
Detektif Zen penasaran dengan apa yang muncul di koran tersebut, karena judulnya membuat dia sangat kaget.
"Hilangnya seorang detektif yang terkenal dan dikabarkan meninggal dunia tanpa jejak." Isi judul di koran tersebut yang tidak sengaja di baca oleh detektif Zen.
Juga di bawahnya yang terdapat foto detektif Zen yang tengah memakai topeng legendarisnya saat itu, detektif Zen langsung saja mengambil koran tersebut dan dia membaca berita disana dengan sangat teliti sampai metanya terbelalak dengan lebar dan dia mengepalkan kedua tangannya dengan kuat, dia sangat marah dan merasa begitu kesal dengan orang yang sudah berani membuat berita bohong tentang dirinya seperti ini.
Detektif Zen juga mulai menyadari mengapa pria penjaga toko buku sebelumnya mengira dia sudah meninggal dan begitu syok sekali ketika melihatnya saat itu.
"AISHH....pantas saja kau sangat takut saat melihatku, jadi karena berita ini kau mengira aku sudah meninggal?" Ucap detektif Zen kepada pelayan pria tersebut dan langsung mendapatkan anggukkan kepala darinya dengan cepat.
"Maa..maa...maafkan saya detektif Zen saya hanya tidak mengetahui kebenaran apapun, maafkan saya," ucap penjaga itu terlihat sangat ketakutan sekarang.
Detektif Zen segera menghembuskan nafasnya untuk mengatur emosi di dalam dirinya setelah mengetahui hal tersebut yang membuat dia sangat marah besar, tetapi dia masih memiliki kepentingan lain yang jauh lebih penting di bandingkan urusan berita palsu tersebut, dan dia juga masih membutuhkan bantuan dari pria penjaga toko buku tersebut untuk membantunya mencari tahu mengenai buku misterius yang tengah dia cari saat ini.
Namun baru saja detektif Zen mengatur nafasnya dan berusaha mengendalikan emosi di dalam dirinya, justru dia malah melihat lagi tahun penerbitan koran tersebut termasuk berita yang ada di dalamnya dan dia sangat kaget ketika melihat tahun peluncurannya sudah terlewat tiga tahun lamanya, sejak dia di kabarkan menghilang.
"Huuhh....sabar sabar aku harus bisa mengendalikan diriku di saat-saat penting seperti ini, jangan membuang-buang waktu Zen," batin detektif Zen yang berusaha menahan emosinya.
"Aishh...aku tidak bisa! Dan apa ini 2010? Hah... Kenapa koran ini sudah terlihat sangat udang jika baru dikeluarkan tahun ini?" Tanya detektif Zen kepada pria disana.
"Maaf detektif Zen tetapi ini sudah tahu 2013. Dan itu adalah koran lama yang hendak aku buang," balas pria tersebut yang membuat detektif Zen langsung membelalakkan matanya dengan sangat lebar dan begitu kaget saat itu.
"Apa? 2013? Heh apa kau gila ya ini masih 2010 bodoh, bagaimana mungkin sudah berganti tahun sebanyak itu aku hanya beberapa Minggu saja menghilang!" Bentak detektif Zen yang masih belum bisa menerima semua itu.
Dan pria tersebut hanya menatap kebingungan bercampur takut kepada detektif Zen saat itu sebab dia mengetahui dengan jelas bahwa saat ini adalah tahun 2013 bukan tahun 2010 seperti yang di kira oleh detektif Zen saat itu.
"Maaf detektif Zen tetapi ini sungguh tahun 2013, lihatlah ini," balas pria penjaga toko buku tersebut sambil memperlihatkan ponselnya yang menunjukkan tahun saat ini berikut tanggal dan harinya.
Detektif Zen yang masih belum bisa mempercayai semua itu dia langsung saja merampas ponsel dari tangan pria tersebut dan mulai memeriksanya menyamakan dengan ponsel miliknya yang saat itu masih tersetel tanggal, dan tahun yang sama seperti sejak awal dia jatuh ke dunia aneh lewat buku tersebut.
"Hah...kenapa bisa begini, kau berbohong padaku ya? Kau pasti mengubah pengaturan di ponselmu, CK ..kau berani membohongi aku ya?" Ucap detektif Zen menatap tajam kepada pria tersebut, dan membuat pria itu semakin ketakutan.
"Tidak....tidak... detektif Zen ponsel ini selalu aku gunakan setiap hari dan tanggal juga tahun di dalamnya selalu berganti setiap hari dengan sendirinya aku tidak pernah melakukan pengaturan apapun, kamu bisa melihat kalender disana, itu adalah kalendernya dan di ponselmu juga menunjukkan tahun 2013," ucap pria itu menunjuk ke arah kalender dan mengatakan mengenai ponsel detektif Zen.
Detektif Zen semakin kaget dan kebingungan dia melihat kalender di sana memang menunjukkan kalender di tahun 2013, terlebih saat dia melihat kembali pada layar ponselnya tahun di sana sudah berganti menjadi tahun 2013 sama dengan apa yang ada di ponsel pria tersebut juga kalender yang tergantung di dinding itu.
__ADS_1
"Astaga...tidak....ini tidak mungkin pasti ada yang salah, aku harus segera menemukan buku sialan itu!" Ucap detektif Zen merasa sangat kesal dan dia tidak bisa membiarkan semuanya menjadi semakin rumit tidak tentu seperti ini.
Detektif Zen mengesampingkan semua hal janggal yang mulai dia rasakan sedikit demi sedikit sehingga dia segera saja meminta pria tersebut untuk membantunya mencari data lengkap mengenai buku yang dia maksudkan saat itu.
"Oke....abaikan mengenai tahunnya aku memang pergi selama ini, sekarang cepat kau cari data di tahun 2010 juga buku yang masuk dan keluar dari toko buku ini secepatnya!" Ucap detektif Zen memerintah ya.
Pria itu segera menuruti perintah dari detektif Zen, dia pergi ke gunung dan mencari berkasnya dengan cepat, hingga setelah membawanya pria itu segera menaruh setumpuk berkas yang sangat banyak di atas meja, berkas itu di penuhi dengan debu halus yang membuat mereka semua harus menutup hidung karena debu tersebut sedangkan detektif Zen sama sekali tidak terganggu dengan hal sepele seperti itu, dia langsung saja mengambil satu per satu berkas data di sana dan membacanya dengan teliti untuk mencari tahu mengenai buku aneh tersebut.
Hingga sang penjaga merasa keheranan karena itu sudah berlari selama beberapa jam dan detektif Zen juga sang raja api Lu Shi Cheng sama sekali belum bisa menemukan titik terang atau petunjuk apapun dari buku tersebut.
"Aishh...kenapa buku itu sama sekali tidak bisa aku temukan!" Bentak detektif Zen yang sudah sangat lelah mencari mengenai buku tersebut.
"Maaf detektif Zen tetapi jika kamu mengijinkan, buku apa yang sebenarnya tengah kalian cari, aku sudah bekerja sangat lama disini, dan siapa tahu aku mengetahui tentang buku yang kalian maksud kan tersebut." Ucap penjaga tersebut menawarkan bantuan.
"Buku itu adalah buku yang jelek memiliki sampul coklat begitu juga dengan isinya, judul bukunya adalah dunia ajaib, buku itu hanya di produksi di kota ini saja dan hanya beberapa perpustakaan dan toko buku yang menjualnya dan toko buku ini yang tersisa, aku sudah mencari ke semua perpustakaan sebelumnya dan mereka mengatakan bahwa buku itu tidak pernah ada disana padahal di internet mengatakan buku tersebut pernah di pasarkan disana," ucap detektif Zen memberitahukan kepada penjaga buku tersebut.
Dan yang membuat detektif Zen kaget sekaligus senang rupanya pria tersebut mengetahui mengenai buku aneh dan misterius tersebut bahkan dia memiliki foto buku tersebut di ponselnya yang dia tunjukkan kepada detektif Zen saat itu.
"Tunggu sepertinya aku mengetahui mengenai buku yang anda maksud, apakah ini bukunya yang kalian cari?" Ucap penjaga pria itu sambil menunjukkan foto buku tersebut di ponselnya.
Dan dengan cepat sang raja api mengangguk meng iyakan kepada pria tersebut, begitu pula dengan deteksi Zen.
Sementara detektif Zen masih saja berjaga-jaga dan dia menaruh curiga kepada pria tersebut, karena dia bisa mengetahui mengenai buku aneh yang sudah dia cari ke semua tempat selama ini namun tidak pernah dia temukan dan sangat sulit sekali untuk membaca buku aneh tersebut.
"Darimana kau bisa mendapatkan foto buku tersebut, apa kau menyimpannya sekarang?" Tanya detektif Zen kepada pria tersebut dengan mengerutkan kedua alisnya saat itu.
Pria tersebut terlihat agak gugup dan detektif semakin mencurigai dirinya gelagat pria tersebut yang sangat mencurigai saat itu, dia langsung bangkit berdiri dan mendekati pria penjaga perpustakaan tersebut semakin dekat untuk mendesaknya dan mencari tahu tentang kebenarannya saat itu.
"AA...AA...ahh...begini aku memang selalu memotret semua buku yang masuk ke toko karena agar aku tidak lupa jika ada orang yang tidak mengembalikan buku dan bisa mengganti dengan buku yang baru sedangkan buku ini sudah tidak di produksi lagi sejak lama, terakhir buku ini muncul di tiga tahun yang lalu, aku juga tidak sengaja menemukannya berada di kolong rak yang aku bersihkan, lalu buku ini di beli oleh seorang kakek dan sekarang sudah tidak tahu lagi," ucap pria penjaga tersebut mengatakannya.
"Apa kau berkata jujur kepadaku?" Tanya detektif Zen menaruh kecurigaan yang sangat besar terhadapnya.
Pria itu semakin gugup dan dia menundukkan kepalanya dengan cepat hingga membuat detektif Zen mulai mengangkat dagunya dan meminta alamat dari sang kakek yang membeli buku tersebut dari toko ini.
"Katakan....siapa kakek yang membeli buku itu, dan berikan informasi tentangnya kepadaku!" Ucap detektif Zen yang penuh dengan aura menakutkan saat itu.
__ADS_1
Pria tersebut sudah tidak bisa berkutik lagi dia bergerak pelan dan terus bergetar, namun diam-diam tangannya mengambil sebuah sapu yang ada di samping kursi dan saat itu dia hampir saja akan mem*kul detektif Zen dengan satu tersebut, namun untungnya sang raja api Lu Shi Cheng berhasil menahannya dengan cepat dan tepat sehingga sapu itu tidak mengenai kepala detektif Zen.
"Haaa!" Teriak pria itu yang hampir mem*kul kepala detektif Zen.
Detektif Zen juga sangat kaget dan dia tidak sempat mengelak, detektif Zen langsung menghindari pria tersebut dan dia langsung menendang perut pria itu sampai dia jatuh tergeletak ke lantai dan terus saja menghindari detektif Zen sambil berbicara histeris tidak jelas.
"Kau...beraninya kau mau menyerangku secara diam-diam seperti tadi, apa kau tidak tahu siapa aku hah! Aku tidak akan membiarkan orang sialan sepertimu hidup lebih lama di dunia!" Ucap detektif Zen sambil terus berjalan mendekatinya dan membuat pria itu semakin ketakutan.
"Tidak...aku mohon berikan ampunan padaku detektif Zen, tolong ampuni aku, aku tidak bermaksud melakukan semua ini maaf aku detektif Zen aku hanya diancam kakek itu, aku tidak tahu apapun hiks...hiks..." Ucap pria tersebut sambil bersujud di bawah kaki detektif Zen penuh dengan ketakutan
Detektif Zen mengangkat pria itu dengan mencengkram kerah pakaiannya dengan kuat sampai pria itu berdiri di hadapannya sambil memandang dengan tatapan yang penuh ketakutan.
"Aku bertanya padamu sekali lagi, dimana kakek itu atau kau akan mati di tanganku!" Ancam detektif Zen kepadanya lagi.
Pria itu pun mulai mengatakannya dengan terbata-bata dan dia masih saja terlihat lemas, detektif Zen memikirkan mengenai alamat tersebut, dan alamatnya sama dengan tempat dimana dia pernah mendatangi tempat yang dia pikir sebagai tempat penerbitan pertama buku tersebut.
"Katakan dengan benar!" Bentak detektif Zen untuk memastikan.
Pria itu langsung mengangguk dengan patuh dan mengatakan yang sebenarnya kepada detektif Zen saat itu.
"Benar detektif Zen aku tidak berani berbohong padamu aku sungguh mengatakan yang sebenarnya, kakek itu yang meminta dengan paksa agar dia bisa membeli buku tersebut dari toko kami padahal aku sudah mengatakan kepadanya bahwa buku itu sudah tidak bisa dijual lagi dan penulisnya juga tidak tahu siapa buku itu akan aku hancurkan bersama dengan buku-buku usang lainnya tetapi kakek itu menahanku, aku sedang butuh uang dan dia menawarkan banyak uang padaku untuk membeli buku itu jadi aku memberikannya." Balas pria itu mengatakan yang sebenarnya dan langsung saja detektif Zen melepaskan dia sambil sedikit mendoronganya hingga pria itu kembali jatuh tersungkur ke lantai dengan ketakutan.
Detektif Zen sudah merasa banyak hal janggal dan aneh yang dia rasakan juga dia terima belakangan ini sehingga dia mulai mencurigai tempat yang hanya tersisa sebuah lapangan tandus dengan banyak rumput ilalang di sekitarnya yang pernah dia temui, sebab alamat yang dikatakan oleh pria penjaga tadi sangat persis dengan alamat yang dia datangi sebelumnya.
Detektif Zen hendak pergi namun rupanya pria penjaga tadi masih belum puas dia masih mau menyerang detektif Zen lagi dari belakang dan dia kini hampir saja akan menusuk detektif Zen dengan sebuah pisau lipat yang dia sembunyikan dari saku celananya karena sebelumnya sang kakek yang membeli buku kepadanya sudah memberikan peringatan pada penjaga itu tentang akan kedatangan detektif Zen juga dia yang akan menanyakan mengenai semua hal ini, sehingga pria itu harus melakukannya dia tidak bisa membiarkan detektif Zen pergi dari sana dengan membawa semua informasi yang begitu banyak mengenai buku misterius yang hampir membuat pria penjaga itu jadi gila di buatnya.
"Haaaa....aakkk," teriak pria itu yang hampir saja menusuk detektif Zen dari belakang, namun lagi dan lagi untungnya raja api Lu Shi Cheng berhasil menahannya dan justru malah pedang pusaka dia yang lebih dulu menancap pada perut penjaga itu.
Detektif Zen berbalik dengan kaget melihat penjaga pria tersebut sudah tertangkap pedang milik sang raja api Lu Shi Cheng dengan di tangan pria itu yang memegangi sebuah pisau kecil yang di arahkan kepada dirinya, dan sang raja api langsung menarik tangan detektif Zen untuk menjauh dari pria tersebut sambil menarik kembali pedangnya yang sudah berlumuran darah segar dari pria tersebut.
"Astaga....apa yang sudah kau lakukan? Raja api kenapa kau malah membunuhnya, aahh bagai sekarang, kita sudah menjadi pembunuh," ucap detektif Zen merasa sangat kaget melihat kejadian ini.
Tetapi sang raja api Lu Shi Cheng justru malah tetap saja terlihat begitu santai dan berbicara dengan begitu mudahnya kepada detektif Zen seakan semua ini adalah hal biasa baginya.
"Aku benci pengkhianat dan pria ini sudah berkali-kali hendak mencelakai dirimu dari belakang, jadi aku harus melakukannya karena semua musuh harus di musnahkan!" Balas sang raja api berbicara dengan penuh percaya diri.
__ADS_1
Sedangkan detektif Zen hanya bisa menepuk keningnya dan merasa sangat panik tidak karuan saat itu, dia jelas tidak bermaksud untuk membunuh pria itu dan sang raja api juga tidak mengetahui hukum di dunia ini, karena di dunianya semua ini terlalu biasa bagi mereka dan semua hanya ada dalam genggam sang raja api saja.
"Huaa...kau konyol, di duniaku ini jauh berbeda dengan di duniamu, kau harus bisa membedakannya raja api, Astaga sekarang apa yang harus kita lakukan dengan mayat pria ini, ahhh kau hanya membuat aku semakin terlihat jahat dan kejam, ya ampun aku bisa berakhir di penjara jika begini," gerutu detektif Zen merasa panik seorang diri.