Detektif Zen

Detektif Zen
Detektif Zen Tertekan


__ADS_3

Dengan kedua tangan yang dia kepalkan sangat kuat juga tatapan mata yang sangat tajam kepada sang raja api saat itu detektif Zen berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri agar tidak sampai kehilangan kesabaran kepada sang raja api tersebut sebab dia mengetahui dengan baik bahwa sang raja api tersebut sama sekali tidak mengetahui tentang sejarah pakaian yang dia kenakan saat itu.


Karena hal tersebut detektif Zen berusaha untuk menghirup udara lebih banyak dan mengalirkan semua udara lebih banyak lagi kedalam paru-parunya dan terus mengalir hingga ke otaknya agar dia bisa menjadi lebih tenang dalam menghadapi sang raja api yang sangat menjengkelkan bagi dirinya tersebut.


"Huuhh ...sabar... detektif Zen sabar...kau adalah detektif yang keren dan selalu menyelesaikan semuanya dengan kepala dingin, mau harus tenang dan berhenti marah kepada orang sepertinya, tenang oke tenang aaahhh....aku harus bisa mengontrol diriku sendiri saat berhadapan dengan orang menjengkelkan sepertinya ini" gumam detektif Zen pelan saat itu.


Hingga tidak lama sang raja api kembali bertanya lagi kepada detektif Zen karena dia merasa sangat heran sebab detektif Zen sama sekali tidak menjawab pertanyaan dari dia sebelumnya dan melihat reaksi yang di berikan oleh detektif Zen saat itu yang membuatnya sedikit terganggu.


"Ada apa denganmu, apakah merasa tidak baik, pakaian itu memang sangat jelek dan tidak cocok untuk seorang perempuan terlebih lihatlah bagian lehernya yang sudah kendor juga celananya itu yang terlalu pendek, warnanya juga sangat tidak bagus, kain ini adalah kain sampah yang murahan tidak pantas digunakan oleh seseorang meski dia dari kalangan bawah sekalipun" ucap sang raja api yang malah kembali menghina pakaian detektif Zen.


Mendengar sang raja api yang kembali menghinanya dengan cara seperti itu, di tambah malah memperjelas kejelekan dari pakaiannya tersebut, tentu saja detektif Zen yang tadinya berniat untuk memaklumi sang raja api dia langsung saja tidak bisa mentoleri apapun lagi, dan langsung saja dia membentak dengan sangat kencang memarahi sang raja api sambil melemparkan handuk yang ada di kepalanya saat itu.


"Aaarrkkkkk....kau beraninya kau menghinaku seperti itu, huaa...rasakan ini, aku tidak akan membiarkanmu bebas begitu saja, kemari kau raja sialan!" Teriak detektif Zen sangat kencang dan dia terus saja melemparkan handuk yang dia kenakan sebelumnya kepada sang raja api Lu Shi Cheng.


Sedangkan sang raja api sendiri dia langsung saja berlari menghindari lemparan dari detektif Zen kepadanya namun detektif Zen yang sudah terlanjut naik pitam dan dia sangat kesal juga marah, dia tidak bisa menahan dirinya lagi, langsung saja detektif Zen mengejarnya sambil membawa beberapa bantalan di sofa miliknya dan terus saja berusaha untuk melemparkannya kepada sang raja api dengan sekuat tenaga.


"Kau...kemari kau raja sialan yang sangat menjengkelkan, aku tidak perlu lagi euhh....rasakan kau...aaahkkkk...aku tidak berada di duniamu lagi aku bebas disini aku akan meny*kapmu hahaha....kemari kau!" Teriak detektif Zen yang sangat murah saat itu.


Sang raja api terbelalak dengan hebat dia sangat kaget dan tidak menduga bisa ada wanita seperti detektif Zen yang sangat menakutkan dan berani untuk memberikan tatapan membunuh kepadanya yang sangat tajam, juga aura yang sangat menyeramkan pada dirinya saat itu, bahkan seorang raja api yang terkenal dengan kekuatan dan kekejamannya saja sampai kaget dan tersentak ketika melihat betapa menyeramkannya amarah seorang wanita apalagi wanitanya seperti detektif Zen.


"Astaga...apa yang terjadi dengannya apakah dia kerasukan ruh jahat di dalam tubuhnya itu, aaahh ini sangat berbahaya sekali aku harus menyelamatkan jiwanya yang baik itu" ucap sang raja api yang menduga detektif Zen kerasukan saat itu.


Padahal pada kenyataannya detektif Zen justru tengah marah besar kepadanya dan dia sedang meledakkan emosi di dalam hatinya dengan sepuasnya yang bisa dia lakukan saat itu, bahkan detektif Zen sampai menggelengkan kepalanya dan membuat rambutnya semakin berantakan karena dia yang terus mengibaskan rambutnya ke kiri dan ke kana lalu ke atas dan terus menatap sangat tajam dengan membelotot juga dengan suara erangan yang sangat menakutkan dan begitu kencang saat itu.


"Huaa......kau...aku akan menghajarmu dengan kedua tanganku sendiri, lihat saja ini dan terima kemarahanku!" Teriak detektif Zen lagi sambil berlagak bak tengah menggulingkan pakaian lengan panjang padahal dia memakan lengan pendek saat itu.


Dia terus berjalan dengan kaki yang terbuka dan kedua tangan yang di taruh di depan juga kepala yang dia gerakkan bak bersiap untuk menghajar sang raja api dengan sekuat tenaganya.


Dia juga mulai membuat kuda-kuda dengan sangat keren juga bersiap untuk membuat ancang-ancang hingga langsung berlari dengan sengaja berniat untuk menabrakkan kepalanya pada perut sang raja api saat itu.

__ADS_1


"Hiaaaaaaa......." Teriak detektif Zen sambil berlari hendak menabrakkan kepalanya pada bagian perut sang raja api yang berdiri tidak jauh di hadapannya saat itu.


Sang raja api awalnya juga terlihat panik dan merinding ketakutan karena dia masih saja berpikiran bahwa detektif Zen tengah kerasukan makhluk astral yang jahat pada tubuhnya sehingga dia mulai mempersiapkan dirinya untuk mengusir makhluk jahat tersebut dari tubuh detektif Zen sehingga ketika detektif Zen berniat untuk menyerangnya saat itu dia berhasil menahan kepala detektif Zen menggunakan sebelah tangannya.


Dimana kepala detektif Zen yang kecil sangat mudah untuk dia tahan dan kedua tangan detektif Zen yang terlihat terus saja di arahkan ke depan berusaha untuk meraih tubuh sang raja api Lu Shi Cheng namun sayangnya tangannya yang tidak jenjang dan memang tubuhnya yang pendek dia tidak mampu meraihnya meski sudah cukup lama terus berusaha untuk meraihnya.


Justru hanya rasa lelah dan pusing di kepalanya karena terus menunduk seperti itu yang detektif Zen rasakan saat itu.


"Aaaaikshhh...sial.... bagaimana bisa aku malah menjadi orang konyol seperti ini, aaarrghhhh...lepaskan tanganmu dari kepalaku sialan kau benar-benar berani memegangi kepalaku!" Bentak detektif Zen yang mulai tersadar dari kebodohannya akibat emosi yang menggebu dan sangat besar hampir saja menguasai dirinya sendiri.


Detektif Zen langsung kembali berdiri dengan tegak dan dia terus merapihkan rambutnya tersebut dengan menggerutu kesal pada sang raja api, sedangkan sang raja api Lu Shi Cheng sendiri langsung berjalan mendekati detektif Zen dan dia terus memperhatikan detektif Zen sambil membacakan mantra kepadanya dan terus berjalan mengelilingi detektif Zen, bak seperti orang yang tengah melakukan ritual aneh saat itu.


"Sam...Sam...alakasamm....Sam...huaaa...bam..bam..brakabam..bam..., Entanyah lah wahai setan ..setan yang terkutuk, makhluk yang tidak bahagia dalam hidup dan ruh jahat dalam tubuh yang memaksa untuk bangkit...brambam...kalabam..bam..." Ucap sang raja api mengucapkan mantra yang sangat aneh di telinga detektif Zen saat itu.


Detektif Zen hanya menatap dengan membulatkan matanya dan menaikkan kedua alisnya bersamaan saking merasa heran dan kebingungan dengan kelakuan yang tengah di lakukan oleh sang raja api saat itu kepadanya.


Di tambah gerakan tangannya yang terus naik turun juga mata yang dia pejamkan sambil terus berjalan mengelilingi detektif Zen dan terus saja mengucapkan kalimat-kalimat aneh tanpa henti.


Mendengar detektif Zen yang berbicara dengan logat yang sama lagi dengannya dan nada bicara yang terdengar sudah normal, sang raja api Lu Shi Cheng langsung membuka matanya dan dia mengira bahwa saat itu mantra yang dia ucapkan benar-benar manjur untuk mengusir ruh jahat yang merasuki tubuh detektif Zen dalam pikirannya sendiri.


"Detektif apakah kau sudah baik-baik saja?" Tanya sang raja api yang membuat detektif Zen semakin kebingungan dan dia langsung mengangguk menanggapi pertanyaan tersebut.


Namun yang tidak disangka oleh detektif Zen adalah, sang raja api yang langsung saja memeluk dirinya dengan begitu erat dan dia mengusap lembut kepala detektif Zen beberapa kali saat itu juga mengatakan ucapan yang sama sekali tidak di mengerti oleh detektif Zen saat itu.


"Aku sangat senang kamu akhirnya kembali, ahhh...aku tidak sia-sia melakukan mantra itu meski itu adalah matra yang sangat sulit untuk dilakukan siapapun, akhirnya kau kembali detektif Zen" ucap sang raja api semakin membuat detektif Zen kebingungan hingga dia tidak berhenti mengerutkan kedua alisnya tersebut.


"Astaga ..ada apa dengannya apa dia gila?" Gerutu detektif Zen sambil memalingkan pandangannya ke samping.


Saat itu detektif Zen benar-benar tidak mengerti dengan apa yang sebenarnya terjadi pada sang raja api yang tiba-tiba saja memutari tubuhnya dengan mengatakan kalimat aneh juga tiba-tiba saja terlihat berseri senang sampai memeluknya dan mengusap kepalanya lembut seperti sebelumnya.

__ADS_1


Namun ketika sang raja api berbicara lagi, barulah detektif Zen mulai mengetahui bahwa terjadi kesalah pahaman diantara mereka berdua dalam menduga keadaan satu sama lain saat itu.


"Detektif Zen atau putri Xiao You, aku berhasil mengusir ruh jahat da makhluk astral di dalam dirimu, bisa aku tahu apa yang kamu rasakan ketika aku membacakan matra pengusir setan tadi kepadamu, apa kamu merasakan sakit? Panas? Atau semacamnya?" Tanya sang raja api yang membuat detektif Zen seketika membelalakkan mata dengan sangat lebar juga membuka mulutnya cukup besar.


"Ha....ha...hah! Ja..ja...jadi barusan itu, baginda raja mengelilingi aku dan berbicara bahasa yang tidak aku mengerti, anda tengah melakukan ritual pengusiran setan padaku?" Tanya detektif Zen untuk memastikan apa yang dia duga saat itu.


"Betul....betul sekali detektif Zen, dan aku rasa itu bisa saja ruh dari sang putri Xiao You dari kerajaan suci, bisa saja dia marah kepada anda karena sudah pernah berpura-pura menjadi dirinya, juga secara tidak langsung telah merebut saya dari kerajaan api" ucap sang raja api tersebut.


Mendengar semua itu detektif Zen semakin merasa sangat lemas dan dia mulai hampir merengek meratapi nasibnya yang sangat sial, sampai dia bisa di anggap kerasukan oleh sang raja api tersebut.


"Hua....hiks...hiks...hiks... Apa dosaku di masa lalu atau dalam kehidupanku sebelumnya sampai aku harus meratapi semua ini, kenapa aku harus menghadapi manusia aneh dan menjengkelkan sepertinya tuhan....Hua...hiks..hiks..." Rengek detektif Zen sambil terus menghentakkan kakinya dengan sangat kesal dan dia terus menangis di lantai saking kesalnya dan dia tidak bisa marah lagi.


Sedangkan sang raja api Lu Shi Cheng menatap dengan wajahnya yang kebingungan melihat detektif Zen berada di bawah menendang-nendang kakinya dengan kosoysambil terus mem*kul lantai dengan kedua tangannya sambil menangis bak seperti anak kecil yang tengah merengek kepada ibunya.


"Detektif Zen apakah kamu baik-baik saja, apa yang kamu rasakan sekarang, apa itu karena efek samping dari ritual dan mantra yang aku berikan padamu sebelumnya?" Tanya sang raja api dengan matanya yang membulat juga berjongkok di hadapan detektif Zen bak seperti mencemaskannya.


Namun detektif Zen justru malah terus menjerit menangis semakin keras dan lebih keras lagi karena dia tidak tahu lagi bagaimana caranya menjelaskan kepada sang raja api itu bahwa sebenarnya dia tidak pernah kerasukan apapun dalam tubuhnya, tetapi dia sangat marah dan mengamuk kepada dia karena emosi yang sudah membeludak dan tidak bisa dia tahan atau dia kendalikan lagi dalam dirinya.


"Hua ..hiks...hiks....kau benar-benar keterlaluan ..Hua....hiks...hiks..." Teriak detektif Zen yang menangis semakin keras dan menjadi.


Bahkan detektif Zen bisa menangis cukup lama saat itu hingga beberapa menit berlalu baru dia berhenti menangis, duduk di sofa menonton serial kartun yang di sukai oleh sang raja api dan bisa membuatnya terus tertawa dengan keras sedangkan detektif Zen menatap ke arah sang raja api dengan penuh emosi juga tangannya yang terus memegangi bantalan kecil sofa tersebut dengan sangat kuat.


Matanya yang merah dan kantung mata yang membesar karena dia menangis terlalu lama sebelumnya, dan kini dia masih harus menahan emosi lagi mihat sang raja api yang terus tertawa menonton film kartun di televisinya padahal dia ingin menonton berita yang penting saat itu.


"Ahahaha....lihatlah detektif Zen hewan apa yang bisa berbicara seperti di dalam layar datar itu, ahahah....teater seperti apa yang sangat lucu seperti ini, dan bagaimana mereka bisa menemukan hewan yang bisa berbicara seperti manusia seperti itu, aku akan membelinya sebagai hewan di kerajaan apiku, itu pasti akan sangat luar biasa" ucap sang raja api itu sambil terus saja tertawa.


"Astaga....aku lebih baik mati saja, benar mati akan lebih baik dan tenang daripada harus menghadapi manusia sepertinya" ucap detektif Zen sambil tertunduk dengan lesu.


Dia benar-benar sudah pasrah dan tidak bisa melakukan apapun lagi, dia tidak tahu harus berbuat apa dan tidak bisa untuk mengembalikan sang raja api itu kembali ke dunianya, sebab buku itu tidak berada padanganya lagi.

__ADS_1


Detektif Zen hanya bisa diam saja menahan emosi selama dia melihat sang raja api menonton serial tv sampai berjam-jam dan terus memerintah kepadanya untuk memindahkan chenel tv nya setiap kali iklan di mulai, dan dia terus saja bersikap aneh sebab merasa heran bagi sang raja api yang baru pertama kali mihat teknologi seperti televisi itu.


"Ya tuhan, dewa....ruh gunung apapun kau itu Meila tolong bawa manusia ini kembali pada tempatnya, atau aahhh bunuh saja dia dan selesai masalah kalian sendiri, kenapa harus melibatkan aku!" Teriak detektif Zen sangat frustasi saat itu.


__ADS_2