
Namun raja api sama sekali tidak tergerak dan dia langsung saja kembali mendesak detektif Zen saat itu hingga membuat detektif Zen mulai merasa tidak menentu dia langsung mundur dengan perlahan selangkah demi selangkah untuk menghindari sang raja api yang teru menyipitkan matanya dan mendesak dia dengan cepat sampai detektif Zen mulai memberanikan diri untuk menghentikan tingkahnya tersebut.
"Aaahh ...berhenti... berhenti, apa yang mau kau lakukan, kenapa kau terus mendesakku seperti itu?" Ucap detektif Zen melupakan logat di tempat tersebut karena dia sedikit panik.
Sedangkan sang raja Api Lu Shi Cheng yang tidak terlalu memahami cara bicara detektif Zen yang terkenal seperti bahasa kasar di negerinya dia mulai semakin membelalakkan matanya dan langsung saja menarik tangan detektif Zen dengan erat.
"Aaaa....aahhh....lepaskan tanganku baginda raja, apa yang akan kamu lakukan tolong lepaskan aku akan membawamu ke tempatku, oke....aku akan membawamu agar kau percaya nantinya" ucap detektif Zen terpaksa berbicara menyetujuinya.
Setelah mendengar ucapan dari detektif Zen yang menyetujui hal tersebut akhirnya sang baginda raja api segera melepaskan genggaman tangannya pada detektif Zen karena kebetulan saat itu juga terdengar sebuah keramaian di luar yang cukup rusuhhingga membuat fokus sang raja api Lu Shi Cheng teralihkan dan dia segera menoleh ke arah pintu keluar saat itu.
"Lepaskan tanganku aku akan melihat dan bertemu kakakku tidak mungkin dia memerintahkan aku tidak boleh menemuinya" teriakkan Bian Cheng dari luar sana yang sangat kencang saat itu.
Detektif Zen membelalakkan mata dan dengan cepat menjauh juga melepaskan tangannya dari pegangan sang raja api secepatnya saat itu, sambil segera dia menyuruh sang raja api untuk menemui adiknya tersebut karena Bian Cheng terdengar sangat memberontak di luar sana.
"AA..ahhh...lihatlah Bian Cheng sepertinya hendak menemuimu, sebaiknya kita segera temui dia sebelum dia akan merasa curiga dengan anda baginda raja" ucap detektif Zen.
Sang raja api Lu Shi Cheng akhirnya segera pergi ke pintu keluar dan detektif Zen mengikutinya perlahan di belakang hingga sang raja api langsung membuka pintu tersebut dengan kedua tangannya sekaligus dan melihat secara langsung sang adik Bian Cheng terlihat tengah di pegangan dan ditahan dengan kuat oleh kedua penjaganya.
"Ha...itu kakakku, cepat lepaskan aku, hey...apa kalian tidak mendengarkan perintah dari seorang panglima perang!" Bentak Bian Cheng yang terdengar sangat kesal sekali saat itu.
Detektif Zen sendiri bahkan bersembunyi di balik tubuh sang raja api sambil menarik jubah tersebut dan memegangi jubah sang raja api itu dengan cukup erat sebab tidak bisa di sangkal bahwa saat itu detektif Zen merasa cukup takut ketika melihat Bian Cheng yang memandang dia dengan tatapan tajam yang cukup mengerikan saat itu, sehingga dia langsung bersembunyi sedangkan sang raja api yang meliriknya ke samping dia segera saja menarik tangan detektif Zen dan membuatnya berdiri di sampingnya.
"Berdirilah di sampingku karena kau calon ratu!" Ucap sang raja api dengan sangat tegas kepada detektif Zen dan menarik tangannya cukup kasar.
Detektif Zen pun tidak bisa melakukan apapun lagi sehingga dia hanya bisa berdiri sambil menundukkan kepalanya sedikit untuk menghindari tatapan dari Bian Cheng sedangkan sang raja api yang melihat itu seakan dia mengetahui apa yang di rasakan oleh detektif Zen saat itu, tiba-tiba saja sang raja api menyentuh dagu detektif Zen yang membuat detektif Zen langsung membelalakkan matanya dengan sangat lebar dan dia terlihat sangat kaget sekali.
"Tegakkan kepalamu, seorang calon ratu tidak pantas menundukkan kepalanya pada siapapun kecuali di hadapanku, apa kau mengerti?" Ucap sang raja api dengan wajah yang sangat serius dan tatapan matanya yang begitu tajam pada detektif Zen.
Bahkan detektif Zen sendiri hingga kesulitan menelan salivanya sendiri hingga dia langsung saja mengangguk dan menjadi sedikit tegang saat itu, dia merasa sangat takut dan cemas di sisi lain dia tidak ingin melihat Bian Cheng yang terlihat mulai berjalan menghampiri ke arah dia, tapi di sampingnya ada sang raja api yang memperhatikan dia dengan ujung matanya sehingga dia seperti sebuah patung dan tidak bisa melakukan apapun sama sekali.
"Aaahh ...ini terlalu menegangkan dan sangat menyebalkan aku tidak bisa bergerak harus sampai kapan?" Batin detektif Zen merasa sangat tidak karuan.
Sampai akhirnya Bian Cheng langsung saja menghadap kepada sang baginda raja dan mengutarakan semua yang terjadi pada putri Shin sebelumnya termasuk ancaman yang diberikan oleh putri Shin untuk baginda raja api juga untuk sang calon ratu yang tidak lain adalah detektif Zen sendiri.
Namun setelah Bian Cheng mengutarakan semua itu sang raja api sama sekali tidak mengubah ekspresi di wajahnya, dia terus terlihat sangat santai dan seakan tidak perduli sama sekali.
__ADS_1
"Biarkan dia melakukan apa yang dia inginkan kita hanya perlu melihatnya secara diam-diam saja" balas sang raja api yang membuat aku juga Bian Cheng langsung melirik dengan membulatkan mata kepadanya.
"A..apa? Kak, kenapa kau terlihat begitu tenang seperti ini dalam menghadapinya, dia jauh lebih berbahaya di bandingkan kita melakukan perang secara langsung di medan perang, dia bahkan menduakan kerajaan suci dan dia berani mengkhianati pria yang dia cintai An Chen lalu bagaimana dengan kita, dia pasti akan sangat berani melakukan hal yang lebih parah pada kita, dia tidak bisa dianggap remeh kak" ujar sang adik Bian Cheng dengan wajah yang sangat serius seperti itu.
Bukan hanya Bian Cheng yang kaget dengan jawaban yang di berikan oleh sang raja api Lu Shi Cheng saat itu, tetapi detektif Zen sendiri sama kagetnya karena dia juga merasa takut keselamatan dirinya akan terancam sebab dia mendengar bahwa putri Shin itu benar-benar terdengar seperti pengkhianat yang handal di tambah dia mengancam untuk mencelakakan dirinya, tentu saja detektif Zen merasa sangat takut.
"Astaga.... bagaimana denganmu dia mungkin tidak takut karena dia sudah tahu bahwa aku bukan putri Xiao You yang sesungguhnya, ahhh aku tidak ingin menjadi korban dari perseteruan manusia aneh ini" batin detektif Zen saat itu.
Hingga tidak lama sang raja api mulai menggenggam tangan detektif Zen dengan lembut di hadapan Bian Cheng juga prajurit lainnya yang berjajar rapih di sana saat itu.
"Jangan cemas aku akan berada di sampingmu selalu, dan kau akan selalu aman jika berada di dalam kerajaan api ini, dia tidak akan bisa melakukan apapun kepadamu" ujar sang raja api begitu saja.
Dia berbicara seakan dia tengah benar-benar akan melindungi detektif Zen saat itu hingga detektif Zen mulai merasakan detak jantungnya yang tiba-tiba saja terasa sangat kencang juga perasaannya yang tidak menentu, dia pun dengan cepat menarik kembali tangannya dengan cepat karena dia tidak ingin tenggelam dalam perasaan yang tidak menentu seperti itu.
"A..aahh...aku percaya denganmu baginda raja, terimakasih" balas detektif Zen dengan perasaan yang masih tidak karuan.
Sedangkan Bian Cheng sama sekali tidak mengerti lagi dengan pemikiran kakaknya saat itu sebab dia mulai merasa kakaknya semakin aneh dan berubah sejak bertemu dengan detektif Zen saat itu, dia hanya bisa menghembuskan nafas dengan cukup berat saat itu.
"Huuuhh....ya sudahlah kak, aku juga mempercayai dirimu tapi kau harus tetap siaga dan jangan menjadi lengah, aku undur diri" balas Bian Cheng saat itu dan segera pergi dari sana secepatnya.
Setelah Bian Cheng sudah pergi kini hanya tinggal detektif Zen lagi dan sang baginda raja yang ada di tempat itu lalu baginda raja segera menyuruh detektif Zen untuk membuktikan lagi kepadanya bahwa memang dirinya bukan berasal dari dunia ini.
Detektif Zen bahkan sempat berpikir bahwa sang raja api itu adalah sebuah robot yang tidak memiliki hati dan perasaan sedikitpun karena semua tingkahnya benar-benar sangat dingin dan dia dikenal dengan kekejamannya, di takuti semua orang juga terlihat sangat tinggi serta jubahnya yang besar bak seperti sebuah jubah drakula di kehidupan detektif Zen.
"Tunjukkan padaku dimana dunia yang kau maksudkan sebagai tempat asalmu itu" balas sang raja api kepadanya.
Detektif Zen langsung kembali terperangah karena dia pikir raja api Lu Shi Cheng itu tidak akan mengingatnya lagi setelah terpotong oleh kejadian Bian Cheng sebelumnya namun nyatanya dia masih mengingatnya dengan sangat baik dan terus menagih hal tersebut kepada detektif Zen saat itu hingga sekarang detektif Zen tidak tahu bagaimana cara membalas ucapannya tersebut.
Sebab pada nyatanya dia sendiri pun tidak tahu bagaimana caranya dia agar bisa kembali ke dunia asalnya dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada dirinya saat itu, detektif Zen menjawabnya dengan gugup dan penuh dengan keraguan sebab dia juga tidak tahu dengan pasti apa semua itu akan berhasil atau tidak kali ini.
"AA...a...oh ..itu kita haru pergi ke kamarmu dan aku bisa pergi ke duniaku lewat rak buku yang ada di kamarmu itu" balas detektif Zen yang sangat tidak meyakinkan di mata sang raja api.
Bahkan raja api sangat mengerutkan kedua alisnya dengan sangat tajam dan dia terus saja menyipitkan matanya menatap penuh penyelidikan kepada detektif Zen karena ucapan darinya sangatlah tidak masuk akal sedikit pun dengan apa yang tengah mereka bicarakan saat itu.
"Apa kau yakin itu adalah jalan pintasnya?" Tanya sang raja api yang seakan tidak mempercayai ucapan dari detektif Zen sedikitpun.
__ADS_1
"Apa kamu tidak mempercayai aku raja api? Bukankah kamu sendiri yang pernah melihat aku tersedot ke dalam rak buku tersebut secara tiba-tiba?" Balas detektif Zen menjelaskannya.
Dia benar-benar tidak habis pikir di buatnya karena sang raja api masih bisa meragukan dirinya disaa dia sudah pernah melihat hal janggal yang terjadi denganku saat itu, tapi sorot matanya itu tetap saja memperlihatkan wajah tidak percayanya, hal itu membuat sang detektif Zen merasa sangat kesal karena dia terkes seperti tengah di remehkan olehnya atau di pandang tengah berbohong padanya.
padahal detektif Zen benar-benar mengatakan semuanya dengan benar dan nyata, sebab dia sendiri yang sudah pernah mengalaminya secara langsung walau sebenarnya dia juga masih merasa ragu dan tidak tahu apakah hal itu akan berhasil lagi atau tidak sama sekali.
"Ucapanmu sangat tidak logis dan itu tidak mudah untuk di percaya jadi mari kita buktikan secara nyata" balas sang raja api yang membuat amarah dalam diri detektif Zen semakin merebak dan dia tidak bisa menahannya.
"Raja api sialan, aishhh.....konyol kenapa dia terus saja meminta bukti dan bukti bukankah aku yang memiliki karakter berbeda dengan putri Xiao You itu sudah sangat jelas ya, aaarrkkkkhh...aku ingin menghajarnya sekarang" gerutu detektif Zen pelan di belakang sang Baginda raja yang berjalan lebih dulu menuju kamarnya saat itu.
Hingga sesampainya disana sang raja api langsung menyuruh detektif Zen untuk memperlihatkan apa yang sudah dia katakan sebelumnya.
"Ayo tunjukkan padaku sekarang" balas sang raja api begitu saja.
Detektif Zen pun mengangguk dan dia mulai berjalan mendekati tak buku tersebut dengan perlahan dan dia mencoba menjadi salah satu buku yang berwarna coklat dengan tulisan dunia ajaib pada sampul bukunya, dia awalnya sangat kesulitan untuk menemukan buku tersebut karena dia sudah sangat dimana terakhir kali dia pernah melihatnya sebab sekarang dia sudah tidak memiliki buku itu.
Sehingga detektif Zen pikir buku itu pasti akan kembali ke tempatnya semula jika dia kembali lagi ke tempat itu dan berusaha untuk mengambilnya lagi, tapi nyatanya mencari buku tersebut cukup sulit ketika ada banyak buku di sekitar sana, sedangkan sang raja Ali sendiri malah mendesaknya terus menerus merasa tidak sabar untuk melihatnya.
"Mana..... kenapa kau hanya berjalan tidak jelas seperti itu, apa kau sudah menemukan jalannya?" Tanya sang baginda raja api Lu Shi Cheng dengan wajahnya yang terlihat sangat kesal.
Detektif Zen sendiri tahu kenapa bisa begini dan dia kebingungan dengan apa yang harus dia jawab kepada sang raja api tersebut sebab dia juga merasa kebingungan mencari keberadaan buku ajaib tersebut.
"EU...itu..aku harus menemukan sebuah buku dengan tulisan dunia ajaib terlebih dahulu, bisakah kamu membantuku untuk mencarinya agar bisa lebih cepat di temukan" ucap detektif Zen memberanikan diri meminta bantuan pada sang baginda raja saat itu.
Baginda raja api pun segera saja berjalan menghampiri detektif Zen dengan perlahan dan dia mulai memegangi buku-buku yang berada di dalam rak bukunya saat itu, dia membantu detektif Zen untuk mulai mencari buku tersebut, hingga dia mulai menanyakan buku seperti apa yang tengah di cari oleh detektif Zen saat itu.
"Tunggu, buku seperti apa yang kau cari sebenarnya?" Tanya sang raja api saat itu.
"Aahh?....jadi sedari tadi kau tidak tahu buku apa yang tengah kau cari?" Ucap detektif Zen merasa cukup kaget mendengarnya.
Sang raja api hanya menganggukkan kepalanya pelan dan detektif Zen hanya bisa menghembuskan nafas dengan kasar dan pasrah karena semuanya sudah terjadi.
"Aishh....ternyata raja api yang perkasa saja bisa sebodoh ini ya?" Gerutu detektif Zen pelan saat itu.
Untunglah sang baginda raja api tidak akan mengerti dengan jelas apa yang dikatakan oleh detektif Zen saat itu, seandainya sang raja api memahami bahasanya maka dia akan habis dan mungkin hidupnya sudah di ujung tanduk sekarang karena sangat berani sekali mengatai seorang raja api Lu Shi Cheng yang kejam dan sangat menyeramkan itu.
__ADS_1
"Baiklah buku yang aku cari adalah sebuah buku coklat yang tidak ada isi di dalamnya buku itu sangat usang dan terlihat seperti sebuah buku sihir dengan tulisan dunia ajaib di cover dan samping bukunya" balas detektif Zen menjelaskan bentu buku tersebut.
Raja api kembali mencarinya mereka berdua terus saja mencari buku tersebut mulai dari rak yang satu hingga ke rak kedua dan seterusnya mereka terus mencari keberadaan buku itu tanpa henti.