubah milikku?" Tanya sang raja api Lu Shi Cheng saat itu.
Karena takut sang raja api akan marah dengan cepat detektif Zen menyembunyikan hal tersebut, dia terpaksa harus menyembunyikan hal tersebut terlebih dahulu agar sang raja api bisa segera melanjutkan proses pemotongan rambutnya saat itu juga.
"Ohh...tidak haha...mungkin itu hanya perasaanmu saja baginda raja, tentu di duniaku ini banyak sekali orang yang memiliki jubah seperti itu sehingga kau mungkin merasa milikku ini sama dengan milikmu, abaikan saja oke, yang terpenting sekarang kau harus memasang kepalamu dengan tegak dan aku akan mulai menyemprotkan air pada rambutmu agar aku bisa memotongnya dengan benar dan selaras." Ucap detektif Zen yang dengan cepat memalingkan pembicaraan.
Apalagi seorang pasangan, setiap kali dia berusaha untuk memulai hubungan atau melakukan kencan buta dengan pria yang dia temukan di media sosial tetap saja dia selalu gagal karena tidak ada pria yang mau memiliki pasangan seorang detektif seperti dirinya di tambah detektif Zen cukup handal dalam bertarung dia menguasai tekwondo sejak dia kecil, itu membuat semua pria yang pernah dekat dengannya menjadi takut dan ragu untuk mendekatinya.
Saat itu wajah dan ekspresi dari sang raja Api Lu Shi Cheng terlihat sangat meragukan jawaban dari detektif Zen saat itu, dia bahkan terus saja mengerutkan kedua alisnya dengan kuat dan terus memperhatikan jubah tersebut, dia memeganginya dan merasakan tekstur kain tersebut, sampai sang raja api semakin yakin bahwa jelas sekali jubah itu adalah jubah miliknya, dia pun kembali bertanya kepada detektif Zen disaat detektif Zen baru saja selesai memberikan air kepada seluruh rambutnya saat itu, dan dia sudah bersiap mengangkat gunting di tangannya untuk memangkas bagian bahwa rambutnya dengan cukup pendek sekitar leher sang raja api saat itu.
"Detektif Zen kenapa aku tetap yakin bahwa ini adalah jubahku, apa kamu sungguh tidak berbohong kepadaku?" Tanya sang raja Api Lu Shi Cheng yang malah berbalik menengok ke samping berniat ingin mihat detektif Zen yang tengah memangkas rambutnya saat itu.
Sehingga detektif Zen yang tersentak kaget membuat gunting yang dia pegang memotong lurus sembarangan secara sendiri tepat ketika raja api untuk menoleh dan itu langsung membuat rambut panjangnya terpotong begitu saja oleh gunting di tangan detektif Zen.
Bahkan detektif Zen sendiri sangat kaget melihat rambut sang raja api menjadi panjang sebelah dimana bagian sebelah kanannya menjadi lebih pendek di bandingkan bagian sebelah kirinya, ini membuat detektif Zen memebalalakkan matanya dengan sangat lebar juga membuka mulutnya cukup besar saat itu.
__ADS_1
"Hah?....AA..AA..aahh.. bagaimana ini, aku harus menyembunyikan sisa rambut panjangnya," batin detektif Zen sambil segera menyembunyikan rambut panjang yang sudah terpotong itu ke bawah sofa rumahnya dengan menggunakan kakinya sendiri yang terus menggesernya ke bawa sofa sampai tidak terlihat.
Niat hati ingin membantu sang raja api untuk memangkas rambutnya sama seperti model yang ada di buku majalah, namun nyatanya malah gagal total dan membuat sang raja api memiliki rambut yang sangat buruk di bandingkan model yang sebelumnya dia gunakan dengan rambut panjangnya.
Sang raja api masih belum menyadari hal itu sehingga dia hanya menatap aneh melihat detektif Zen yang dia tanya justru malah terperangah dan dia seperti itu saja dihadapannya, sehingga sekali lagi sang raja Api Lu Shi Cheng kembali menyadarkan detektif Zen agar bisa menjawab pertanyaan darinya dengan segera.
"Detektif Zen.....halo... detektif Zen apa kau baik-baik saja? Kenapa kau terus diam termenung seperti itu?" Ucap sang raja Ali Lu Shi Cheng yang segera menyadarkan detektif dengan cepat.
"Aaa...AA....ahhh.... Tidak kok raja api, ini sama sekali bukan jubah kebesaran milikmu ini hanya kain biasa kamu jangan cepat, ohh..ya seperti alat pangkas ini sudah rusak, kita lebih baik melanjutkan pemangkasan rambutnya ke salon aja oke, kau tunggu disini aku akan mengambil topi untukmu agar tidak ada orang yang menatap memperhatikanmu dijalanan nantinya." Ucap detektif Zen yang kembali membuat alasan.
Dia segera pergi ke kamarnya dan menutup pintu dengan cepat, detektif Zen terus merasa takut dan sangat cemas sebab dia sudah membuat rambut sang raja Ali menjadi konyol dan aneh seperti itu, walaupun tidak disengaja olehnya, tetapi dia juga sudah berjanji bahwa akan melakukan yang terbaik untuknya namun hasilnya justru malah menjadi sangat jelek seperti itu.
Dan detektif Zen tidak bisa terus membiarkan sang raja api dengan rambutnya yang masih setengah panjang dan setengah pendek seperti itu, sehingga setelah menenangkan dirinya dia segera mengambil topi hitam miliknya dan memberikan itu untuk dipakai oleh sang raja api agar bisa menutupi rambutnya tersebut.
"Aaahh..ya ampun apa yang sudah aku lakukan kepadanya, aku benar-benar cari mati sendiri, dia sudah menjadi seperti itu dan rambut panjangnya benar-benar sudah terputus menjadi sangat pendek, sang raja Api pasti akan marah besar kepadaku, ya tuhan tolong selamatkan aku semoga dia tidak akan membunuhku." Gerutu detektif Zen di kamarnya sambil memegangi topi hitamnya degan sangat erat.
Dia berusaha mengatur nafasnya untuk beberapa saat hingga ketika dia keluar dari kamar da melihat kembali sang raja api yang masih duduk di sofa dengan bentuk rambutnya yang sung sang seperti itu, tentu itu membuat detektif Zen tidak bisa menahan tawa dan dia terus saja tersenyum berusaha untuk menahan tawanya agar tidak keluar terlalu mencurigakan oleh sang raja api nantinya.
"Aahh...raja api ini ayo cepat pakai ini saja jangan memakai mahkota milikmu itu, semua barang milikmu akan berada aman di rumahku kau tidak perlu mencemaskannya, aku akan memasukkan semua barang yang menurutmu berharga itu ke tempat yang aman, namun untuk sekarang seperti kau harus cepat ke salon untuk memangkas rambutku dahulu, ayo cepat ikut aku." Ucap detektif Zen sambil segera menarik tangan sang raja Api Lu Shi Cheng yang masih saja menatapnya kebingungan dan sedikit linglung saja.
Dia hanya bisa terus mengikuti apa yang dikatakan oleh setelah Zen karena memang sang raja api itu tidak mengetahui apapun di dunia ini, sama seperti apa yang terjadi dan apa yang dirasakan oleh detektif Zen sendiri ketika dia terkurung dan harus tinggal di dunia yang aneh bagi dirinya kala itu.
Bahkan setelah Zen menjadi lebih menakutkan sebab dia muncul ketika perang tengah terjadi dan dia jatuh tepat di tengah-tengah penerangan, itu sudah membuatnya merasa beruntung karena tubuhnya tidak tertusuk atau pun di mulai oleh mereka.
__ADS_1
Kini sang raja Api Lu Shi Cheng juga malah harus merasakan yang sama, dia tidak memiliki sepatu untuk pergi ke luar dengan detektif Zen saat itu, sehingga terpaksa detektif Zen harus meminjamkan sepatu miliknya kepada sang raja api, tapi sayangnya sepatu miliknya tidak cukup muat untuk kaki sang raja Api Lu Shi Cheng, sehingga dia pun terpaksa memberikan sepasang sendal kekecilan milik detektif Zen saja, untuk dia kenakan saat itu.