DI ANAK TIRIKAN

DI ANAK TIRIKAN
Bab 18


__ADS_3

Berbeda dengan Wanita yang duduk di pojok sana. Melihat ke arah Altar dengan wajah yang masam, Ingin sekali rasanya dia menggagalkan Acara Pernikahan ini. akan tetapi, dia tidak punya kuasa untuk itu, Dia mengeram kesal melihat pemandangan yang merusak matanya.


Aku sarankan kamu untuk berhenti dari sekarang, karna Keluarga Anderson tidak akan membiarkan mu mengusik Kehidupan Putranya "ucap Kenan yang datang menghampiri Diana."


Kenan sudah mengetahui hubungan diantara mereka berdua. Alvaro sudah menceritakan semuanya, itulah kenapa Kenan menghampiri Diana untuk memperingatinya. Kenan tidak ingin sahabatnya jatuh ke lubang yang sama lagi seperti dulu.


Apa maksudmu? "Diana pura-pura tidak mengerti."


Jangan bertingkah sok bodoh, Aku tau kamu mengerti perkataan ku. Aku hanya memperingatimu posisi Alvaro saat ini sudah berubah.


Dia sudah punya Istri, Orang Tua Alvaro tidak akan mengampunimu saat mereka tau ada Parasit di Rumah Tangga Anaknya dan satu lagi penting kamu ketahui NYONYA ANDERSON menyukai menantunya, kamu tidak akan bisa mengusiknya "bisik Kenan tepat di telinga Diana.


Mendengar itu, Diana mengepal tangannya di bawah sana dia kesal dengan ucapan Kenan, Diana tidak terima ini.


Dan perlu juga kamu ketahui ALVARO ANDERSON yang memilihku. Dia mencintaiku, dia bisa saja menceraikan Istrinya demi aku "balas Diana."


Hey.... kamu terlalu naif Diana, kamu lupa Alvaro hanya memintamu membuka kembali hatinya, bukan mencintaimu. Aku harap kamu tidak salah artikan itu semua dan satu lagi, kalau memang Alvaro punya kemampuan untuk menceraikan Istrinya, untuk apa dia menikahinya, mending dari sekarang dia Tolak. Kamu ngerti kan maksud ku. Aku harap kamu tidak Bodoh "timpal Kenan lagi."


Diana makin mengepal kuat kedua tangannya sampai sampai jari jarinya memutih, dia kesal dengan fakta ini. Ingin sekali rasanya, Diana menampar mulut Kenan yang tajam itu, tapi Diana berusaha menahan amarahnya. Dia tidak ingin mempermalukan diri sendiri, itu akan membuat citra dirinya jelek.


Kita lihat aja siapa yang akan menang, Aku atau Istrinya. dan aku pastikan saat aku menang nanti menjauh lah dari kehidupan Alvaro "cibir Diana."


Hahahha....


Ternyata tingkat kepercayaan dirimu sangat tinggi, oke !! Aku tunggu hari itu akan terjadi dan aku pastikan saat kamu di buang Alvaro nanti, kamu jangan menangis mengemis perhatiannya "balas Kenan lagi."


"Setelah mengatakan hal itu, Kenan langsung meninggalkan Diana yang menurutnya sangat memuakkan dan entah kenapa sahabat bodohnya itu tertarik padanya."

__ADS_1


Cih.... Aku bahkan tidak mempercayai ini "cibir Kenan sambil berjalan."


Karna Prosesi Pernikahan sudah selesai, langsung di lanjut dengan Acara Resepsi. Berbagai rangkaian Acara telah di lewati kini giliran para tamu untuk memberikan salam kepada pengantin.


Selamat ya sayang, kamu sudah menjadi menantu keluarga ini, kamu sangat cantik hari ini kalian berdua sangat cocok seperti Pasangan dari Surga "ucap Ira memberikan salam.


Terimakasih, Bibi juga sangat cantik "balas Sintia dengan senyum manisnya."


Haha... kamu bisa aja "Bu Ira sangat salting saat di puji Sintia dia memang suka sekali di puji."


Sudah lah Mah, Mama jangan lama lama liat ke belakang antrian masih banyak, tamu yang lain juga ingin kasih salam bukan hanya Mama saja "Omel Ifan yang memang tidak pernah berdamai dengan ibunya."


"Apaansi brisik....," Biarin aja mereka menunggu ini giliran, Mama ya sabar dong gimana sih. kalau gak mau sabar pulang aja sanah "balas Bu Ira."


Mah, udah malu di liatin banyak orang "potong Adam Suaminya karna sejak tadi berada di samping Istrinya."


Selamat ya, Nak Al sama Sintia. Semoga keluarga kalian langgeng sampe Kakek Nenek. Kita pamit dulunya nanti kita lanjut lagi di rumah, gak enak di tungguin banyak orang "ucap Pak Adam."


Istrinya memang selalu lupa diri jika sudah di puji orang lain, itu lah kenapa Pak Adam kadang kesal dengan sifat Istrinya yang sangat muda di rayu.


Ia..ia ih... Papa ni gak seru "cibir Ira."


Sintia dan yang lainnya tertawa melihat tingkah kocak Keluarga ini yang selalu adu mulut tanpa melihat situasi.


Selamatnya Kak, Akhirnya Kakak bisa Nikahin Kakak Ipar Cantik ini juga, aku ingin berguru ke kakak biar bisa juga dapat istri se cantik, Kakak Ipar "gurau Ifan."


Hm "Alvaro hanya membalas deheman saja".

__ADS_1


Cih... Selalu seperti itu sudah punya Istri juga masih saja irit bicara, yang sabar ya kakak ipar nanti juga akan terbiasa dengan sifat kakak yang dingin ini aku harap kakak ipar bisa bertahan "ucap Ifan."


Sintia hanya membalas dengan senyum manis saja, dia memang senang melihat tingkah kocak Ifan yang ceplas ceplos, apalagi saat adu mulut dengan Ibunya, Dia akan seperti wanita saja.


Senyum Kakak Ipar memang sangat manis Kakak beruntung bisa melihatnya setiap hari.


Sudah sana kamu pergi, masih banyak yang menunggu di belakangmu, kamu sama saja dengan Ibumu "Alvaro membuka mulut karna kesal dengan mulut Ifan yang tidak bisa diam."


Cih...Sudah di Pelaminan juga masih saja ngalak, ya sudah lh aku pergi dulu, semoga kalian bahagia selalu "ucap Ifan lalu pergi meninggalkan mereka."


Dilanjut dengan Keluarga lain dan para tamu lainnya, sangat banyak sekali tamu yang menghadiri pesta pernikahan mereka, membuat mereka tidak berhenti menyalami tamu sedari tadi. Bahkan, kaki Sintia sudah Kram tapi berusaha di tahannya dan sedaritadi Alvaro cuek ke padanya, tidak mengajaknya berbicara sedikit pun, hanya saat ada tamu saja Dia bersikap ramah setelah itu dia bodoh amat.


Bro... Selamatnya akhirnya kamu sudah tidak sendiri lagi sekarang, tidak perlu lagi mencari kepuasan di luar sana "ucap Kenan tanpa filter."


Hahha... Kamu bisa saja, cepatlah menyusul. Terimakasih sudah hadir, Aku senang kamu ada disini "balas Alvaro."


Ya, tentu aku ada disini, tidak mungkin aku melewatkan hari bahagiamu. Selamatnya Tia, sudah mau jadi pendamping teman ku ini, Aku harap kedepannya kamu banyak banyak Bersabar dan Bimbing lah dia kejalan yang benar, tidak ada salahnya wanita yang mengajari laki laki. Siapapun itu sama saja, yang penting kejalan yang benar, Aku menaruh harapan besar padamu untuk bisa merubah sikap keras kepala sahabat ku ini "ceramah singkat Kenan."


Sintia hanya menunduk mendengar ceramah Kenan, memang benar yang di katakan Kenan, Alvaro sangat keras kepala setelah ini tugasnya akan semakin berat.


Apaan sih Bro, udah kayak orang benar aja kalau ngomong "saut Alvaro."


Ini demi kebaikan lu, bro biar kedepannya lu bisa berubah ke yang lebih baik lagi. ya udah, kalau begitu saya tinggal dulu masih banyak Tamu yang lain "jawab Kenan."


Selamat nya Kakak, akhir Kakak Menikah juga aku harap Kakak Bahagia dan tidak menderita setelah menikahinya "cibir Tika ke Sintia."


Sama sama, Dek kamu juga cepat lah menyusul, Kakak tunggu Undangannya "jawab alvaro."

__ADS_1


Ahh ia, kakak Doakan saja secepatnya aku menyusul. Heh, kamu ! jaga lah Kakakku, kamu menikahinya untuk menjaganya bukan untuk menjadi Nyonya, bersikap lah Baik jangan Membangkang "cibir Tika ke Sintia."


Sintia hanya menunduk dan memberikan senyum manisnya, dia tidak mungkin melawan Tika pada saat seperti ini. Sama saja dia mempermalukan diri sendiri, dan Alvaro hanya diam tanpa ada niatan membelanya sedikit pun, entah kenapa Tika sangat tidak suka padanya padahal anggota keluarga lainnya baik baik saja.


__ADS_2