
Detektif Zen benar-benar di penuhi dengan emosi yang sangat menggebu saat itu, dia benarymerasa sangat kesal dengan sikap sang raja api Lu Shi Cheng tersebut.
Kini detektif Zen justru berusaha untuk menenangkan dirinya dan terus saja mengatur nafasnya sambil menggerutu kesal di dalam kamar mandi tepat di depan pintunya dengan terus di penuhi dengan emosi saat itu.
"Aishh...sangat menyebalkan, dasar kau manusia aneh, menjengkelkan pria mesum sialan!" Gerutu detektif Zen dengan penuh emosi sambil terus saja berkali-kali untuk menggebrak pintu kamar mandinya saat itu.
Setelah sudah merasa lebih baik dia pun segera membersihkan dirinya dan terus saja mengguyurkan air keatas kepalanya untuk mendinginkan kepala dia yang terasa sangat pusing juga begitu kesal, dia tidak bisa melupakan apa yang dilakukan oleh seorang raja api Lu Shi Cheng yang terus saja menjengkelkan dan mengganggu dirinya.
Hingga setelah beberapa saat kemudian tepat ketika detektif Zen sudah selesai membersihkan diri, dia pun mulai mengintip keluar dan membuka pintu dengan pelan, namun dia mulai merasa heran karena tidak melihat keberadaan sang raja api di rumahnya saat itu, dia mulai mengeritkan kedua alisnya dan merasa sangat heran, saat itu detektif Zen juga sudah mengganti pakaiannya menjadi memakai pakaian yang lebih praktis di bandingkan yang sebelumnya.
"Eehh ...kemana perginya raja api yang konyol itu?" Ucap detektif Zen sambil terus menatap kesana kemari mencari keberadaan sang raja api yang tidak terlihat batang hidungnya sedikit pun saat itu.
Dia mulai merasa sangat heran dan mulai merasa aneh, karena setelah keluar dari kamar mandi tetap tidak menemukan keberadaan sang raja api tersebut, bahkan disaat sang detektif Zen sudah mencari ke kamarnya dan ke dapur dia tetap tidak menemukan keberadaan sang raja api Lu Shi Cheng tersebut.
Detektif Zen terus saja menggaruk belakang kepalanya dengan handuk kecil karena dia tengah mengeringkan rambutnya saat itu, namun dia tetap saja tidak berhasil menemukan sang raja api Lu Shi Cheng itu.
"Raja api diamana kau....raja api apa kau sudah kembali?" Teriak detektif Zen terus saja berteriak memanggilnya.
Sudah berkali-kali detektif Zen berteriak memanggil sang raja api tersebut namun sama sekali tidak mendapatkan sahutan dari orangnya sendiri sehingga dia pun berpikir bahwa sang raja api Lu Shi Cheng itu sudah kembali ke dunianya dan detektif Zen langsung saja merasa sangat senang ketika menduga hal tersebut.
"Apa jangan-jangan dia sudah kembali ke dua anehnya itu ya?" Ucap detektif Zen menduganya,
"Aaahh ..jika benar dia sudah kembali aku sangat senang akhirnya bisa terlepas dari raja api yang sangat menjengkelkan sepertinya huaaa...ini adalah hal yang patut untuk di rayakan olehku" tambah detektif Zen terus saja merasa sangat senang.
Dia langsung saja berjingkrak kegirangan sambil bersenandung dengan penuh kebahagiaan, karena dia benar-benar sudah berpikir bahwa sang raja api Lu Shi Cheng itu sudah pergi dari rumahnya dan kembali ke tempat asalnya.
Namun sayangnya tidak lama ketika sang detektif Zen tengah bergembira dengan menghilangnya sang raja Api Lu Shi Cheng, terdengar suara yang sangat berisik bak seperti orang yang tengah membentak seseorang di luar rumahnya dan suara itu terdengar sangat keras juga begitu jelas.
"Hey...apakah kau gila ya, kembalikan itu adalah hewan peliharaan ku, apa yang akan kau lakukan dengannya berikan dia padaku!" Bentak seorang bocah kecil yang tengah berkacak pinggang di depan rumah detektif Zen saat itu.
Detektif yang mihat itu ketika dia baru saja membuka pintu rumahnya dia langsung membelalakkan matanya dengan sangat lebar, apalagi ketika dia melihat ke arah samping anak itu di mana detektif Zen melihat ada sang raja api Lu Shi Cheng yang masih mengenakan pakaian kerajaan tersebut, dengan jubah hitam yang besar di belakang pundaknya tersebut, dia juga terlihat membawa seekor kucing di tangannya dan dia membawa kucing itu dengan cara yang kasar karena dia memegangnya dengan menjewer bagian leher kucing itu bak seperti tengah membawa sampah.
__ADS_1
Detektif Zen yang melihat itu dia sangat kaget tidak karuan melihat sang raja api Lu Shi Cheng itu malah tengah bertengkar dengan seorang bocah kecil memperebutkan kucing berwarna oranye tersebut.
"Hah?.... Astaga bagaimana ini semua bisa terjadi? Kenapa dia masih ada di dunia ini" ucap detektif Zen sambil mengeluh dengan lesu dan sangat lemas.
"Hey ..berikan kucing itu padaku dasar kau manusia aneh, kembalikan kucingku!" Bentak bocah kecil itu sambil mengulurkan tangannya meminta kucing miliknya di kembalikan dari tangan sang raja api.
Namun sayangnya raja api itu yang sama sekali tidak mengenal apapun tentang dunia ini dia mah terus saja melepaskan kucing itu dan menyuruh kucing tersebut untuk pergi melarikan diri.
"Tidak kucing ini adalah hewan liar yang memiliki hak untuk hidup dan seharusnya semua kucing atau hewan lainnya di biarkan hidup dengan bebas bukan memakai benda aneh seperti itu yang kau ikat di lehernya dan kau masukkan ke dalam tempat aneh kurungan seperti itu" balas sang raja api yang semakin membuat kepala detektif Zen pusing melihatnya.
Dia benar-benar tidak habis pikir dan tidak tahu lagi harus menghadapi raja api itu seperti apa, sehingga detektif Zen langsung saja berlari menghampirinya dan dengan cepat detektif Zen menangkap kucing berwarna oranye yang baru saja hampir kabur karena di lepaskan begitu saja oleh sang raja api.
"Aduhh...apa dia benar-benar gila ya?" Gerutu detektif Zen sambil menepuk keningnya cukup kuat saat itu.
Dia langsung berlari mengambil kucing itu dengan cepat dan langsung saja mengembalikan kucing itu kembali kepada pemiliknya agar anak itu tidak menangis karena saat itu terlihat jelas wajah bocah laki-laki itu hampir saja menangis, dengan matanya yang sudah berkaca-kaca dan memegangi ikatan leher kucingnya.
"Pus....pus...pus...kemarilah aahhh untung saja kucing ini sangat baik" ucap detektif Zen yang berhasil mengambil kembali kucing tersebut.
Detektif Zen langsung mengangguk dan dia mulai berniat untuk memberikan kucing itu kembali kepada bocah laki-laki tersebut, namun sayangnya disaat detektif Zen tengah memberikan kucing itu dengan cepat sang raja api langsung menahan tangannya dan menghalangi detektif Zen untuk memberikan kucing itu kembali.
"Tunggu...kenapa kau memberikan kucing itu kembali, dia harus melepaskan semua hewan dan tidak bisa memakaikannya dengan ikatan leher yang akan menyiksa hewan seperti itu" ucap sang raja api Lu Shi Cheng yang membuat detektif Zen harus menahan emosi lagi di dalam dirinya.
Padahal dia baru saja merasa sangat senang dan sudah mendinginkan kepalanya saat di kamar mandi namun sekarang dia harus merasa stress dan pusing lagi karena kelakuan dari sang raja api Lu Shi Cheng yang bahkan membuatnya malu di depan seorang bocah kecil seperti itu.
Detektif Zen segera saja memberikan kucing itu dengan cepat dan menyuruh bocah kecil itu untuk segera pergi dari sana agar dia bisa memberikan penjelasan kepada raja api yang sangat menyebalkan dan terus saja membuat dia merasa naik darah setiap saat.
"Aahhh...adik kecil ini kucingmu, kau jangan mendengarkannya lagi ya, dia sedikit terganggu kamu sebaiknya cepat pergi" ucap detektif Zen sambil memperagakan seakan sang raja api orang gila kepada bocah kecil itu.
Sehingga bocah itu langsung mengangguk dan menuruti ucapannya, bocah itu langsung berlari pergi setelah mengangguk menanggapi ucapan dari sang detektif Zen dengan cepat, sedangkan detektif Zen mulai berdiri dengan tegak dan menatap tajam tanpa ekspresi kepada sang raja api yang sangat mengganggu dirinya tersebut.
"Kenapa kamu membiarkan anak tadi membawa kucing tersebut, apa kau tahu aturan apa yang ada di kerajaan api bahwa semua rakyat tidak boleh menangkap hewan dengan sembarangan dan tidak boleh menahannya seperti yang anak barusan lakukan, anak itu harus di hukum dan kucingnya harus di lepaskan!" Ucap sang raja api terus saja berbicara protes kepada detektif Zen.
__ADS_1
Detektif Zen yang sudah sangat tidak tahan lagi dalam menghadapi sang raja api Lu Shi Cheng, dia langsung menarik tangan sang raja api dengan paksa dan dengan kasar untuk segera masuk kembali ke dalam rumah sebelum raja api itu akan membuat dia menjadi malu di buatnya.
"Aishh... benar-benar konyol dia sangat bodoh atau bagaimana, kenapa dia memiliki aturan sialan seperti itu sebelumnya, aahh aku harus menjelaskan banyak hal kepada dia sepertinya" gerutu detektif Zen dengan penuh emosi dan terus menarik sang raja api Lu Shi Cheng masuk kembali ke dalam rumahnya dengan cepat saat itu juga.
Sedangkan sang raja api Lu Shi Cheng sendiri terus saja menatap dengan mengerutkan kedua alisnya kepada detektif Zen dan dia terus berontak karena detektif Zen menarik tangannya seperti itu dengan cukup kasar seakan dia sama sekali bukan seorang raja di hadapannya dan tidak memiliki harga diri yang cukup besar layaknya seorang raja yang harus dia hormati sebelumnya.
"Hey....lepaskan tanganku, apa kamu pikir seorang sepertimu yang tidak tahu asal usul dengan jelas pantas untuk menyentuh sang raja api seperti aku!" Ucap sang raja api sungguh membuat detektif Zen merasa begitu menggebu di buatnya.
Detektif Zen langsung berbalik dan dia mulai melepaskan tangan sang raja api secepatnya, aku dia mulai memberikan tatapan yang tajam kepada raja api itu dengan kedua tangan yang dia simpan di pinggan dan menarik nafas cukup dalam untuk menanangkan dirinya sendiri saat itu supaya dia bisa menjelaskan kepada sang raja api tentang semua kehidupan dan aturan yang ada di tempatnya saat ini.
"Huuhhh....raja api Lu Shi Cheng yang terhormat dan sangat bijaksana, seharusnya anda tahu bahwa saat ini anda tidak berada di kerajaan api anda, tetapi anda tengah berada di duniaku, dimana semuanya tentu berbeda dengan aturan yang ada di dunia atau kerajaan milikmu itu, apa kau mengerti hah?" Balas detektif Zen sambil merotasikan matanya dan menghembuskan nafas degan lesu.
Dia benar-benar sangat sudah tidak tahan lagi dalam menghadapi sang raja api yang hanya menanggapi ucapan darinya dengan kerutan di kedua alisnya, lalu sang raja api justru malah berjalan mengelilingi detektif Zen sambil terus menatapnya dengan lekat dan memperhatikan tubuh detektif Zen dari atas hingga bawah dan kembali lagi ke atas.
Hal itu tentu saja membuat detektif Zen merasa sangat heran dan kebingungan dia sungguh tidak mengerti dengan apa yang tengah di lakukan oleh sang raja api itu kepada dia sebenarnya, detektif Zen terus menatap dengan tidak kalah heran dan dia terus saja melihat sang raja api yang berjalan pelan sambil mengibaskan jubahnya sesekali dan menaruh kedua tangannya di belakang tubuhnya sambil terus memperhatikan dia yang berdiri di hadapannya saat itu.
"Astaga....apa lagi yang dia pikirkan dalam kepala bodohnya itu, apa dia tengah memeriksa atau atau apa?" Gerutu detektif Zen sambil menunduk dan memegangi keningnya yang mulai terasa sakit.
Dia langsung saja menahan sang raja api yang terus berjalan pelan mengelilingi dia dan memperhatikan tubuhnya cukup lama saat itu, karena detektif Zen sudah pusing terus melihatnya berjalan memutar seperti itu.
"Aishh....cukup, raja api kenapa kau terus berjalan memandangi aku seperti itu, apa yang sedang kau cari dan kau perhatikan pada aku sebenarnya?" Ucap detektif Zen dengan nada bicara yang baku karena dia tahu bahwa raja api itu tidak akan mengerti logat kalimat gaul yang dia ucapkan sehari-hari.
Setelah mendengar pertanyaan dari detektif Zen seketika sang raja api Lu Shi Cheng akhirnya berhenti memperhatikannya dia mulai menatap lurus dengan wajah yang seperti menyelidiki sesuatu kepada detektif Zen saat itu, hingga membuat detektif Zen menaikkan sebelah alisnya saking merasa heran mendapatkan tatapan aneh seperti itu.
"Ada apa?" Tanya detektif Zen lagi,
"Apa yang kamu pakai ini dan kemana pakaian kerajaan milikmu, itu adalah pakaian yang agung kenapa kau melepaskannya begitu saja dan pakaian macam apa yang kau pakai ini, mengapa sangat jelek" ucap sang raja api membuat detektif Zen kaget dan refleks langsung memebalalakkan matanya dengan sangat lebar ketika mendengar pakaiannya di katai jelek oleh orang yang sama sekali belum pernah melihat pakaian model seperti ini.
Memang saat itu detektif Zen hanya memakai sebuah celana pendek berwarna orange diatas lututnya juga sebua kaos dengan bagian leher yang sudah kendor sehingga membuat bagian dadanya sedikit terbuka warna kaosnya yang coklat juga sudah pudar saking seringnya dia pakai dan dia cuci kembali, itu adalah pakaian kesayangan detektif Zen dan yang paling sering dia gunakan ketika dia berada di rumah dan tengah bersantai.
Setelah mendapatkan perkataan itu dari sang raja api detektif Zen langsung menatap pada dirinya sendiri dan pakaian yang dia kenakan, hingga dia terus saja menunduk dengan rasa malu juga kekesalan yang begitu menumpuk di dalam hatinya saat itu, hingga membuat dia terus mengepalkan kedua tangannya dengan kuat juga melipat bibirnya cukup kuat.
__ADS_1