
Raja api sebenarnya sangat ingin marah dan dia sudah mengeratkan giginya dengan kuat juga kedua tangan yang dia kepalkan sangat erat, tapi detektif Zen segera berjalan mendekatinya dan mulai menarik pakaian yang menyangkut di kepala sang raja api secepatnya, dia juga merasa sedikit takut ketika melihat wajah sang raja api menatap begitu tajam kepadanya seperti hendak menusuk dia dengan tatapan seperti itu.
"Ahaha....Raja api, ayolah ini hanya ketidak sengajaan, anda tidak akan marah denganku bukan?" Ucap detektif Zen lagi sambil tersenyum kecil kepadanya.
Sang raja api pun mulai memalingkan pandangannya dan dia berteriak sangat kencang ke samping detektif Zen yang membuat detektif Zen tersentak kaget sampai dia tidak bisa bergerak lagi saat itu, saking kaget dan takutnya kepada raja api itu sendiri.
Dia juga terlihat diam mematung dengan wajah yang ketakutan sendiri mendengar suara teriakkan sang raja api yang sangat kencang dan menyeramkan.
"Aarkkkkkkk!" Teriak sang raja api saat itu.
"Astaga...kenapa suaranya saja semenyeramkan itu, apa sekarang dia tidak akan memaafkan aku, apa dia akan mulai menghajar aku?" Batin detektif Zen merasa cemas.
Dia terus saja menutup matanya dengan perasaan yang cemas tidak karuan dia tidak bisa melakukan apapun lagi selain berdoa dan berharap agar sang raja api bisa memaafkan kesalahan yang dia lakukan sebelumnya, meskin detektif Zen adalah seseorang yang pemberani namun untuk melawan seorang raja perkasa yang kejam seperti raja api ini tentu saja dia juga bisa merasa takut kepadanya sebab sang raja Api tidak berasal dari dunia yang sama dengannya.
Namun untungnya disaat detektif Zen terus memikirkan banyak hal dan mencemaskan semuanya sang raja api justru sengaja berteriak seperti tadi untuk melampiaskan emosinya agar dia tidak marah dan memberikan semua kekesalan di dalam dirinya pada detektif Zen sebab dia sangat membutuhkan detektif Zen untuk mengembalikan dirinya ke dua asal.
"Detektif Zen jika kau tidak bisa mengembalikan aku ke duniaku, akan aku pastikan kau akan mati di tanganku!" Ancam sang raja api di samping telinga detektif Zen.
Ucapan itu sangat terngiang dan langsung saja tersimpan pada bagian paling tinggi dan jelas dalam otak detektif Zen dan membuatnya menjadi semakin gugup dan ketakutan.
Tetapi walau merasa sangat gugup dan takut, detektif Zen berusaha untuk menyembunyikan perasaan lemahnya seperti itu dengan mulai mengubah posisi tubuhnya dan dia segera menjauh dari sang raja api secepatnya, detektif Zen juga segera memberikan pakaian yang kebesaran miliknya kepada sang raja api agar dia mau mengganti pakaiannya tersebut.
"Raja api kau tenang saja, aku juga tidak akan membiarkan orang sepertimu berada terlalu lama di duniaku, jadi sebaiknya sekarang kau ganti kostummu itu dengan pakaian ini, lalu kita akan segera pergi ke suatu tempat untuk mengubah penampilan dirimu" balas detektif Zen menahan rasa takut juga kekesalan di dalam hatinya.
Detektif Zen menurutinya dan langsung saja merampas dengan kasar pakai yang ada di tangan detektif Zen saat itu, detektif Zen segera meninggalkannya, sengaja memberikan dia kamarnya sendiri untuk mengganti pakaian saat itu.
Setelah keluar dari kamarnya barulah detektif Zen langsung mengatur nafas yang sedari tadi dia tahan dengan kuat, karena tidak ingin terlihat lemah dan terintimidasi oleh raja api tersebut sebab detektif Zen tahu jika dia kelihatan sedikit saja takut maka dia akan mudah terintimidasi dan bisa saja dirinya akan melakukan apapun tanpa berpikir jernih dengan semua yang di perintahkan oleh raja api kepadanya.
"Hah....hah....hah....astaga...mengapa aku harus terjebak dengan orang seperti dia, tidak bisa ini sungguh tidak bisa di biarkan terlalu lama, aku harus segera mengambilkan dia ke tempat asalnya karena aku juga tidak bisa untuk terus menampung dia pada kediamanku saat ini, terlebih aku juga harus segera pindah dari rumah ini sebelum ada musuhku yang akan mengetahui keberadaanku" gerutu detektif Zen memikirkan dengan sangat matang.
Sampai baru saja dia berbalik pintu kamarnya sudah terbuka dan keluarlah sang raja api itu dengan menggunakan pakaian miliknya yang terlihat kekecilan di tubuh sang raja api, mulai dari tangannya yang kependekan juga bagian badannya yang cukup pas sekali dengan tubuhnya juga bagian celana yang sudah hampir sampai di betis atas sang raja api, padahal sebelumnya pakaian itu terlalu kebesaran bagi detektif Zen tetapi di pakai oleh sang raja api malah terlihat seperti pakaian yang ketak dan itu sangat lucu bagi detektif Zen.
Dia tidak bisa menahan tawa lagi ketika melihat penampilan tanggung dari sang raja api saat mengenakan pakaian miliknya tersebut.
__ADS_1
"Ffftttt...ffttthaahahah....astaga...hahaha...ohh..ya ampun raja api haha... pakai itu sangat lucu sekali di pakai olehmu" ucap detektif Zen yang tertawa terlalu keras sampai dia mengesampingkan wajah sang raja api yang menatap penuh kekesalan kepadanya.
Terlebih sang raja api juga merasakan bahwa tubuhnya sangat merasa tidak nyaman ketika memakai pakaian tersebut sebab pakaian itu terasa begitu sempit dan membatasi dirinya untuk bergerak dengan bebas.
"Detektif Zen! Berhenti menertawakanku, sebaiknya kau carikan aku pakaian yang benar dan lebih baik dari pakaian yang jelek ini!" Ucap sang raja api dengan tatapan yang sinis dan tajam,
"AA..ahh..ahaha...iya iya aku akan mencoba untuk mengukur tinggi badanmu dulu, kemari aku akan mulai mengukurmu, ayo cepat kemari berdiri di depanku agar aku bisa mengukur tinggi badanmu itu" uacp detektif Zen yang kang berlari dan dia menaiki sofa di rumahnya.
Sedangkan sang raja api mau tidak mau dia tetap harus berjalan menghampiri detektif Zen segera dan berdiri di hadapannya, detektif Zen pun mulai mengukur tinggi badan sang raja api menggunakan tubuhnya sendiri sampai setelah selesai dia segera mengambil tas selempang miliknya dan bersiap untuk pergi membelikan pakaian yang cocok untuk raja api.
"Aahhh sudah kau tunggu disini aku tidak akan lama sekaligus aku harus membeli alat cukup sepertinya membawamu ke salon juga bukan hal yang tepat" balas detektif Zen memiliki ide sendiri di dalam kepalanya saat itu.
Sedangkan sang raja api hany bisa terus memberikan tatapan tajam kepada detektif Zen saat itu karena tidak bisa di pungkiri dia juga merasa cukup mencurigakan detektif Zen sebab dia selalu saja melihat detektif Zen menentang dirinya bahkan berani memerintah dia untuk mengganti pakaian kebesaran miliknya.
Saat detektif Zen pergi dari rumah sang raja api mulai menatap pantulan dirinya di depan cermin dan dia terus saja memutar dirinya dengan memakai pakaian yang sangat aneh tersebut bagi dirinya.
"Pakaian semacam apa ini, mengapa sangat jelek dan tidak nyaman, apa detektif Zen sengaja mengerjai aku, dia benar-benar sudah menurunkan derajat dan harga diriku, awas saja aku tidak akan membebaskan dia dengan mudah jika sampai dia tidak berhasil mengembalikan aku ke tempat asalku lagi" ucap sang raja api dengan sangat kesal.
Itu selalu membuat seorang detektif Zen berjaga-jaga di buat, karena dia sudah memiliki pengalaman dari semua kasus yang pernah dia pecahkan, terutama banyak sekali orang yang membenci dirinya karena dia selalu melakukan semua misi yang di berikan oleh kliennya sendiri termasuk untuk melakukan perceraian, penyatuan pasangan ataupun mengungkapkan perselingkuhan yang sangat panas.
Hal itu lah yang membuat sebagian orang membenci detektif Zen yang terkenal dengan kemisteriusan dirinya yang tidak pernah menampakkan wajahnya sendiri di depan publik walau hanya untuk sesat saja.
Baginya menjadi rahasia dan terus menutupi semua ini akan menjadi keuntungan tersendiri bagi diri dia juga karirnya dalam profesi detektif swasta seperti ini, meski dia tahu bahwa dirinya akan mendapatkan banyak kesulitan karena kasus tidak pernah berhenti setiap harinya yang terus mendatangi dirinya bahkan dia sering kali lupa untuk membersihkan dirinya atau sekedar makan saja.
Kali ini detektif Zen pergi ke mall dan segera membeli beberapa pasang pakaian yang sudah dia ukur dan menanyakan kepada pemilik toko untuk pria saat itu, dan pemilik toko justru malah mengira bahwa detektif Zen akan memberikan hadiah untuk pacarnya.
"Aahh... sepertinya yang ini akan cukup dan cocok untuknya, aku ambil yang ini juga" ucap detektif Zen sambil memegangi salah satu setengah jas berwarna coklat yang cukup keren jika di pakai oleh seorang pria dengan badan tinggi dan atletis seperti raja api itu.
"Ohhh..nona kamu sangat pandai sekali memilih model, ini adalah barang baru yang baru saja kita keluarkan beberapa saat yang lalu, kau menjadi pembeli pertama model ini dan selamat kamu akan mendapatkan potongan harga, ini adalah keberuntungan disaat kamu hendak memberikan hadiah untuk pacarmu nona" ucap pelayan yang membantunya memilih pakaian saat itu.
Mendengar itu detektif Zen langsung saja membelalakkan matanya dengan sangat lebar dan segera tertawa kecil menanggapi ucapan wanita tersebut karena dia sama sekali tidak membeli semua itu untuk pacarnya, karena pacar saja detektif Zen tidak memilikinya, meski dahulu dia pernah memiliki seorang pasangan yang merupakan cinta pertama dan yang memberikan luka paling dalam baginya sampai saat ini.
"Tidak ...mbak saya membeli semua ini untuk teman pria saya dia sama sekali bukan pacar saya atau apapun itu" balas detektif Zen segera menyanggahnya.
__ADS_1
Pelayan wanita itu pun segera meminta maaf karena dia sudah salah menduga sampai setelah mendapatkan semua itu detektif Zen segera pergi pulang menggunakan taxi yang sudah dia pesan sebelumnya namun disaat dia tengah berada di dalam taxi yang dia tumpangi, detektif Zen tidak sengaja melihat ke arah kaca depan taxi tersebut dan dia juga mulai merasa curiga pada seorang pengguna motor sport di belakangnya yang sudah dia perhatikan seperti tengah mengikuti dirinya saat itu.
Karena sudah merasakan ada hal aneh yang mengikuti dirinya detektif Zen dengan cepat mengubah tujuannya dan meminta sang supir taxi agar melajukan mobil ke tempat yang banyak belokan, dia sengaja ingin memastikan apakah orang di belakangnya yang mengendarai motor sport dengan helm gelap itu benar-benar mata-mata yang mengikutinya atau bukan.
"Pak tolong ganti tujuannya dan bawa saya kemana saja untuk berkeliling saya akan membayar lebih untuk itu" ucap detektif Zen mulai mengganti tujuannya.
"Baik" balas sang supir taxi menuruti perintah detektif Zen.
Supir itu pun mulai membawa detektif Zen mengelilingi kota dan sudah hampir dua puluh menit berlaru pria itu masih mengikuti taxi yang di tumpangi oleh detektif Zen saat itu, sehingga detektif Zen sendiri tidak bisa terus membiarkan pria di belakang mobilnya itu terus mengikuti dirinya dan mengganggu sekali baginya.
"Siapa dia sebenarnya, aku harus menyelesaikan semua ini dengan cepat" gerutu detektif Zen yang sudah jengkel menghadapinya.
Detektif Zen pun mulai memutuskan untuk berhenti di dekat taman yang cukup sepi namun tidak terlalu sepi, dia turun disana dengan membawa tote bag coklat di tangannya yang berisi pakaian untuk sang raja api, detektif Zen sengaja berjalan pelan untuk terus mengawasi pria itu dan dugaannya benar pria tersebut ikut menghentikan kendaraannya.
Dan kini pria itu malah berjalan mengikuti detektif Zen tepat berada di belakang detektif Zen saat itu, detektif Zen hanya memastikan keberadaan orang yang mengikutinya dari bayangan pria itu saja yang bisa dia lihat dengan ujung matanya di samping tubuhnya saat itu.
"Aku akan menghabisi siapapun yang berani menguntitku" batin detektif Zen yang sudah bersiap-siap untuk meringkus orang tersebut.
Hingga ketika tidak lama pria itu sudah sangat dekat dengan deteksi Zen dan dengan cepat detektif Zen langsung berbalik menghadap pria tersebut dia langsung saja menendang perut pria tersebut sampai dia tersungkur ke belakang cukup keras dan detektif Zen sama sekali tidak segan untuk menghajar pria itu lagi dan lagi lalu dia mulai mengunci tangannya dan mencoba untuk melepaskan helm yang di pakai oleh pria tersebut.
Sangat mudah sekali untuk seseorang seperti detektif Zen yang jago bela diri untuk melumpuhkan satu orang seperti itu.
Namun sayangnya saat detektif Zen berhasil membuka helm pria itu, dia sama sekali tidak mengenal wajah pria itu sama sekali sehingga detektif Zen mulai menduga bahwa pria itu adalah pria suruhan saja.
"Kau ....siapa kau? Apa ada orang yang menyuruhmu untuk mengikutiku hah?" Bentak detektif Zen dengan wajahnya yang sangat serius dan kedua alis yang dia kerutkan.
Pria itu terus berusaha berontak dan detektif Zen sedikit lengah karena terus berusaha mencari tahu sesuatu dari pria tersebut, sampai tidak disangka pria itu justru malah dengan sengaja menabrakkan kepalanya sendiri pada kepala detektif Zen sangat keras sampai membuat detektif Zen segera mundur dan memegangi jidatnya yang terasa sakit.
"Dukkk.....aaa...aahhhh...aaaawww...sialan...aish..aaaa" ucap detektif Zen meringis memegangi kepalanya yang terasa pusing, mungkin karena beberapa hari belakangan ini dia sudah lama tidak melakukan latihan ataupun pemanasan apapun, sehingga dia tidak bisa menahan rasa pusing di kepalanya.
Dan dia kehilangan pria asing yang langsung berlari melarikan diri dan langsung menaiki motornya lagi sampai pergi dari tempat tersebut dengan cepat.
"Hey.... kau jangan lari kau!" Teriak detektif Zen sambi berusaha bangkit dan mengejarnya namun itu sudah terlambat karena pria tersebut menggunakan motor dengan cepat sedangkan detektif Zen hanya berlari mengandalkan kakinya saja, tentu itu tidak akan imbang.
__ADS_1