Detektif Zen

Detektif Zen
Masuk Ke Toko Buku


__ADS_3

Sampai akhirnya sang raja api mau melepaskan bekapannya pada mulut detektif Zen karena detektif Zen yang lebih dulu menginjak kaki sang raja api dengan sangat kuat saat itu sampai membuat sang raja api Lu Shi Cheng langsung meringis kesakitan dan menghindar darinya mundur beberapa langkah saat itu.


"Eugh...rasakan itu!" Ucap detektif Zen setelah menginjak kaki sang raja api Lu Shi Cheng dengan sekuat tenaganya.


"Ahhhh...kau beraninya, kamu menginjak, kakiku! Apa kamu sudah bosan hidup, aku bisa mengakhiri hidupmu kapanpun aku ingin!" Bentak sang raja api Lu Shi Cheng yang di abaikan oleh detektif Zen saat itu.


Meski sudah mendapatkan ancaman terbuka seperti itu dari sang raja api Lu Shi Cheng, tetapi detektif Zen sama sekali tidak memperdulikan apapun dia hanya langsung saja masuk ke dalam toko buku yang cukup besar di kota ini, dia terus berjalan tanpa menghiraukan keberadaan sang raja api yang sudah merasa sangat kesal dalam menghadapi dirinya saat itu, hingga sang raja api Lu Shi Cheng tetap saja harus mengikuti detektif Zen dari belakang karena dia tidak mau tertinggal olehnya di tempat yang tidak dia ketahui ini.


"Hei.. detektif Zen, mau kemana kau? Detektif Zen tunggu aku, detektif Zen!" Teriak sang raja api Lu Shi Cheng sangat kencang memanggil namanya


Raja api langsung berlari mengikuti detektif Zen dari belakang secepat yang dia bisa untuk menyusul langkahnya yang terus saja lebar, hingga masuk ke dalam dan melihat suasana di toko buku yang penuh sekali dengan semua jenis buku dengan rak tinggi di dalamnya, banyak juga orang-orang yang berdiri di samping rak disana yang berjajar rapih hanya untuk memilih buku yang menurutnya cocok bagi dirinya.


Tidak hanya itu ada beberapa kursi yang tersedia di samping jendela khusus untuk orang-orang yang ingin menikmati membaca buku di dalam sana dengan bersantai dan bisa melihat pemandangan di luar lewat jendela tersebut, detektif Zen benar-benar merasa kagum dengan semua yang dia lihat saat ini.


Semua bukunya sangat tertata rapih dan dia tidak tahu harus memulai dari mana untuk mencari buku langka dan misterius tersebut.


Hingga detektif Zen segera pergi menemui penjaga toko buku tersebut yang sudah pasti akan memiliki bekas data catatan buku masuk dan keluar juga buku pinjaman di toko buku tersebut.


"Wahh...buku sebanyak ini tidak mungkin aku akan mencarinya satu per satu, aku harus menanyakannya pada petugas di toko ini saja, itu akan lebih memudahkan aku untuk mencari semua data yang masuk ke toko ini," gerutu detektif Zen sambil segera pergi dari sana

__ADS_1


Sang raja api Lu Shi Cheng hanya terus berjalan linglung menatap kesana kemari tanpa dia sadari detektif Zen sudah berjalan lebih dulu saat itu dan meninggalkannya, detektif Zen juga baru sadar setelah dia berjalan beberapa langkah dan mengetahui bahwa sang raja api sudah tertinggal cukup jauh di belakangnya saat itu.


Sehingga mengharuskan dia kembali menghampiri raja api dan langsung saja menarik tangannya dengan cepat untuk membawa dia segera pergi dari sana.


"Ehh..dimana dia? Astaga...kenapa dia malah tertinggal disana, seperti orang bodoh saja," gerutu detektif Zen saat baru menyadari bahwa sang raja api Lu Shi Cheng tertinggal cukup jauh di belakangnya saat itu.


"Raja api aaahh..tidak..tidak..aku tidak boleh memanggil dia dengan sebutan itu, orang-orang akan mengira aku gila jika memanggilnya raja api di tempat umum seperti ini, Lu Shi Cheng ayo cepat kau ikut denganku!" Ucap detektif Zen sambil menarik lengan sang raja api Lu Shi Cheng secara paksa sampai menyeret dia membawanya hingga ke depan meja petugas penjaga atau kasih di toko buku tersebut.


Sedari tadi sang raja api Lu Shi Cheng sendiri sudah sangat marah dan dia terus memasang tatapan tajam yang menusuk dan penuh dengan kebencian kepada detektif Zen karena dia sudah berani memanggil dirinya tanpa sebutan raja, diamana hal tersebut adalah tindakkan paling tidak sopan pertama kalinya yang di dapatkan oleh sang raja api Lu Shi Cheng selama hidupnya.


Terlebih lagi orang yang berani melakukan semua itu terhadapnya adalah detektif Zen yang menyebabkan dia harus ikut terbawa masuk ke dalam dunia aneh ini sampai sekarang mengalami kesulitan sebab harus memecahkan kasus yang menjengkelkan dan aneh seperti ini.


"Aishh...hentikan tatapan tajammu padaku, ini bukan waktu yang tepat untuk marah, kau harus bersikap normal seperti orang-orang yang ada disini, dan belajarlah untuk tidak menganggap dirimu itu sebagai raja sebab semua orang disini tidak akan membungkuk padamu ataupun memanggilmu raja lagi begitu pula denganku." Ujar detektif Zen yang semakin membuat sang raja api Lu Shi Cheng mengepalkan tangan dengan sangat kuat karena dia harus menahan emosi yang menggebu di dalam hatinya selama ini.


"Awas saja kau detektif Zen, jika kita sudah di rumah, aku tidak akan melepaskanmu dengan mudah!" Batin sang raja api Lu Shi Cheng yang sudah menyimpan dendam membara di dalam pikiran dan hatinya sendirian.


Detektif Zen segera menyapa penjaga yang menghampiri dia saat itu, dan dengan cepat mengutarakan niat kedatangannya ke tempat tersebut dengan cara yang sangat hati-hati karena detektif Zen tahu hal seperti ini sebenarnya akan sangat sulit di pinta dari pihak toko buku tersebut, karena data tersebut bersifat privat bagi mereka. Namun walaupun sudah tahu begitu detektif Zen masih ingin tetap mengutamakan nya dan dia sengaja menunjukkan kartu identitas resmi dirinya untuk memudahkan dia mendapatkan data informasi penting tersebut dalam penyelidikan yang akan dia lakukan saat ini.


"Apakah aku boleh meminta data masuk dan keluarnya buku di toko ini? Aku sangat membutuhkan data tersebut karena kami sedang mencari sebuah buku yang cukup langka dan begitu tersembunyi dan aku mendapatkan informasi di internet bahwa toko buku ini pernah memiliki buku tersebut dan menjualnya kepada seseorang, maka dari itu aku ingin mengetahuinya." Ujar detektif Zen mencoba menjelaskan niatnya tersebut.

__ADS_1


Namun sesuai dengan dugaan pertama yang sudah di ketahui oleh detektif Zen orang tersebut tentu saja tidak akan dengan mudah memberikan data tersebut kepada orang lain apalagi orang asing seperti dirinya saat ini, sehingga terpaksa detektif Zen harus membongkar mengenai rahasia wajah dia selama ini yang belum pernah dia ungkapkan ke publik dan pada siapapun.


"Maafkan saya, tetapi aturan disini tidak memberikan izin untuk memperlihatkan data terlalu tersebut hanya pihak perusahaan dan pelayanan disini yang bisa melihatnya." Ujar penjaga itu dengan hormat.


"Begini aku bukan orang asing, lihatlah aku sedang melakukan misi dan penelitian yang serius, aku harus mengetahui semuanya dan kau harus memberikannya kepadaku jika kamu tidak ingin mendapatkan masalah dan tidak mau terlibat dengan hal berbahaya nantinya." Ujar detektif Zen menunjukkan kartu identitasnya tersebut.


Penjaga itu langsung menatap dengan mata yang terbelalak lebar juga mulut yang menganga dia bahkan bergetar saat memegangi kartu identitas diri milik detektif Zen saat itu, di tambah sang raja api yang berbicara dan mengatakan nama detektif Zen di hadapannya secara langsung yang membuat pria tersebut semakin yakin bahwa orang yang ada di hadapannya saat ini adalah sang legendari detektif Zen yang pernah di kabarkan menghilang beberapa tahun yang lalu.


"Detektif Zen apa yang terjadi dengan orang ini, apa kau sudah menghajarnya, sampai bergetar sehebat itu?" Tanya sang raja api Lu Shi Cheng kepadanya.


"Diam! Kau sama sekali tidak tahu apapun kita tunggu saja dia pasti akan menjadi baik sekarang dan menurut denganku," balas detektif Zen dengan penuh keyakinan.


"KA..KA...kau, apakah kamu benar-benar detektif Zen yang legendari itu? Apakah kamu sungguhan masih hidup?" Ucap pria tersebut terus bertanya untuk meyakinkan dirinya sendiri sambil berpegangan kepada meja yang ada disana dan dia masih saja terlihat begitu syok.


"Ya..memangnya siapa juga yang mengatakan bahwa aku sudah mati, aku hanya pergi sebentar dan itu hanya beberapa hari saja, kenapa kau terlihat sangat syok seperti itu?" Balas detektif Zen yang belum mengetahui bahwa waktu di dunianya berbeda dengan waktu yang dia habiskan di dunia kerajaan bersama dengan manusia disana.


"Ba..baiklah detektif Zen mari masuk dan lihatlah apapun yang ingin anda lihat, kemari detektif Zen silahkan," ucap pria itu yang langsung saja membukakan pintu dan mempersilahkan detektif Zen untuk masuk dengan penuh hormat.


Detektif Zen segera masuk ke dalam dan dia melihat ruangan khusus penjaga tersebut yang penuh dengan berkas disana, dia mulai di persilahkan duduk pada salah satu kursi yang ada disana dan penjaga itu juga menyuguhkan minuman masih dengan tangannya yang gemetar, sedangkan detektif Zen tidak sengaja melihat sebuah koran yang tergeletak di kursi tepat di sampingnya.

__ADS_1


Sedangkan sang raja api Lu Shi Cheng justru tidak bisa berhenti memandangi pria penjaga itu yang memiliki sebuah tato berbentuk bulan sabit di telapak tangannya, ukurannya sangat kecil tetapi sang raja api Lu Shi Cheng mengetahui hal itu, dia sudah merasa sangat curiga kepada pria penjaga itu karena sebuah benda yang berbeda seperti tato bulan sabit tersebut sama persis dengan tanda orang-orang di kerajaan suci yang ada di dunianya.


__ADS_2