
Detektif Zen terus saja merasa bingung sendiri tapi nyatanya dia masih tetap berjalan dengan pelan mendekati sang raja api Lu Shi Cheng ke dalam toko perhiasan tersebut, dengan senyum yang dipaksakan dan begitu tidak nyaman detektif Zen masuk ke sana lalu berdiri di samping sang raja api Lu Shi Cheng saat itu.
Lalu tiba-tiba saja sang raja api Lu Shi Cheng menyuruh dia untuk mencoba salah satu kalung berlian yang sangat cantik, bahkan detektif Zen sendiri langsung membelalakkan matanya dengan sangat lebar, dia juga tidak berani untuk memegangi kalung berlian mewah itu, sebab detektif Zen tahu harganya akan sangat mahal dibandingkan dengan rumah yang dia tinggali saat itu, jadi dia agak gugup untuk menerima itu.
"Ayo coba ini, aku rasa kalung ini sangat cocok untukmu." Ucap sang raja api mengatakannya dengan begitu mudah.
Melihat hal tersebut pelayan disana juga mengatakan hal yang sama dan mereka mendukung sang raja api, tentu karena mereka pikir sang raja api mungkin akan bisa membelinya sebab penampilan dia yang cukup keren saat ini tidak seperti sebelumnya lagi.
Dengan cepat sebelum menerima kalung itu detektif Zen dengan cepat menarik tangan sang raja api dan berbisik kepadanya berbicara pelan dan memberitahunya bahwa dia tidak akan sanggup untuk membeli barang sebagus itu.
"Aishh...raja api, kamu tahu kan aku sudah tidak memiliki uang sedikitpun lagi, jangankan untuk membeli berlian seperti ini, untuk makanpun aku tidak tahu apa akan cukup atau tidak, tolonglah kamu mengerti aku raja api, ini dunia yang berbeda dengan dunia kunomu itu, cepat taruh kembali dan kita pergi saja dari sini." Ucap detektif Zen memberitahunya.
Namun sang raja api sama sekali tidak mendengarkan ucapan dari detektif Zen dia justru malah langsung melepaskan pegangan tangan detektif Zen saat itu, lalu bicara dengan penuh kepercayaan diri dan dia langsung berlagak sangat berani seakan dia benar-benar seorang yang kaya raya di sana.
"Tenang saja detektif Zen, aku bisa membeli semuanya jika kau mau, aku bahkan bisa membeli semua perhiasan ini sekaligus, tapi aku tahu kau tidak akan bisa memakai semuanya ini terlalu banyak bukan maka dari itu aku memilih kalung berlian ini, meski satu harganya sangat mahal dan begitu mewah, ayo cepat kamu pakai saja, aku akan membelikannya untukmu." Ucap sang raja api dengan begitu santainya.
"Ya ampun raja api Lu Shi Cheng darimana kamu bisa mendapatkan uang agar bisa membeli benda semahal ini, astaga...matilah aku satpam pasti akan mengira kita penipu," ucap detektif Zen sambil berbisik dan dia sudah tidak bisa berkutik lagi saat itu.
Sedangkan sang raja api tiba-tiba saja dia melepaskan sebuah gelang berwarna hijau dari tangannya dan menjual gelang hijau yang sedikit berkilau tersebut pada toko perhiasan tersebut.
"Ini aku ingin menukarkan giok hijauku dengan kalung tersebut, ditambah uang yang kalian miliki seharga dengan giok murni ini," ucap sang raja api kepada pelayan di toko perhiasan tersebut.
Sedangkan disisi lain detektif Zen sangat kaget melihat sang raja api yang malah menjual gelang hijau di tangannya kepada mereka dia sama sekali tidak mengetahui benda apa gelang tersebut, namun yang membuat detektif Zen sangat kaget pelayan disana juga terbelalak hebat melihatnya lalu mereka terlihat gembira dan segera memperlakukan dia juga sang raja api dengan sangat baik.
"Ohh..astaga apakah ini giok murni sungguhan yang sangat langka itu?" Tanya salah satu pelayan yang membuat pelayan lainnya langsung mengerumuni dia dan melihat giok tersebut dari dekat dengan terburu-buru.
Mereka terlihat sangat kagum dan sang raja api meyakinkan mereka semua bahwa itu sungguh giok murni miliknya dan menyuruh mereka untuk memeriksa dahulu keasliannya jika mereka tidak percaya.
"Kalian cek saja sendiri, itu adalah giok murni, aku adalah keturunan kerajaan tentu kami memiliki berbagai macam batu giok yang murni." Balas sang raja api yang segera di setujui oleh pihak toko perhiasan tersebut.
Bahkan mereka langsung menghubungi sang pemilik toko untuk mengecek keaslian giok tersebut, tidak lama setelah berhasil mengeceknya sang pemilik toko langsung saja memberikan banyak sekali uang termasuk sebuah kartu ATM tanpa limit di dalamnya dengan nominal jumlah uang yang sangat banyak kepada sang raja api, mereka juga membuat surat kuasa kepemilikan giok tersebut, sang pemilik toko sangat bahagia bisa mendapatkan giok yang dia inginkan meski dengan harga yang sangat mahal karena harga giok tersebut akan terus naik dan semakin mahal seiring berjalannya waktu.
__ADS_1
Sedangkan sang raja api Lu Shi Cheng juga mendapatkan apa yang dia inginkan, dia langsung membawa sebuah tas berukuran besar yang isinya penuh dengan uang tunai bahkan dia berteriak meminta bantuan pada detektif Zen untuk membawa tas itu dengannya.
Detektif Zen sendiri hanya bisa terperangah dengan mata terbuka juga mulut yang menganga dengan lebar saat itu.
"Hei... detektif Zen apa lagi yang sedang kamu lihat, cepat bantu aku membawa uang ini, bukankah benda ini yang sedari tadi memberatkanmu?" Ucap sang raja api Lu Shi Cheng kepada detektif Zen.
"Astaga...apa aku sedang bermimpi, aahh aku..aku tidak bisa aaahh," ucap detektif Zen yang justru malah pingsan begitu saja.
Dia tidak sanggup menerima semua ini karena itu sangatlah aneh juga diluar nalarnya, sehingga membuat detektif Zen syok dan jatuh pingsan, raja api Lu Shi Cheng juga segera menghampiri detektif Zen yang tergeletak di lantai lalu membawanya ke sofa dan menidurkan dia disana, sang raja api sedikit menggerutu karena detektif Zen justru malah jatuh pingsan seperti itu.
Hal tersebut membuat dia merasa sangat repot untuk menghadapinya, dia terus berusaha untuk membangunkan detektif Zen dengan berbagai macam cara saat itu, mulai membangunkannya dengan sebuah minyak telon yang di dekatkan ke hidungnya juga dengan air yang di percikkan ke wajahnya.
Hingga tidak lama akhirnya detektif Zen bisa bangun juga meski dengan wajah yang linglung dan terlihat masih kebingungan sendiri.
"Aahhh... akhirnya kamu bangun juga detektif Zen, ayo cepat kita harus pulang toko perhiasan ini sudah akan tutup sekarang." Ujar sang raja api kepada detektif Zen saat itu.
"Ta..ta..tapi ahhh..apa ini sungguhan, kau kartu ini dan semua uang itu, bagaimana kau bisa mendapatkannya hanya dengan sebuah gelang hijau itu?" Tanya detektif Zen yang masih belum bisa mencerna semua itu di dalam kepalanya.
Detektif Zen juga hanya bisa mengangguk patuh dan dia segera berdiri sambil membantu sang raja api membawakan uang yang ada di dalam tas berukuran cukup besar dan sangat berat tersebut, sedangkan raja Api Lu Shi Cheng sendiri dia malah berjalan lebih dulu sendiri di depan detektif Zen saat itu.
Hal tersebut tentu saja membuat detektif Zen merasa dirinya bak seperti pelayan untuk sang raja Api Lu Shi Cheng ditambah benda itu sangat berat untuk dia bawa seorang diri saja, selama perjalanan dia terus di teriaki oleh raja Api Lu Shi untuk bisa berjalan lebih cepat tanpa dia tahu bahwa detektif Zen sudah mengerahkan semua tenaga di dalam tubuhnya untuk membawa tas berisi uang yang besar itu sedari tadi seorang diri.
"Hei... detektif Zen apa kau tidak makan ya, cepat kemari kenapa kamu sangat lamban!" Ucap sang raja api berbicara seakan dirinya seorang penguasa saat itu.
Dengan kedua tangan yang dia simpan di belakang tubuhnya juga pakaian keren dan potongan rambut yang rapih dia benar-benar terlihat seperti mengusaha kaya raya sekarang sedangkan detektif Zen sendiri justru malah berakhir seperti seorang pelayan yang menyedihkan.
Dia menggerutu dengan kesal karena tidak terima mendapatkan perlakuan seperti itu dari sang raja api Lu Shi Cheng yang sangat tidak tahu diri.
Bahkan saking marah dan kesalnya detektif Zen saat itu dia sudah melupakan gelar raja api raja api dan dengan beraninya dia hanya memanggil sang raja api Lu Shi Cheng hanya dengan namanya saja juga dengan nada yang lantang saat itu.
"Hei! Lu Shi Cheng apa kau bodoh atau semacamnya hah? Lihatlah kemari aku membawa tas berisi uangmu yang sangat berat ini, tentu saja jalanku akan terhambat karena ini sangat merepotkan sedangkan kau, lihatlah dirimu. Aishh kau seenaknya berjalan sendiri tanpa membawa apapun di tanganku bahkan kau menyuruh aku untuk berjalan menyusulmu dengan cara kasar seperti tadi, apa kau ini mau berlaga seperti seorang raja disini? Hah.. kau tidak akan bisa berlagak bak seorang raja sekarang karena ini duniaku, bukan dunia milikmu aku tidak akan berbicara baik dan sopan lagi. CK ..tidak akan dan ini bawa uang sialan ini sendiri, aku tidak ingin membawanya, jangan lupa bayar uangku yang sudah kau habiskan hah!" Ucap detektif Zen sambil melemparkan tas berisi uang itu kepada sang raja api Lu Shi Cheng.
__ADS_1
Tidak lupa dia juga berbicara dengan sinis merotasikan matanya sambil mengangkat setengah dari bibirnya, dia pergi berbalik dengan mengibarkan rambut panjangnya itu hingga hampir saja mengenai wajah sang raja api.
Untungnya raja api Lu Shi Cheng masih sempat untuk menghindar ketika kibasan rambut dari detektif Zen hampir menampar pada wajahnya saat itu.
"Wahh..wahh...wahh..apa kau sudah berani kepadaku sekarang? Baiklah aku bisa membuang uang ini disini dengan cuma-cuma, karena aku sama sekali tidak membutuhkannya." Balas sang raja api dengan suara yang keras sengaja melakukan itu agar detektif Zen bisa mendengarnya.
Lalu apa yang terjadi? Tentu saja detektif Zen yang mendengar hal itu dia sangat kaget, dia bukan orang bodoh yang akan membiarkan uang sebanyak itu dibuang dengan begitu saja oleh sang raja api di tengah malam yang besar dan di penuhi banyak orang ini.
"Aishh...sialan, aku tidak boleh membuat dia membuang uang itu, aahhh..hei..raja api...tunggu jangan buang uang itu heii... Lu Shi Cheng!" Teriak detektif Zen sambil segera berbalik dan mengejar sang raja api yang saat itu hampir saja menaruh kantung berisi uang itu pada tong sampah yang ada disana.
Untung saja detektif Zen berhasil menahannya dan dia langsung memeluk kantong berisi uang itu dengan erat sambil tersenyum menatap pada sang raja Api Lu Shi Cheng dan menahannya agar tidak membuang uang tersebut yang begitu berharga untuk hidupnya dimasa depan maupun saat ini.
"Eee....eee..ehhh..tunggu, jangan buang uang ini, baiklah aku minta maaf kepadamu, aku sangat ceroboh sebelumnya, aku sangat-sangat membutuhkan uangmu ini, tolong jangan dibuang oke, mari kita pulang saja aku yang akan membawanya hehe," ucap detektif Zen yang terus membujuk sang raja api saat itu.
Rencana raja api Lu Shi Cheng berjalan dengan baik dia hanya tersenyum sinis lalu membiarkan detektif Zen mengangkat tas besar itu sendiri sampai agak kewalahan saat itu dan sang raja Api Lu Shi Cheng malah pergi meninggalkannya lebih dulu begitu saja.
Dia pergi lagi lebih dulu dan entah belajar dari mana dia bisa menghentikan taxi saat itu lalu meminta uang tunai pada detektif Zen dengan mudah.
"Kemari aku akan pergi dengan taxi kau katakan alamat rumahmu pada supirnya, aku tidak akan pernah menaiki kuda sialanmu itu." Ujar sang raja api yang bahkan sudah bisa berbicara kasar layaknya manusia di dunia ini pada umumnya kala itu.
Detektif Zen sampai terperangah melihat apa yang dilakukan oleh sang raja api yang bisa belajar dengan sangat cepat untuk bersosial di dunia baru, bahkan sebelumnya detektif Zen sendiri harus memerlukan beberapa hari sampai dia bisa terbiasa dengan semua hal asing di sekitarnya ketika jatuh ke dunia antah berantah yang kuno sebelumnya.
Namun sang raja api Lu Shi Cheng bisa dengan mudah mempelajari semua hal di dunianya begitu cepat, sampai detektif Zen hanya bisa terperangah melihat taxi yang ditumpangi oleh raja api Lu Shi Cheng sudah berlalu melewatinya begitu saja.
"Aarrghhh...sialan, bagaimana bisa dia melakukan semua ini, aishh...aku ingin segera menendang dia ke dunianya lagi, ini tidak bisa di biarkan aku harus bergegas dengan cepat mencari tahu penerbitan buku aneh itu!" Gerutu detektif Zen dengan kesal.
Dia segera kembali ke motornya dan dengan cepat pergi ke perusahaan penerbit yang sudah dia cari sesuai dengan alamat yang dia dapatkan dari internet sebelumnya, namun sesampainya di tempat tersebut semuanya sangat jauh berbeda dengan gambar yang ada di ponselnya juga dengan fotret yang ada pada sebuah artikel yang menyebutkan tentang tempat tersebut.
Di foto tersebut terlihat dengan jelas bahwa tempat tersebut memiliki sebuah gedung yang tinggi dengan pasilitas yang cukup bagus, selain itu perusahaan tersebut dibangun pada tanah khusus milik keluarga kaya raya, dan ada beberapa toko kecil di sekitarnya yang cukup ramai, tetapi yang dilihat oleh mata detektif Zen saat ini hanya sebuah lapangan kosong yang terbengkalai dengan banyak rumput liar yang tinggi disana, ada beberapa kios kecil di samping lahan kosong tersebut dan semuanya terlihat terbengkalai tidak ada apapun yang bisa dia temukan disana.
"Wahh...apa aku sudah tertipu oleh alamat palsu dan artikel bohong? Tidak mungkin bisa sejauh ini, padahal titiknya sudah tepat, ahahah...bodoh bagaimana seorang detektif Zen sepertiku yang terkenal hebat bisa tertipu informasi palsu seperti ini?" Gerutu detektif Zen dengan kesal dan penuh emosi.
__ADS_1
Dia juga terus saja mengacak rambutnya dengan kesal dia tidak bisa melakukan apapun lagi, pencariannya tentang perusahaan penerbitan buku itu sudah buntu, sebab tidak ada satu pentunjukpun yang bisa dia temukan di sekitar sana.