
"Detektif Zen..... Detektif Zen...dimana kamu... detektif Zen apa kamu meninggalkan aku di dunia aneh ini seorang diri sekarang.... detektif Zen!" Teriak sang raja api begitu keras dan terus saja sangat menakutkan.
Namun sayangnya saat ini detektif Zen sudah mengenakan earphone dengan volume yang tinggi di telinganya dan dia tentu saja tidak dapat mendengar teriakkan dari sang raja api yang memanggil namanya terus menerus dan berteriak merasa cemas sambil terus berusaha mencari keberadaan dirinya kesana kemari tanpa henti.
Sedangkan detektif Zen mulai mencari semua informasi mengenai buku tersebut di internet, dia membuka browser di laptopnya dan mulai mengetuk mengenai buku dunia ajaib tersebut, namun dia sama sekali tidak menemukannya, tapi detektif Zen sama sekali tidak menyerah dia membuka satu per satu website yang dia temukan dan terus saja dia mencarinya dengan teliti.
Hingga setengah beberapa jam kemudian dia akhirnya bisa menemukan salah satu artikel yang membahas mengenai buku dunia ajaib yang misterius dan hanya di tulis satu kali oleh penulisnya hingga penulisnya menghilang begitu saja begitu pula dengan cerita di dalam buku tersebut, ketika menemukan artikel itu detektif Zen langsung menyakiti semua informasi di dalamnya dan mencari tahu alamat website tersebut dengan teliti, bahkan detektif Zen berhasil mendapat alamat email orang yang membuat website tersebut dan perusahaan yang menerbitkan buku aneh tersebut.
"Waahhh...tidak mungkin ada perusahaan penerbit buku yang hanya menerbitkan satu buku saja, ini terlalu aneh, aku harus mencari tahunya nanti" gerutu detektif Zen sambil menyimpan semua indo yang sudah dia dapatkan dengan sangat baik.
Dan dia segera berlari keluar untuk mencari keberadaan sang raja api dan memberikan kabar baik itu kepadanya, hingga ketika detektif Zen membuka pintu kamarnya dan melihat tidak ada sang raja api di sekitar sana, bahkan ketika detektif Zen menatap ke segala penjuru rumahnya dia sama sekali tidak menemukan sang raja api.
"Raja api..... Raja api Lu Shi Cheng dimana kau?" Teriak detektif Zen terus saja mencarinya saat itu.
Dia mulai berjalan dan sedikit merasa cemas karena detektif Zen takut sang raja api akan keluar dari rumahnya dan pergi ke tempat yang tidak bisa dia temukan hingga detektif Zen mulai pergi ke seluruh ruangan yang ada di rumahnya saat itu dan dia tidak kunjung menemukan sang raja api setelah beberapa menit terus mencari di seisi rumahnya.
"Astaga...kemana dia pergi....Raja api dimana kau....raja api Lu Shi Cheng!" Teriak detektif Zen masih belum menyerah.
Hingga dia ingat ada satu tempat di rumahnya yang belum dia datangi, dan itu adalah ruang bawah tanah di rumahnya, tapi yang detektif Zen tahu harus menggunakan lift untuk sampai ke sana namun dia tidak berpikir bahwa sang raja api bisa menggunakan lift di rumahnya itu.
"Aaahhh... bagaimana jika dia benar-benar masuk ke dalam lift dan terjebak di dalamnya, aaahh aku harus segera mengeceknya" ucap detektif Zen dengan wajah yang panik dan tidak karuan.
Detektif Zen segera berlari menuju tempat lift di rumahnya berada dia segera menekan lift tersebut dan detektif Zen melihat dengan jelas bahwa liftnya tersebut sudah menyala dimana itu menunjukkan bahwa ada seseorang yang tengah naik dari bawah ke tempatnya saat itu.
"Hah....dia benar-benar di dalam, astaga...." Ucap detektif Zen yang sudah menduganya.
Hingga ketika lift itu terbuka rupanya sang raja api memang berada di dalam sana dan dia tengah membelakangi detektif Zen sambil terus memegangi dinding lift tersebut.
"Raja api Lu Shi Cheng" ucap detektif Zen memanggil namanya hingga membuat sang raja api langsung berbalik secepatnya saat itu.
Ketika melihat orang yang dia cari ada di belakangnya sang raja api Lu Shi Cheng terlihat sangat senang dan dia langsung saja berlari ke arah detektif Zen sambil langsung memeluknya dengan sangat era dan suaranya itu terdengar sangat cemas dan takut, itu membuat detektif Zen sendiri terperangah dan tidak menduga bahwa sang raja api yang kejam saja bisa panik seperti itu ketika dia tinggal sendiri.
"Detektif Zen....kemana saja kau, apa kau kembali ke duniaku sebelumnya, tolong jangan tinggalkan aku lagi detektif Zen" ujar sang raja Api Lu Shi Cheng sambil memeluk detektif Zen dengan sangat erat.
__ADS_1
Detektif Zen terus saja terperangah membulatkan kedua tangannya dan dengan perlahan dia pun membalas pelukan sang raja api itu sambil mengelus punggungnya pelan untuk menenangkan sang raja api.
Beberapa saat setelah kejadian itu mereka mulai menjadi gugup satu sama lain dan tidak bicara, mereka hanya duduk bersampingan di sofa dan detektif Zen yang memutuskan untuk memulai pembicaraan lebih awal karena dia akan memberitahu mengenai jalan keluar yang bisa mereka coba agar bisa menemukan buku tersebut.
"Raja Api Lu Shi Cheng... Aku sudah menemukan cara untuk mengembalikannya ke duniamu itu" ucap detektif Zen yang langsung membuat sang raja api menoleh ke arahnya dengan mata yang terbuka sangat lebar.
"Apa kau sungguh menemukannya?" Tanya sang raja api terlihat cukup kaget saat itu.
Detektif Zen langsung mengangguk dan dia segera bangkit berdiri hendak mengambil laptop miliknya saat itu.
"Tunggu disini aku akan memperlihatkan padamu sesuatu" ujar detektif Zen sambil langsung berlari dengan cepat mengambil laptop di kamarnya dan dia segera kembali lagi duduk di samping sang raja Api Lu Shi Cheng saat itu.
Detektif Zen mulai menunjukkan mengenai semua hal yang dia dapatkan dan menjelaskan rencana yang akan dia lakukan untuk mencari keberadaan buku aneh tersebut.
"Ini lihatlah kita akan pergi ke tempat ini, aku akan menanyakan pada perusahaan penerbit buku ini, karena aku sangat yakin bahwa orang yang mencetak buku ini pasti tahu siapa penulisnya dengan kita menemukan penulisnya maka kita bisa menanyakan apakah penulis itu memiliki bukunya atau tidak, sebab dalam informasi di dalam artikel ini buku itu sudah di cepat sepuluh tahun yang lalu dan hanya ada satu buku yang di cetak, meski di sini mengatakan penulisnya menghilang setelah menerbitkan buku itu dan membaca ulang isi dari cerita yang dia buat sendiri, tetapi penerbit itu mulai menerbitkan buku baru beberapa waktu lalu jadi aku pikir mungkin saja penerbit itu tidak menghilang tetapi dia hanya bersembunyi dalam waktu yang cukup lama" ucap detektif Zen menjelaskannya dengan sangat serius dan penuh semangat.
Dia sangat optimis bahwa dirinya bisa menemukan penulis misterius tersebut dengan mencari buku terbaru yang dia terbitkan pada penerbit yang sama belakangan ini, meski akan sangat sulit untuk mencari informasi mengenai penulis misterius seperti itu tetapi detektif Zen adalah detektif yang sudah berpengalaman dalam waktu cukup lama dan dia selalu bisa memecahkan semua kasus yang dia hadapi selama ini sehingga dia begitu optimis saat ini.
Sayangnya sang raja api sama sekali tidak mengerti dengan semua hal yang di bicarakan oleh detektif Zen karena dia sama sekali tidak tahu apa itu penulis dan mengapa dia bisa membuat cerita seperti itu, itulah yang di pikirkan oleh sang raja api selama detektif Zen terus menjelaskan dengan teliti kepadanya.
Alhasil saat detektif Zen menanyakan itu sang raja api Lu Shi Cheng langsung saja menggelengkan kepala yang menandakan memang dia tidak memahami semua hal yang di jelaskan oleh detektif Zen saat itu padanya.
"Aishhh... sia-sia sudah aku menjelaskan semuanya kepadamu, sudahlah sekarang hal pertama yang harus kita lakukan adalah, menentukan toko buku mana saja yang akan kita temui untuk mengambil karyawa dari penulis dengan nama penam Mr. Black ini, dan kau harus mengganti gaya pakaianmu jika kau mau ikut bekerjasama dalam memecahkan kasus ini denganku" balas sang detektif Zen yang masih saja tidak bisa di pahami sepenuhnya oleh sang raja api saat itu.
Raja Api Lu Shi Cheng hanya menatap dengan tatapan kebingungan kepada detektif Zen dan itu cukup membuat detektif Zen frustasi di buatnya.
"Aaahhh...aku sangat kesal bicara dengan orang kuno seperti dia" tabah detektif Zen sambil menepuk jidatnya cukup keras saat itu.
Terlihat jelas sekali bahwa detektif Zen sangat pasrah kala itu dan dia sudah tidak bisa melakukan apapun lagi selain menerima semuanya dan dengan cepat dia pergi untuk membelikan pakaian bagi sang raja api karena dia sama sekali tidak memiliki pakaian untuk pria di lemarinya, walaupun ada pakaian miliknya yang bisa di gunakan oleh pria atau wanita namun dia rasa tinggi dan ukurannya tidak akan sama dengan tubuh sang raja api Lu Shi Cheng yang lebih tinggi daripada dirinya.
"Sudahlah, raja api kau diam di rumah ini, tunggu sampai aku kembali oke, apa kamu mengerti perkataanku?" Ucap detektif Zen berusaha berbicara dengannya dengan jelas.
"Kamu mau pergi kemana? Tidak bisakah aku ikut denganmu detektif Zen?" Balas sang raja api kepada detektif Zen,
__ADS_1
"Tidak....kamu tidak bisa ikut denganku Baginda raja, karena pakaian dan tampilannya ini sangat tidak cocok untuk keluar dari rumah dan dilihat semua orang, itu akan sangat memalukan dan mereka akan mengira bahwa kau tengah mengikuti teater dan sebagainya" balas detektif Zen mengatakannya.
Raja Api Lu Shi Cheng terlihat marah dan dia mungkin tidak terima karena pakaian kebesarannya yang sangat dia banggakan dan dianggap sangat mahal juga sangat luar biasa di dunianya malah mendapatkan kritikan pedas dari detektif Zen saat itu.
"Apa yang kamu katakan detektif Zen, pakaian ini adalah pakaian kebesaran raja dan ini adalah pakaian yang sangat istimewa dan khusus hanya di buat untuk sang raja api yang berkuasa saja, kamu tidak bisa menghinanya seperti itu dengan ucapanmu barusan, pakaian ini jauh lebih bagus daripada pakaian kendor yang kamu gunakan" balas sang raja api membuat detektif Zen benar-benar tertusuk tajam dengan ucapannya tersebut.
"Hah?...hahaha....setidaknya pakaian kendorku ini masih bisa di pakai di depan umum, bukan pakaian kuno sepertimu yang sangat aneh!" Balas detektif Zen sangat kesal.
Mereka mulai saling tatap satu sama lain dengan tatapan yang tajam dan terus saja merasa marah dan kesal satu sama lain, seakan mereka berdua tengah saling bertarung menggunakan tatapan mata yang tajam satu sama lain tidak ada yang mau mengalah hingga keduanya langsung saling membalikkan badan satu sama lain sekaligus.
"Ckk....dasar raja api kuno dan sangat menjengkelkan sudah jelas pakaiannya itu sangat jelek aishh... bagaimana cara aku memberitahunya!" Gerutu detektif Zen sangat kesal.
"Dia adalah manusia pertama yang berani menghina pakaian kebesaran raja yang sangat luar biasa ini, dia benar-benar tidak memiliki selera yang bagus" batin sang raja api memikirkan.
Detektif Zen pun memutuskan untuk segera pergi ke kamarnya dan dia mulai mencari pakaian miliknya yang sekiranya bisa di gunakan oleh sang raja api saat ini.
Detektif Zen yang selalu memakai pakaian berwarna hitam hingga semua isi di dalam lemarinya adalah pakaian berwarna hitam semua dan dia mulai mengeluarkan semua pakaiannya itu dengan kasar dan terburu-buru untuk menemukan pakaian yang cocok bagi sang raja api.
"Aaahhh...tidak ada yang cocok dengannya, apa yang harus dia pakai tidak mungkin dia keluar dengan menggunakan jubah besarnya itu dan mahkota seperti akar pohon dengan lahar menyala di kepalanya itu, rambutnya juga kenapa harus sepanjang itu sih, aaahh...aku harus membawanya ke salon untuk memotong rambutnya juga" gerutu detektif Zen terus saja memikirkan cara untuk mengubah penampilan sang raja api agar dia bisa membawanya keluar karena tidak mungkin jika hanya dia sendiri yang pergi menyelesaikan misi se sulit ini sendirian.
Detektif Zen terus menggerutu mengacak semua pakaian yang ada disana sampai saat sang raja api masuk ke dalam kamarnya dia terkena lemparan pakaian dari detektif Zen berkali-kali yang di lemparkan ke belakang secara sembarangan oleh detektif Zen saat itu.
"Aish ....kemana pakaian itu ya, perasaan aku menyimpannya disini, dimana dia" gerutu detektif Zen terus menerus,
Hingga sang raja api mulai tidak bisa lagi kekesalan dan emosi di dalam dirinya karena sekujur tubuhnya juga kepala dia yang sudah tertutupi oleh pakaian yang di lempar ke belakang oleh detektif Zen saat itu, dia pun langsung berteriak memanggil nama detektif Zen dengan menggelegar dan sangat kencang sekali saat itu.
"Detektif ZEN!" Teriak sang raja api sungguh terdengar mengerikan di telinga setiap orang yang bisa mendengarnya.
Sedangkan detektif Zen juga sangat kaget ketika berbalik dan melihat kepala sang raja api Lu Shi Cheng yang sudah tertutupi oleh semua pakaian miliknya itu membuat detektif Zen langsung menutup mulutnya yang terperangah kaget mihatnya.
"Ohhh ..astaga...aku lupa....aaahh...ma..ma..maafkan aku raja api, hehe aku sungguh tidak melihatmu, ayo menunduk aku akan mengambilkan semua pakaian itu dari kepalamu ahaha...maafkan aku" ucap detektif Zen sambil segera mengambil semua pakaian itu dengan pelan dari kepala sang raja api.
Tidak bisa di bohongi detektif Zen sendiri juga merasa sangat takut dan tangannya sedikit bergetar ketika dia menarik pakaian yang menutupi wajah sang raja api Lu Shi Cheng lalu terlihat jelas wajahnya sangat marah bahkan sang raja api mengeratkan giginya dengan kuat juga rahang yang keras dan bergetar cukup kuat menahan emosi pada detektif Zen saat itu.
__ADS_1
"Aaaahaha...raja api kau tidak boleh marah kepadaku, aku juga tidak tahu kalau kau ada di belakang seperti itu, ayo tarik nafas dan buanglah dengan perlahan, aku akan membantumu untuk kembali ke duniamu lagi jika kau bisa sedikit bersabar," ucap detektif Zen sambil tersenyum sedikit takut dan cemas kepadanya saat itu.