
Ah...!! ah...!! Faster baby, sebentar lagi akan sampai "seru Kevin dengan suara tertahan."
Argggghhhh... Honey kamu semakin nikmat sekali.
Kevin mengeram dan mengangkat kepalanya, mata terpejam merasakan nikmat yang luar biasa dan tangan nakal Kevin tidak tinggal diam meremas dua bola kenyal dihadapannya yang bergerak kesan kemari seperti bola pimpong dan Dia sesekali mengelintir Pu*t*nya dan mengisapnya.
Setelah seharian berjalan mengelilingi Kebun Binatang, disini lah mereka sekarang berada di Hotel VIP yang ada di di kota Bandung.
Tenaga Sila, benar-benar habis terkuras. Setelah pulang dari kebun binatang pun Kevin masih menggempurnya habis habisan seakan tidak ada capenya. Tubuh Sila saat ini sangat lemas seakan tidak bertulang, pangkal paha nya terasa nyeri bahkan untuk kekamar mandi pun di bantu sama Kevin.
Begitulah, Kevin selain menguras dompet Sila, Dia juga menguras tenaganya dan tidak memberi jeda sebelum Dia benar benar puas.
Sayang aku sangat lapar, tolong kamu pesankan makan "suruh Sila pada lelaki di samping nya yang masih tertidur karna kecapean."
Hmmm... Honey kamu pesan sendiri saja, aku masih sangat ngantuk "tolak Kevin"
Sila sangat kesal mendengar itu bahkan Dia seperti ini karna ulah Kevin tapi Dia seakan tidak peduli.
Apa kamu bilang. Aku ? Kamu gila apa !! aku begini juga karna kamu tidak mau berhenti "Sila meninggikan suaranya."
Mendengar itu Kevin mengepal tangannya di dalam selimut.
Kalau bukan karna Harta mu, aku tidak sudi dekat denganmu dasar ****** sialan, bisanya hanya menyusahkan ku saja. "Maki Kevin dalam hati, tapi Dia tidak bisa mengatakan itu, bisa bisa Sila ninggalin Dia dan Itu akan sangat merugikan bagi kesehatan dompetnya."
Ia udah sayang, Maaf ya honey aku tidak peka "Kevin menarik Sila kepelukannya berusaha menenangkan."
Tunggu sebentar ya sayang, aku akan pesan kan. Jangan di tekuk gitu dong mukanya nanti cantiknya hilang "gombal Kevin."
Mendengar itu Sila pun kembali luluh karna memang Dia sangat Cinta sama Kevin.
Tidak lama setelah itu, pelayan hotel pun datang mengantarkan makanan ke kamar mereka karna Kevin sudah memesanya.
Makan yang banyak ya Honey, maaf ya kalau aku kadang gak peka sama kamu itu Karna aku tidak pernah menjalin hubungan dengan perempuan lain selain kamu.
Padahal kalau di hitung mantan Kevin lebih banyak dari Sila, tapi Dia berbohong mengatakan kalau sebelumnya Dia belum pernah pacaran dan cara ini juga lah digunakan memikat banyak wanita di luar sana dengan tampang pura pura polos dan bodoh nya.
Dan dengan polosnya, Sila percaya aja tanpa mencari tau terlebih dahulu dan memang semenjak menjalin hubungan selama 2 bulan ini, Sila belum pernah mendengar kabar buruk tentang Kevin, maka dari itu Dia percaya saja.
__ADS_1
Ia sayang gak papa papa, Aku juga minta maaf ya kalau kadang aku kekanak kanakan.
Gak papa sayang, itu tugasku untuk membimbing mu "jawab bijak Kevin."
Mendengar Itu, Sila seakan terbang ke awan ketujuh Dia merasa wanita paling bahagia di dunia.
*
Berbanding terbalik dengan keadaan, Sintia saat ini yang masih berada di dalam gudang, entah sampai kapan masa hukumannya habis bahkan Dia belum ijin dari tempat kerja sebelumnya. Jangan kan untuk ijin Mengngabari teman kantornya, untuk tau ini sudah siang atau malam pun di tidak tau karna di ruangan itu sangat gelap dan pengap tanpa adanya ventilasi. Selama di kurung, Sintia hanya menangis dan berdiam diri merenung segala apa yang terjadi padanya dan bertanya tanya di dalam hati, kenapa ini bisa terjadi. Hanya Bi Surti dan Pak Amir lah yang datang kesini itupun hanya mengantar makanan.
Tok..!! tok..!!
Non, Bibi masuk yah "suara Bibi dari luar"
ia bi, Masuk aja.
Bibi ko kesini? tadi kan udah antar makanan "tanya Sila karna memang belum lama tadi Bi surti kesini mengantar makan buatnya"
Ahk ia, Non Bibi kesini buat temanin Non kebetulan Non Sila gak ada di rumah dan katanya Tuan juga tidak pulang malam ini. Makanya Bibi kesini mau ngajak, Non tidur di kamar bibi mumpung mereka gak ada.
Ayo Non "ajak bi Surti."
Tenang aja Non aman ko bibi udah lihat tadi, pelayan yang lain juga sudah pada tidur. Besok pagi, Non kembali kesini lagi sebelum yang lain bangun "Bi surti sedikit memaksa".
Tapi, bi Tia—....
Udah tenang aja, Non gak usah takut bibi yang tanggung jawab.
Mendengar itu, Sintia menjadi tidak enak hati karna takut bi Surti jadi sasaran ayahnya.
Gak usah bi, Sintia di sini aja.
Tia, gak ingin mengambil resiko dan melibatkan yang lain kena masalah karna Dia.
Bibi kan tau sendiri, ayah punya mata mata disini, yang ada nanti hukuman, Tia akan semakin di tambah. Bibi tenang aja, Tia baik baik aja ko disini, Tia kuat ko Bi. Terimakasih udah peduli sama, Tia.
Sintia tetap menolak, Dia tidak ingin memperbesar masalahnya.
__ADS_1
Ya sudah kalau Non tidak mau, Bibi gak paksa lagi. Maaf ya, Non bibi udah lancang.
Ia gak papa ko bi, Bibi balik aja ke kamar nanti ada yang lihat Bibi kelamaan disini.
Ia..ia Non, Bibi pamit ya Non hati hati disini.
"Tia hanya mengganggukkan kepalanya."
*
Prang...!!
Suara keributan di ruang kerja Pak Sutomo, Dia membuang semua benda yang ada di Atas mejanya.
kemarahan Pak Sutuomo membuat semua orang yang melihat itu Berdengik nyeri.
Apa apaan ini, kenapa bisa begini? "teriak Pak Sutomo pada Rudi tangan kanannya."
Ma—maaf Pak "hanya itu yang keluar dari mulut Rudi."
Cepat jelaskan !! kenapa ini bisa terjadi? "tanya Pak Sutomo meminta penjelasan karna saat ini Perusahaannya di ambang Kebangkrutan."
Saat Bapak, meminta ku mengajukan kontrak kerja sama dengan PT. ABADI yang sudah di setujui kedua belah pihak dua minggu yang lalu. Ternyata pihak mereka melakukan kecurangan dalam kontrak kerja tersebut.
Dimana, perjanjian di awal pembagian hasil akan di bagi rata, tapi saat Bapak menandatangani kontrak tersebut ternyata Isi kontrak yang bapak tanda tangani itu kontrak yang berbeda dari perjanjian awal. Isi kontrak yang bapak tanda tangani itu, Tertulis bahwa segala keuntungan proyek itu 90% Milik PT.ABADI sepenuhnya dan sisanya untuk kita 10% dan untuk segala kegagalan dan kerugian kontrak itu di limpahkan pada kita 100%.
Itulah kenapa pihak Bank datang menagih segala kerugian proyek itu ke Perusahaan kita. Karna saya dengar pembangunan Resot itu gagal, Manager pihak sana yang menangani jalannya pembangunan itu kabur sehingga pembangunan menjadi mangkrak dan para buruh meminta gajinya yang belum di bayar sepenuhnya dan uang yang di pake membeli bahan bangunan yang di pakai sebelumnya hasil pinjaman dari bank "Jelas Rudi asistennya."
Lalu kenapa kita bisa kecolongan begini?
Itu karna saat Bapak menandatangani kontrak itu, Bapak tidak membaca ulang lagi. Padahal sebelumnya saya sudah ingatkan dan Bapa hanya mengatakan kalau pihak sana pihak yang terpercaya itu lah kenapa kejadianya jadi seperti ini.
Mendengar itu kepala Pak Sutomo serasa terhantam batu besar, saat itu Dia memang langsung menandatangi saja tidak membaca ulang lagi bahkan Dia tidak menaruh curiga sedikit pun.
Saat ini, Sutomo benar benar binggung mencari jalan keluar, bahkan pihak bank menolak pinjamanya karna pinjaman sebelumnya belum lunas.
argh...!! "sial..sial...kesal Pak Sutomo meninju angin".
__ADS_1
Cepat kamu urus pertemuanku dengan Pak Gunawan.
Hanya itu orang yang saat ini di fikirannya, yang mungkin bisa membantunya mencari jalan ke luar.