
Setidaknya detektif Zen sudah merasa sedikit jauh lebih tenang karena sang raja api sudah mempercayai dia saat itu walaupun mungkin kepercayaan dari sang raja api kepadanya tidak sepenuhnya, jadi tentu saja saat itu detektif Zen segera pergi dari sana.
"AA... Aaahhh Baginda raja kami pasti sudah laparkan aku akan pergi memasak ke dapur kamu tunggulah disini oke," ucap detektif Zen sengaja memalingkan ucapannya dan segera saja dia pergi dari sana dengan cepat.
Dia pun segera pergi dari hadapan sang raja api secepatnya sedangkan raja api Lu Shi Cheng sendiri terus memperhatikan gerak gerik detektif Zen seakan dia masih saja mencurigai detektif Zen saat itu, bahkan disaat detektif Zen sudah pergi ke dapur tetap saja baginda raja api Lu Shi Cheng menatap ke arahnya dengan tatapan yang tajam dan sedikit menyipitkan matanya saat itu.
Detektif Zen sendiri merasa sangat gugup dan sedikit tidak nyaman karena terus di perhatikan seperti itu tanpa berkedip oleh Baginda raja api Lu Shi Cheng, meskipun harganya agak jauh tetap saja dia masih bisa merasakan bahwa sang raja api masih berdiri memandangi dirinya saat itu.
"Ya ampun kenapa dia malah menjadi seperti patung begitu, untuk apa dia terus berdiri disana dan menatap seperti itu kepadaku, aaahh benar-benar menakutkan," batin detektif Zen yang terus saja merasa sangat cemas saat itu.
Dia mulai membuka lemari es disana dan nyatanya tidak ada apapun yang bisa dia masak hanya ada sebuah sosin juga mie instan yang tersedia disana juga sebuah sosis yang hanya tinggal satu buah lagi, detektif Zen mengeluh dengan cukup keras serta menghembuskan nafasnya dengan kasar sebab dia lupa tidak berbelanja kebutuhan makannya untuk saat ini.
"Aahhhh...sial aku lupa untuk menyetok bahan makanan, bagaimana sekarang, apa yang harus aku masak untuknya, apa dia bisa memakan mie instan seperti ini?" Gerutu detektif Zen saat itu.
Dia merasa bingung dan sedikit ragu untuk memasakkan mie instan bagi sang raja api Lu Shi Cheng tetapi ketika kembali menoleh melihat ke arah sang raja api yang masih memberikan tatapan tajam dengan lekat kepada dirinya, detektif Zen juga tidak memiliki pilihan lain lagi sehingga dia tetap saja memutuskan untuk memasak mie instan tersebut daripada dia akan kelaparan nantinya, ataupun sang raja api Lu Shi Cheng yang mungkin saja akan marah dengannya jika dia tidak di berikan makanan sama sekali saat itu olehnya.
"Aahh persetan dengannya, bodoh amat aku tidak perduli, mau dia suka atau tidak yang penting aku sudah membuatkannya, daripada nanti dia semakin marah padaku, itu akan lebih merepotkan lagi nantinya," ucap detektif Zen yang sudah tidak perduli lagi dengan semua hal tentang sang raja api Lu Shi Cheng nantinya.
Dia pun segera saja mengambil sosis tersebut termasuk sayur sosin juga dia buah mie instan yang tersisa di dalam lemari es kala itu, dia mulai memanaskan air pada kompor disana dan mulai memotong sayuran itu dengan perlahan, sampai ketika airnya sudah mendidih dia segera memasukkan mie itu ke dalam sana dan menutupnya dengan cepat.
Detektif Zen mulai mengajak sang raja api Lu Shi Cheng untuk duduk di meja makan karena mie instan itu sudah hampir matang jadi detektif Zen mempersilahkan dia untuk duduk sambil membantu menarikkan kursi untuknya.
"Baginda raja, ayo kemarilah duduk disini aku akan segera menyajikan makanannya untukmu," ujar detektif Zen sambil tersenyum kepadanya.
Baginda raja api Lu Shi Cheng pun segera berjalan menghampirinya dan dia langsung duduk pada kursi yang sudah di dorongan oleh detektif Zen sebelumnya, kemudian detektif Zen segera mengambil mie instan yang sudah matang dan memasukkan semua bumbunya ke dalam tidak lupa dia juga mengurus sosis yang hanya tersisa satu potong lagi saat itu dia memasukkannya juga ke dalam mie instan beserta dengan sayuran yang ada saat itu.
Detektif Zen terlihat agak gugup untuk menyajikannya namun dia dengan cepat berusaha untuk menarik nafas dengan kuat dan membuangnya perlahan sebelum benar-benar akan menyajikan makanan itu di hadapan baginda raja api Lu Shi Cheng disana.
"Huuhhh... tenang-tenang aku akan berusaha untuk tenang, dia pasti bisa menikmati mie ini, kalaupun tidak aku tidak perduli aahhh," ucap detektif Zen sambil terus saja bersikap siap untuk menyajikan mie instan itu kepadanya.
Dia segera berjalan menghampiri meja makan disana dan mulai menaruh semangkuk mie instan itu di hadapan baginda raja api Lu Shi Cheng, termasuk menaruh mangkuk miliknya juga di hadapan sang raja api Lu Shi Cheng saat itu.
__ADS_1
"Ini baginda silahkan anda nikmati, semoga anda menyukainya," ucap detektif Zen mempersilahkan kepada sang raja api Lu Shi Cheng kala itu.
Sang raja api Lu Shi Cheng yang melihat mie di dalam mangkuk miliknya dia terlihat mengerutkan kedua alisnya itu dengan kuat dan menekuk begitu tajam, terlihat dengan jelas bahwa saat itu dia merasa sangat aneh dengan makanan yang disajikan di hadapannya, mie yang panjang dengan sayuran sosin juga ada potongan sosis kecil-kecil di dalamnya membuat Baginda raja api Lu Shi Cheng terus menatapnya dengan heran kala itu.
"Makanan apa ini, apa ini semacam hewan laut?" Tanya Baginda raja api Lu Shi Cheng kepada detektif Zen saat itu.
Detektif Zen langsung saja menatap dengan heran dan dia bahkan membelalakkan matanya cukup lebar saking kagetnya mendengar ucapan dari baginda raja api yang malah mengira mie instan sebagai hewan laut, padahal itu adalah makanan yang terbuat dari tepung.
"Aah?.... Tidak tidak ini makanan yang terbuat dari tepung, rasanya agak kenyal dan nikmat, coba saja kamu cicipi sedikit dahulu, aku yakin kamu pasti akan menyukainya," ujar detektif Zen menjelaskan kepadanya.
Baginda raja api Lu Shi Cheng segera mengambil sendok disana dan mulai mencicipinya sedikit, lalu saat dia sudah memasukkan sesuai mie itu ke dalam mulutnya dia langsung saja membelalakkan mata dengan sangat lebar dan langsung saja menyantap mie itu dengan begitu lahap dan sangat cepat.
Awalnya detektif Zen sudah merasa sangat tegang dan takut sang raja api Lu Shi Cheng tidak akan menyukai makanan seperti itu, namun setelah melihat bagai sang raja api Lu Shi Cheng yang menyantap mie instan buatannya dengan sangat rakus dan lahap, tentu saja detektif Zen langsung merasa senang karena ternyata mie itu bisa dinikmati dengan benar oleh sang raja api, sehingga dia tidak perlu takut akan amarah darinya.
"Wahh.. detektif Zen ini sangat nikmat dan enak, benar-benar makanan yang paling enak yang pernah aku rasakan diantara banyaknya makanan lain yang pernah aku coba selama ini." Ujar sang raja api Lu Shi Cheng yang nampak sangat menyukainya.
Detektif Zen langsung tersenyum lebar dan entah kenapa dia benar-benar merasa puas ketika mendengar jawaban seperti itu dari sang raja api, dia merasa semua kerja kerasnya untuk memasak mie itu di malam hari seperti ini tidaklah sia-sia jika mie itu sendiri dapat dinikmati secara langsung oleh sang raja api dengan begitu lahap.
"Raja api Lu Shi Cheng, makanlah dengan perlahan tidak akan ada yang mencuri mie itu darimu, kau akan tersedak jika makan secepat itu," ucap detektif Zen sambil tersenyum memberitahunya.
Sang raja api Lu Shi Cheng sama sekali tidak mendengarkannya dia tetap saja terlihat acuh dan tidak perduli dengan apa yang sudah di peringatkan oleh detektif Zen hingga tidak lama kemudian dia benar-benar tersedak oleh mie yang dia makan saat itu, untungnya detektif Zen sangat sigap dia langsung berdiri menghampirinya dan menepuk punggung sang raja api dengan kuat hingga dia bisa mengeluarkan sosi dan lembaran mie yang tersangkut di tenggorokannya saat itu.
"Ohok...ohok...ohok...aaahhh ini sakit sekali, tenggorokanku," ucap sang raja api kesakitan sambil memegangi tenggorokannya sendiri saat itu.
Detektif Zen dengan cepat mengambilkan air minum untuknya dan segera saja memberikan air mineral itu kepada sang raja api Lu Shi Cheng yang masih merasakan sakit pada tenggorokan dia saat itu secepatnya.
"Ini minumlah dengan pelan, untuk menetralkan tenggorokan mu itu." Ujar detektif Zen sambil memberikannya.
Sang raja api Lu Shi Cheng dengan cepat merampas minuman itu dari tangan detektif Zen dan dia dengan cepat meneguk air tersebut hingga bisa habis hanya dengan beberapa kali tegukan saja, padahal saat itu detektif Zen sendiri sudah memperingatkan dia dan memberitahunya untuk menikmati mie tersebut dengan cara yang perlahan agar dia bisa menikmati rasanya dengan benar-benar nikmati bukan terburu-buru seperti orang kelaparan hingga dia tersedak seperti itu.
"Aahhh..kau ini, aku kan sudah bilang makan dengan perlahan, kau tidak mendengarkan aku dan jadilah seperti ini, sekarang jika sudah kejadian siapa juga yang sulit aku yang akan panik aahhh kamu ini membuat aku cemas saja," ucap detektif Zen kepada sang raja api.
__ADS_1
Baginda raja api Lu Shi Cheng yang sudah terbiasa dengan perkataan dan bahasa kasar juga agak gaul yang sering digunakan orang-orang di dunia itu termasuk digunakan oleh detektif Zen, kini dia sudah mengerti sepenuhnya dengan apa yang dikatakan oleh detektif Zen padanya kala itu, sehingga sang raja api Lu Shi Cheng bisa membalas ucapannya dengan cepat.
"Aku sudah lapar sejak lama apa menurutmu kamu memberikan aku makan sejak aku tiba di dunia aneh dan super canggih ini?" Balas sang raja api Lu Shi kepadanya.
Detektif Zen pun sudah tidak bisa menyangkal lagi, sebab dia tahu dan mengakuinya memang sedari awal detektif Zen belum memberikan makanan apapun kepada sang raja api Lu Shi Cheng, bahkan dia baru ingat ketika semua ini selesai padahal belum benar-benar selesai juga sehingga karena hal itu detektif Zen segera meminta maaf kepada sang raja api Lu Shi Cheng disaat seharusnya dia mengomeli dan memarahi sang raja api Lu Shi Cheng karena tidak mendengarkan ucapan dia sebelumnya.
"Aahh..benar juga, ya sudah aku minta maaf padamu, tapi lain kali jika kamu ingin makan dan merasa lapar kamu harus mengatakannya lebih dulu, sebab aku tidak tahu kapan perutmu itu bisa merasa lapar nantinya," balas detektif Zen kepadanya.
"Aku ingin memakan makanan ini lagi besok," ujar sang raja api Lu Shi Cheng sambil menunjuk ke arah mangkuk dia yang suda habis saat itu.
"Aahhh..iya iya apapun yang ingin kau makan aku bisa memberikannya, atau lebih tepatnya dengan uangmu hehe," balas detektif Zen kepadanya.
Sang raja api Lu Shi Cheng juga tidak perduli dengan uang padahal dia lah sang pemilik semua uang yang melimpah ruah ini, tapi karena dia masih merasa bahwa dirinya adalah seorang raja jadi dia tidak mementingkan finansial seperti itu.
Dan hanya fokus dengan apa-apa saja yang ingin dia makan, ingin dia pakai dan sebagainya, dia hanya menyuruhkan semuanya selain itu kepada detektif Zen karena dia merasa sudah memberikan banyak sekali uang kepada detektif Zen saat ini dan dia sama sekali tidak keberatan dengan hal tersebut.
Detektif Zen juga segera melanjutkan makannya saat itu, namun karena sudah pernah melihat Baginda raja api Lu Shi Cheng yang memuntahkan makanan yang tersedak olehnya itu membuat nafsu makan detektif Zen sudah tidak memiliki mood lagi untuk menikmati makanannya sehingga dia yang hendak memakan mienya dia merasa berat dan sulit.
Apalagi disaat dia hendak mengambil siapa lagi dia malah melihat sang raja api Lu Shi Cheng yang terus menatap ke arah mangkuk berisi mie miliknya detektif Zen menghembuskan nafas dengan lesu, dia tentu saja tidak bisa membiarkan semua itu begitu saja, dia tidak tega melihat sang raja api terus menatap ke arah makanan yang tengah dia makan dengan tatapan lekat tanpa berkedip seperti itu.
"Huuhh...raja api apa kau masih mau mie ini?" Tanya detektif Zen kepadanya.
"Iya aku ingin tapi tidak ada lagi mie nya bukan? Aku melihat tadi kau menggerutu kesal karena tidak ada makanan lagi di dalam benda dingin itu," balas sang raja Api Lu Shi Cheng kepada detektif Zen.
"Ya memang sudah tidak ada apapun lagi, tapi jika kau mau mie ini makan saja, aku sudah kenyang," balas detektif Zen mengatakan semua itu dan menggeser mie tersebut ke depan sang raja api Lu Shi Cheng.
Hal tersebut membuat sang raja api merasa sangat senang, ketika dia tengah lapar dan sangat suka dengan mie instan itu dan detektif Zen malah memberikan jatahnya kepada sang raja api, tentu itu membuat dia sangat senang, dan degan cepat sang raja api mengambilnya lalu menikmati mie itu lagi untuk kedua kalinya saat ini.
"Apa kau yakin sudah tidak menginginkannya lagi?" Tanya sang raja api Lu Shi Cheng untuk memastikan terlebih dahulu.
"Iya sudah makanlah, aku mau beristirahat di kamar kamu bisa tidur di sofa karena tidak ada kamar lain lagi di rumah ini," balas detektif Zen sambil segera pergi ke dalam kamarnya saat itu juga.
__ADS_1
Sedangkan sang raja api Lu Shi Cheng dia langsung menyantap mie itu hingga dia benar-benar menjadi sangat kenyang, dia terlihat menyandarkan tubuhnya ke belakang kursi dan wajahnya yang sudah sedikit memiliki ekspresi dibandingkan sebelumnya yang menatap dia dengan menyeramkan.