
Detektif Zen segera membantu sang raja api Lu Shi Cheng untuk duduk dan mengistirahatkan dirinya dahulu disana sedangkan dirinya mulai berjalan kesana kemari memeriksa gubuk itu dan sampai mengintip ke balik dinding rapuh yang sedikit bolong bolong kecil di sekitar sana.
"Gubuk ini apa masih ada orang yang tinggal di dalam atau tidak ya?" Gerutu detektif Zen terus bicara sendiri.
Sedangkan sang raja api Lu Shi Cheng terus memegangi kepalanya yang masih saja terasa pusing saat itu, hingga tidak lama ketika detektif Zen tengah mengetuk pintu gubuk tersebut dan terus berteriak memanggil orang yang ada di dalam karena detektif Zen hanya ingin memeriksa apakah ada yang menghuni gubuk tersebut atau tidak saat itu.
"Permisi....stapa....permisi apa ada orang di dalam..tok...tok...tok!" Teriak detektif Zen sambil terus saja mencoba untuk mengintip ke dalam saat itu.
Hingga sudah beberapa saat detektif Zen berteriak disana tidak ada siapapun yang menyahuti teriakkannya sampai sang raja api Lu Shi Cheng menyebut detektif Zen orang gila karena malah terus berteriak di rumah kosong yang sudah hampir rubuh tersebut.
"Hei..apa kau gila ya? Untuk apa berteriak pada rumah yang terbengkalai seperti ini, sudah jelas tidak akan ada orang di dalam sana rumahnya saja sudah hampir rubuh begini," ucap sang raja api Lu Shi Cheng kepada detektif Zen saat itu.
Detektif Zen pun langsung berbalik dan merasa kesal kepada sang raja api Lu Shi Cheng karena malah mengatai dia sebagai orang gila seperti itu, namun disaat detektif Zen baru saja ingin membalas ucapan dari sang raja api tiba-tiba dari belakang pintu rumah tersebut terbuka dan munculah seorang kakek tua yang pernah bertemu dengan detektif Zen sebelumnya.
Kemunculan kakek tersebut sangat membuat detektif Zen kaget karena kakek itu bicara pelan dan lambat sambil menepuk pundak detektif Zen dari belakang saat itu, sampai ketika detektif Zen menoleh ke belakang dengan perlahan dan melihat itu adalah seorang kakek tua yang menyeramkan dia langsung saja terperanjat sangat kaget dan langsung berlari ke balik badan sang raja api untuk menjauh dari kakek tua tersebut.
"Ada apa ***?" Ucap kakek tersebut kepada detektif Zen sambil menepuk pundaknya dari belakang.
Detektif Zen langsung saja membelalakkan matanya dengan sangat lebar, dia mulai bergetar takut dan menelan salivanya dengan susah payah.
"Astaga...siapa yang menepuk pundakku, dan siapa yang bicara barusan?" Batin detektif Zen terus saja mulai semakin ketakutan saat itu.
Dia langsung berbalik dengan pelan karena sang raja api Lu Shi Cheng terlihat menatap seseorang di belakangnya saat itu.
"Aaarrkkkkkk..." Teriak detektif Zen yang begitu keras dan dia refleks langsung saja berlari dan bersembunyi di balik tubuh sang raja api Lu Shi Cheng yang sudah berdiri di hadapannya sejak tadi.
"Astaga..kakek itu, raja api dia...dia adalah kakek misterius yang aku temui sebelumnya," ucap detektif Zen dengan wajah panik dan tangan yang bergetar ketakutan.
Saking paniknya detektif Zen sampai keceplosan mengatakan dia pernah menemui kakek itu sebelumnya dan tentu saja hal itu membuat sang raja mengetahui hal yang dia sembunyikan sebelumnya bahwa detektif Zen sebelumnya sudah pernah pergi memeriksa tempat ini tanpa sang raja api.
"Heh..dimana kau pernah bertemu dengan kakek ini?" Tanya sang raja api sengaja mencari tahu kecurigaannya tersebut.
Sampai sang kakek lah yang menjawab pertanyaan dari raja api Lu Shi Cheng saat itu.
"Nona ini sudah pernah datang kemari sebelumnya dan saya sudah memperingati dia untuk tidak datang ke tempat ini lagi ataupun membuat ulah di luar sana namun sepertinya kalian justru malah semakin berbuat banyak kerusakan," ujar sang kakek yang membuat detektif Zen juga sang raja api merasa sangat bingung dengan perkataan dari kakek tersebut.
"Ohhh...jadi kau pernah datang mencaritahu ke tempat ini diam-diam di belakangku ya?" Ucap raja api menatap sinis kepada detektif Zen saat itu.
Detektif Zen sendiri hany bisa tersenyum kecil menampakkan giginya dan dia segera meminta maaf dengan cepat, namun dia bisa mengalihkan fokus sang raja api untuk kembali mencaritahu mengenai kakek misterius yang memiliki wajah menyeramkan itu.
__ADS_1
"Ehehe...iya tapikan itu aku lakukan untukmu juga kau seharusnya tidak marah denganku hanya karena hal seperti ini bukan? Dan sebaiknya sekarang kita tanyakan pada kakek ini saja, bukankah kakek ini yang dikatakan oleh penjaga jadi jadian di toko buku tersebut sebelumnya?" Ucap detektif Zen menyadarkan sang raja api untuk kembali berfokus pada hal yang tengah dia cari sebagai prioritas utamanya saat ini.
Kakek tersebut hanya tersenyum kecil dan dia menunjukkan sebuah buku yang sudah kami cari selama ini, buku itu memang berada di tangan sang kakek misterius tersebut.
"Nah...itu...bukunya..itu adalah buku yang aku cari, itu buku yang membawamu kemari dan pernah membawa aku masuk ke duniamu," ucap detektif Zen dengan cepat menunjuk pada sebuah buku yang di genggam oleh kakek tersebut.
Sang raja api Lu Shi Cheng langsung saja melirik ke arah kakek itu dan dia mulai merasakan ada sesuatu aura yang berbeda dari kakek tersebut, dia juga mulai berjaga-jaga karena takut kakek tersebut ternyata adalah makhluk yang sama seperti dia atau pun penjaga yang ada di toko buku sebelumnya.
Sedangkan detektif Zen yang merasa aneh dan curiga kepada kakek itu dia langsung saja menanyakan kepada sang kakek tersebut mengenai bukunya.
"Kakek kenapa buku itu bisa ada di tanganmu, dan kenapa penjaga di toko itu hancur menjadi debu, aku yakin kamu pasti mengetahui semua ini bukan?" ucap detektif Zen kepadanya saat itu.
Kakek itu semakin melebarkan senyuman di wajahnya dan dia mulai mempersilahkan detektif Zen juga sang raja api Lu Shi Cheng untuk duduk di sebuah kursi panjang yang ada di luar gubuknya tersebut.
"Duduklah anak muda, kakek akan menjelaskan kepada kalian berdua apa yang sebenarnya telah terjadi kepada kalian berdua selama ini," ujar sang kakek yang membuat detektif Zen mengerutkan kedua alisnya semakin dalam.
Tetapi dengan terpaksa detektif Zen mengikuti apa yang di katakan oleh kakek tersebut karena dia juga sangat membutuhkan dan berhak untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya saat itu. Detektif Zen segera duduk bersampingan dengan sang raja api dan mereka berhadapan dengan kakek tersebut yang mulai menaruh buku dunia ajaib itu di atas meja kecil yang menjadi penghalang diantara kami saat itu.
"Kalian tahu wanita bernama Meilan bukan?" Ucap kakek itu bertanya kepada mereka berdua secara tiba-tiba.
Dan langsung saja di anggukkan oleh sang raja api begitu pula dengan deteksi Zen dengan cepat.
Karena bagi sang raja api Meilan itu sama dengan seorang utusan dewa di dunianya, yang selalu mendapatkan banyak sekali sesembahan, dia sering di sebut sebagai tuh gunung yang akan memberikan berkat juga kejayaan kepada seluruh rakyat yang memuja dirinya di dunia tempat dia tinggal sebelumnya.
Jadi ketika mendengar detektif Zen mengatakan hal kasar tentang ruh gunung yang dia anggap suci itu, tentu saja sang raja api Lu Shi Cheng marah dan memberikan tatapan tajam kepada detektif Zen saat itu juga.
"Apa kau bilang? Dia adalah ruh gunung yang suci, dia titisan dewa dan dia adalah pemberi berkat, bagaimana bisa kau malah berbicara seperti itu tentang seseorang yang suci sepertinya?" Ucap sang raja api membuat detektif Zen kebingungan dan sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dia katakan kepada dirinya saat itu.
"Eehh...apa yang dia bicarakan, hei...sudah jelas Meilan itu orang yang aku terima untuk menjadi asistenku bulan ruh gunung dan apalah yang barusan kau katakan itu," balas detektif Zen yang masih terus merasa sangat yakin dengan ucapannya.
Sedangkan sang kakek yang melihat mereka berdua bertengkar seperti itu memperebutkan antara ruh gunung dan asisten pribadi dia pun mulai menengahi mereka berdua agar tidak lagi bertengkar seperti itu di hadapannya.
"Cukup...kalian berhentilah mempermasalahkan hal tidak penting seperti itu!" Ucap sang kakek misterius tersebut sampai berhasil membuat sang raja api Lu Shi Cheng dan detektif Zen langsung saja berhenti berdebat dan mereka segera memalingkan pandangan ke arah yang berlawanan satu sama lain saat itu.
Sang kakek pun mulai menyuruh mereka berdua untuk berhenti saling marah seperti itu dan harus menjadi lebih kompak agar bisa menyelesaikan semua permasalahan yang sudah terlanjur terjadi diantara mereka berdua saat ini.
"Perlu kalian ketahui, wanita bernama Meilan itu adalah putriku, dan buku ini adalah buku yang aku ciptakan untuknya, aku sengaja membuatkan kisah yang sangat luar biasa untuk putri kesayanganku Meilan, dan aku membuat dia menjadi seorang penguasa dalam sebuah negeri dongeng yang hampir mati dan musnah, namun rupanya aku telah melakukan kesalahan yang besar saat itu," ucap sang kakek misterius itu yang mulai menceritakan semuanya.
Detektif Zen yang mendengar cerita dari sang kakek dia sangat kaget dan langsung membulatkan matanya sempurna, bahkan saking kagetnya saat itu detektif Zen hampir saja akan memotong cerita dari sang kakek namun untungnya sang raja api Lu Shi Cheng berhasil menahan mulut detektif Zen dengan cepat dan menyuruh dia untuk tetap mendengarkan ceritanya sampai akhir.
__ADS_1
"Eummm eummm," berontak detektif Zen yang mulutnya telah di bekap oleh sang raja api Lu Shi Cheng saat itu.
"Diam kau! Biarkan orang ini menceritakan semuanya sampai akhir, baru kita akan mengetahui semuanya," ujar sang raja api Lu Shi Cheng saat itu.
Sang kakek pun terus saja melanjutkan ceritanya dengan penuh keberanian untuk pertama kali menceritakan kisahnya ini kepada orang lain.
"Aku sudah menciptakan dunia yang indah untuk putriku karena sejak kecil dia sudah kehilangan ibunya dan dia harus tinggal di gunung yang tidak layak inap seperti ini, dia mendapatkan banyak penghinaan dan banyak sekali rasa sakit selama dia berada di dunia ini, dan aku sengaja pergi ke tempat terlarang untuk bisa menciptakan dunia sendiri bagi putriku, dan aku berhasil menciptakan buku ini, tapi aku lupa jika buku ini bukanlah buku biasa tetapi buku ini biasa menyedot pemeran utamanya untuk masuk ke dalam termasuk dengan putriku, dia masuk ke dalam buku ini dan aku tidak bisa menyelamatkannya, jawaban terakhir yang aku pikirkan aku harus menghancurkan semua buku yang sudah terlanjur aku terbitkan saat itu, aku sudah berhasil menghancurkan semuanya namun putriku belum juga keluar dari sana padahal hampir seluruh halaman di dalam buku ini telah sirna,
"Namun rupanya aku melupakan satu buku yang tidak sengaja jatuh di toko buku sialan itu, tidak ada yang menemukannya hingga saat ini dan putriku Meilani rupanya sudah bisa memiliki akses untuk keluar dari buku setiap kali ada orang yang tidak sengaja membuka halaman dalam buku ini, kebetulan raja api di dunia itu yang menemukannya dan menjatuhkan buku ini secara tidak sengaja, sampai membuat putriku keluar dari buku dan dia bertemu denganmu detektif Zen, aku sudah membaca semua isi di dalam buku ini dan semuanya menggambarkan tentang putriku yang ingin menyatukan kalian berdua, dia tidak ingin menjadi peran utama dalam kisahnya sendiri, padahal seharusnya dia yang menjadi putri Xiao You You dalam kisah ini dan bisa menikah dengan sang raja Ming Hao, tetapi dia mengubah keseluruhan ceritanya karena dia malah membawa detektif Zen masuk ke dalam buku ini, putriku berpikir jika dia membawa masuk orang lain ke dalam buku terkutuk ini, maka dirinya bisa keluar dari dunia di dalam buku yang sudah terlanjur aku buat, tetapi semuanya salah, saat detektif Zen masuk justru malah kaulah yang menguasai semua cerita di dalam buku ini, bahkan kini cerita di dalamnya sudah tidak bisa terkendali, aku juga tidak bisa menulis lagi dalam buku ini untuk merubah semua alur yang ada di dalamnya." Ucap sang kakek yang terlihat sangat frustasi sekali saat itu.
Detektif Zen sendiri tidak tahu dia harus melakukan apa sebab tidak ada yang bisa dia lakukan karena dia juga tidak mengerti dengan semua hal di luar nalar ini.
"Hah? Bagaimana bisa ada buku terkutuk seperti ini, kau juga semua ini adalah kesalahan yang kau buat tapi kau malah menyeret aku masuk ke dalam masalahmu dan putrimu, sekarang jika sudah seperti ini, kita sudah tidak bisa melakukan apapun lagi!" Bentak detektif Zen merasa sangat kesal saat itu.
"Maafkan aku tetapi aku tidak bisa melakukan apapun lagi, selain dari menghancurkan buku ini agar tidak ada lagi korban yang merasakan hal yang sama dengan kalian berdua," ucap kakek misterius tersebut.
Dia langsung berlarian sambil membawa buku itu dan hendak membakar bukunya tersebut ke dalam sebuah api yang terlihat membesar di belakang gubuk rumahnya, namun dengan cepat sang raja api juga detektif Zen mengejarnya dan mereka berhasil menghentikan kakek tersebut.
"Ohhh..tidak kek tunggu! Kakek jangan membakarnya kakek, raja api cepat kita kejar dia jangan sampai dia membakarnya itu satu-satunya akses untukmu bisa kembali ke duniamu!" Ucap detektif Zen yang langsung membuat sang raja api bergerak dengan cepat.
Saat sang kakek tersebut hendak melemparkan bukunya ke dalam Api sang raja api berhasil menahan kedua tangannya dan detektif Zen juga berhasil menangkap buku itu hingga tidak sampai benar-benar masuk ke dalam api pembakaran sampah disana.
"Haaaahh...syukurlah tidak sampai masuk ke sana, aahh kakek itu benar-benar gila," gerutu detektif Zen sambil segera pergi mendekati kakek tersebut.
Sang raja api juga dengan cepat menyeret kakek itu dan mengikatnya pada penyanggah gubuknya dengan kuat agar kakek tersebut tidak berusaha untuk melarikan diri disana.
"Heh...apa kau gila jika kau membakar satu buku yang tersisa itu, maka sama saja kau akan memusnahkan putrimu yang terjebak di dalam dunia aneh yang ada pada buku tersebut." Ucap sang raja api Lu Shi Cheng dengan membentaknya keras.
"Benar apa yang dikatakan sang raja api, kau harus menahan dirimu, kami akan membantumu juga dalam hal ini," balas detektif Zen menimpalinya dengan cepat.
Tetapi kakek tua itu terlihat sangat sedih mungkin dia sangat frustrasi sekali karena sudah lama melakukan berbagai cara untuk mengeluarkan putrinya tersebut yang terkurung di dalam buku terkutuk tersebut, namun dia selalu gagal untuk menyelamatkan putrinya itu. Kakek tua itu terus saja menangis terisak dengan sangat kencang dia menceritakan lagi tentang putrinya tersebut yang sudah terkurung di dalam buku terkutuk tersebut sejak dia masih kecil.
"Hiks ..hiks..ini sudah bertahun tahun lamanya putriku terjebak di dalam buku itu sejak dia berusia sepuluh tahun dan mungkin sekarang dia sudah seusia dirimu detektif Zen, aku sangat merindukannya aku tidak tahu lagi harus berbuat apa lagi karena semua rencana yang aku lakukan telah gagal, semuanya tidak ada yang membuahkan hasil hiks..hisk...hiks.." ucap sang kakek tersebut dengar terus saja menangis keras.
Detektif Zen bahkan tidak tega saat melihatnya menangis seperti itu, dia langsung saja mendekati kakek tersebut dan membantu dia untuk menghapuskan air matanya dan berusaha untuk menenangkan kakek tersebut.
"Sudah kek tenang saja semua ini bukan sepenuhnya kesalahan kakek jadi berhentilah menyalahkan diri kakek sendiri atas musibah ini, aku juga merasa kesal tetapi kita harus menyelesaikan semua ini dalam kepala dingin, tidak bisa melakukan semuanya dengan tergesa-gesa seperti yang kakek lakukan, karena kita tidak pernah tahu rahasia apa di balik buku misterius ini, dan aku rasa bukan kakek yang menuliskan kisah ini, tetapi bisa saja kisah ini memang sudah ada sejak lama hanya saja mungkin kakek terpengaruh dalam kekuatan aneh yang ada di buku ini saat kakek pertama kali membelinya bertahun tahun yang lalu," ucap detektif Zen kepada kelak tersebut.
Sampai akhirnya kakek itu mulai teringat akan sesuatu bahwa sebenarnya dia memang membeli buku itu dari sebuah penjual barang antik di pinggir jalan, dia hanya membeli buku itu karena uangnya hanya cukup untuk membeli buku itu saja, sampai karena buku itu dia bisa menjadi seorang penulis dan sempat tenar pada masanya namun itu hanya berjalan beberapa saat saja, bahkan putrinya tidak menikmati kemewahan yang dia miliki dalam masa kejayaan dirinya sebagai penulis kala itu.
__ADS_1
"Detektif Zen aku ingin bicara jujur denganmu, sebenarnya aku membeli buku itu dari penjual barang antik di pinggir jalan, aku tidak pernah tahu apa yang akan terjadi sebelumnya, tetapi semenjak aku memegangi buku itu seperti ada kekuatan aneh di dalamnya tapi aku mungkin baru menyadarinya saat ini, aku tiba-tiba bisa menulis padahal aku tidak lulus sekolah di SMP sekalipun, sebelumnya aku buta huruf tetapi karena buku ini tiba-tiba menjadi penulis, aku pikir semua itu memang aneh jika memikirkannya lagi sekarang," ucap kakek tersebut yang membuat sang raja api mulai berpikir keras saat itu.