
"Aaarrgkkkk.. bagaimana ini, tidak ada petunjuk lain yang bisa aku temukan, jika sang raja api mengetahui semua ini, dia pasti akan marah besar bahkan bisa saja ini akan mengancam nyawaku bukan? Aaahh aku harus bagaimana sekarang," gerutu detektif Zen terus saja merasa resah sendiri.
Dia mulai melajukan motornya untuk sedikit berkeliling di wilayah sana namun nyatanya tempat itu memang sudah menjadi tempat yang terbengkalai dalam kurun waktu yang cukup lama sepertinya, bisa di lihat dari beberapa sisa-sisa bangunan rumah yang kecil dan sedang di sekitar tanah kosong itu yang hanya tersisa lantainya saja ataupun hanya ada beberapa tiang tanpa penyanggah disana.
Sampai akhirnya detektif Zen benar-benar menyerah sebab dia sama sekali tidak bisa menemukan solusi untuk hal tersebut, dia memutuskan pergi dari sana dan berusaha untuk mencari tahu lewat penduduk yang berada di pinggiran jalan tidak jauh dari tempat terbengkalai itu, dia terus saja melajukan motornya hingga sampai di jalan dia bertemu dengan seorang kakek tua yang tengah membawa kayu bakar di sebelah pundaknya.
Hal itu tentu saja menjadi pemandangan yang aneh dan begitu langka di jaman yang serba canggih seperti ini, dimana semua manusia sudah menggunakan kompor listrik maupun kompor gas yang digunakan untuk memasak di era ini, namun masih ada seorang ria paruh baya yang berjalan dengan pelan sambil memukul kayu bakar di pundaknya seperti itu.
Detektif Zen yang merasa heran dengan pemandangan tersebut tentu saja dia langsung terus memperhatikan sang kakek tua tersebut, dia juga merasa sangat penasaran sebab melihat kakek itu hendak masuk ke dalam daerah terbengkalai dan kumuh yang sebelumnya dia kunjungi beberapa saat yang lalu.
Karena melihat dia masuk ke sana detektif Zen pun segera saja memutar balik sepeda motornya dengan cepat, lalu dia memberikan klakson pada kakek tuan itu sampai sang kakek berhenti berjalan.
Detektif Zen segera turun dari motornya dan menghampiri kakek tersebut, pertama dia membantu kakek itu membawakan kayu bakar yang cukup banyak di pundaknya saat itu karena detektif Zen merasa kasihan dan iba melihatnya.
"Kek sini biar aku saja bantu kamu bawakan kayu bakarnya, itu pasti sangat berat untukmu, kau mau membawanya kemana kek?" Tanya detektif Zen kepada kakek tersebut.
Namun sang kakek malah menatap kepadanya dengan tatapan yang tajam dan begitu dalam, sampai detektif Zen sendiri menaikkan kedua alisnya saking merasa herannya mendapatkan tatapan seperti itu dari kakek tua yang hendak dia tolong saat itu.
"Kek ada apa? Apa ada yang salah dengan saya? Saya bukan orang jahat kok kek, saya benar-benar cuman mau bantu kakek saja, sekaligus saya ingin menanyakan alamat karena saya rasa mungkin saya salah alamat sekarang ini." Ucap detektif Zen kepada kakek tersebut.
"Nak....kamu gadis yang baik dan cantik, kamu tidak salah arah, kamu akan hampir sampai dan kamu akan selamat asalkan bisa memutuskan dengan benar. Jangan menyalahi takdir yang sudah dibuat," ujar kakek tersebut kemudian dia pergi meninggalkan detektif Zen begitu saja.
Detektif Zen terperangah kaget mendengar jawaban dari sang kakek tua tersebut, dia juga tidak mengerti dengan apa yang dimaksudkan oleh kakek itu, dia terus merasa sangat aneh dan waspada, bahkan tingkat ketakutannya saat ini semakin meningkat tatkala detektif Zen memalingkan pandangan ke arah lain dan ketika kembali melihat ke samping sang kakek itu sudah tidak terlihat, entah dia terus berjalan dengan cepat ataupun dia melakukan teleportasi sebenarnya.
"Waahhhh...dimana kakek tua tadi, astaga jangan-jangan dia....dia bukan manusia, aaarrhhkk," ucap detektif Zen sambil berteriak sangat kencang dan segera dia menaiki motornya dengan cepat pergi dari tempat tersebut sangat ngebut sekali dalam menjalankan motornya tersebut.
Disepanjang jalan detektif Zen terus saja terganggu dengan perkataan aneh dari kakek tua itu yang selalu bisa dia dengarkan pada telinganya saat ini, tapi detektif Zen berusaha keras untuk menghempaskan semua hal-hal negatif yang ada di kepalanya dia berusaha keras untuk tidak memikirkan semua keanehan yang menyeramkan itu.
Hingga sesampainya di depan rumah detektif Zen langsung pergi masuk ke dalam kamarnya dengan kecepatan yang sangat cepat, dia berlari melewati sang raja api yang saat itu sudah berdiri dengan waktu yang sangat lama di depan pintu masuk menunggu kepulangan detektif Zen yang cukup lama dibandingkan dirinya yang memakai taxi sebelumnya.
__ADS_1
"Brak!" Suara pintu kamar yang ditutup begitu saja oleh detektif Zen.
Sedangkan sang raja api yang mendapatkan perlakuan seperti itu tentu saja dia merasa sangat heran dan penuh dengan kebingungan dia terperangah menatap detektif Zen yang berjalan melewati dia, seakan dia tidak melihatnya sama sekali dan menutup pintunya dengan keras saat itu, sang raja api tidak terima sehingga dia langsung menggedor pintu kamar detektif Zen dengan keras sekali kala itu.
Bahkan bisa dikatakan jika saat itu sang raja api Lu Shi Cheng mengeluarkan seluruh tenaganya untuk menggedor pintu detektif Zen karena amarahnya tengah memuncak begitu tinggi saat ini, dia sangat tidak bisa terima jika saja detektif Zen melewatkan dia begitu saja tanpa ada ucapan apapun dan penjelasan kepada dirinya yang sudah menunggu kepulangan detektif Zen dalam waktu sangat lama sekali.
"Bruk...bruk...brukk..." Suara gedoran pintu yang di p*kul oleh sang raja api sangat keras saat itu.
Detektif Zen yang berada di dalam dia mulai merasa takut dan dia justru malah tidak sadar bahwa di rumahnya sudah ada sang raja api yang datang lebih dulu, hanya saja dia tidak menyadari hal itu.
"Astaga...siapa yang masuk ke dalam rumahku? Perasaan tadi aku sudah mengunci pintunya saat aku sudah di dalam, aahhh tidak mungkin kakek misterius itu yang melakukannya bukan?" Gerutu detektif Zen merasa ketakutan sendiri.
Sampai tidak lama akhirnya sang raja api yang sudah sangat geram dalam menghadapi detektif Zen, dia pun mulai mengeluarkan suara dengan begitu menggelegar dan sedikit membentak pada detektif Zen saat itu.
"Detektif Zen kapan kau akan keluar hah? Apa kau sudah bisa mengembalikan aku ke duniaku sekarang? Detektif Zen sedang apa kau, cepat keluar sekarang juga atau aku akan menghancurkan pintu kamarmu ini dengan samurai yang aku milikku, aku juga bisa membakarmu menggunakan api yang aku buat." Ucap sang raja api Lu Shi Cheng yang sengaja menakut-nakuti detektif Zen dengan sebisa yang dia lakukan saat itu.
Mendengar gertakan dan ancaman dari sang raja api Lu Shi Cheng seperti itu dan cukup menakutkan dia pun hanya bisa mengeluh dan sedikit senang karena mengetahui bahwa itu adalah suara sang raja api bukan kakek misterius yang sangat menakutkan sebelumnya.
Dengan cepat detektif Zen pun bangkit dari ranjangnya dia segera bergegas untuk membuka pintu kamar dia secepat yang dia bisa kala itu sehingga dengan cepat dia bisa melihat sang raja api Lu Shi Cheng yang rupanya masih berdiri di depan pintu kamarnya dengan berkacak pinggang dan memberikan tatapan maut yang sangat tajam kepadanya.
Kini detektif Zen mulai merinding bukan karena kakek tua itu lagi, melainkan karena melihat tatapan dari sang raja api kepada dia saat itu, sejujurnya saat itu detektif Zen benar-benar merasa takut sampai dia kesulitan untuk menelan salivanya sendiri, namun tidak ada yang bisa dia lakukan sebab disaat hendak kabur dan menghindar, pintu kamarnya justru berhasil ditahan oleh sang raja api dengan kuat saat itu.
"AA ..AA..ahh..raja api ada apa kamu memanggilku?" Tanya detektif Zen yang pada akhirnya mau tidak mau harus berbicara dengannya.
Meski dia sangat tidak ingin melakukan hal seperti ini yang membuat dia begitu tertekan setiap kali harus berbicara dan berhadapan dengan sang raja api Lu Shi Cheng yang jelas sekali sulit untuk dia tipu juga tidak bisa membiarkannya pergi karena memiliki banyak uang yang bisa dia gunakan bersama-sama untuk menyambung hidup mereka masing-masing di tempat tersebut.
Sang raja api terlihat menghembuskan nafas yang begitu berat dan kasar, sampai tidak lama dia berteriak sangat kencang membuka mulutnya dengan begitu lebar dihadapan wajah detektif Zen saat itu, hingga membuat detektif Zen refleks harus memalingkan pandangan ke samping juga memejamkan matanya karena dia pikir dia akan di tampar oleh sang raja api saat itu.
Padahal pada kenyataannya sang raja api hanya ingin berteriak membentak detektif Zen agar bisa melampiaskan emosi yang sudah dia pendam pada dirinya sendiri selama ini, sehingga dia sudah tidak bisa menahannya lagi dan kebetulan saja detektif Zen ada di hadapannya jadi saat itu sang raja api Lu Shi Cheng bisa dengan puas memarahi dia dan mendesaknya habis-habisan.
__ADS_1
"Hei...kau DETEKTIF ZEN! beraninya kau berjalan melewatiku begitu saja, dan membanting pintu kamarmu dengan kencang, apa kau marah kepadaku hanya karena aku menghasilkan banyak uang?" Bentak sang raja api Lu Shi Cheng yang rupanya saat itu sudah salah paham terhadap detektif Zen.
Bahkan detektif Zen sendiri yang mendengar bentakkan juga teriakkan dari sang raja api Lu Shi Cheng barusan, dia langsung terperangah membulatkan matanya dengan begitu sempurna dan dia benar-benar merasa tidak menduga jika ternyata seorang seperti raja api Lu Shi Cheng yang terkenal bijaksana juga begitu ditakuti oleh seluruh orang di dunianya ini, dia bisa semarah itu dan salah paham dengan kenyataannya.
Dengan begitu detektif Zen segera menahan sang raja api agar tidak terus memarahi dia tidak jelas dan terus saja mempermasalahkan hal ini, detektif Zen berusaha meminta sang raja api agar bisa mendengarkan penjelasan kepadanya saat itu. Sebab semua itu juga akan berpengaruh akan dirinya maupun diri detektif Zen di masa yang akan datang suatu saat nanti.
"Ahh? Raja api sepertinya anda telah salah paham denganku, tolong dengarkan penjelasan dariku terlebih dahulu," ujar detektif Zen sambil segera menjaga jarak dari sang raja api karena tatapan dari sang raja api Lu Shi Cheng benar-benar sangat menyeramkan sekali, apalagi jika di lihat dari dekat, itu lebih menakutkan di banding apapun.
"Hah...hah...hah....apa lagi yang perlu kamu jelaskan aku sudah melihat semuanya dengan kedua mata kepalaku sendiri tidak mungkin semua ini bohong bukan?" Balas sang raja api Lu Shi Cheng kepada detektif Zen saat itu.
"Raja api apa salahnya dengarkan saja dahulu penjelasan dariku, aku sungguh memiliki alasan tersendiri mengapa aku bisa mengabaikan dirimu sebelumnya," balas detektif Zen masih berusaha menahan sang raja api sekuat tenaganya saat itu.
Pada akhirnya karena detektif Zen terus membujuk dia dan berusaha untuk menurunkan setidaknya sedikit emosi di dalam diri sang raja api kala itu, dia pun bisa memiliki kesempatan darinya untuk menjelaskan dengan rinci mengenai semua permasalahan dan alasan yang akan diungkapkan oleh detektif Zen kepadanya kala itu.
"Hah... Baiklah karena kau sudah bekerja cukup lama disini. Jadi aku akan memberikan kesempatan, tetapi kau harus menjaga dirimu sendiri agar tidak sampai berani membentak dirinya lagi saat itu, anggap saja ini adalah bentuk balas budi yang sudah detektif Zen lakukan untuk sang raja api Lu Shi Cheng kala itu.
Sang raja api sudah sangat tidak sabar untuk mendengar nya, padahal detektif Zen sudah berjaga-jaga jika sampai kejadian seperti ini terjadi maka dia hanya bisa menjelaskan kepada semua orang yang selalu berbaik sangka dan harus mendengarkan penjelasan dari orang yang bersangkutan terlebih dahulu sebelum membuat izin, karena sebuah izin tanpa persetujuan dari pemimpin atau ketuanya maka sudah pasti hal tersebut akan memudahkan semua orang agar tidak terjadi kesalahpahaman setiap kali ada permasalahan.
"Baiklah cepat kau katakan mengapa kamu membanting pintunya dan melewati aku saat masuk ke dalam rumah ini," ujar sang raja api dengan sorot mata tajam dan membuat detektif Zen merasa sangat geran kala itu.
Dia juga terus saja berusaha membagi semua hal untuknya, dan terus mencoba menjelaskan dengan lebih rinci lagi pada sang raja api agar dia mudah memahaminya.
"Raja api tadi itu aku benar-benar tidak melihat keberadaan dirimu, aku sungguh salah dalam mengira, tolong kamu percaya denganku, lagi pulang untuk apa aku berbohong kepadamu, itu semua sangat menakutkan sehingga aku tidak terlalu memperhatikan siapapun atau apapun di samping kanan atau kiriku." Balas wanita tersebut dengan penuh keberanian.
Raja api mulai mempercayai apa yang di jelaskan oleh sang raja api Lu Shi Cheng itu sendiri, namun di sisi lain detektif Zen benar-benar merasa sangat canggung dan tidak tahu harus berbuat apa setelah menceritakan semuanya bahwa dia benar-benar tidak sengaja membanting pintunya dan memang tidak melihatnya keberadaan dia saat itu.
"Aku benar-benar tidak memperhatikan dengan benar dan pintu itu sungguh tidak sengaja aku banting karena sebelumnya aku sedikit merasa ketakutan oleh sesuatu, kamu tolong jangan mengira hal lainnya ataupun beranggapan bahwa aku melakukan semua itu tertuju denganmu baginda raja api Lu Shi Cheng." Tambah detektif Zen lagi sambil membungkuk memberikan hormat kepadanya saat itu.
Akhirnya setelah sekian lama detektif Zen terus berbicara panjang lebar kesana kemari untuk terus menjelaskan kepada raja api Lu Shi Cheng bahkan sampai beberapa kali yang diulang olehnya kini tidak menjadi sia-sia sebab sang raja api Lu Shi Cheng sudah tidak memberikan tatapan setajam sebelumnya lagi kepada detektif Zen kala itu.
__ADS_1
"Aku mempercayai kamu saat ini, tapi bukan berarti kamu bisa berbuat seenaknya terhadapku, apa kamu mengerti?" Ucap sang raja api Lu Shi Cheng yang membuat detektif Zen merasa tidak menentu dan tidak karuan kala itu.
Pasalnya detektif Zen sama sekali tidak memperlakukan sang raja api dengan seenaknya selama ini, justru detektif Zen memberikan kebebasan dan kemudahan untuk raja api Lu Shi Cheng sampai mengajarkan dia semua hal yang tidak dia ketahui di dunia ini dan menjawab bayaknya pertanyaan yang dia ajukan kepada detektif Zen saat itu disaat dia pertama kali muncul ke rumah tersebut.