
Non, udah pulang ? "ucap Bi Nani yang melihat Sintia berjalan ke arahnya."
Ia, Bi aku sedikit terlambat pulang, karna di tempat kerja baruku lumayan sibuk. Bibi kenapa berdiri disini ayo masuk "ajak Sintia, karna tidak biasanya Bi Nani menunggu Sintia berdiri depan pintu."
I—itu Non, di dalam ada Tuan dan Pacar barunya "jawab Bi Nani gugup."
Dia bergerak lebih cepat "Blbatin Sintia dalam hati."
Tidak masalah kita masuk saja.
Ba—baik Non.
Bi Nani, sangat khawatir dengan keadaan majikannya, karna bagaimanan pun juga melihat suami sendiri berduan dengan Wanita lain sangat menyakitkan, walaupun diantara ke duanya tidak ada perasaan khusus.
Sintia berjalan dengan santai melewati mereka berdua, seakan keberadaan keduanya tidak terlihat baginya. Dia tidak ingin menyapanya karna bagaimanapun juga pemandangan di depannya ini sangat merusak penglihatannya. Apalagi saat ini posisi keduanya sangat intim seperti perangko saja.
Kamu baru pulang? "Ucap Alvaro datar saat melihat kedatangan Sintia yang tidak melihat ke arahnya dan menyapanya.
"Sintia, melihat ke arah Alvaro", Ia Mas, di kantor banyak pekerjaan jadi aku sedikit terlambat.
Kemarilah, aku ingin mengenalkanmu dengan kekasihku, aku harap kamu tidak mempermasalahkannya "Alvaro tersenyum remeh melihat ke arah Sintia."
__ADS_1
"Aku yakin saat ini hatimu pasti sangat panas di landa api cemburu melihat kedekatanku dengan kekasihku. Aku harap kamu jangan menangis di depanku, Alvaro terkekeh dalam hati."
Ahh..Ia, tidak nasalah "Sintia berjalan ke arah keduanya."
Perkenalkan Nama ku Sintia aku Istri Pacarmu. Santai saja aku tidak akan mengganggu kalian kamu lebih tau hubunganku dengan Pacarmu." Sintia tersenyum ramah."
Ahh..ia, Namaku Diana aku Pacar Suamimu dan juga kami Sahabat lama waktu di SMU dulu, benar katamu aku lebih tau dan lama mengenalnya darimu dan juga aku tau diantara kalian tidak terjadi apa-apa "Diana meraih tangan Sintia dengan tidak tau malunya."
Ia kamu benar, Maafnya aku gak bisa lama-lama ini sudah malam aku ingin naik ke atas mau mandi dulu takut masuk angin. Lanjut saja mau nginap disini pun tidak masalah. Di rumah ini banyak kamar atau kamu ingin tidur bersama Suamiku? tidak masalah kamu bebas "Sintia berkata datar seakan tidak ada beban di hatinya."
Bi, Tolong siapkan makan malam buat kitanya bentar lagi aku turun.
Diana kamu ingin makan apa, bilang saja Bibi akan menyiapnya, masakan Bibi tidak kalah enak dengan masakan Hotel Berbintang "Sintia bahkan memperlakukan Diana dengan sangat baik, Seolah keberadaan Diana tidak masalah baginya."
Ya udah, Bi masak aja apa yang ada.
Ba—baik, Non.
"Alvaro mengangga lebar melihat respon istrinya yang terlihat tidak peduli sama sekali, bahkan dia tidak habis pikir istrinya membiarkan Suaminya tidur dengan wanita lain di depan matanya sendiri, Niat hati ingin memanasi malah dia yang panas sendiri.
Aku tinggal dulunya, kalian lanjut saja dulu nanti aku akan kembali lagi "belum sempat Sintia melangkah dia mendengar Alvaro memanggilnya."
__ADS_1
Siapa yang menyuruhmu pergi ? "Alvaro menatapnya dengan tatapan permusuhan."
Apalagi, Mas? Apa perkataanku sedaritadi ada yang salah? sepertinya kamu tidak senang dengan responku "sindir Sintia."
Alvaro semakin geram melihat jawapan Sintia, dia tidak terima dengan sikap Sintia tidak sesuai prediksinya.
Sayang, kamu kenapa ? Apa ada yang salah ? Kenapa kamu menatap, Mbak Sintia begitu ? "tanya Diana melihat gelagat Alvaro yang tidak biasa."
Tidak papa sayang "jawab Alvaro lembut dan berusaha kembali tenang tidak terbawa suasana."
Ya,aku tidak senang dengan responmu. Siapa kamu yang seenaknya menyuruh pembantuku. Bi Nani itu asisstenku, aku yang menggajinya kamu tidak ada hak menyuruhnya. Kamu kesini tidak membawa apa-apa, jadi jangan sok berkuasa kamu itu bukan Nyonya di rumah ini jangan melewati batasanmu di rumah ini. Ingat perjanjian kita kamu harus melayani tamuku dengan baik.
Sekarang kamu yang memasak buat kami berdua, itung-itung sebagai bayaranmu, karna kamu telah menumpang di rumahku jangan jadi Manusia tidak tau diri "bentak Alvaro, sebenarnya dia tidak ingin mengatakan ini tapi karna sikap Sintia yang tidak cemburu sama sekali di marah melihat itu."
Diana sangat senang mendengar itu, tadinya di berfikir Alvaro marah karna Istrinya tidak cemburu ternyata pemikirannya salah.
Aku terlalu befikir terlalu jauh karna itu semua tidak akan mungkin, walaupun Istrinya sedikit lebih cantik dariku tapi hati Alvaro hanya untukku tidak untuknya "guman Diana dalam hati."
Sintia sangat sakit hati mendengar ucapan Suaminya, ternyata tidak jauh beda dengan ayahnya, tapi dia menahan diri berusaha tidak terpengaruh sedikitpun. Bagaimanapun juga dia sudah biasa mendengar kalimat ini dari ayahnya dulu, jadi dia sudah sangat terbiasa.
Baik lah, tunggu lah disini aku akan memasak buat kalian "Sintia tersenyum ramah dan langsung berjalan ke arah dapur."
__ADS_1
Alvaro hampir tidak mempercayai pendengarannya, hatinya semakin panas, bukan ini jawapan yang dia inginkan.
Baiklah, kita lihat seberapa kuat kamu menahannya dengan sikap seperti ini, aku rasa tidak akan lama "batin Alvaro."