DI ANAK TIRIKAN

DI ANAK TIRIKAN
Bab 15


__ADS_3

Setelah mereka menyelesaikan makan malamnya dan sembari mengobrol ringan, mereka semua pun berpindah ke ruang tamu untuk melanjutkan pembahasan selanjutnya.


Jadi selain mengundang kalian makan malam disini, aku ingin memberitahu kalian, tiga hari lagi Acara Pernikahan Alvaro dan Menantuku Sintia akan dilaksanakan "ucap Gunawan membuka mulut sedaritadi hanya pendengar saja."


Kenapa cepat sekali Kakak?


"tanya Adam merasa pernikahan ini terburu-buru."


Apakah menantumu sudah Hamil Duluan? "Cetus Dewi."


Mendengar itu muka, Sintia sedikit memerah lataran di tuduh hamil duluan.


Kalau itu terjadi, Aku pasti sangat senang, tapi sayangnya itu hanya tuduhan palsu mu yang tidak berdasar "jawab Emi."


Jangan marah Kakak Ipar aku hanya bertanya saja, karna Pernikahan ini terlalu terburu-buru menurut kami "ujar Dewi."


Aku tidak marah Dewi untuk apa aku marah, Aku sudah bilang kalau itu benar aku pasti sangat bahagia. Itu artinya aku akan menimang cucu, tapi sayangnya Alvaro dan Sintia baru kenal, tidak mungkin mereka langsung melakukannya, dekat saja belum "balas Emi."


Oh begitu kah, Kakak Ipar "jawab Dewi."


Jadi mereka ini di Jodohkan "saut Ira."


Benar sekali, mereka kami jodohkan dan aku tidak ingin mereka terlalu lama untuk saling mengenal, Biar lah mereka berpacaran di saat menikah "jawab Gunawan."


Itu juga tidak terlalu buruk "saut Ridho."


Dimana Om mendapatkan yang seperti Kakak Ipar, Aku juga mau di Jodohkan jika dapatnya seperti kakak ipar "ujar Ifan yang memang sedarita menggangumi kecantikan alami Sintia."


Surulah Ayahmu yang mencarikanya "saut Gunawan."


Ayah selalu memberikanku wanita yang tidak becus, aku bahkan sudah muak menghadiri perjodohan yang di buat Ayah "Cibir ifan."


Kamu saja yang terlalu pemilih "saut Ibu Ira."

__ADS_1


Memangnya Ibu mau punya mantu, yang hanya menginginkan uang ku saja?


Mendengar itu bu Ira terdiam, mana mau dia punya Mantu yang Matre, bisa bisa mereka akan di Miskinkan oleh Menantunya sendiri. Yah, walaupun harta mereka banyak, tapi jika tidak di Olah dengan benar akan habis juga.


Ya tidak !! Carilah sendiri untuk mu, kamu sudah Dewasa. Tidak bisa kah kamu Mencari Jodoh mu sendiri "cetus Ibu Ira."


Sudah sudah jangan berdebat, keluarga kalian sangat suka sekali berdebat, aku heran pasti tidak ada perdamaian di rumah kalian "ujar Dewi."


Keluarga Adam memang sangat hobby berdebat, hanya karna masalah sepele saja mereka pasti akan saling adu mulut. Tapi bukan berarti mereka saling membenci, begitulah cara Keluarga Adam saling menyanyangi satu sama lain dengan cara berdebat. Memang sedikit aneh, tapi itu lah keluarga mereka. Bahkan mereka kerap tidak tau tempat dimana pun jika ada sedikit masalah saja pasti saling adu mulut tidak ada yang ingin mengalah sampai mereka cape sendiri tanpa terkecuali, semua keluarga ini sama saja.


Jadi apa yang boleh kamu bantu dalam pernikahan Alvaro ini kakak? "tanya Ridho."


Kalian cukup membawa kado saja, yang lainnya biarlah kami yang mengurusnya karna ini Pernikahan Anak Tunggalku. Aku tidak ingin melibatkan kalian semua, cukup Doakan saja kelangsungan acara semoga berjalan baik "ucap Gunawan."


Di luar sana Keluarga Anderson terkenal Kejam dan sombong, tapi sesama mereka satu keluarga saling menyanyangi dan peduli satu sama lain. Mereka selalu saling membantu jika salah satu dia antara mereka kesusahan, itu kenapa kekayaan mereka tetap utuh tidak terbagi bagi, karna mereka semua saling menjaga dan mengelolanya dengan bagian masing masing tidak serakah seperti keluarga yang lain di luar sana.


Baik lah Kakak, jika kakak butuh sesuatu beritahu kami kami akan selalu ada untuk kakak "ucap Adam."


Baik lah kalau begitu kami pamit pulang Kakak Ipar, karna ini sudah malam "ucap Ira di angguki yang lain."


Kenapa kalian pulang, menginap lah disini semalam besok pagi saja pulangnya "tahan Emi."


Tidak kakak Ipar, besok aku ada acara dengan Ibu Sosialita dan Suamiku juga ada Meeting pagi, jadi Kami harus pulang malam ini. Lain kali saja kami menginap disi "balas Ira."


Benar kakak ipar, setelah pernikahan Alvaro dan Sintia kami akan menginap disini "ujar Dewi."


Baiklah kalau begitu hati hati lah di jalan, jangan ngebut ngebut ini sudah larut malam "ucap Gunawan."


Gunawan dan Emi mengantar anggota Keluarga lain sampai kedepan pintu, tinggal Sintia dan Alvaro yang sedari tadi hanya diam saja, enggan untuk membuka mulut.


Apakah kamu tidak akan pulang atau kamu mau menginap disini? "sindir Alvaro.


Sintia yang mendengar itu merasa tersindir dengan pertanyaan Alvaro, dengan cepat dia berdiri dari tempat duduknya.

__ADS_1


Maaf kan aku, a—aku akan pulang sekarang juga "ucap Sintia gugup."


Siapa yang menyuruhmu berdiri, duduk lah setidaknya Ijinlah ke Mama dan Papa, jangan langsung pergi begitu saja "ujar Alvaro."


Sintia merasa binggung dengan ucapan Alvaro, bukan kah tadi dia mengusirku? Lalu kenapa dia menahanku?Ya Tuhan, aku benar-benar tidak mengerti Manusia Es satu ini "batin Sintia."


Tidak berapa lama terdengar suara Ibu Emi dan Pak Gunawan.


Sayang malam ini kamu tidur disini saja, ini sudah sangat larut malam. Aku khawatir kamu kenapa napa di jalan, Besok pagi Alvaro akan mengantarmu pulang. Tenang saja, kamar di rumah ini sangat banyak kamu bebas memilihnya mau tidur dimana "ujar Emi."


Mendengar itu Sintia sedikit binggung Dia ingin menolak karna tadi telah di sindir Alvaro.


A—Aku pulang saja, Tante nanti Ayah mencari ku "jawab Sintia gugup."


Tidak papa Nak Sintia, nanti Ayah menelepon Ayah mu kamu jangan khawatir "ujar Gunawan."


Ia sayang, kamu tidur disini saja tidak baik anak cewe pulang malam, apa nanti kata tetangga. Tenang saja kamu tidak tidur bersama Alvaro, itu belum waktunya "jawab Emi mengerti kekhawatiran calon mantunya."


Sintia masih enggan menjawab, karna dia malu dengan Alvaro yang sempat menyindirnya.


Kamu tidur disini saja malam ini, lagian tidak ada yang akan mengatarmu jam segini "cetus alvaro."


Mendengar itu Sintia merasa malu dan ia seolah di permainkan oleh Alvaro, tapi dia tidak berani untuk menolaknya.


Ba—baik lah, Tante saya akan menginap disini "jawab sintia pada akhirnya."


Tante sudah menyediakan Baju ganti untuk mu lihat lah di dalam lemari. "Alvaro antarkan Sintia ke kamar tamu," ujar Ibu Emi.


Alvaro beranjak dari tempat duduknya tanpa mengeluarkan sepatah kata pun.


Ikuti dia, sayang.


Ia, Tante.

__ADS_1


__ADS_2