
Sang raja api Lu Shi Cheng tidak bisa membiarkan pedang pusaka kebesarannya di tangan orang lain karena itu sangat sakral baginya namun di sisi lain dia juga tidak bisa melepaskan mahkota yang ada pada kepalanya karena itu adalah ciri bahwa dirinya adalah seorang raja api, termasuk dengan rambutnya yang cukup berharga untuknya, sebab selama ini tidak pernah dia memotongnya terlalu pendek.
Detektif Zen yang melihat sang raja api berpikir terlalu lama saat itu dia mulai mendekatinya satu langkah kecil dan mendesak dia lagi berusaha untuk membuat sang raja api agar membuat keputusan yang lebih cepat karena tangannya juga sudah merasa pegal dan berat memegangi pedang yang panjang tersebut.
"Raja api, jika kamu tidak membuat keputusan juga maka aku bisa saja menghilangkan pedang berharga milikmu ini" ucap detektif Zen sengaja menakut-nakuti sang raja api.
Mendengar ucapan tersebut sang raja api Lu Shi Cheng menjadi merasa takut dan dia segera menyuruh detektif Zen untuk tidak melakukan hal apapun kepada pedang kekuasaannya saat itu, sebab pedang itu juga yang sudah melindungi dia, membawa dia untuk menjadi seorang raja perkasa yang bisa menguasai seluruh wilayah negeri dan kerajaan yang ada disana, sehingga tentu saja pedang itu teramat sangat berharga bagi seorang raja Api Lu Shi Cheng.
"Tidak ..jangan lakukan apapun pada pedang pusaka milikku! Letakkan pedang itu di bawah dan mati membuat kesepakatan bersamaku" ucap sang raja api yang pada akhirnya sudah membuat sebuah keputusan yang bagus.
Hal tersebut berjalan sesuai dengan keinginan detektif Zen sehingga dengan cepat detektif Zen segera mengambil kertas dan bolpoin miliknya yang tergeletak di meja yang ada di kamarnya saat itu, dia segera meminta sang raja api untuk menulis namanya dan menandatangani kertas tersebut sebelum dia akan menuliskan semua isi dan aturan di dalam surat perjanjian tersebut.
"Baik...itu adalah keputusan yang bagus, oke...ini..sekarang anda tulis nama anda atau buatlah tanda tangan dengan ukuran besar dan harus terlihat jelas, baru kesepakatan diantara kita akan terlihat nyata dan tidak bisa dilanggar oleh kedua belah pihak" ucap detektif Zen kepada sang raja api.
Raja Api Lu Shi Cheng segera mengambil bolpoin tersebut dan segera membuat tanda tangan sekaligus menuliskan namanya disana dengan sangat jelas begitu pula dengan detektif Zen yang juga menandatangani kertas kosong tersebut.
Barulah setelah itu, mereka berdua sudah setuju dan membuat sebuah perjanjian bersama dimana semua isinya itu tergantung dari diri seorang detektif Zen dan memang sang raja api Lu Shi Cheng adalah orang yang paling dirugikan dalam penandatanganan kesepakatan tersebut, tetapi walau sudah tahu dirinya akan mengalami banyak kesulitan setelah menandatangani hal tersebut, sang raja api Lu Shi Cheng sama sekali tidak memperdulikannya, karena menyelamatkan pedang legendari peninggalan sang ayah handa itu lebih penting daripada apapun bagi dirinya di dunia ini.
Detektif Zen merasa sangat senang dan dia segera menyimpan dengan baik kertas tersebut sebelum dia akan menuliskan semua aturan-aturan yang akan dia berikan kepada sang raja api Lu Shi Cheng agar dia tidak bersikap seenaknya dan memarahi dia terus menerus secara tiba-tiba seperti sebelumnya, terlebih sang raja api sudah sempat mengancam untuk membunuh detektif Zen sehingga masalah itu juga akan dimasukkan ke dalam surat perjanjian diantara mereka berdua saat itu.
"Ahaha....ini akan sangat menguntungkan bagiku, aku bisa menuliskan apapun yang aku inginkan di dalam surat perjanjiannya nanti, dengan begitu aku bisa memerintah ya untuk menuruti semua ucapanku agar dia tidak membuat aku malu seperti yang pertama kali" batin detektif Zen yang merasa sangat senang.
Sedangkan sang raja api segera mengambil kembali kembali pedang kekuasaan yang selama ini dia gunakan untuk menebas semua orang yang bertentangan dengannya di medan perang, anehnya pedang itu terlihat begitu ringan dan sangat mudah ketika diangkat oleh sang raja api Lu Shi Cheng, sedangkan bagi detektif Zen pedang itu justru terasa sangat besar dan memegangnya hanya akan membuat tangannya merasa pegal.
"Syukurlah pedang ini masih berada di sampingku, selama pedang ini denganku, aku tidak akan pernah takut dengan apapun dan dimanapun aku berada" ucap sang raja api Lu Shi Cheng yang terdengar sangat jelas oleh detektif Zen saat itu.
Detektif Zen menatapnya dengan mata terperangah pada awalnya namun beberapa saat kemudian dia mulai tersenyum kecil dan memiliki sebuah ide jahil di dalam kepalanya tersebut, dia memang cerdas dan cocok untuk menjadi detektif seperti apa yang dia lakukan saat ini.
"Ohhh...kamu tidak takut apapun ya, jadi bagaimana jika kita memotong rambutmu itu sekarang?" Ucap detektif Zen sambil membawa alat cukup di tangannya saat itu.
Sang raja api yang mendengar ucapan tersebut dia langsung kaget tersentak ke belakang dan langsung menjauh dari detektif Zen secepat yang bisa dia lakukan untuk menghindari deteksi Zen yang terus saja berjalan mendekatinya saat itu, dia benar-benar merasa sangat takut apalagi saat melihat tatapan dari detektif Zen sambil mulai menyalakan alat cukur tersebut yang terdengar cukup mengerikan untuk seorang raja Api Lu Shi Cheng yang tidak pernah melihat mesin cukur seperti itu di dunia dia sebelumnya.
__ADS_1
"Huwaa....apa yang akan kamu lakukan, menjauh dariku, aku peringatkan kamu detektif Zen atau aku bisa saja menebas lehermu kapan saja!" Ucap sang raja api mengancam detektif Zen sambil terus berjalan mundur perlahan menghindari sosok detektif Zen yang baginya terlihat mengerikan setelah memegangi alat cukup tersebut di tangannya.
"Apa yang terjadi dengannya, apa dia kerasukan wajahnya terlihat lebih mengerikan jauh beda di bandingkan wajah dia yang sebelumnya" batin sang raja api Lu Shi Cheng memikirkan dengan penuh kecemasan dan terus merasa heran.
Detektif Zen semakin senang dan dia terus tersenyum lebar menampakkan giginya yang sangat rapih dan terus berjalan sambil mengacungkan tangannya yang memegangi alat cukur sambil terus berjalan mendekati sang raja api Lu Shi Cheng tanpa henti hingga mereka keluar dari kamar tersebut.
"Ha...ha...ha.....raja api Lu Shi Cheng jangan takut, kemarilah aku akan memotong rambutmu menjadi model yang sangat bagus," ucap detektif Zen yang sudah tidak sabar untuk segera menggunting rambut sang raja Ali sekaligus merapikannya.
Raja api semakin merasa cemas dan dia terus berjalan mundur hingga terhantuk ke dinding dan dia tidak bisa menghindar lagi, sehingga dengan cepat dia mengangkat pedang di tangannya tersebut dan mengarahkannya ke arah detektif Zen bak seperti seseorang yang tengah menodongkan pedang pada detektif Zen saat itu.
"Berhenti atau aku akan benar-benar menebasmu menggunakan pedang yang sangat tajam ini!" Ucap sang raja api berniat mengancamnya agar detektif Zen tidak berani berjalan mendekati dirinya lagi.
Namun sayangnya sang raja api Lu Shi Cheng telah salah besar dan menduga hal tersebut sebab detektif Zen sama sekali sudah tidak takut lagi dengan benda tersebut sebab dia sudah memiliki surat kesepakatan sebelumnya dan dia rasa sag raja api seperti raja Lu Shi Cheng ini tidak akan mungkin mengingkari janji kesepakatan yang sudah dia buat sendiri sebelumnya dalam keadaan yang sadar.
"Hahaha...raja api Lu Shi Cheng, untuk apa kamu menodongkan pedang itu kepadaku, apa kamu pikir aku akan takut, lihat ini perjanjian kesepakatan diantara kita berdua, akan aku pastikan kamu tidak bisa kembali lagi ke duniamu selamanya dan aku akan menghancurkan pedang pusakamu itu jika kamu berani sedikit saja melukai aku dengan pedang tersebut" ucap detektif Zen balik memberikan ancaman dengan sang raja api.
Mengingat semua itu dengan cepat sang raja api tersadar dan dia langsung membuka matanya lebih lebar dan terperangah kaget saat itu, sehingga dia sudah tidak bisa bersikap seperti sebelumnya ketika sudah mengingat perjanjian tersebut.
"Ya ampun bagaimana aku bisa lupa, apa yang harus aku lakukan untuk menghentikan tingkah wanita yang sangat kuat ini" gerutu sang raja api Lu Shi Cheng cukup keras sehingga detektif Zen bisa mendengarnya walau hanya samar-samar saja saat itu.
"Heh raja api, diam kau aku jelas bisa mendengar gerutuanku barusan, dan asal kau tahu aku bisa saja membunuhmu juga menggunakan gunting ini ataupun alat cukur di tanganku..hah...apa kau takut dengan ini? Iya?" Ucap detektif Zen yang terus mengarahkan alat cukup yang memiliki suara cukup menyeramkan itu.
Memang suaranya terdengar cukup menyeramkan ketika orang akan diculik dengan benda tersebut, suara yang keluar dari alat pemotong rambut itulah yang membuat sang raja api sedikit merasa cemas dan takut, dia berpikir alat itu bisa sampai merobek seluruh kulit manusia dengan ganas, sehingga itulah yang dia takutkan.
Dengan cepat sang raja api Lu Shi langsung menurunkan pedangnya dan dia juga meminta agar detektif Zen menghentikan alat cukur tersebut.
"Baiklah kau bisa memotong rambutku tetapi tidak dengan menggunakan alat yang berbahaya seperti itu, hentikan alat aneh itu!" Bentak sang raja api Lu Shi Cheng dengan kedua matanya yang terbelalak lebar sekali.
Detektif Zen bahkan sudah tidak bisa menahan tawa lagi karena melihat seorang raja api bisa sampai sepanik itu ketika melihat alat cukur yang menyala dan bergetar mengeluarkan suara bisik di tangannya saat itu.
"Ahahaha....raja api, apa yang perlu kamu takutkan dengan alat ini, semua orang di jamanku ini memang sudah memakai alat seperti ini untuk mencukur rambut agar lebih rapih dan lebih mudah di gunakan, bahkan jika kamu memotong rambutmu sendiri" balas detektif Zen sambil tertawa lepas pada awalnya.
__ADS_1
Karena mendengar dia bisa mencukur rambutnya sendiri sang raja api pun langsung saja mau menggunakan alat tersebut dan dia mengatakannya sangat lantang di hadapan detektif Zen, entah apa yang sebenarnya membuat sang raja api bisa berubah pikiran dengan secepat itu untuk memotong ribut dia sendiri.
"Benarkah? Apakah alat itu sungguh bisa digunakan untuk memotong rambut sendiri, tidak memerlukan bantuan orang lain?" Tanya sang raja api begitu antusias mendengarnya.
"Iya tentu saja, tetapi tidak denganmu baginda raja api Lu Shi Cheng." Balas detektif Zen yang sudah langsung memperingatinya.
Sebab feeling seorang detektif Zen tidak pernah salah, ketika dia bisa melihat wajah sang raja api yang begitu senang saat mendengar hal tersebut, itu sudah bisa membuat detektif Zen merasa curiga dengan apa yang dipikirkan oleh raja api Lu Shi Cheng sendiri saat itu.
Dan ternyata dugaan detektif Zen itu memang benar, sang raja api meminta kepadanya agar bisa memotong rambutnya sendiri menggunakan alat itu, sebab sang raja api Lu Shi Cheng tidak ingin benar-benar memangkas seluruh rambutnya sama dengan banyak orang yang dia lihat di layar laptop milik detektif Zen sebelumnya.
Sang raja api yang mendengar detektif Zen sudah melarangnya disaat dia sendiri bahkan belum mengatakan niatnya tersebut dia langsung terlihat sedikit kesal dengan kedua alis yang dia kerutkan hingga menekuk dengan kuat dan tajam saat itu.
"Mengapa aku tidak bisa melakukannya, aku akan memangkas rambutku sendiri, berikan saja alat tersebut kepadaku detektif Zen" ucap sang raja api dengan begitu percaya diri.
"Baginda raja apakah anda yakin akan bisa menggunakannya, jangankan menggunakannya mungkin melihat dan menyalakannya saja kau akan takut, sebab benda ini benar-benar memiliki tenaga listrik yang cukup kuat dan akan terasa bergetar di tangan kita, jika kita menghidupkannya" balas detektif Zen berusaha untuk meyakinkan sang raja api agar dia tidak berniat melakukan semua itu seorang diri.
Namun sayangnya meski detektif Zen sudah memberitahu kepadanya bagaimana alat tersebut, sang raja api Lu Shi Cheng terus sajaingin melakukannya sendiri dan malah meminta agar detektif Zen mengajarkan dia bagaikan cara menyalakan dan mematikan alat tersebut dengan penuh semangat.
"Aku akan tetap melakukannya sendiri, kau ajarkan saja bagaimana cara menyalakan dan menggunakan alat tersebut dengan benar" balas sang raja api dengan kedua matanya yang berbinar dan dia terlihat begitu bersemangat sekali saat itu.
Karena melihat sang raja api Lu Shi Cheng yang terus saja mendesak dan memaksa dia untuk mengajarkan dia cara menggunakan alat pangkas rambut itu, akhirnya detektif Zen pun memberikannya dan dia tidak masalah jika memang sang raja api Lu Shi Cheng ingin melakukannya sendiri.
"Ya..baiklah, jika kamu ingin tetap melakukannya aku akan mengajarimu, kemarilah aku tunjukan padamu bagaimana cara kerjanya alat ini" ucap detektif Zen sambil mengajak sang raja api Lu Shi Cheng agar duduk di sofa tepat di sampingnya saat itu.
Raja api Lu Shi Cheng langsung mengangguk patuh dan segera duduk begitu dekat dengan detektif Zen bahkan tubuh mereka begitu dekat sampai hampir menempel dan kepala sang raja api menatap terlalu dekat pada alat tersebut, hal itu membuat detektif Zen sama sekali tidak bisa melihat alatnya justru dia malah melihat kepala sang raja api yang masih mengenakan mahkota bak akar menjalar membuat matanya hampir saja terkena oleh akar tersebut.
"Aishh ...raja Api Lu Shi Cheng!" Teriak detektif Zen sangat keras memanggil nama sang raja api dengan tegas.
Raja api langsung menatapnya dengan tatapan yang kebingungan wajahnya saat itu terlihat cukup polos dengan kedua alis yang dia naikkan bersama juga kedua bola matanya yang di bulatkan sempurna.
"Ada apa?" Tanya sang raja Api Lu Shi Cheng dengan polosnya.
__ADS_1
Detektif Zen berusaha menekan kekesalan di dalam dirinya sendiri dia menarik nafas panjang dan segera berbicara kepada sang raja api Lu Shi agar menyingkir dari dekatnya saat itu juga.
"Jangan menatapku begitu! Menjauh dariku!" Ucap detektif Zen dengan mengeratkan giginya dan terus menatap geram kepada sang raja Api Lu Shi Cheng sambil menahan emosi di dalam dirinya saat itu.