
Aku dengar sekarang ini kamu jadi simpanan mantanku "ucap Sindi pada Diana."
"Saat ini Dina berada di Clup malam tempat awal bertemu dengan Alvaro. niat hati ingin menyenangkan Diri karna sikap dingin Alvaro malah bertemu dengan saingannya sendiri."
Diana memandang Sindi dengan tatapan sinis "Kenapa ? Apa ada masalah ?"
Tidak, aku hanya tidak menyangka Wanita sepertimu memungut bekasku.
Lalu ? Apa masalahmu, bukan kah itu tidak merugikan mu atau apa mungkin kamu cemburu ? "jawab Diana datar tidak terpancing dengan sindiran Sindi."
Hahhaha... kamu jangan salah sangka. Tidak ada namanya penyesalan bagi diriku "Sindi tertawa garing mendengar pertanyaan Diana."
Oo.. Bagus lah ! Itu artinya kamu tidak punya urusan dengan ku dan sekarang kamu bisa pergi dari sini. Aku sedang tidak membutuhkan orang lain di sisiku "usir Diana."
"Sindi geram melihat respon Diana yang sombong dan tidak emosi menanggapinya."
Kamu jangan sombong Diana, jangan mentang-mentang saat ini Alvaro bersama mu kamu jadi bersifat sombong seperti ini. Asal kamu tau, Aku itu Cinta Pertama Alvaro dan dapat aku pastikan saat ini Alvaro masih sayang padaku.
"Diana geram dengan mulut Sindi yang membenarkan Fakta itu dia mengepal tangannya di bawah sana. Dia berusaha menahan Diri untuk tidak terbawa suasana"
Aku tidak percaya ternyata kamu sepercaya diri ini apakah kamu bukti ? Jangan bilang kamu mengatakan ini untuk memanasiku dan kamu menginginkan perpisahan kami berdua karna kamu ingin kembali kepadanya "balas Diana tak kalah sengit."
Aku tidak pernah memungut sampah yang sudah ku buang dan untukmu silahkan Cicipi sisaku "Sindi tersenyum remeh pada Diana."
__ADS_1
Mulut terlalu berlebihan Sindi. Kamu pikir aku tidak tau kamu baru saja di campakkan pacarmu karna dia memiliki kekasih baru yang lebih cantik dan kaya darimu ? "Diana menenguk vodka di depannya."
"Sindi mengepal tangannya dengan kuat, Dia tidak tau ternyata kabar itu sudah menyebar luas padahal dia sudah menutupinya dengan sangat rapat."
Hahhaha...kamu kemakan gosip di luar sana "tawa Sindi garing."
Apa perlu ku perlihatkan Vidionya saat pacarmu lebih memilih Pacar barunya dari kamu ?
Tutup mulut Jal*ng sialan kamu itu hanya pelampiasan Alvaro untuk bisa melupakan ku aku yakin saat aku kembali kepadanya kamu akan di buang.
Coba saja Aku menunggu hari itu "Diana berlalu pergi meninggalkan Sindi karna muak melihat wajah Sindi yang playing victim."
Cihh.. aku tidak menyangka Dia masih Wanita yang sama seperti dulu. Sekarang aku harus lebih extra mendekati Alvaro sepertinya bukan hanya istrinya sainganku saat ini tapi juga Mantan sialannya itu.
Bugh....bugh..bugh...
"Alvaro memecahkan kaca kamar mandi rumahnya. Setelah kembali dari kantor Kenan, Alvaro kembali ke Kediaman utama."
Apa yang kamu lakukan mau seberapa banyak lagi barang di rumah ini yang ingin kamu hancurkan "marah Ibu Emi saat melihat kamar anaknya sangat hancur berantakan."
"Alvaro tidak menanggapi ucapan Ibunya dia sibuk dengan pikirannya yang saat ini hancur berantakan."
Tidak ada gunanya kamu melampiaskan kemarahan seperti itu. Tidak akan ada yang berubah jika tidak di mulai dirimu sendiri.
__ADS_1
Alvaro menatap Ibunya tidak mengerti apa maksudnya mengatakan itu "Apa maksud Mama ?"
Tidak kah kamu sadar saat ini kamu sedang Cemburu dengan Istrimu. Kamu jangan membohongi perasaan mu sendiri, Kejar sebelum terlambat. Mama yakin menantuku masih mau menerima mu.
Tidak ! Aku tidak mencintainya aku hanya tidak rela Kenan mengusik yang sudah jadi milikku "Alvaro masih saja mengelak."
Bugh..! "Ibu Emi melemparkan buku di tangannya", Apakah otakmu tidak berjalan lagi ? Itu artinya kamu cemburu bodoh. Mungkin sekarang perasaanmu masih abu-abu tapi percayalah cepat atau lambat kamu akan menyadarinya, Tapi sebelum itu terjadi lebih baik kamu menyelesaikan hubunganmu dengan Pelakor itu jangn sampai Mama yang turun tangan.
Jangan sentuh Dia. Dia tidak tau apa yang terjadi "Alvaro masih saja membela Diana."
Apakah sekarang tingkat kebodohanmu semakin bertambah ? Dengan kedatangannya ke rumahmu di depan istrimu sendiri apakah itu yang kamu katakan tidak tau apa apa. Jangan kamu pikir Mama tidak tau segalanya. Sekarang Cepat selesaikan urusanmu dengannya jangan sampai Mama yang menyelesaikannya tanpa sisa "ucap ibu Emi dengan tegas."
Tidak ! Mama tidak perlu ikut campur dengan Dia aku bisa mengurusnya.
Sekarang katakan, kamu pilih Pelakor itu atau Istrimu ? Jangan menyesal dengan pilihanmu sendiri. Mama ini seorang wanita Mama tau persis bagaimana sakitnya di hianati sekalipun tidak ada Cinta diantara kalian tapi setidaknya tanamkan rasa saling menghargai. Untung menantuku sangat sabar kalau aku jadi Dia. Aku sudah mengebiri mu malam itu juga. "sentak Ibu Emi."
Aku tidak bisa memilih diantara mereka "lirih Alvaro."
Baik lah itu artinya kamu memilih Pelakor itu dan mulai sekarang kamu jangan mencampuri urusan Sintia. Mulai sekarang jaga jarak dengannya Dia Putriku bukan menantuku lagi. Jangan pernah kembali ke rumah ini dengan keadaan seperti ini dan Aku tidak menerima wanita manapun yang kamu bawa kerumah ini.
Mulai saat ini Mama dan Papa tidak akan lagi mengurusi urusanmu. Pilihlah jalan mu sendiri mana yang menurut baik lakukan kami tidak akan ikut campur dengan urusanmu. Secepatnya urus surat perceraian mu dengan Putri ku dan jika kamu ingin menikahi wanita itu Nikahkan Dirimu sendiri karna tugas kami hanya sekali menikahkan bukan berkali kali.
"Ibu Emi berlalu pergi meninggalkan Alvaro yang terdiam dan sangat berantakan."
__ADS_1